
Hari - hari pun berlalu. Bay sudah semakin sehat.
Sudah hampir sebulan kakek dan nenek Bay tinggal di Jakarta. Mereka masih saja khawatir dengan keadaan Bay.
Kakek Bay meminta kepada Bay, agar mereka sementara waktu tinggal di apartemen milik kakeknya. Tapi Bay menolaknya dengan alasan agar ia bisa dekat kontrol ke rumah sakit.
Kakek Bay pun memaklumi hal tersebut. Kakek Bay hanya bisa memberikan uang kepada Bay. Agar mereka bisa bertahan hidup.
Kepulangan kakek dan nenek Bay ke Singapure, membuat Bay menjadi sedih. Karena ia harus berpisah lagi. Kakek dan nenek Bay tinggal di singapure , karena kakeknya itu mendirikan sebuah perusahaan multimedia disana.
Bay dan Nagin masih saja tinggal dirumah kontrakan itu. Bay pun sudah mulai mencari pekerjaan. Ia akan memulainya lagi dari nol. Nagin mengetahui hal tersebut, ia hanya bisa memberikan doa dan dukungan kepada Tuannya itu.
Ketika pagi hari, Bay sudah rapi. Ia sudah siap - siap akan pergi mencari pekerjaan. Biasanya, Tuannya itu dulu kalau pergi ke kantor, ia selalu memakai parfum yang mahal. Tapi sekarang, jangankan parfum yang mahal, yang murah saja pun ia tak punya.
Bay tidak mau menghubungi teman - temannya untuk meminta pekerjaan. Ia ingin dari hasil keringatnya sendiri.
Ya, Bay..lelaki tampan itu tidak mau bergantung pada orang lain.
Nagin telah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Seperti biasa, Nagin membuat sarapan bubur.
" Mas, sarapannya uda selesai. Yuk sarapan dulu nanti keburu dingin buburnya..." Ajak Nagin
" Makasih ya Nagin..." Jawab Bay
" Mas, maaf ya kali ini buburnya ga pake ayam. Jadi nama buburnya ga bubur ayam. Tapi bubur nasi. " Wajah Nagin sedikit cemberut
" Hehehehe Nagin, mau pake ayam atau tidak yang penting buburnya enak, Gin."
" Makasih ya mas....! " Nagin pun langsung tersenyum
" Tu kan giliran dipuji , senyumnya keliatan...." Ejek Bay sambil mencubit hidung mancung Nagin
" Mas Bay ?" Rengek Nagin...
" Hahahahaha....."
Bay pun melanjutkan sarapannya. Selesai sarapan
, ia pun berpamitan kepada Nagin.
Ya...pagi yang cerah dengan cuaca yang baik, Bay pergi mencari pekerjaan. Ia berjalan kaki menyusuri jalanan kota. Ia mengantarkan surat lamarannya ke beberapa perusahaan.
Ketika ia hendak menyebrang jalan, Jenni melihatnya. Jenni sungguh tak percaya, kini Bay sudah semakin sehat. Jenni pun menghampiri Bay.
" Bay...!" Panggil Jenni
Bay pun mendengar suara itu. Suara yang tak asing bagi Bay. Ya ....itu suara Jenni. Bay pun menoleh...
" Jenni ?"
" Apakabar kamu Bay? kamu uda sehat ya?" Tanya Jenni sambil memberikan senyumnya
" Ia, saya uda sehat..." Jawab Bay datar
" Saya senang dengernya. Oh ya kamu mau kemana?" Tanya Jenni lagi
__ADS_1
" Saya habis mengantarkan lamaran pekerjaan.."
" Ohh gitu. Jadi kamu ni mau pulang?"
" Ia....!" Jawab Bay dengan singkatnya
" Gimana kalau saya anterin kamu Bay ?" Tawar Jenni
" Ga perlu Jen, saya bisa jalan kok. Permisi ya....!"
Bay pun pergi meninggalkan Jenni. Bay tak habis pikir, mantan kekasihnya itu tega berbuat seperti itu kepadanya. Disaat ia sakit, Jenni meninggalkannya.
