Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 9 " Bay Kembali Sakit"


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Johan , hari - hari Nagin pun tidak kesepian lagi. Johan, pria yang baik dan pengertian itu telah membuat Nagin bahagia. Johan selalu menelpon Nagin, ia selalu menanyakan kabar Nagin dan tak segan - segannya mengajak Nagin jalan keluar.


Walaupun Johan belum mengetahui, kalau Nagin itu sebenarnya adalah asisten rumah tangganya Bay. Tapi apapun itu status pekerjaan Nagin, Johan masih mau jalan dengannya. Karena Johan tahu kalau Nagin adalah wanita yang baik.


Pagi itu, seperti biasa Bay akan berangkat kerja. Ia pun lalai akan sarapannya. Nagin masih saja perduli masalah kesehatan tuannya itu, dan selalu mengingatkan nya , tapi Bay tetap saja menolak untuk sarapan.


Nagin yang sedang sibuk membersihkan ruang tamu itu, tiba - tiba saja melihat fhoto keluarga yang terpajang di dinding itu. Tuannya itu mirip sekali dengan mendiang ibunya. Ibunya sangat cantik. Pantas saja tuan Bay begitu tampan.


Ya, begitulah dalam benak Nagin. Tapi sangat disayangkan, tuan Bay harus kehilangan kedua orang tuanya. Ia tak bisa lagi mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, terlebih ibunya.


Ia pun melanjutkan pekerjaannya. Tiba - tiba saja, telpon rumah berdering. Ia pun mengangkatnya.


" Hallo...??" Tanya Nagin dengan suara lembutnya.


" Hallo....? apakah ini dengan Ibu Nagin ?" Tanya seorang perawat dari sebrang.


" Ya, saya sendiri. Maaf ini dengan siapa ya ?"


" Maaf Ibu Nagin, saya suster Mita, dari rumah sakit Gelora Kasih. Saya ingin menyampaikan, kalau pak Bay saat ini sedang di rawat di rumah sakit kami ."


" Apa...??? tuan Bay masuk rumah sakit?? baiklah saya akan segera datang suster. Terimakasih suster...!"


Nagin mematikan telpon tersebut. Ia pun merapikan alat - alat kebersihannya. Segera ia pergi ke rumah sakit. Tanpa mengganti baju lusuhnya dan langsung memakai sendal jepit yang hampir saja putus. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa.


Sesampainya dirumah sakit, ia pun langsung menemui ruang informasi dan menanyakan dimana tuannya itu dirawat. Petugas informasi itu pun memberitahukan ruangannya.


Ia pun langsung pergi keruangan tuannya itu. Dan tiba - tiba saja, sendal yang ia pakai pun putus. Ia pun diam sejenak. Kenapa ini harus terjadi, dalam benaknya. Ia pun tak memperdulikan sendal yang putus itu. Ia pun kembali berjalan tanpa memakai alas kaki. Ia terus mencari ruang dimana tuannya itu dirawat.


Ia pun memasuki ruangan itu. Disana ada dokter Bram, seorang perawat dan Andre, pegawai kantor Bay. Andre lah yang membawa tuannya itu ke rumah sakit. Andre menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi pada tuannya itu.


Nagin pun menangis sejadi - jadinya. Ia memeluk tubuh tuannya itu. Andre pun menenangkan Nagin. Dokter Bram hanya bisa diam seribu bahasa.


" Ibu Nagin, apa boleh saya bicara sebentar?" Tanya dokter Bram

__ADS_1


" Baik dok...!!" Jawab Nagin


Dokter Bram mengajak Nagin keruangannya. Dokter itu pun menjelaskan penyakit tuannya itu.


" Nagin, saya minta maaf. Terpaksa saya harus menyampaikan kabar ini. Dari hasil pemeriksaan lab rumah sakit, pak Bay mengalami kanker lambung stadium 4. Dan kalau bisa secepatnya dilakukan tindakan kemoterapi ." Kata dokter Bram


" Apa dok ? tuan Bay kena kanker??" Tanya Nagin dengan emosinya


Nagin pun menangis lagi. Begitu hancur hatinya setelah ia mendengar penjelasan dari dokter Bram.


" Mungkin, selama ini pak Bay tidak menjaga kesehatannya dan tidak menjaga pola makannya ". Kata dokter Bram lagi


" Dokter , saya mohon sembuhkan tuan Bay dok...!"


" Ya bu, kita harus cepat melakukan tindakan kemoterapi, agar pak Bay bisa segera sembuh..!"


" Ya dok, apapun itu lakukanlah dok, supaya tuan Bay sembuh...!"


