
Dinginnya kota Cambridge tidak membuat Nagin merasa ciut. Sungguh itu semua membuat Nagin sangat bahagia. Ia dan suaminya bisa berada dikota kebanggaan semua pelajar di dunia itu.
Suaminya memperkenalkan tempat - tempat terpenting dan bersejarah di kota itu. Tak ada kata lelah dalam benak Bay, yang penting istrinya itu bisa bahagia.
Mereka mengunjungi King " College" , Museum Fitzwiliam yaitu museum seni dan arkeologi di Universitas Cambridge, mereka juga mengunjungi jalur Trinity. Jianhe, dimana terdapat sungai pedang yang indah. Jianhe sendiri adalah simbol dari kota Cambridge. Tak lengkap rasanya jika tidak menaiki perahu agar bisa melihat seluruh sungai Jianhe.
Mereka juga mengunjungi Gereja St. Mary, lalu melihat jembatan Matematika atau disebut dengan Wood Bridge. Kolese St. John's dan Jam Tubuh Kudus tak lupa juga mereka kunjungi.
Sejenak mereka istirahat, lalu mereka melanjutkan kunjungan ke Xu Zhimo Puisi Scribe, Kolese Clare,dan lain sebagainya.
Tidak hanya tempat bersejarah mereka kunjungi, berbagai tempat makan juga mereka kunjungi, mereka banyak menghabiskan waktu untuk menikmati berbagai jenis kuliner di kota Cambridge itu.
Bay sangat sabar memperkenalkan menu - menu terfavorite dan terenak yang ada di kota itu. Mereka juga menikmati berbagai minuman khas dari kota tersebut.
Dengan pemandangan yang indah, tak lupa Bay selalu membidik kameranya dan mengambil fhoto istrinya itu. Bay juga tak lupa meminta kepada pelukis jalanan agar melukis mereka berdua.
Tak henti - hentinya, Nagin terpukau akan keindahan kota itu. Hingga malam harinya, kota itu pun masih saja ramai. Banyak juga dikunjungi para turis dari berbagai manca negara.
Tibalah mereka di sebuah restaurant Indonesia, disana terdapat banyak menu makanan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Restaurant tersebut sangatlah besar dan megah.
Malam itu sepasang suami istri ini hanya memilih menu sederhana. Bay memilih makan soto daging Lamongan dan orange jus dan Nagin hanya memilih makan nasi goreng seafood dengan minuman yang sama seperti suaminya. Akhirnya, terobati juga bisa menikmati makanan negara sendiri di negara lain.
Ketika sedang makan, mereka dikejutkan dengan suara yang tak asing bagi Bay. Ya, itu adalah suara temannya, ketika sama - sama kuliah di kota itu.
" Bay ? kamu Bay Hardinata kan?" Tanya seorang pria. Ya, pria itu bernama Jose Abipraya, asal dari Desa Buleleng, Denpasar Bali.
" Jose ? kamu Jose kan?"
" Hahahah, ia bener. Apakabar bro? Saya Jose teman kuliah kamu, ingat ga? tetangga mu, waktu tinggal di Apertemen Cherry Hinton."
" Ia, saya ingat kok. Kabar saya baik, gimana dengan kamu? Oh ya, kamu masih stay disini ya?"
" Ga Bay, saya uda stay di Bali. Kesini hanya karena ada urusan aja. Disini saya uda hampir sebulan, Bay. Esok saya uda pulang kok. Kamu sendiri gimana? kamu ngapain disini? ambil S3 ya?"
" Ga, bro. Saya dan istri lagi honeymoon...!"
" Buju busyet, uda main kawin aja ternyata. Kapan nikahnya? kenapa saya ga diundang?"
__ADS_1
" Hahaha maaf ya, ga ngabari kamu. Soalnya semua kontak ilang. Kita nikah uda hampir tiga tahun, bro. Oh ya, kenalin Jos, ini istri saya, namanya Nagin."
Jose pun memberi salam pada Nagin. Dan Nagin membalas salamnya. Siapa sih yang tidak terpikat akan kecantikan Nagin? Jose yang masih jomblo akut itu sangat terpukau akan kecantikan istri temannya itu.
Nagin menghentikan percakapan mereka, sejenak ia permisi pergi ke toilet.
" Dapat dari mana Bay? cantik amir, hehehe..!"
" Hahaha, susah dapatinnya bro."
" Anak mana? anak sini juga dulu ya?"
" Ga Jos, dia dari Bayaman."
" Bayaman? kayaknya saya pernah dengar tu. Wah gila kamu Bay, istri kamu secantik itu. Emang ga takut main dibelakang? cantiknya begitu..!"
