Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 30 " Nagin dan Kevin Bertunangan "


__ADS_3

Setahun Kemudian....


Nagin telah sembuh, dan ia telah kembali beraktivitas seperti biasanya. Ia masih saja bekerja di restaurant itu.


Sabtu sore, Bay pergi ke taman. Ia duduk seorang diri disana. Ia melihat anak - anak yang sedang bersepeda. Semenjak ia dan Nagin tidak berkomunikasi lagi, Bay selalu menghabiskan waktunya ditaman itu. Ia pun sangat terhibur dengan adanya anak - anak bersepeda.


Ia pun jadi ingat akan Nagin. Semua kenangan bersamanya lebih banyak di taman itu. Bay pun sudah mengikhlaskan jika Nagin dan Kevin pacaran. Biarlah mereka bahagia, itulah yang selalu ada dalam benak Bay.


Johan yang melintasi taman itu, ia melihat ada mobil Bay parkir di dekat taman itu. Ia pun mencari Bay ternyata benar disana ada Bay.


Ia pun sudah mulai rindu kepada temannya itu. Setelah masalah yang menimpa Bay tidak jadi menikah, mereka tidak pernah lagi bertemu. Johan pun mulai sibuk dengan kelahiran anaknya.


Johan melihat Bay hanya duduk seorang diri. Ia pun masih iba melihat temannya itu. Ia pun mendekatinya..


" Lagi nunggu siapa , Bay? "


Bay pun langsung menoleh ke arah datangnya suara .


" Johan ? kok tahu saya ada disini?"


" Tu mobil mu, parkir disana. Jadi, ya saya tahu kamu itu ada disini. Gimana kabarnya Bay?"


" Ya ginilah, Jo. Sehat. Kamu sendiri gimana? dengarnya, uda ada ya Johan junior hehehehe..."


" Ia, Bay. Anaknya ganteng kayak papanya hahaha. Makanya buruan nikah ma Nagin, biar cepat dapat Bay junior..!"


" Nagin ??" Bay pun menghela nafasnya.


" Ia, Nagin. Nagin kok ga diajak ke taman?"


" Kita uda ga sama lagi, Jo. Semenjak Nagin kecelakaan..."


"Ga sama gimana, Bay?"


" Nagin uda punya pacar, Jo."


" Oh ya? siapa ?"

__ADS_1


" Kevin Sandoro. Pemilik restaurant Kenanga itu."


Johan menghela nafas...


" Jadi, kamu uda ikhlas jika Nagin dan Kevin itu, pacaran ? "


" Hahahahaha, ia Jo. Ikhlaslah. Masa ga. Mereka bahagia kok. Saya ga mau ganggu mereka, Jo."


" Yakin kamu ikhlas ?


Bay hanya menganggukkan kepalanya.


"Okelah kalau begitu. Saya cabut ya, Bay? kapan - kapan, saya datang kerumah mu".


" Oke, Jo. Dengan senang hati. Thanks ya bro.."


" Sama - sama Bay..."


Johan pun pergi meninggalkan Bay. Johan masih tidak kepikiran, ternyata Nagin sudah punya kekasih baru. "Mungkin mereka tidak berjodoh," gumam Johan.


Waktu pun berlalu. Pagi itu, Bay buru - buru pergi kekantor. Perusahaan Bay telah kembali lagi ke tangannya. Pagi itu ia pun sibuk menghubungi beberapa mantan pegawainya agar kembali lagi ke kantornya.


Untuk merayakan hari kebahagian itu, para pegawai minta traktir makan di restaurant dimana Nagin bekerja.


Awalnya Bay tidak mau, tapi karena para pegawai itu memaksanya, akhirnya Bay pun mau. Tibalah mereka disana. Mereka memesan makanan yang mereka inginkan.


Bay tidak melihat, adanya Kevin atau Nagin disana. Ya setelah mereka berbincang dan tertawa karena mereka bisa bekerja lagi dengan pak Bay. Tiba - tiba saja Kevin datang. Bay pun melihat Kevin dan menyapanya. Tidak enak rasanya kalau tidak menyapa Kevin, mau tidak mau terpaksa ia pun harus menyapanya.


" Hallo, Vin ? Wahh makin gagah aja ya?" Sapa Bay


" Lagi ada acara sama anak - anak ya? Tanya Kevin


"Ia, Vin. Mereka ini pegawai saya dulu. Sekarang kita uda ngumpul lagi."


