Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 53" Kena Tipu"


__ADS_3

Bay melihat istrinya itu, sedang melamun. Wajah cantik itu tampak memikirkan sesuatu. Bay menghampiri istrinya itu.


" Apa sih yang sedang dilamunkan? Nagin ?" Bay memegang pipi istrinya itu.


" Mas Bay ? ehhmm..saya ga melamun kok mas. " Nagin tertunduk sedih


" Nagin, kita uda lama tinggal bersama, jadi saya tahu kalau kamu itu sedang memikirkan sesuatu. Ada masalah apa?"


" Saya ga papa kok, mas?"


" Yakin?"


Nagin hanya menganggukan kepalanya.


" Ya da kalau ga mau cerita. Oh ya, cuti saya besok uda habis. Gimana kalau ntar malam kita cari makan diluar atau mau nonton?"


" Terserah mas Bay aja lah."


" Kok lemas gitu jawabnya?"


" Laper. Makanya lemas."


Bay tertawa ketika melihat tingkah istrinya itu, seperti anak kecil yang sedang merengek.


" Gin, gimana kalau bulan depan, kita pergi honeymoon? kan nenek uda kasih tiket gratis buat kita? gimana mau ga?"


" Honeymoon?"


" Ia, honeymoon atau bulan madu, bahasa Indonesia nya."


" Kita berdua ?"


" Ya, ialah kita berdua, Nagin?


" Kemana?"


" Maunya kamu kemana?"


" Oalah mas, kok saya yang ditanya? saya ndak tau mas. Saya kan lama tinggal didesa. Cuma tau nama kota dan negara itu waktu zaman sekolah, kesana mah saya ga pernah, mas."


" Yang nanya kamu pernah


kesana siapa? Gimana kalau kita keluar negeri aja? mau ga?"


" Luar negeri? naik pesawat?"


" Ia Nagin. Naik pesawat sayang, masa naik odong - odong ?"


" Tapi ? saya ga pernah naik pesawat mas ?"


" Makanya kita pergi, biar kamu pernah naik pesawat."


" Hehehe ia mas. Saya katrok ya mas?"


" Hahahaha, kamu ada - ada aja."


" Ya da nanti kita bahas lagi. Saya mau keruang kerja dulu. Ada yang mau dikerjai."


" Ia mas. Mas Bay?"


" Ya, ada apa?"


" Ga papa mas, tes telinga aja hahaha.."


" Kamu tu ya ? mulai usil."


" Mau dibuatin apa? teh atau kopi?"


" Kopi deh, antarin ya?"


" Ia mas.."


Nagin pun segera pergi kedapur, ia langsung bergegas membuat kopi untuk suaminya itu.


Ketika ia hendak memasuki ruang kerja suaminya itu, ia mendengar Bay sedang bertelepon dengan seseorang. Bay marah - marah dan membentak orang tersebut.


..." Mas Bay ? kenapa mas Bay ya?"...

__ADS_1


...ucap Nagin...


" Tok...tok..tok....! mas Bay? maaf mengganggu mas."


Seketika itu Bay pun langsung mematikan ponselnya.


" Ini mas, kopinya. Silahkan diminum."


" Makasih ya, Gin. Kamu baik banget."


" Baru tau kalau saya baik ya mas? hehehe.."


" Kamu tu ya ? usilnya ga ilang - ilang."


" Mas ? mas Bay ada masalah ya?"


" Masalah? ga. Ga ada masalah. Emang kenapa?"


" Tadi saya dengar?"


" Kamu dengar saya marah ya?"


" Ia mas.."


" Doakan saya ya Gin, kali ini proyek saya lagi kacau. Ga jelas sama sekali."


" Oh gitu. Kenapa bisa begitu, mas?"


" Pak Yudi itu tangan kanan pak Bambang, papanya Raisa. Saya terjebak dalam masalah ini. Saya kena tipu, Gin." Bay menghela nafas.


" Ha? kena tipu? jadi gimana sekarang ?"


" Doain ajalah, saya yakin doa seorang istri itu sangat mujarab, heheheh. Ehhmm, kamu uda mandi blm? uda sorean ni, kita keluar cari makan ya?"


" Mas Bay, ga usah dipaksain perginya. Sekarang mas fokus ke kerjaan aja."


" Ga lah, besok masih ada waktu kok."


" Ga papa mas, makan dirumah juga ga papa, mas ?masih ada waktu juga buat makan diluar.


" Ga papa, Gin. Ya da buruan kamu mandi. Ntar kamu ngambek lagi, trus minta pulang ke kontrakan ?"


" Bener?


" Ia. Kalau mas ada waktu kita ambil barang barang disana ya?"


"Ia, Gin. Ya da gihh buruan mandi sana. Uda bau soalnya hahaha..!"


" Mas Bay?" Wajah cantik itu berubah ketika dibilang bau oleh suaminya itu.


Nagin pun keluar dari ruangan kerja itu. Nagin tidak langsung mandi, ia menghubungi Lisa, sekretaris suaminya itu. Nagin menanyakan bagaimana kejadiannya sehingga suaminya itu bisa ditipu.


Lisa menceritakan kalau pak Bay sudah ditipu ratusan juta oleh pak Bambang, papanya Raisa.


" Ratusan juta, Lis?"


" Ia mbak, kasihan sekali pak Bay."


" Apakah uang itu bisa dikembalikan, Lis ?"