Ia kembali memasuki ruangan dimana tuannya itu dirawat. Ia menatap wajah tampan yang pucat pasih itu. Nagin kembali memeluk tuannya itu. Ia tidak mau kehilangan tuannya itu, walaupun terkadang tuannya itu suka usil, tapi ia tahu, tuan Bay adalah orang yang baik hati.


Andre masih saja menenangkan Nagin. Andre pun sedih, melihat atasannya itu kini terbaring tak berdaya. wajahnya yang pucat. Nagin meminta Andre untuk menangani masalah dikantor, dan Nagin juga meminta agar para pegawai dikantor berdoa buat kesembuhan tuan Bay.


Nagin pun menghubungi Jenni. Jenni pun terkejut dengan berita ini. Ia tak menyangka lelaki yang ia cintai kini terbaring di rumah sakit.


Nagin meminta kepada Jenni agar ia datang segera ke rumah sakit. Dan Jenni pun mengiyakan permintaan Nagin itu.


Setibanya di rumah sakit, Jenni pun menangis sejadi - jadinya dan ia memeluk tubuh kekasihnya itu. Nagin pun ikut kembali menangis. Dua wanita cantik itu begitu teramat sedih.


Nagin pun menceritakan sakit tuannya itu, dan tindakan apa yang harus dilakukan. Mendengar itu Jenni pun lemas. Ia tak habis pikir bagaimana ia akan hidup bersama lelaki yang usianya tidak akan lama lagi.


Sudah seharian Nagin dan Jenni dirumah sakit. Tapi belum ada reaksi sama sekali. Bay belum juga sadar. Nagin menyuruh agar Jenni makan siang terlebih dahulu. Tapi Jenni menolaknya. Ia masih saja sedih melihat kekasihnya itu.


Mereka berdua masih diam. Tidak ada pembahasan sama sekali. Nagin meminta kepada Jenni, agar Jenni menjaga tuannya itu dulu, sebab ia hendak pulang kerumah. Ia mau mengambil beberapa baju tuannya itu.

__ADS_1


Nagin pun pulang kerumah tanpa alas kaki. Ia tak perduli dengan keadaannya. Ia selalu saja menangis. Didalam taxi pun, ia tetap saja menangis tak henti - hentinya.


Sesampainya dirumah, ia masuk kekamar tuannya itu. Disana Nagin kembali menangis. Ia melihat fhoto tuannya itu, dan mengambilnya. Ia memeluk fhoto itu. Ia tak mau kehilangan tuannya.


Sangat berat rasanya menerima cobaan ini, tapi Nagin yakin dan percaya , tuannya itu akan sembuh. Nagin membuka lemari pakaiannya, dan mengambil beberapa baju dan memasukkannya kedalam koper kecil .


Ia menuruni anak tangga, ia kembali lagi melihat fhoto keluarga diruang tamu itu. Ia memegang bingkai fhoto itu..


..." Tuan dan Nyonya...., pasti kalian melihat dari atas surga, jika hari ini anak tuan dan nyonya sakit. Saya mohon, doakanlah tuan Bay, agar ia lekas sembuh..., saya akan berjanji akan selalu menemani tuan Bay...!!"...


Lagi - lagi Nagin kembali menangis. Dan ia pun pergi. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan Johan. Nagin pun menceritakan jika majikannya sakit. Johan mengantarkan Nagin kerumah sakit.


Johan mengikuti arah langkah Nagin. Dan tibalah mereka di ruangan itu,


betapa terkejutnya Johan, ketika melihat Bay yang sedang terbaring lemah itu.


" Jadi, Bay adalah majikan kamu, Gin?


" Ia mas, tuan Bay adalah majikan saya. Kok Mas Johan kenal dengan tuan Bay?" Tanya Nagin penasaran


" Ia, saya kenal Bay. Karena Bay adalah teman saya. Kita bekerja sama dalam satu proyek. Nagin, kenapa Bay bisa sampai seperti ini?"


" Awalnya tuan Bay itu ada riwayat asam lambung. Tuan Bay tidak pernah menjaga pola hidupnya, dia selalu makan sembarangan. Padahal dokter sudah memberi peringatan, agar tuan Bay bisa menjaga kesehatannya".


" Ya Tuhan, kasihan sekali Bay.."


" Kamu yang sabar ya, Gin. Bay pasti sembuh. Kamu sudah menghubungi keluarganya ?"


" Belum, saya ga tau keluarga tuan Bay itu dimana. Tapi,vkalau kata tuan Bay, kakek dan neneknya ada di Singapure. Saya ga tau harus menghubunginya gimana ."


" Ya udah, nanti saya bantu. Yang penting kamu jaga kesehatan dan istirahat, nanti kamu bisa sakit juga".


" Terimakasih ya mas...!" Jawab Nagin sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2