" Oh ya Bay, disini aja saya kasih undangannya. Tadinya mau saya antar ke kantor mu, tapi saya sibuk sekali."


" Undangan apa, Vin?" Sambil menerima undangan itu.

__ADS_1


" Baca aja deh sendiri. Oh ya, saya pergi ya bay. Buru - buru ni. Datang ya Bay, awas klo ga datang...es..ke.. teh kita hehehe." Kevin pun pergi meninggalkan Bay dan para pegawainya itu.


Bay membuka undangan tersebut. Ya, undangan Kevin dan Nagin. Undangan hari pertunangan mereka. Wajah Bay langsung berubah ketika membaca undangan tersebut. Ia hanya diam dan tampak raut wajah yang sedih. " Akhirnya mereka tunangan," gumam Bay.


Hari H pun tiba. Dalam undangan itu tertera pukul 19.00 malam. Acaranya diadakan malam hari. Bay ingin mengurungkan niatnya pergi.


Tapi, tiba - tiba saja Kevin menelpon jika Bay harus datang . Ia mengundang semua teman - temannya. Mau tidak mau Bay datang ke acara tersebut.


Bay pun tiba di gedung itu, dimana ia dulu hampir melaksanakan hari pernikahannya bersama Raisa . Gedung itu milik Kevin Sandoro, pengusaha sukses itu banyak juga property nya dimana - mana. Bay pun masuk ke dalam gedung itu. Disana sudah pada ramai orang - orang.


Acara pun mau dimulai. Ia melihat keluarga Kevin sudah berkumpul semua. Ia juga melihat ada pak RT, bu Rini dan para tetangga kontrakan.


Nagin pun keluar dari balik pintu. ia sangat cantik sekali. Dengan memakai kebaya berwarna peach dan Kevin memakai batik dengan warna yang sama.


Jantung Bay berdetak kencang ketika ia melihat Nagin. Sudah hampir setahun ia tidak berkomunikasi lagi dengan Nagin. Nagin dan Kevin sangat mesra sekali, mereka saling senyum dan menatap.


Acara pun dimulai. Ketika acara dimulai Bay pun keluar dari gedung itu. Ia tak tahan melihat Kevin dan Nagin. Sangat hancur sekali hati Bay melihat mereka. Ia pun sangat menyesali perbuatannya dulu kepada Nagin.


Tapi Bay masih punya etika dalam menghadiri undangan. Ia tak mau pergi begitu saja. Acara pun selesai. Ia menyalami semua keluarga yang ada disana. Tak lupa juga ia menyalami Kevin dan Nagin.


" Hai, Bay. Akhirnya kamu datang juga. Makasih ya Bay. Oh ya sayang ini kenalin teman ku, namanya Bay.."


Bay dan Nagin pun saling menatap. Bay mencoba memberikan senyumannya, tetapi Nagin hanya tertunduk dan diam. Bay pun menyalam Nagin.


" Selamat ya...!" Ucap Bay


" Makasih ya uda datang. " Jawab Nagin.


Tidak ada rasa rindu sedikit pun di hati Nagin melihat mantan majikannya itu. Nagin hanya bersikap biasa saja. Bay lah yang sampai sekarang belum bisa melupakan Nagin.


Bay pun pergi meninggalkan acara tersebut. Bay menangis. Malam itu Bay sangat kecewa, sedih. Ntah setan apa yang merasuki Bay, ia pun pergi mencari hiburan.


Mobil itu berhenti di sebuah club malam. Ia memasuki tempat tersebut. Ia memesan minuman kepada bartender pria itu. Ia meminta segelas bir. Ia meminumnya. Sudah ntah berapa botol minuman keras itu, ia minum. Ia pun mabuk berat.


Karena ia mabuk, ia tak bisa pulang. Bartender itu pun kasihan melihatnya. Ia mencoba mengambil ponsel miliknya. Ia mencari nomor yang bisa dihubungi.


Ia melihat ada pesan masuk dari Johan. Ia pun memberitahukan kepada Johan. Jika Bay terlalu banyak minum dan ia mabuk, sehingga tidak bisa pulang. Bartender itu pun memberitahukan nama tempat tersebut.

__ADS_1


Johan pun tiba di tempat tersebut. Ia melihat Bay masih saja minum. Johan mengajaknya pulang. Tapi Bay tidak mau.


__ADS_2