
Pagi itu, Lisa lah yang pertama tiba dikantor itu dibanding pegawai yang lainnya. Tak berapa lama, tibalah atasannya itu.
" Selamat pagi, pak Bay?"
" Ya, selamat pagi. Kok tumben kamu bisa sepagi ini datang? Biasanya kamu suka telat..."
" Ia pak, tadi nebeng sama Tomi pak."
" Tomi? Tomi yang dekat dengan Nagin tu ya?"
" Yess pak. Kenapa pak?"
" Ga papa. Kamu keruangan saya sekarang....!"
" Ooo...oooo..baik pak."
Jantung Lisa sudah berdetak kencang . Disinggung masalah Tomi, langsung mendadak dipanggil keruangan. " Pasti pak Bay cemburu hihihihi..." Ucap Lisa.
" Ia pak, ada apa ya?"
" Lisa, Tomi itu kerja dimana?"
" Kenapa pak? bapak kek serius gitu nanyanya?"
" Ya pengen nanya aja, emang ga boleh ya?"
" Tomi itu kerja disalah satu Bank, pak."
" Sebagai apa? bank apa?"
..." Aduh, ini pak Bay kok nanya nya ampe segitunya ya? bagian apa Tomi ya? aduhh lupa lagi nanya."...
...Gumam Lisa...
" Lisa, kok termenung ?Tomi itu bagian apa? trus uda berapa lama dia kerja?"
" Tomi itu? Tomi uda kepala bagian kalau ga salah ya pak..!" Lisa agak sedikit ragu menjelaskannya.
" Oh gitu. Ya da. Silahkan kamu keluar."
" Baik pak. Permisi pak.."
..." Cuma itu doang pertanyaannya, heheh bilang aja pak cemburu ma Tomi ya ? hahaha"...
...Ucap Lisa....
Lisa melihat atasannya itu seperti sedang mencari sesuatu. Semua laci mejanya, ia buka satu persatu. Tapi yang dicari tidak ketemu.
..." Rasain lu pak, enak aja main tinggal anak orang. Kayaknya pak Bay enak ni dikerjain hahaha. Suratnya uda gue bakar pak hihihi..Oh ya, gue punya ide, gue akan kerjain kalian berdua, hahaha...
...Gumam Lisa...
Bay mencari surat perceraiannya. Tapi ia tidak menemukannya. Semua laci sudah di buka tapi ia tidak dapat menemukannya. Ia pun menelpon Nagin.
" Hallo Nagin, kamu lihat ga surat perceraian kita?"
__ADS_1
" Lah, tapi kan sama mas Bay?"
" Ia ga ada disini. Kemana ya?"
" Ya mana saya tahu. Uda ya mas saya sibuk."
Nagin mematikan ponselnya.
..." Hahh?? Nagin mematikan ponselnya ga ada pamit lagi? anak itu memang ya?? "...
...Ucap Bay merasa sebel dengan sikap Nagin....
Lisa tahu atasannya itu sedang cemas. Bukan Lisa namanya , kalau tidak suka buat usil. Semua teman - teman kantornya sudah mengetahui keusilan Lisa. Lisa mempunyai 2 ponsel. Lisa mencoba mengirim pesan buat atasannya itu dan buat Nagin.
pesan 1 buat Bay : Nanti saya tunggu di taman cendrawasih, pukul 17.00 wib harus datang ya mas. Nagin.
Pesan 2 buat Nagin : Nanti saya tunggu di taman cendrawasih, pukul 17.00 wib harus datang ya, Gin. Bay
..." Semoga pertemuan kalian brhasil ya hihihih, maaf ya pak Bay dan mbak Nagin. Kalian itu ga boleh pisah. Kalian itu mirip banget, taukk. Cantik dan tampann hehehehe.....
...Ucap Lisa...
Pesan pertama terkirim ke pak Bay. Bay membaca pesan itu. " Nagin ganti nomor? dia ngajak ketemuan, apa ada yang penting ya?"
Pesan ke dua terkirim ke Nagin. Nagin membaca pesan itu. " Mas Bay ngajak ketemuan? ada apa ya?"
Setelah membaca pesan itu, ia pun melanjutkan mencari surat itu. Sudah lelah dan habis waktu hanya karena surat itu. Amplop yang diberikan Nagin itu pun belum juga ia baca isinya.
Waktu pun berlalu. Bay pun menepati janjinya untuk bertemu dengan Nagin. Begitu juga Nagin menepati janjinya untuk bertemu dengan Bay.
Mereka berdua saling menatap. Seperti ada kerinduan diantara mereka. Terlebih Bay, ia selalu memandang wajah istrinya itu tanpa berkedip. Nagin pun merasa tidak nyaman dipandang terus oleh suaminya itu. Ia hanya bisa tertunduk.
