Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 47 " Berita Baik"


__ADS_3

Sebuah rumah kontrakan yang kecil, di gang Matahari, disanalah Nagin tinggal . Ia tak mau kembali lagi ke kontrakan bu Rini. Kontrakan bu Rini banyak menyimpan kenangan, ia tak mau mengingat nya lagi.


Ia pun mulai beberes barang - barangnya. Rencana segala rencana pun ia pikirkan. Kalaulah mencari pekerjaan pasti akan lama menunggu hasilnya.Ia pun bertekad untuk sementara akan berjualan kue tradisional,dan menerima pesanan seperti cake dan sebagainya.


Suatu hari, Nagin telah bersiap - siap untuk pergi berjualan kue. Kali ini ia akan berkeliling dari antara gang ke gang yang lainnya. Tak lupa juga ia membuat beberapa surat lamaran pekerjaan ke perusahaan - perusahaan, ntah jadi apa pun yang penting bekerja.


Panas matahari itu begitu menyengat. Sehingga membuat pipi seorang Nagin memerah. Keringat bercucuran deras. Ia berhenti di lampu merah, kali aja ada yang mau membelinya.


Tak ada lagi rasa malu dalam dirinya, semua ia lakukan demi kebutuhan hidupnya. Siang itu perut Nagin terasa sakit sekali. Seperti senggugutan. Tapi karena kue - kuenya masih banyak, ia pun melanjutkan dagangannya kembali.


Rasa sakit itu semakin menjadi. Ia pun tak tahan lagi. Sesampainya di kontrakan, ia melihat ada segumpalan darah di pakaian dalamnya. Nagin begitu terkejut. Selama bertahun - tahun ia tak pernah lagi datang bulan karena sistem organ reproduksinya bermasalah karena kecelakaan itu.


Nagin segera merebahkan dirinya, Ia selalu menangis menahan sakit perutnya. Ketika rasa sakit itu pun sudah mulai berkurang, Nagin segera menemui dokter Prety.


Nagin terus berjalan, hingga akhirnya tibalah ia di praktek dokter tersebut. Secara keseluruhan dokter Pretty memeriksa Nagin.


" Sebuah mujizat telah terjadi pada mu, Gin." Dokter itu tersenyum.


" Maksudnya, dok?" Tanya Nagin penasaran.


" Sistem organ reproduksi mu yaitu rahim mu sudah membaik, Gin. Saya sudah melihatnya, tidak ada masalah lagi. Semua baik - baik saja, Gin."


" Jadi dok?"


" Kamu bisa hamil, Nagin."


" Apa dok? saya bisa hamil lagi?"


" Ia, Gin." Dokter itu pun tersenyum dan air matanya pun menetes dipipinya . " Selamat ya, Gin. Ini semua kuasa Tuhan, Gin. Kamu bisa jadi ibu."


" Jadi ibu, dok?" Nagin pun menangis bahagia.


..." Mas Bay benar Tuhan tidak akan pernah tidur, Tuhan mendengar setiap doa. Tapi mas Bay sekarang telah menceraikan saya."...


......Gumam Nagin ......


" Ia, Nagin. Selamat ya...!"


" Terimakasih banyak ya dokter, saya permisi."


" Sama - sama Nagin...!"


Nagin ingin sekali memberitahukan berita baik ini pada Bay.


..." Jam segini mas Bay masih dikantor, gumam Nagin....


Nagin pun pergi kekantor Bay. Ia melihat Lisa, siang itu Lisa sama sekali tidak sibuk.

__ADS_1


" Hai Lisa, apa kabarnya ?"


" Mbak Nagin? saya baik mbak. Mbak sendiri gimana?"


" Saya baik Lis. Oh ya , apakah mas Bay nya ada?"


" Ehhmm pak Bay...?"


Tiba - tiba saja Bay keluar bersama Nadine. Mereka pun melihat kedatangan Nagin.


" Nagin? mau apa kamu kesini?"


" Mas Bay?? sa...sa..saya mau kasih amplop ini ke kamu." Sambil menyerahkan amplop itu kepada Bay.


" Ohh gitu. Ya da nanti saya lihat ya?Lis, tolong kamu letakkan di meja saya ya? Saya buru - buru mau keluar. Ada yang penting." Mereka pun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" Mbak dan pak Bay ada masalah ya?" Tanya Lisa.


" Eehhmmm, ia Lis. Matanya mulai berkaca -kaca. " Saya pengen cerita, tapi saya ga tau mau cerita ke siapa, saya hanya bisa memendamnya sendir Lis." Ucap Nagin.


