Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 66 " Melahirkan "


__ADS_3

Semenjak pertemuannya dengan Kevin, Nagin semakin takut. Ia takut kalau Kevin semakin mengganggu hidupnya.


Hari ini jadwal kontrol kehamilan Nagin yang terakhir. Tapi suaminya itu tidak bisa mengantarkan Nagin.


Nagin teramat sedih, sudah ntah berapa kali Bay tidak menemaninya untuk kontrol kehamilannya dikarenakan Bay sangat sibuk sekali, banyak proyek yang harus ia selesaikan.


" Maaf ya, sayang. Saya hari ini ga bisa lagi nemani kamu. Kamu pergi sama pak Jo aja ya..!"


" Ia mas, ga papa..!"


" Hallo anak papa yang baik budi, baik - baik sama mama ya nak, jangan nakal - nakal ya hehehe..! maafin papa ya nak, hari ini papa ga bisa nemani kamu. Papa ada kerjaan ya sayang...!" Ucap Bay sambil mengelus dan mencium perut Nagin.


Nagin hanya bisa tersenyum. Ia harus memaklumi kalau suaminya itu adalah orang sibuk. Ia tak boleh terlalu berharap kalau suaminya harus bisa menemaninya selalu.


Bay pun berangkat kerja. Dan Nagin siap - siap akan pergi kontrol kehamilannya itu.


" Pak Jo, kita berangkat sekarang ya..!"


" Ia, bu. Sebentar ya...!"


Pak Jo menghidupkan mesin mobil itu. Dan mereka pun berangkat. Diperjalanan, mobil mereka mogok.


" Lho, kenapa mobilnya pak?"


" Ntahlah bu, saya juga ndak tahu, bu. Ntar saya lihat dulu ya, bu."


Pak Jo melihat keadaan mobil. Tiba - tiba saja Nagin merasakan kesakitan yang amat mendalam. Wajah Nagin begitu pucat sekali. Perutnya terasa sakit.


" Pak Jo, perut saya sakit sekali, pak. "


" Haahh? kenapa bu?"


" Ga tau, pak. Perut saya sakit sekali."


" Jangan - jangan ibu mau melahirkan, bu."


" Pak cepat cari bantuan pak..!


" Baik bu.


Pak Jo menelpon tuannya itu, tapi telponnya tak diangkat. Pak Jo kembali menelpon, kali ini ia menelpon Johan, Johan sedang diluar kota.


Pak Jo kebingungan. Tiba - tiba saja, Kevin melewati jalan itu. Ia melihat Pak Jo mondar mandir.


Kevin langsung menepikan mobilnya dan langsung menghampiri pak Jo.


" pak Jo, kenapa ada disini?"


" Ehh pak Kevin, untung aja bapak datang."


" Emang kenapa?"


" Ibu Nagin pak..!"


" Kenapa dengan Nagin?"


" Itu di dalam ada bu Nagin, mau lahiran, perutnya uda sakit pak..!"

__ADS_1


" Apa, Nagin mau lahiran ?"


" Ia pak. Mobil lagi mogok pak, makanya ga bisa bawa bu Nagin kerumah sakit."


" Ya da biar saya aja yang bawa Nagin."


Kevin langsung menghampiri Nagin dan ia membawa Nagin segera ke rumah sakit.


" Sabar ya, Gin..kamu harus kuat."


"Sakit mas...cepat sedikit mas..hiks..hiks..hiks..!"


" Ia..ia ,Gin. Sabar ya..!"


Kevin melajukan mobilnya sangat kencang sekali. Ia tak mau terjadi apa - apa pada Nagin.


Tibalah mereka di rumah sakit. Kevin langsung menyuruh perawat agar segera menangani Nagin.


Nagin pun segera dibawa ke ruang Operasi. Kevin langsung saja menelpon Bay.


" Bay, buruang datang kerumah sakit sekarang juga. Nagin mau melahirkan."


"Apa? Nagin mau melahirkan? Vin, rumah sakit mana?"


