
Pagi itu Bay buru - buru ke kantor. Ia ada meeting mendadak. Sebelum pergi ia sudah menyediakan keperluan untuk istrinya itu.
" Sayang, mas pergi dulu ya? oh ya kamu jangan lupa sarapan. Vitaminnya diminum, buahnya juga dimakan. Tetap dikamar jangan pergi kemana - mana. Kalau perlu sesuatu panggil pak Jo aja. Oke??"
" Ya mas Bay. Hati - hati kerjanya. "
Bay pun mencium kening istrinya itu. Lalu ia pergi meninggalkan Nagin.
Nagin sudah mulai bosan rebahan trus dikamar itu. Ia ingin sekali melihat keadaan luar.
..." Bosen juga dikamar terus, pengen lihat luar sebentar aja."...
...Ucap Nagin....
" Bu Nagin mau kemana ?" Tanya pak Jo.
" Pak, saya keliling bentar ya? bosan dikamar terus. "
" Nanti tuan Bay marah lho bu ? sebaiknya ibu masuk aja ya ?"
" Pak Jo? bentarrrrr aja. Ga lama kok. Ga usah bilang - bilang sama tuan Bay. "
" Ga boleh gitu dong bu? nanti saya yang kena marah tuan Bay?"
" Ga pak. Tenang aja. Saya ga lama - lama kok pak. Saya pergi jalan dulu ya pak...!"
Karena Nagin dalam keadaan hamil, tiba - tiba saja Nagin pengen makan buah mangga muda. Ya, maklumlah namanya juga orang lagi ngidam pengen makan yang asem - asem hehehe.
Ia pun pergi meninggalkan rumah. Ia berjalan menyusuri jalanan kompleks. Ia pun mencari - cari buah mangga muda tersebut.
" Hai Nagin, wah tumben lu keluar rumah?" Tanya bu Sari.
" Ia bu, bosen juga bu dikamar terus."
" Demi kandungan lu, ga papa toh, Gin? hati - hati aja ya, jangan banyak gerak dulu."
" Ia bu, makasih ya bu. Oh ya bu, tau ga ada mangga muda heheheh. Nagin pengen makan yang asem - asem bu."
" Kalau di kompleks kita ga ada Gin, coba diluar kompleks, nohh... sebelah kompleks kita ada perumahan warga, banyak banget mangganya, Gin."
" Ohh gitu ya bu? ya da saya lihat dulu ya bu?"
" Ia, Gin. Hati - hati ya ?"
Nagin pun keluar dari gerbang kompleks itu. Ia berjalan menyusuri jalan raya. Ternyata suruhan Jenni telah ada diluar kompleks itu. Mereka sudah lama menunggu waktu yang tepat untuk menculik Nagin. Nasib lagi berpihak kepada Jenni dan suruhannya itu. Mereka melihat Nagin keluar dari lokasi kompleks itu.
" Ehh Jok, lihat tu ada seorang wanita keluar dari perumahan. Jok, lu lihat wanita itu ga? itu kayaknya wanita yang kita cari kan?"
" Ia..ia..bener. Itu adalah wanita yang kita cari. Ntar gue cocokin wajahnya. Ahh mantap pas banget Ir. Itu wanita yang kita cari, ya si Nagin namanya. "
" Coba gue lihat..!"
__ADS_1
" Ia..ia bener. Ini wanita yang kita cari Jok. Ayok buruan jalan, pelan - pelan aja ngemudi mobilnya."
Karena kelelahan berjalan, kepala Nagin sangat pusing. Tapi ia tetap saja mencari mangga muda itu.
Tepatlah disamping Nagin, pria berjambang itu langsung menyergap Nagin. Ia menutup mulutnya dengan menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius dan membawa Nagin masuk ke dalam mobil itu.
Nagin tidak bisa bergerak. Ia langsung pingsan. Mereka membawanya kesebuah gudang yang tidak terpakai lagi. Mereka pun langsung menelpon Jenni.
" Bos, kita berhasil menangkap Nagin. Sekarang sediakan bayaran kita, yang banyak ya hahaha...."
" Tenang aja. Saya akan bayar kalian dengan bayaran mahal. Sekarang bawa dia ke Jln . Sakura No. 50.
" Oke boss. Kami otw sekarang juga.
" Hahaha cair kita Jok, bisa pesta ntar malam kita."
" Hahahaha..kalau rejeki ga kemana ya Ir, ini semua berkat Nagin. "
Mereka membawa Nagin yang sudah pingsan itu ke Jln. Sakura No 50. Disana sudah ada Jenni yang sedang menunggu.
" Kerja kalian sangat bagus." Jenni pun bertepuk tangan. " Sekarang ikat dia, letakkan dia disudut itu. Sekap mulutnya agar tidak bersuara." Perintah Jenni.
" Baik bos...!"
" Akhirnya saya menang Nagin. Saya akan buang kamu dan bayi kamu hahaha....selamat tinggal orang kampung....!" viewww
" Bos, berat banget ni cewek?"