" Mbak bisa cerita ke saya kok. Siapa tahu saya bisa bantu."


Nagin menceritakan masalah yang ia hadapi. Lisa tahu betul, kalau Nagin dan Bay itu, mereka saling mencintai.


" Mbak, Gin. Mbak yang sabar ya...! Saya yakin kalian akan bersatu kembali. Apalagi kalau pak Bay melihat isi dari surat itu....! Saya akan bantu mbak, agar kalian bisa bersama lagi. Saya juga ga suka kalau si Nadine itu dekat - dekat dengan pak Bay. "


" Mbak, saya punya ide...!"


" Ide apa Lis?"


Lisa pun memberitahujan ide konyol nya itu.


" Kamu yakin berhasil, Lis?"


" Pasti mbak.Pasti ini berhasil. Mbak doakan aja ya? semua akan baik - baik aja."


" Ya Lis, makasih ya...!"


Nagin pun berpamitan lalu ia pergi meninggalkan kantor itu.


Mau tak mau Nagin mengikuti ide konyol Lisa itu. Nagin harus pura - pura dekat dengan seorang pria. Pria itu bernama Tomi. Tomi adalah teman dekat Lisa. Ia bekerja di sebuah Bank BUMN.


Bertepatan hari minggu, Lisa tidak bekerja. Nagin diajak Lisa ke sebuah resto. Disana sudah ada Tomi. Lisa pun memberitahukan rencananya ini kepada Tomi. Tomi pun setuju dengan ide tersebut.


Lisa menyuruh Nagin dan Tomi untuk duduk berdekatan. Mereka saling menatap, ada senyum manis terpancar dari wajah cantik Nagin. Tomi pun jadi salah tingkah melihat wajah cantik Nagin.


" Ayok duduknya rapat. Senyum ya?" oke 1...2...3...cekrekk. Lisa mengambil fhoto mereka dan mengirimnya ke story WA nya. Belum ada 5 menit, Bay melihat isi story wa Lisa. Bay pun kepanasan dibakar api cemburu.

__ADS_1


Bay langsung mengirim pesan ke Lisa


Bay :


Lisa, siapa pria yang ada bersama Nagin?


Lisa :


Ohh itu Tomi pak, teman saya. Tomi uda lama jomblo pak. Jadi, apa salahnya saya comblangi mbak Nagin dengan TomiπŸ˜„


Bay :


Saya bisa minta tolong ga sama kamu? Nagin itu masih sah istri saya. Saya belum ada tanda tangani surat cerai saya. Jadi saya mohon Lis, kamu hapus isi story kamu itu.


Lisa tertawa terbahak - bahak membaca isi pesan bos nya itu, kali ini ia berhasil membuat pak Bay cemburu.


Lisa :


Berarti bapak cemburu ya?🀭🀭


Bay :


Ga. Saya ga cemburu. Terserah Nagin mau berbuat apa diluar sana.


Lisa :


Pak, ga boleh gitu dong pak? biarkanlah mbak Nagin itu bahagia. Toh juga Tomi sepertinya suka sama mbak Nagin. Mereka cantik dan tampan pak, mereka pasangan serasi . Mudah - mudahan jodoh ya pak?πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Bay tidak membalas pesan Lisa itu lagi. Tapi sesekali ia melihat isi story Lisa itu lagi. Ya, Bay mulai panas.


Lisa pun membuat status storynya lagi. Kali ini Tomi dan Nagin fhoto dengan gaya tertawanya, sepertinya ada yang lucu.


Lagi- lagi Bay melihatnya. Bay pun mematikan ponselnya.


..." Pagi ini pak Bay belum datang, saya coba cari surat cerai mereka, siapa tahu aja saya bisa menemukannya hihihi"...


...Ucap Lisa...


Lisa masuk keruangan bos nya itu. Tidak berapa lama, ia menemukan surat perceraian mereka. Benar saja yang dikatakan pak Bay, surat itu belum ia tanda tangani.


..." Ya elahh pak Bay, bilang aja masih cinta sama mbak Nagin hahaha...."...


...Ucap Lisa lagi...


Lisa mengambil surat itu dan membawanya ke ruang pantry kantor. Ia pun membakar surat itu disana.


..." Tidak ada yang lihat, oke selesai...tidak ada kata pisah diantara kalian pak..."...

__ADS_1


...Ucap Nagin...


__ADS_2