Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 37 " Jamu..Jamu..Jamu "


__ADS_3

Pagi itu Nagin sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya. Tiba - tiba saja ada tamu yang datang .


Nagin membukakan pintu rumah itu. Ternyata ada tetangga yang datang ingin memesan cake untuk acara ulang tahun pernikahan mereka.


" Gin, ibu pesan cake pernikahan dong..!"


" Oh boleh bu, dengan senang hati. Cakenya mau bentuk apa Bu? "


Si ibu itu pun menjelaskan panjang kali lebar 😂


" Gin, ntar malam datang ya ke acara ibu. Ajak dong suami kamu?"


" Ia bu. Saya usahakan datang ya Bu. Mas Bay kalau ga ada kerjaannya , mudah - mudahan bisa ikut ya bu? "


" Gin, uda hampir setahun kenapa belum hamil - hamil juga?" Tanya bu Desi.


" Ia bu belum dikasih Tuhan aja bu. Doakan ya bu?"


Bay mendengar percakapan mereka.


..." Ahh dasar, ibu - ibu suka kepo rumah tangga orang." Ucap Bay....


" Ia Gin, buruan hamil uda setahun lho . Emang kalian ga mau ada penerus perusahaan Hardinata?coba program ke dokter Gin? siapa tahu berhasil."


" Ia bu . Nanti saya dan mas Bay coba ya bu."


"Oke ya Gin, ibu pulang ya? makasih sebelumnya ya Gin."


" Ia bu, sama - sama bu."


Nagin menutup kembali pintu rumah itu. Nagin sedikit sedih. Kalau ia bertemu dengan tetangganya pasti tentang kehamilannya yang ditanya.


" Mas Bay uda selesai sarapan?"


Bay hanya menganggukan kepalanya.


" Ada yang pesan cake lagi?"


" Ia mas. Untuk ulang tahun pernikahannya."


" Ohh gitu."


"Mas Bay, saya nebeng sampai simpang depan, boleh ya? hehehe.."


" Kamu mau kemana?"


" Mau kepasarlah. Emang mau masnya ga makan?"


Mereka pun pergi. Nagin hanya diam saja. Ya Nagin selalu memikirkan perkataan ibu Desi itu.


Disimpang tiga Nagin turun. Nagin hendak kepasar membeli kepeluan dapur. Bay pun melanjutkan perjalanannya ke kantor. .


Semua keperluan dapur telah beres. Ia pun memulai membuat cake itu. Cake Nagin memang sangat enak, selain indah cake nya juga rapi dan selalu cantik modelnya. Cake nya itu kini telah banyak dikenal orang.


Terkadang secara online ada saja yang memesan. Ya tak terasa cake ulang tahun pernikahan itu pun selesai. Nagin menelpon ibu Desi agar ia menjemputnya.

__ADS_1


Malam hari pun tiba. Sudah pukul 19.00 Nagin masih saja di dapur membersihkan seisi dapur.


" Kamu ga pergi ke acara ibu Desi?_


" Ehhmm ga mas. Saya tadi uda ijin kok ga bisa datang."


" Oh ya da. Kamu takut ya di ledek lagi?"


" Di ledek gimana?"


" Kapan hamilnya, kenapa lama sekali?"


" Hahahaha mas Bay. Ga boleh gitu mas, pantang. Itu sama aja mas juga ngejek mereka."


" Ya habis kalau kamu ketemu ibu - ibu kompleks selalu aja itu yang ditanya."


" Biarlah itu hak mereka. Ga usah dibawa ke hati mas."


" Emang kamu uda siap apa jadi ibu?"


" Kalau orang sudah tekad untuk menikah, berarti dia harus sudah siap jadi ibu mas."


" Ohh bagindang .."


" Hahahaha mas Bay ada - ada aja."


" Gin, kakek dan nenek esok akan tiba di Jakarta. Maaf ya saya lupa tadi kasih tahu kamu."


" Oh ya ? mereka besok tiba disini?"


" Ia...!"


" Kakek, nenek apa kabarnya?" Tanya Bay sambil menyalami mereka. Begitu juga Nagin ikut menyalami kakek dan nenek Bay.


" Ehh Nagin ? kamu makin cantik nak." Ucap nenek Bay.


" Makasih ya nek...!" Jawab Nagin sambil memberikan senyum manisnya.


" Ya da kita pulang ya? " Ajak Bay.


