Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 15 " Bay Ulang Tahun "


__ADS_3

Setelah dokter menyatakan sembuh dari kankernya, Bay pun dipindahkan keruang perawatan. Wajah tampan itu pun kembali bersinar. Ia tidak pucat lagi.


Nagin mendapatkan kabar, jika kakek dan nenek Bay akan tiba di Jakarta. Tapi, Nagin ingin ini menjadikan kedatangan mereka menjadi kejutan untuk Tuannya itu.


" Gin, makasih ya...sekarang saya uda baikan, ini semua karena doa kamu.."


" Ia mas, sama - sama..." Jawabnya datar. Nagin pun terdiam...


" Kamu kenapa? kok diam aja? "


" Ga papa. Lagi malas aja ngomong..."


" Senyum dong, mas pengen lihat senyumnya heheheh...!"


" Senyum Nagin mahal mas..." Wajahnya pun agak sedikit jutek


" Ohh gitu ya? Nagin kalau ngambek tambah cantik..." Rayu Bay sambil memegang tangan Nagin.


Nagin melirik Tuannya itu sambil tersenyum.


" Giliran dibilang cantik, langsung aja tu keluar senyumnya. Dasar cewek....!"


" Hahahahah..., mas Bay ?


" Ya Gin, ada apa?"


" Waktu mas koma, dengar ga saya ngomong apa?"


" Ga. Emang Nagin ngomong apa?"


" Ga ngomong apa - apa si...!" Nagin sedikit tersenyum


" Mas, Nagin punya sesuatu buat mas. Mas tutup matanya dulu ya? janji jangan dibuka..!"


" Kamu mau ngasih apa si?"


" Ada dehh..ga usah bawel hehehehe.."


Bay hanya tersenyum. Dan ia pun mengikuti arahan dari Nagin. Nagin pun keluar dari kamar itu. Ternyata Nagin ingin membawa kakek dan neneknya masuk kedalam sekalian membawa kue ulang tahun yang telah dibelinya.


Nagin, kakek, nenek, beberapa perawat dan para dokter yang menangani Tuannya sudah siap ingin memberikan kejutan kepada Bay. Bay masih saja menutup kedua matanya.


" Mas, jangan dibuka matanya ya? Nagin memastikan Tuannya itu


" Ia, Gin. Buruan....!"


Mereka semua pun memasuki kamar ruangan Bay. Dan sama - sama menyanyikan ....


..." Happy birthday to you.....happy birthday to you...happy birthday...happy birthday ....happy birthday to mas Bay....yeeeee......


Ketika itu juga Bay membuka matanya. Betapa senangnya ia, ketika melihat kejutan ini. Dimana ada kakek dan neneknya juga. Bay mengeluarkan air mata.

__ADS_1


Ia tidak menyangka, jika Nagin dan team medis akan membuat kejutan seperti ini.


Semuanya pun mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.


" Mas, maaf ya kita kasih kejutannya ga bilang - bilang ?" Kata Nagin...


" Kalau dibilang, ga kejutan namanya Gin hehehe.... kakek, nenek kapan datangnya ?" Tanya Bay sambil memberi salam kepada kakek dan neneknya


Mereka berdua pun langsung memeluk cucunya itu. Nenek Bay menangis melihat Bay harus mengalami ini semua.


" Bay, kenapa kamu tidak cerita masalah ini kepada kami?" Tanya nenek Bay.


" Maafkan Bay, nek. Saya menutupinya dari kalian. Bay takut kalau kesehatan kakek jadi terganggu karena Bay..."


" Bay kamu laki - laki yang hebat Bay. kamu itu sama sifatnya kayak papa mu, pemberani..." Puji kakeknya


" Ahh kakek bisa aja. Ini semua karena doa - doa Nangin kek, nek. Dia yang udah sabar ngurus Bay..."


" Makasih ya nak kamu baik sekali..." kata nenek Bay sambil mengelus rambut Nagin.


" Sama2 nek. Oh ya mas di tiup dong lilinnya. Kasihan tu perawat ma dokternya uda nungguin..." Pinta Nagin


Mereka pun merayakan ulang tahun Bay. Bay yang sekarang berusia 30 tahun. Usia yang tidak muda lagi bagi Bay.


Nagin bingung , malam ini dimana mereka tidur pikirnya . Jika dirumah kontrakan, tidak ada kasur. Seketika itu ia baru sadar, bahwa kakek dan nenek Bay itu adalah orang berada.


Keesokan harinya , dokter Bram pun sudah mengijinkan Bay untuk pulang. Tapi masih saja, Bay harus tetap kontrol agar kesehatannya benar - benar pulih.


Semua teman - teman Bay mengetahui keadaan Bay sekarang. Jenni, Johan dan para pegawai yang lainnya, mereka mengetahui kalau Bay Hardinata itu sekarang sudah sehat.


Percaya tidak percaya, tapi mereka heran mengapa bisa sembuh dari kanker yang sudah stadium 4 itu.


Bukan hanya Jenni, orang tuanya pun sangat terkejut mengetahui hal ini.


Apakah Jenni menyesal meninggalkan Bay? Ntahlah kita lihat saja cerita berikutnya heheheheh...


Bay telah kembali. Mereka masih tinggal dirumah kontrakan itu. Semua para tetangga pun sangat senang melihat Bay sudah sehat dan wajah tampan itu tidak henti-hentinya memberikan senyum kepada para tetangganya.


Untuk mengucapkan terimakasihnya, Nagin mengundang para tetangganya itu untuk membuat acara syukuran dengan menikmati makan bersama. Semua tetangga sangat senang sekali begitu juga ibu Rini.


Bay mengucapkan banyak berterima kasih kepada para tetangganya yang sudah berdoa untuk kesembuhannya, terlebih untuk ibu Rini, Bay meminta maaf jika selama ini mereka suka nunggak uang kontrakan.


" Pak Bay, saya juga minta maaf ya? kalau selama ini saya kasar terhadap kalian. Maklumlah pak Bay, saya harus membayar SPP anak - anak, jadi mau tidak mau saya harus memintanya tepat waktu." kata bu Rini


" Hehehe.. ia bu Rini, saya ngerti kok. terima kasih banyak ya bu Rini, kalau tidak ada bu Rini mungkin kita tidak akan bisa berkumpul seperti ini..."


" Tapi pak Bay masih tinggal disini kan? belum pindahkan ? " Tanya bu Rini kembali


" Ia Bu, saya dan Nagin masih disini..."


Semua pun tertawa mendengar perkataan bu Rini.

__ADS_1


" Ohh ya, perkenalkan ini kakek dan nenek saya. Mereka selama ini tinggal di Singapure. Naginlah yang sudah memberitahukan kepada mereka bahwa saya sakit..."


Semua tetangga itu pun memberi salam kepada kakek dan nenek Bay.


Dan Nagin pun mempersilahkan kepada para tetangga itu untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.


Suatu hari Nagin pergi ke pasar. Ia ingin bertemu dengan Koko Aseng. Ia mau mengucapkan banyak terima kasih, karena telah membantu pengobatan Tuannya itu.


Ketika ditengah jalan, ia bertemu dengan Mooly. Ia pun menyapa Mooly.


" Mbak Mooly ? apa kabar mbak?" Tanya Nagin dengan memberikan senyumannya


" Baik Gin. Kamu sendiri gimana? oh ya? kabar yang saya dengar, Bay sudah sembuh dari kankernya ya?" Tanya Mooly


" Ia mbak, bener mbak..." Jawab Nagin


" Gin, kamu sabar banget ya ngurus Tuan kamu itu? "


" Ia mbak ga papa. Lagian menolong orang lain itu kan ibadah mbak?"


" Ia si. Jadi kalian tinggal dimana ?


" Kita ngontrak mbak..."


" Kamu masih mau ga kerja sama Mbak?"


Nagin pun tersenyum.....


" Gimana saya mau kerja mbak, mas Bay masih dalam pemulihan. Dia belum begitu kuat. Saya harus mengurusnya dulu agar benar benar sehat..."


" Kasihan sekali Bay. Dia kehilangan semuanya, Gin."


" Harta bisa dicari mbak. Yang penting dia sudah sehat mbak...! Ohh ya kok tumben mbak Mooly baik banget hari ini? hehehehe..." Tanya Nagin dengan malu - malu


" Kamu tu ya Gin, suka usil. Ya uda, kamu mau kemana ini ?mana tau searah biar sekalian..."


" Serius ini mbak? saya mau kepasar mbak mau bayar hutang..."


" Hutang ? maaf ya Gin. Dulu kamu minjem uang mbak, tapi mbak ga kasih. Mbak takut siapa yang akan bayar nanti? secara kan? Bay kena kanker...."


" Ia mbak ga papa kok. Doakan mas Bay cepat dapat kerja ya mbak ?"


" Ia Gin. Saya minta maaf ya? ya da kamu masuk ke mobil biar saya anterin...!


" Makasih ya mbak Mooly..."


Mereka pun menyudahi pembicaraannya. Mooly pun mengantarkan Nagin ke pasar.


Nagin hari ini sangat bahagia, karna mbak Mooly sudah mulai baik kepadanya. Ya...Nagin selalu sabar kepada orang - orang yang selalu menghinanya.


Ia wanita yang baik, sekalipun orang tersebut sudah berbuat jahat , ia sudah memaafkannya.

__ADS_1


__ADS_2