Malam hari pun tiba. Bay dan Nagin sudah selesai makan malam. Nagin meminta Tuannya itu, agar segera meminum vitamin yang diberikan oleh dokter Bram.
" Mas Bay, Nagin mau nanya sesuatu?"
" Nanya apa, Gin?" Tanya aja
" Mas Bay, jujur ya? waktu koma, mas Bay dengar ga saya ngomong apa? "
" Ga Gin, bener. Emangnya kamu ngomong apa?" Sambil mencubit hidung Nagin
" Eehhmmm , saya ngomong ??" Nagin takut memberitahukannya, ia takut kalau Tuannya itu nanti kecewa
" Ngomong apa to, Gin?"
" Mas Bay, mas masih kepikiran ga sama Mbak Jenni?"
" Sedikit, Gin. " Sekilas melirik Nagin
" Kenapa ?"
" Ga papa. Saya nanya aja kok.
Emang ga bole ?"
" Kamu sendiri gimana dengan Johan?"
" Saya baik - baik aja sama mas Johan. Malah kemarin, saya ketemu dengannya. Mas Johan ngajak saya mau makan malam. "
Nagin berbohong karena ia cemburu lihat Tuannya itu karena masih memikirkan Jenni.
" Oh gitu bagus dong...! ya da saya mau tidur ya...!"
Bay langsung membentangkan kasurnya, ia mengambil bantal dan langsung menutup wajahnya dengan selimut.
" Mas Bay ? koq tidur sih? bangun mas...?"
" Saya uda ngantuk, Gin.."
" Mas Bay kenapa sih? ?mas Bay cemburu ya hahaha ....?"
" Ga..!" Bay menjawab ocehan Nagin dari dalam selimut
" Mas bangun dong? Nagin menarik selimutnya
__ADS_1
" Apaan si, Gin. Mas uda ngantuk."
" Mas Bay ga boleh tidur..."
" lho kok ga boleh?
" Mas....??" Nagin memegang tangan Tuannya itu .
"Mas Bay punya perasaan ga sih sama saya?" Tanya Nagin dengan sangat percaya diri
" Hahahahahah..!" Bay hanya tertawa
" Kok ketawa? saya serius mas Bay?"
" Kamu lucu, Gin..."
" Mas Bay ? gimana kalau ada seseorang yang suka sama mas Bay? apa mas Bay mau?"
" Ehhmm ga tau. Mas takut aja nanti kayak Jenni. "
" Ga semua wanita itu kayak Jenni. buktinya saya? saya orang baik baik kok...."
" Hahahahaha.... pe - de banget kamu.."
Nagin langsung cemberut. Ia memainkan jari - jarinyanya.
" Ya da mas Bay tidur aja lagi..!"
" Nagin...!"
Bay memegang dagu Nagin.
" Mas tau, kalau kamu sebenarnya suka kan sama mas? ia kan, Gin? kamu ga boleh bohongi perasaan kamu..!"
Nagin tertunduk malu. Ia jadi salah tingkah. Tuannya itu menatap tajam mata Nagin.
" Gin, kalau kamu sayang sama mas, mas juga akan sayang sama kamu...!"
" Oh ya?"
" Ia, Gin. Yang penting hati kamu jangan kamu beri ke Johan ya?" Tuannya itu pun sedikit tersenyum
" Hahahahaha....." Nagin hanya bisa tertawa
Bay langsung menarik Nagin. Ia mendekatkan dirinya kehadapan Nagin. Ia pun mulai mencium bibir Nagin yang mungil itu.
" Mas janji kalau uda dapat kerja dan keadaan sudah membaik, Mas akan halalin kamu. Kamu mau kan? " Tanya Bay sambil memegang tangannya Nagin.
Nagin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bay pun memeluk Nagin dan mencium kening Nagin.
Ya malam itu hati Nagin sangat bahagia, karena Tuan tampannya itu telah mencium bibirnya yang mungil itu dan berjanji akan menikahinya.
Begitu juga Bay. Bay pun bahagia bisa mengenal Nagin, wanita yang cantik sabar dan tulus itu.
Apakah mereka akan bahagia?? kita lihat episode berikutnya ya?? hehehehehe
__ADS_1
"