Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 20 " Perayaan Ultah Raisa "


__ADS_3

Pagi itu, Bay sudah siap - siap mau kekantor. Ia melihat ke arah dapur. Mungkin Nagin masih sibuk pikirnya. Ia pun merapikan tas kantornya dan memasukan beberapa berkas kedalamnya.


Bay pun berpamitan kepada Nagin. Dan ia pun pergi.


Sesampainya dikantor, Pak Bambang menghampiri Bay. Ia menyerahkan sebuah undangan.


" Ntar malam datang ya? Raisa ulang tahun dan sekalian buat acara syukuran karena Raisa uda selesai ambil dokter spesialisnya..." Kata Pak Bambang sambil menyerahkan undangan tersebut


" Baik Pak....!" Jawab Bay sambil menerima undangan tersebut


" Oh ya, jangan lupa bawa istri kamu. Oke ya Bay...sampai jumpa nanti malam..!"


Bay menghela nafas. Sambil membuka amplop undangan itu.


" Istri ? hahaha..belum ada Pak. Ohh ternyata Raisa seorang dokter.." Bay berbicara sendiri sambil melihat undangan itu lagi " dr. Raisa Kumala Sari, Sp.PD - KHOM ( Spesialis penyakit dalam Hematologi - Onkologi Medik )..keren juga." Gumam Bay


Sepulang dari kantor, Bay memberitahukannya kepada Nagin. Nagin hanya bisa tersenyum.


Malam pun tiba. Bay sudah siap - siap akan pergi. Pria tampan itu sudah rapi. Dengan memakai stelan jas berwarna hitam, ia begitu sangat tampan sekali dan gagah. Wangi parfum mahal itu kembali ia pakai. Ia pun berpamitan kepada Nagin.


Bay lupa membawa undangan itu. Undangan itu terletak dimeja ruang tamu. Nagin melihat undangan tersebut.


Diundangan itu ada fhoto Raisa. Raisa sangat cantik sekali, gumam Nagin. Ia melihat jika diundangan itu bertuliskan " Bay Hardinata / Istri ".


Tak berapa lama ponsel Nagin berbunyi. Johan mengajak Nagin. Johan memohon agar Nagin mau menemaninya malam ini untuk pergi ke pesta. Nagin pun tak bisa menolaknya, karena Johan selalu membujuknya. Nagin memberitahukan jika ia tidak mempunyai gaun yang bagus.


Johan pun mengerti. Johan membawa Nagin ke sebuah salon. Johan meminta kepada petugas salon untuk memoles wajah Nagin. Johan juga memberikan sebuah gaun berwarna merah dan sepatu yang tak begitu tinggi haknya. Johan memberikan itu semua agar Nagin bisa memakainya untuk malam ini.


Johan meminta kepada Nagin untuk mengganti bajunya.


Nagin tak tahu mau kemana dia diajak. Ia hanya ikut saja apa kata Johan. Malam itu Nagin sangat cantik sekali. Seperti seorang bidadari yang turun dari khayangan.

__ADS_1


Johan melihat Nagin. Mata Johan tidak bisa berkedip, Nagin sangat cantik sekali. Ya, Johan semakin jatuh hati kepada Nagin.


Sampailah mereka disebuah gedung yang besar. Banyak bunga papan bertengger dipinggir jalan. Gedung itu dihiasi dengan bunga - bunga yang indah.


Johan mengajak turun Nagin dari mobilnya. Nagin masih saja gugup. Pasti ini pesta orang kaya pikirnya. Johan hanya memberikan senyumannya.


Mereka pun turun, semua mata tertuju pada Johan dan Nagin. Johan hanya memberikan senyuman kepada orang - orang, sedangkan Nagin hanya bisa tertunduk malu.


Acara pun dimulai. Johan yakin malam ini Bay ada dipesta ini. Tapi ia sama sekali belum melihat Bay.


Acara tiup lilin pun mau dimulai. Pak Bambang sudah mengetahui kalau Bay ternyata belum menikah. Pak Bambang meminta agar Bay menemani Raisa untuk acara tiup lilinnya. Awalnya Bay menolak, tapi Pak Bambang dan Raisa membujuknya. Akhirnya Bay pun menerima ajakan itu.


Begitu MC mulai berbicara, Bay dan Raisa pun maju kedepan. Semua bertepuk tangan. Nagin pun melihat Tuannya itu berdiri disamping Raisa. Wajah Nagin tampak sedih malam itu. Air matanya mau keluar.


Tapi ia bisa menenangkan hatinya. Ia pun perlahan mundur dari keramaian orang. Johan melihat Nagin. Ia meminta kepada Nagin untuk sabar dan tenang.


Acara pun selesai. Semua para undangan pun segera makan makanan yang tersedia. Nagin masih melihat Tuannya itu.


Bay dan Raisa sedang ngobrol, mereka sangat dekat sekali. Mereka saling tertawa. Ya sepertinya Raisa nyaman berada di samping Tuannya itu.


" Jo, ini siapa? " Tanya Pak Johan


" Dia pacar saya Pak...!" Jawab Johan sambil melirik Nagin


" Wahh ternyata kamu pintar ya cari pacar, cantik sekali pacar kamu..." Kata Pak Bambang sambil menyalam Nagin


Bay pun mendengar pembicaraan mereka. Bay langsung melihat Nagin berada di samping Johan. Bay kaget mengapa ada Nagin. Bay mulai panik dan gelisah. Tapi ia sadar, ia sedang bersama Raisa.


Johan dan Nagin pergi meninggalkan gedung itu. Bay langsung berpamitan kepada Pak Bambang dan Raisa. Mereka pun heran kenapa Bay buru - buru pulang.


Bay mengejar mereka ke parkiran. Ia mencari - cari mobil Johan. Ia pun melihat Johan dan Nagin. Tanpa menunggu lama, ia menarik jas Johan dan memukul wajah Johan.

__ADS_1


" Kan saya uda bilang sama kamu, kamu jangan dekat - dekat lagi sama Nagin?" Bentak Bay. Ya Bay begitu marah. Johan pun membalas pukulan Bay. Mereka pun saling pukul memukul


Nagin pun melerai pertengkaran mereka.


" Apa'an si mas Bay? kamu jahat ya? kamu uda mukul mas Johan. Tega kamu mas??"


" Nagin, saya kan uda bilang jangan pergi sama Johan. Kamu ga bisa dibilangi ya?"


" Kamu bilang kamu pacarnya Nagin, tapi kenapa kamu ga ajak dia kepesta Raisa? " Tanya Johan sambil merapikan jasnya


" Maksud kamu apa ?" Tanya Bay kepada Johan


" Bay, ga usah mainin perasaan anak orang. Nagin emang cewek polos, tapi jangan pernah mainin perasaannya. Kalau kamu sayang sama dia, kenapa juga, kamu ga bawa dia kemari? Apa kamu anggap Nagin?" Tanya Johan


Bay hanya diam. Johan pun mengajak Nagin masuk kedalam mobilnya. Mereka pun pergi. Bay hanya berdiri bak manekin.


" Gin, maaf ya? jadinya kayak gini ada masalah.."


" Ga papa mas. Oh ya mas Johan ga papa kan?"


" Ga Gin. Saya baik - baik aja kok. Hanya memar sikit aja, Gin. Ntar juga sembuh".


Johan memberhentikan mobilnya. Ia menepi di dekat trotoar taman. