
* Hallo para reader yang terkasih..ketika membaca adegan Bay, ekspresinya seperti orang mabuk ya ? hehehe biar dapat gitu. Maaf kalau kurang pas ya.... Dankeee....!!🙏🤩
" Bay, apa yang kamu lakukan disini? ayok kita pulang sekarang, Bay."
" Ahhrrrggghhh, awass kamoooo..minggerrrrrr....tambahhhh lagiiii beeerrrrnyaaaaaa, cepatannnn.."
" Bay, buruan pulang Bay. Kamu uda minum banyak, Bay. Kamu uda mabuk Bay. Ayo pulang Bay."
"Kamooooo....siap....ppaaaaa...jangaaaannn gangguuu sayyy...yaaaaaa..tambahh lageeeee beerrnya.."
" Ini saya Johan,Bay. Kita pulang ya?"
Johan mencoba memapah Bay yang sedang mabuk itu, tapi Bay melepaskannya. Bay mendorong Johan.
" Saaaaayyyaaaaaa mauuuu minummmm lageeeeeeee...tambah lageeee mas..."
" Bay, ingat Bay lambung mu Bay. Kamu ga mau lagi kan sakit itu terulang lagi? ayok Bay pulang, Bay...!"
" Ini semua karenaaaaaaa Nageennnnnn Jooooo, diaaaaaa uda ninggalinnnnn sayaaaaaa Jo..Hahahahaha Nageeeeeennnn..."
" Oke..oke..oke..sekarang kita pulang ya? nanti kamu bisa jelasin tentang Nagin. Sekarang kita pulang ya??" Johan mencoba lagi memapahnya, lagi - lagi Bay mendorong Johan.
" Hahahahahahaha....biarkan sayaaaa minummmm Jooooo, tambahh lageeeeee, sayaaa mau minooommmmmm, sana kamooo pulanggg ajaaaa...!"
Johan pun menampar wajah Bay.
" Prakkkkk...Karena wanita kamu harus kayak ini Bay? mana Bay yang saya kenal dulu?? pengecut kamu Bay." Bentak Johan pada Bay. " Ayok kita pulang, Bay..!"
Bay menangis histeris. " Tinggalkan saya sendiriiiii..."
" Kita pulang Bay, kamu uda terlalu banyak minum. Saya akan antarkan kamu."
" Saya benci Nagiiinnnn, saya benci Nagiiinnnn, Joooo."
" Cukup Bay. Kita pulang sekarang.."
Johan pun berhasil membawa Bay keluar dari tempat itu.
Bay jalan sempoyongan, semua orang melihatnya.
__ADS_1
Ya, Karen Nagin hidup Bay jadi hancur. Ia sekarang jadi suka pergi ke club hanya untuk minum. Bay selalu mabuk dan pulang larut malam. Dan petugas bartender itu lah yang selalu memberitahukan kepada Johan kalau Bay mabuk.
Johan sudah punya keluarga, tidak mungkin dia selalu mengurus Bay. Dengan berat hati ia minta bantuan Nagin. Ia ingat kalau Nagin kerja di resto kenanga. Ia mencoba menemuinya disana.
Hari ini, Nagin masuk pagi. Johan mencoba masuk ke resto itu. Ia mencari - cari Nagin. Ia menanyakan kepada karyawan yang lain, dimana Nagin. Mereka pun memanggil Nagin. Kevin calon suami Nagin ada juga disana.
Nagin pun menemui Johan. Johan pun meceritakan tentang keadaan Bay yang sekarang suka mabuk. Ternyata Kevin mendengar pembicaraan mereka
..." Apa?? ternyata Bay dan Nagin saling kenal?"...
...Gumam Kevin...
" Gin, Saya minta tolong sama kamu. Kamu temui Bay, larang dia untuk tidak minum lagi, Gin. Saya mohon, Gin. Saya takut kalau lambungnya bermasalah lagi." Ucap Johan
" Tapi ??saya ga mungkin lagi mas nemui mas Bay. Saya takut kalau mas Kevin mengetahui ini. Saya takut mas Kevin marah."
" Gin, untuk terakhir kali ini aja. Saya mohon, Gin. "
Nagin hanya diam. Ia tidak bisa berkata - kata.
" Gin, pliss..saya mohon."
Seperti biasa, malam ini Bay keluar lagi. Nagin pun menemui kerumah Bay. Tapi Nagin tidak bertemu dengan Bay. Ia pun mulai khawatir.
" Pak Jo, kemana perginya mas Bay?"
" Ga tau, mbak Gin. Paling mabuk lagi. Tiap malam ya gitu kerjaan tuan Bay, mabuk lagi..mabuk lagi.Kasihan juga si lihatnya."
" Ia ya pak. Bapak tau dimana tempat mas Bay biasanya minum?
" Ga, Gin. Coba tanya pak Johan. Biasanya beliau yang antar tuan Bay pulang."
Bay pun langsung menelpon Johan dan menanyakan dimana Bay biasanya minum.
Nagin pun pergi kesana. Ia mencoba masuk. Ya benar saja, disana Bay sedang duduk sendiri. Tapi Bay belum mabuk ia hanya melamun saja. Nagin pun menghampirinya.
Ternyata Kevin mengikuti Nagin. Ia juga masuk ke tempat itu. Dan melihat mereka berdua.
" Mas Bay..? apa yang kamu lakukan disini?"
__ADS_1
Bay pun menoleh. Ia hanya diam. aia tak menjawab pertanyaan Nagin.
" Mas Bay, sedang apa disini?"
" Kamu yang sedang apa disini? da sana pulang...!"
" Mas Bay, saya dengar mas Bay sekarang suka mabuk ya?"
" Itu bukan urusan kamu, Gin. Uda buruan pulang. Nanti kamu dimarah Kevin."
" Mas Bay, saya mohon kamu jangan lagi mabuk - mabuk'an. Mas ga kasihan dengan lambungnya?"
" Ga usah sok perduli kamu, Gin. Sana pulang..!"
Bay mendorong Nagin, Kevin pun langsung menangkap Nagin.
" Mas Kevin?
" Kita pulang sekarang, Gin. Bay, pulanglah, jangan lakukan ini lagi, kamu ga kasihan sama diri kamu?
Bay hanya terdiam..lalu minum lagi.
" Kalian pulanglah..jangan ceramahi saya.."
Kevin pun menarik tangan Nagin dan mereka pun keluar. Bay tidak perduli dengan kehadiran Kevin.
Kevin menanyakan ada hubungan apa dengan Bay. Nagin pun menceritakan jika Nagin pernah bekerja dirumah Bay. Dan Nagin pun menceritakan kalau Bay pernah berjanji akan menikahinya.
Mendengar itu , Kevin langsung merasa lemas. Sesak didada. Bagaimana mungkin ternyata Bay dan Nagin pernah dekat. Ia pun bingung harus berbuat apa. Bay adalah orang baik, sedangkan Nagin adalah tunangannya.
Bay pun kembali mabuk , ia tak perduli sudah berapa gelas ia minum. Kali ini Bay mengemudi mobilnya itu sendiri dalam keadaan mabuk. Bartender itu pun sangat takut sekali. Ia pun bingung harus berbuat apa.
Bay pun mengemudikan mobilnya dengan ugal - ugalan. Lampu merah pun ia terobos.Ia tak perduli dengan kendaraan lain.
Tidak hanya di club malam saja Bay minum, dirumah pun Bay tetap saja minum. Ntah sudah berapa gelas ia minum. Sedikit pun Bay tidak perduli akan kesehatannya. Ya, dia sangat kecewa dengan hidupnya. Pernah gagal menikah dan ia harus melihat wanita yang ia sukai menikah dengan temannya sendiri.
Nagin atau pun Kevin pun jadi kepikiran mengenai keadaan Bay sekarang. Mereka pun tidak tega melihat setiap malam Bay harus mabuk - mabuk'an. Tidak yang mengurusnya .
Begitu juga Johan, dia pun sangat prihatin sekali melihat temannya itu. Johan pun berencana mencarikan seorang asisten rumah tangga yang baru. Agar ada yang memperhatikan Bay.
__ADS_1
Dimana - mana, Johan membuat iklan pencarian asisten rumah tangganya itu.