" Mas Bay??"
" Ehhmm ya, ada apa, Gin? oh ya..ehhmm, kan kamu yang minta ketemuan disini? apa ada yang penting ya?"
" Lho, bukannya mas Bay yang pengen ngajak ketemuan disini? seharusnya saya yang nanya, ada apa ? kenapa harus ketemuan disini?"
" Kamu gimana sih, Gin? kan kamu yang minta ketemuan disini? pake nomor baru lagi? emang kenapa dengan nomor ponsel kamu yang lama? rusak?"
" Seharusnya saya juga yang nanya gitu sama mas Bay, kenapa juga nomor mas Bay ganti."
" Ahh kamu gimana sih, Gin. Payah.."
" Payah apanya mas?"
" Jadi siapa dong yang kirim tu pesan buat kita berdua?"
" Ya, ga tau mas."
" Aneh ya? ada aja orang yang suka iseng."
" Jadi, mengenai surat itu uda ketemu belum mas?''
" Belum. Ga tau kemana lari tu surat, ada kakinya kali bisa lari."
__ADS_1
" Hahahahaha.."
" Pake ketawa lagi? kenapa kamu nanya keadaan surat itu? biar bisa dekat - dekat dengan Tomi ya?" Ledek Bay.
" Emang kenapa kalau saya dekat dengan mas Tomi? mas Bay marah? kan mas ga ada hak lagi..!"
" Ga ada hak gimana? itu surat belum saya tanda tangani? kamu itu masih sah jadi istri saya? ngerti ga sih? "
" Siapa suruh ga langsung di tanda tangani tu surat? kan jadi nya berabe ?"
" Ahh kamu itu, buat kesel aja."
" Maaf mas. Ya da, saya permisi ya?"
" Kok buru - buru? mau kemana?"
" Mau ketemu dengan mas??" Nagin tersenyum melihat suaminya itu.
" Tomi???" Tanya Bay sedikit cemberut.
Nagin menganggukkan kepalanya.
" Aduhh...duh..duh..duh..tangan saya sakit sekali...! Ucap Bay sambil melirik Nagin. Bay perpura - pura, ia ingin mencari perhatian Nagin.
" Mas Bay ?kamu kenapa?" Nagin langsung memegang tangan suaminya itu dan begitu cemas ketika Bay merasa kesakitan.
Bay menatap Nagin.
..." Ternyata Nagin masih sayang sama saya, dia begitu khawatir dengan saya. Ahh kok jadi deg-deg'an ya?"...
...Gumam Bay...
" Gimana tangannya uda enakan belum? mas Bay? alloww mas Bay?"
" Ohh..ya. Ehhmm , ya tangan saya uda enakan kok, ga sakit lagi. Makasih ya, Gin." Bay jadi salah tingkah.
" Ya da mas, saya pergi ya ? ohh ya, salam buat mbak Nadine ya mas."
" Nadine?"
" Ia, mbak Nadine. Dia kan calon mas Bay kan? kalian berdua pantas mas hehehe.."( padahal dalam hati Nagin ada rasa cemburu juga melihat suaminya itu bersama Nadine ). Nagin pun pergi meninggalkan Bay.
..." Nagin, maaf kan saya. Sebenarnya saya masih sayang sama kamu."...
...Ucap Bay sambil melihat Nagin yang pergi meninggalkannya....
Ketika ia pergi meninggalkan Bay, Nagin menangis. Isi surat dari dokter Prety ternyata tidak di baca suaminya itu. Jika suaminya membaca isi surat itu pasti masalah ini mungkin akan selesai.
Ya, itulah yang ada dipikiran Nagin. Ia juga masih sayang kepada suaminya itu, dan ia masih berharap mereka bisa bersatu lagi.
Biar gimana pun, Bay lah pria pertama yang dicintai Nagin. Tapi, karena perbedaanlah antara majikan dan asisten rumah tangga yang membuat Nagin harus tahu diri.
Tapi keputusan Bay itu tidak bisa ia tentang. Karena Nagin tidak mau menjadi wanita yang egois. Ia pun membiarkan suaminya itu memiliki kebahagiaan dengan wanita lain.
Bay masih saja duduk ditaman itu. Ia pun bingung dan sangat heran, mengapa surat itu bisa hilang dan mereka juga mendapatkan pesan dengan isi yang sama.
__ADS_1
Bay sama sekali tidak bisa melupakan Nagin begitu saja. Banyak kenangan manis dan pahit yang dilalui bersamanya. Terlebih perjuangan Nagin ketika ia mengalami sakit.