" Hahaha ngapain takut. Kalau kita percaya dan bisa menjaga komunikasi dengan baik, ga ada yang perlu di takuti, bro . Oh ya, kamu sendiri gimana?"
" Ntahlah Bay. Sampai sekarang masih joblo akut, Bay."
" Hahaha masa sih jomblo ? kayaknya kamu tu dulu banyak pacarnya deh? kalau ga salah, incaran para cewek. Benerkan?"
" Kamu sih terlalu milih."
" Bukan terlalu milih, bro. Emang kali ini apes aja. Padahal, bonyok uda ngedesak tu pengen saya buruan nikah. "
" Sabarlah bro, indah pada waktunya."
" Wkwkwk, tapi yang herannya, kamu tu dulu sama sekali ga pernah pacaran, ehh sekali nemu istri cantiknya kebangetan, bro."
" Hahahaha, ember Joss..!"
" Masih lama ga di Cambridge?"
" Seminggu atau tiga minggu lah bro, masih pengen bawa Nagin keliling Eropa."
" Waww, mantap bro. Habis dari London kemana?"
__ADS_1
" Paris."
" Pantai Tritis?"
" Paris Perancis bro, hahaha..!"
" Aduhh, salut banget deh ma kamu Bay. Paling pinter nyenangin hati istri."
" Ya, begitulah, bro."
" Siapa sih yang ga tau tentang hidup mu Bay ? Orang terpintar di kampus, orang terkaya di Apertemen. Semua tergila - gila sama mu, Bay. Tapi semangat mu itulah yang membuat diri mu lupa arti cinta hahaha..!"
" Hahahaha, bisa aja kamu."
" Oh ya, ini kartu nama saya, bro. Kalau mau datang ke Jakarta, mampir kerumah atau kekantor ya..!"
" Oke, bro. Oh ya , saya cabut dulu ya, soalnya saya ada janji dengan seseorang."
" Oke bro, take care ya..!"
Jose pun pergi meninggalkan Bay. Dalam benak Jose, ia masih terbayang akan kecantikan istri temannya itu. Rasanya tak adil hidup ini, Bay yang tampan dan Nagin yang sangat cantik, mereka bisa dipersatukan Tuhan. Lengkap dan begitu sempurna. Ya, itulah yang ada di dalam benak Jose, temannya itu.
Setelah kepergian Jose, Bay dan Nagin pun meninggalkan tempat tersebut. Mereka malam ini menginap di hotel Duchess Of Cambridge. Mereka sudah sangat lelah seharian berjalan mengelilingi kota itu.
Lantai 12 nomor kamar 806, disanalah mereka merebahkan dirinya. Rasa lelah tampak diwajah keduanya. Bay melihat istrinya itu dengan tatapan yang tajam. Melihat wajah cantik istrinya itu, lelah Bay pun menghilang.
Bay tidak tahan melihat kecantikan istrinya itu, ia pun merayu dan ingin mengajak berkencan dengannya.
Bay, sudah mengharapakan adanya Bay junior hadir ditengah - tengah mereka. Ya, malam itu adalah malam yang indah buat mereka.
Mereka berharap, segera diberikan seorang anak. Bay meminta kepada istrinya itu jika Tuhan ijinkan, ia berharap seorang anak laki - laki. Agar kelak bisa memimpin dan melanjutkan perusahaannya.
Begitu juga dengan Nagin, setelah kejadian yang menimpa kandungannya, Nagin ingin sekali, jika ia hamil kelak, ia akan benar - benar menjaga kehamilannya.
Tuhan maha baik, Dia selalu memberikan kepada orang yang benar - benar bermohon kepadaNya. Dulu dokter memvonis, bahwa Nagin tidak akan pernah bisa hamil lagi, tapi Tuhan berkehendak lain. Nagin dinyatakan bisa kembali hamil lagi. Ya, inilah doa dan harapan sepasang suami istri ini.
Dengan perginya honeymoon ini, Bay ingin memberikan kebahagiaan sepenuhnya untuk istrinya itu. Banyak kesalahan yang telah Bay perbuat, tapi dengan kesabaran Nagin, Nagin selalu memaafkan dan tetap mengasihi suaminya itu.
__ADS_1
Karena bagi Nagin, tidak ada manusia yang sempurna. Sekali pun suaminya itu orang pintar dan orang terkaya di kota itu. Ya, Cinta Nagin begitu tulus. Kekuatan cintanya lah yang membuat Bay, suaminya itu semakin mencintai dan menyayangi Nagin.