Nagin pun diturunkan dari mobil itu. Kedua tangannya diikat. Mulutnya disekap pakai lakban. Sedikit pun Jenni tidak ada rasa kasihan nya pada Nagin yang sedang hamil itu.
Nagin pun siuman dari obat bius itu. Perlahan - lahan ia membuka matanya, ia melihat gudang itu agak sedikit gelap. Ia mencoba melepaskan dirinya dari ikatan tali tersebut.
"Hhmmmmm....hhhmmm..hhmmmmm....." Nagin mencoba menarik - narik tangannya. Didepannya ada kursi kosong, ia menendang kursi itu.
Jenni mendengar suara kursi itu. Ia pun langsung menemui Nagin.
" Ohh...kamu uda sadar ya?" Tanya Jenni sambil merapikan kursi itu.
Nagin terkejut sekali, ia tak menyangka Jenni melakukan ini kepadanya.
" Hhhmmmm....hhmmm..hhmmm.." Nagin mencoba melepaskan dirinya dari ikatan tali tersebut.
" Hahahaha kamu mau ngomong apa cantik?" Lalu Jenni membuka lakban penutup mulutnya itu.
" Mbak Jenni? apa yang mbak lakukan terhadap saya? lepaskan saya mbak?" Nagin mencoba melepaskan dirinya lagi dan sambil menangis
" Lepaskan kamu bilang? hahahaha..ga Nagin. Kamu ga akan saya lepaskan."
" Mau mbak Jenni apa? jangan sakiti saya mbak, saya sedang hamil."
" Justru karena kamu hamil makanya saya akan sakitin kamu, hahahaha..."
__ADS_1
" Mbak saya mohon lepaskan saya, perut saya sakit mbak?"
" Diam kamu.... saya ga perduli perut kamu itu sakit atau ga."
" Mbak Jenni, tolong telpon mas Bay mbak, beritahu mas Bay agar saya dijemput mbak."
" Apa ? telpon Bay? hahahaha..ga akan Nagin. Kamu dengar baik - baik ya, Gin. Bay akan menjadi milik saya selamanya. Dan kamu? vieewww kamu dan bayi kamu akan saya ???" Jenni menarik rambut panjang Nagin.
" Akan apa mbak Jen?"
" Saya akan kirim kalian berdua ke neraka hahahaha..."
" Astaga mbak Jen ? jangan sakiti anak saya mbak. Kasihani saya mbak. Saya mohon....!"
" Kamu tahu Gin ? kenapa saya melakukan ini? saya tidak mau melihat kamu dan Bay bahagia. Yang bisa bahagia itu hanya saya. Ngerti kamu ??"
" Mbak Jen? kan ini salah mbak kenapa dulu mbak ninggalin mas Bay?"
" Diam kamu? kamu ga usah sok menasehati saya. Yang jelas Bay akan menjadi milik saya. Dan kamu ??selamat tinggal Nagin hahahahaha...! Jenni menarik rambut panjang Nagin sangat kuat sekali.
" Mbak jangan lakukan itu mbak.. saya mohon mbak..!"
" Kamu jangan melarang saya. Sekarang kamu ikut dengan saya."
" Aduhhh mbak Jen, perut saya sakit sekali mbak? tolong mbak Jen...!"
" Jangan banyak alasan kamu. Sekarang kamu berdiri, cepatan...! Bentak Jenni pada Nagin.
" Mbak Jen, tolong mbak Jen perut saya sakit sekali."
" Kamu bisa ga sih diam?" plakkk...sebuah tamparan mendarat di pipi Nagin. " Sekali lagi kamu ribut saya akan bunuh kamu disini, ngerti kamu? sekarang kamu masuk ke mobil, cepatan...!" Jenni mendorong Nagin , sehingga Nagin terjatuh.
Selesai meeting, tiba - tiba perasaan Bay tidak tenang. Ia kepikiran dengan Nagin.
..." Kenapa perasaan saya ga enak ya? Nagin ? ya Nagin..!"...
Bay langsung menelpon ke ponsel Nagin, tidak ada jawaban. Bay mencoba menelpon ke telpon rumah, juga tidak ada jawaban.
..." Kemana Nagin ya? pak Jo? Ahh ia pak Jo. Saya akan menelpon pak Jo. "...
Bay langsung menelpon pak Jo.
" Pak Jo, bu Nagin ada dimana ya? kenapa saya telpon ke ponselnya tidak diangkat?"
" Anu tuan..hhmmm..."
" Kenapa pak? kemana Nagin ? jawab pak Jo? "Bentak Bay pada pak Jo.
" Bu Nagin tadi pergi keluar, katanya bentar aja, tapi sampai siang ini belum pulang - pulang juga ntu bu Naginnya tuan...."
" Apa ??? ya Tuhan Nagin, kamu kemana? kandungan Nagin itu sangat lemah pak Jo. Bapak tau ga sih ?"
__ADS_1
Bay pun mematikan ponselnya. Bay pun pergi mencari Nagin. Bay sangat cemas sekali dengan keadaan Nagin.