Kevin pun memberitahukan dimana Nagin dirawat.


Tanpa menunggu lama, Bay langsung meninggalkan kantor dan pergi ke rumah sakit. Para pegawai kantor heran mengapa atasan nya itu buru - buru pergi.


Operasi masih berjalan, disana sudah ada Kevin yang sedang menunggu.


" Vin, gimana keadaan Nagin ? tanya Bay.


" Terimakasih banyak ya, Vin. Untung aja ada kamu."


" Ia, Bay. Sama - sama."


Tak berapa lama, suara tangis seorang bayi pun terdengar dari dalam ruangan itu.


" Bay, itu suara anak kamu, Bay."


"Ia Vin. itu suara tangisnya." Bay menangis bahagia.


" Selamat ya Bay, sekarang kamu uda jadi bapak."


" Makasih ya Vin."


Bay sangat bahagia, mendengar suara anaknya itu. Dokter yang menangani Nagin pun segera keluar.


" Pak Bay..!"


" Ya dok, saya sendiri."


"Selamat ya pak. Anak bapak lahir dengan sehat dan selamat. Begitu juga dengan ibunya sehat dan selamat juga."


" Terimakasih banyak dokter."


" Ya pak. Sama - sama. "

__ADS_1


" Apakah saya boleh melihatnya pak?


" Ya, silahkan pak."


Bay pun mamasuki ruangan Nagin. Disana masih ada perawat yang sedang memperbaiki selang infus Nagin.


Bay melihat istrinya itu, sudah siuman.Wajah cantik itu masih terlihat lemas.


" Sayang, selamat ya..! anak kita uda lahir. Dia sehat kok."


" Ia, mas."


" Selamat buat kamu juga, kamu uda jadi ibu sekarang."


" Hehehe ia, mas. Kamu uda lihat anak kita belum?"


" Belum. Belum dikasih ijin sama perawatnya."


Bay mencium kening istrinya itu. Kebahagiaan rumah tangganya sudah lengkap dengan kehadiran Bay Junior.


" Maaf ya, sayang kamu mau lahiran, saya ga ada disamping kamu."


" Ia mas, ga papa. Yang penting saya dan anak kita sehat."


" Ia, sayang."


Bay kembali mencium kening istrinya itu.


" Selamat siang pak, bu...! ini bayinya, silahkan..!" Perawat itu memberikan bayinya kepangkuan Bay.


" Wahhh..tampan sekali. Apakah dia mirip dengan mu sayang?" Ucap Bay sambil mencium pipi anaknya itu.


" Hahahaha, dia lebih mirip sama mi mas." Ucap Nagin.


" Ya, dia mirip sekali dengan saya."


" Ya, sama - sama tampan." Ucap Nagin lagi.


" Hallo, cayangnya papa, jagoan papanya..cup..cup..cup..jangan menangis ya...!"


" Mas, siapa namanya?"


" Namanya Luis Gamaliel, sayang. Kelak dia akan menjadi orang besar dan menjadi teladan buat semua orang."


" Nama yang bagus, mas."


" Ia, sayang..!"


Setelah kelahiran baby Luis keluarga Bay dan Nagin semakin menjadi bahagia. Tak henti - hentinya mereka selalu bersyukur untuk setiap berkat yang mereka terima.


..." TAMAT "...


Hai..para readers terimakasih untuk like, vote dan komentar kalian semua..Maafkan tulisan saya jika ada nama tokoh atau tanda baca yang kurang berkenan dihati para readers.


Saya mengakhiri Cinta Nagin, karena saya sekarang kurang sehat. Doakan saya selalu ya, kiranya masih bisa menulis dan memberikan karya yang lebih baik lagi.


Untuk kalian para readers dimana pun kalian berada semoga kalian sehat selalu, semakin dimurahkan rejekinya dan sukses selalu.

__ADS_1


Terimakasih juga buat pihak MT /NT,,sudah bersedia memberikan ruang buat saya menulis. Semoga sukses selalu ya buat MT / NT.


God bless you all..🥰🙏


__ADS_2