" Ntahlah mbak, ntah ini balas dendam pak Bambang. Karena dulu anaknya tak jadi dinikahi pak Bay." Ucap Lisa.


Mendengar ucapan Lisa, Nagin langsung lemas. Ia pun mulai berpikir apa yang akan harus ia lakukan agar uang suaminya itu kembali.


"Mas, tiba - tiba, pala saya mendadak pusing, mas."


" Jadi gimana? makan malamnya ?"


" Lain kali aja to mas, sakit banget ini."


" Ya da, kamu istirahat aja ya?"


" Ya, mas. Makasih ya mas..!"


Nagin memikirkan apa yang bisa ia bantu. Ya, dia akan mencoba bertemu dengan pak Bambang itu tanpa sepengetahuan suaminya itu. Ia akan mencari alamat kantor pak Bambang itu.


Pagi itu, Bay harus pergi kekantor. Ia sangat buru - buru, sehingga ia tak sempat untuk sarapan. Nagin hanya bisa diam melihat suaminya itu. Ya, suaminya itu sedang ada masalah besar.

__ADS_1


Setelah Bay pergi ke kantor. Ia mencari tahu alamat kantor pak Bambang. Nasib memang lagi berpihak kepada Nagin. Ia mendapatkan alamat tersebut dan Nagin pun langsung pergi kekantor itu.


Sesampainya disana, ia menanyakan kepada security apakah ia bisa bertemu dengan pak Bambang. Awalnya security itu tidak mengijinkan, tapi Nagin memohon dan akhirnya ia diberikan ijin.


Nagin memberanikan dirinya menemui pak Bambang itu, ia tidak mau ada kecurangan dalam pekerjaan mereka. Nagin takut kalau suaminya sakit hanya karena memikirkan masalah ini.


" Selamat pagi, pak. Maaf pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak. " Ucap sekretaris pak Bambang.


" Siapa?"


" Namanya Nagin, pak.


" Nagin? sepertinya saya pernah dengar nama itu. Ya uda kamu suruh aja dia masuk."


" Baik pak. Permisi pak. "


Nagin pun dipersilahkan masuk oleh sekretarisnya itu.


" Selamat pagi , pak Bambang..!"


Pak Bambang itu pun melihat kedatangan Nagin. Ya, wanita cantik yang pernah datang bersama Johan ketika acara ulang tahun Raisa.


" Selamat pagi. Kamu Nagin ya? yang pernah bareng Johan waktu acara ulang tahun putri saya, Raisa."


" Ia, pak. Bener pak. Saya yang dulu bareng mas Johan waktu acara ulang tahun Raisa. "


" Wahhh..kamu cantik sekali ya?"


" Terimakasih pak."


" Oh ya, maksud kedatangan kamu kesini, ada apa ya? "


" Pak, sebelumnya saya minta maaf ya? karena saya uda lancang ikut campur masalah pekerjaan suami saya."


" Suami? suami kamu Johan?"


" Ga pak, suami saya mas Bay Hardinata."


" Bay? Bay Hardinata? anak si Chandra Hardinata itu?"


" Ia pak. Bener sekali."


" Tunggu..tunggu..tunggu..kamu kenal Bay dari mana?"


" Panjang ceritanya pak. Tapi kedatangan saya kesini, saya hanya mau minta tolong pak."


" Minta tolong apa?"


"Saya dengar mas Bay kena tipu oleh bapak. Apakah benar pak?"


..." Sial, ini istri Bay kenapa bisa tahu?"...


...Gumam pak Bambang...


" Kamu tahu dari mana , kalau suami kamu itu ditipu oleh saya? emang ada buktinya ya?"


" Saya tahu semua pak. Kalau ditanya, saya tau dari mana, saya kan istri mas Bay. Saya tahulah kalau suami saya ada masalah. Dan lagian , itu ga penting pak, kita tahu dari mana. Yang penting bapak jujur dan kembalikan yang bukan hak bapak."


" Nagin, saya menghargai kamu, karena kamu adalah istri Bay. Saya kenal Bay sudah lama. Kalau tidak, saya sudah laporkan kamu ke pihak berwajib lho."


" Pak, saya ga takut dengan ancaman bapak. Saya hanya minta kembalikan yang bukan hak bapak, itu aja."


" Untuk apa saya menipu suami kamu. Suami kamu itu anak kemarin sore, Gin."


" Walaupun anak kemarin sore, tapi dia anak yang jujur pak. Dia paling ga suka menerima atau memakan yang bukan haknya. Mungkin karena itu hidup dia bahagia pak."


Pak Bambang mulai naik darah tingginya, dan mulai gelisah menghadapi sikap Nagin.


" Saya ga ada nipu suami kamu?"


" Jadi pak Yudi itu gimana pak?"


" Yudi?"


" Ia pak Yudi. Ya da pak, saya kasih waktu 1 atau 2 hari, bapak harus kembalikan uang mas Bay pak. Kalau tidak , bapak yang saya laporkan. Semua bukti ada kok pak? atau saya akan temui putri bapak, Raisa. Saya akan beritahu Raisa bahwa papanya seorang penipu."


" Sekarang kamu keluar dari ruangan saya. Saya muak lihat kamu."

__ADS_1


" Baik pak, saya akan pergi. Tapi ingat pak, bapak akan siap menerima ganjarannya. Permisi."


Nagin pun meninggalkan ruangan itu . Dan pak Bambang langsung emosi dan marah, semua benda 2 yang ada dimeja kerjanya, ia buang semua.


__ADS_2