Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 34 " Nagin Sedih "


__ADS_3

Bay dan Nagin telah sah menjadi suami istri. Mau tak mau, Bay pun membawa Nagin kembali lagi kerumahnya.


Walaupun mereka telah sah menjadi suami istri, tapi mereka masih saja saling diam, tidak saling menyapa.


Bay yang dulunya periang, suka usil sekarang berubah menjadi pria yang dingin. Ia berbicara pada Nagin hanya yang penting - penting saja.


Beda dengan Nagin. Nagin dulu dan sekarang tetaplah sama. Senyuman cantiknya tak pernah pudar, lemah lembutnya juga selalu ia tunjukan.


Walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, bukan berarti Nagin bisa tidur bareng dengan Bay. Mereka mempunyai kamar masing - masing. Tidak ada kata malam pertama atau pun honeymoon. Semua biasa saja.


Suatu pagi, Nagin telah menyiapkan sarapan untuk Bay. Tapi Bay menolak sarapan bareng dengan Nagin. Ia hanya mengambil roti dan membuatnya di tempat bekal, lalu membawanya kekantor. Tidak ada sama sekali berpamitan, seperti layaknya suami istri.


Nagin sedih. Ia sama sekali tidak dihargai atau dianggap sebagai seorang istri. Ia mengingat kalau dulu ia sebagai asisten rumah tangganya. Sekarang sudah menjadi istrinya. Tapi baginya asisten rumah tangga atau pun istrinya sama saja tidak ada bedanya. Hanya status yang berubah.


Setelah menikah, ia tak kerja lagi. Ia mengundurkan diri dari restaurant Kevin. Ia ingin fokus ke suaminya, Bay.


Karena Nagin sudah sah menjadi istrinya, Nagin mengirim pesan kepada Bay, agar Bay jangan lupa makan siang. Tapi pesan tersebut sama sekali tidak ditanggapi oleh Bay.


Walaupun Nagin tidak dianggap sebagai istrinya, tapi ia tetap sabar dan tetap melayani suaminya dengan baik. Karen Nagin sangat menghormati pernikahannya. Walaupun sebenarnya pernikahan itu kemauan Kevin bukan keinginan Bay.


Malam hari pun tiba, Nagin sudah menyiapkan makan malam. Malam ini ia masak makanan kesukaan Bay. Tapi Bay sama sekali tidak mau makan. Padahal Nagin sudah membujuknya.


Ya, Bay sekarang telah banyak berubah. Ntah apa penyebabnya, padahal Kevin sudah ikhlas memberikan Nagin kepadanya. Dan Nagin pun sudah mulai baik dan perhatian kepadanya.


Nagin jadi kepikiran gimana kalau ia mencari kegiatan. Ia telah pintar membuat cake, ia pun ingin mencoba usaha itu. Ia bisa membuat cake ketika ia bekerja bersama Kevin. Ia selalu bertanya pada temannya yang bisa juga membuat cake.


Ia memberitahukan kepada suaminya rencana baiknya itu, tapi Bay hanya mengatakan terserah. Sedikit kecewa mendengar kata terserah, tapi ia tetap saja sabar.


Nagin membeli perlengkapan untuk cake - cakenya itu. Semua bahan pun sudah mulai lengkap. Ya, Nagin menempah sebuah spanduk agar orang - orang pada tau cake buatan Nagin dan ia pun mempromosikan cake - cakenya itu di kompleks dan sosial media.


Bay sama sekali tidak mendukung usahanya itu. Ia sama sekali tidak perduli. Tapi Nagin yakin suatu saat Bay pasti senang dengan usahanya dan terlebih bisa menerima Nagin sebagai istrinya.

__ADS_1


Dengan adanya spanduk itu, orang - orang pun sudah pada tau Nagin menjual cake . Ia pun mendapatkan pelanggan pertama dengan memesan cake ulang tahun.


Ia pun mulai mengerjakan cake itu. Karena esok pagi harus diantar. Nagin sangat sibuk mengerjakan cake nya, ia dengan hati - hati mengerjakannya agar cake ulang tahun itu sangat bagus dan rapi dan si anak yang ulang tahun pun senang dengan cakenya.


Bay merasa haus. Ia berjalan menuju dapur. Ia melihat Nagin disana sedang mengerjai cakenya.