Mereka pun pergi meninggalkan bandara itu. Diperjalanan Bay memberitahukan kalau ia dan Nagin sudah berkeluarga.


" Kakek, nenek Bay mau ngomong sesuatu. Bay minta maaf kalau Bay ga bilang - bilang sama kakek dan nenek."


" Mau bilang apa Bay? " Tanya kakeknya.


" Saya dan Nagin sudah menikah kek, nek."


" Menikah ? kapan? Tanya kakeknya.


" Tahun lalu kek."


" Tahun lalu? kenapa kamu ga ada telpon nenek Bay?"


" Maaf ya kek, nek saya melakukan ini supaya ada kejutan buat kakek nenek."

__ADS_1


Sambil melirik Nagin.


" Nek, saya juga minta maaf ya?" Ucap Nagin.


" Ia nak. Yang penting kalian bahagia. kalau kalian bahagia, kami juga senang kok. " Ucap kakek Bay.


Nagin sangat lega mendengar ucapan kakek Bay itu. Nagin takut kalau kakek dan nenek Bay tidak setuju dengan pernikahan mereka. Karena Nagin orang yang susah.


" Jadi kamu sudah hamil Gin? " Tanya nenek Bay.


Nagin dan Bay saling menatap.


" Nagin belum juga hamil nek." Jawab Bay.


" Kenapa lama sekali? kalian menundanya ya?" Tanya nenek Bay lagi.


" Tidak nek. Belum dikasih Tuhan aja kok nek." Jawab Bay.


" Nanti nenek buatkan ramuan tradisional yang sangat ampuh biar kamu cepat hamil, Gin." Ucap nenek Bay.


" Ramuan ?" Tanya Bay.


" Ia ramuan .Nanti sesampainya dirumah nenek akan membuatnya."


Nenek Bay sedikit cerewet. Walaupun zaman sudah semakin canggih, tapi nenek Bay masih percaya dengan ramuan tradisional.


Sore itu, nenek Bay membuatkan ramuan untuk diminum Nagin. Nagin pun membantunya di dapur.


Banyak sekali ramuan itu. Bau nya pun sangat tidak enak. Akhirnya selesailah ramuan itu dan nenek Bay menyuruhnya agar sebelum tidur ramuan tersebut diminum.


Malam harinya, nenek Bay mengingatkannya kembali agar ramuan buatannya itu diminum sampai habis.


" Nagin, kamu harus minum jamu ini sampai habis ya?" Ucap nenek Bay.


" Ba..Ba..baiklah nek." Ucap Nagin.


" Dulu mamanya Bay juga minum ini. Kamu lihat kan cakepnya si Bay itu ? ya karena ini, ramuan buatan nenek. Ini sangat mujarab, Gin.


Bay pun tersenyum melihat neneknya itu. Walaupun tinggal di Singapure, bukan berarti ramuan tradisional nya ia lupakan.


Malam itu kakek dan nenek sudah masuk kamar. Bay dan Nagin mau tidak mau mereka harus tidur bersama.


" Gin, ayo diminum jamunya?" Pinta Bay.


Wajah Nagin tampak muram . Bay sudah senyum - senyum. Nagin pun meminum jamu itu. Rasanya pahit sekali. Nagin ingin muntah meminumnya.


Bay hanya bisa tertawa melihat istrinya itu. Wajahnya jadi lucu ketika ia meminum jamu itu.


Sudah hampir seminggu Nagin minum jamu buatan nenek Bay. Nenek Bay selalu kepo hasilnya gimana.


Bay pun sudah memikirkan kearah sana. Ya Bay sudah menginginkan kan adanya sebuah anak dirumah ini. Karena Bay junior lah yang akan meneruskan perusahaanya kelak.


Waktu pun berlalu. Kakek dan nenek Bay harus kembali ke Singapure. Mereka pulang ke Indonesia karena ada pekerjaan juga.


Nenek Bay meminta agar Nagin rutin meminum jamunya. Nagin hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Nagin tampak sedih. Bay pun mengetahui kenapa lama Nagin hamil.


Hari - hari pun berlalu, bulan berganti bulan. Akhirnya Bay pun sudah melaksanakan tugasnya. Ia ingin segera Nagin cepat hamil, agar Bay dan Nagin tidak kesepian lagi. Mereka pun ingin ada tawa, tangis seorang bayi dirumah besar dan mewah itu.


__ADS_2