" Ehh mas, Bay? Mas Bay mau makan? biar saya ambilin." Tanya Nagin.


" Ga. Saya mau ambil minum." Ucap Bay datar.


" Mas Bay, tau ga hari yang pesan cake kita , ibu kompleks sini lho. Itu rumahnya yang paling ujung itu. Dia pesan cakenya 2 karena besok anaknya ulang tahun. Tau ga mas, kita diundang lho? kita datang ya mas?"


" Ga ah. Kamu aja yang pergi." Bay pun pergi dari dapur dan meninggalkan Nagin.


Nagin hanya bisa menghela nafas. Walaupun suaminya itu sangat dingin sekali tapi ia tetap tersenyum menghadapi setiap masalah yang dihadapinya.


Cake ulang tahun itu diambil pemiliknya. Ia sangat senang dengan hasil cake Nagin. Sangat indah sekali.


" Sama - sama bu. Semoga si cantik senang ya bu."


" Oh ya, Gin. Nanti datang ya ulang tahun anak saya. saya mengundang semua yang ada di kompleks ini. Tau sendirilah Gin saya lama dapat anak. Makanya sekali dikasih ya gini dirayain semewah mungkin hehehe. Ehh, Gin kamu jangan tunda - tunda kehamilan, buruan cepatan hamil ntar kalau uda banyak umur uda susah lho.." Ucap bu Sari.


" Ia bu. Saya ga menunda kok. Kapan dikasihnya aja sama Tuhan.."


" Ya da, beneran ya nanti datang. Saya pamit ya, Gin."


" Ya bu, hati - hati ya ?"


Nagin pun mulai kepikiran kata ibu Sari tadi. " Anak ??gimana saya mau punya anak? mas Bay aja ga perduli gitu. Ahh ntahlah..." gumam Nagin.


Sore harinya Bay pulang dari kantor. Nagin mengajak Bay ke acara ulang tahun itu. Tapi Bay menolaknya. Akhirnya Nagin pun pergi sendirian.

__ADS_1


Diacara itu, kumpulah ibu - ibu kompleks. Suami mereka juga ikut. Hanya suami Nagin lah yang tak ikut ke acara tersebut.


" Gin, mana suami kamu?" Tanya bu Sari.


" Anu bu, mas Bay banyak kerjaannya. Hari ini dia membawa kerjaannya kerumah. Katanya malam ini mas Bay mau lembur bu."


" Ehh Gin, lu yang pernah jadi asisten rumah tangga Bay kan? seingat gue, keknya lu dehh? bener ga?" Tanya bu Kartika


Nagin hanya terdiam. Ia hanya memberikan senyumannya. Semua ibu - ibu kompleks menanyakan tentang hal itu.


" Ia jeng Kartika, Nagin ini dulu asisten rumah tangganya Bay. Pantesan aja Bay kagak mau ikut, secara dia malu dong bareng istrinya , istrinya kan mantan pembantunya hahahahaha.." Ledek bu Desi.


" Ia ya, bu - ibu, nasib Nagin mah enak ya ibarat jatuh ke kasur empuk hahaha.Wah naik dong derajat lu, Gin. " Ledek bu Mira.


" Ehh..Gin, honeymoon kemana si? tapi saya lihat semenjak kalian nikah, kayaknya kalian belum honeymoon ya?" Ucap bu Santi.


Nagin tidak bisa berkata - kata. Ia hanya diam dan sangat sedih karena sudah di bully ibu - ibu kompleks.


Acara itu pun selesai. Semua orang pada pulang. Dijalan menuju kerumahnya, Nagin menangis. Sudah di bully, dan suaminya juga ga perduli kepadanya. Sangat malang sekali nasibnya.


Rumah itu tidak dikunci. Ia masuk lalu pergi ke dapur. didapur ia menangis. Perkataan ibu - ibu kompleks itu sangat menyakitkan karena telah menghina dan menertawakannya.


Bay mendengar suara Nagin. Ia keluar dari kamarny dan melihat Nagin didapur sedang menangis.


" Kenapa nangis? cake kamu ga enak?" Tanya Bay dengan sinisnya.


" Ga mas Bay. Saya ga nangis kok." Sambil mengusap air matanya.


" Ohh....."


Lalu Bay pergi meniggalkan Nagin. Bay tidak pernah sedikit pun bisa mengerti keadaan Nagin.

__ADS_1


__ADS_2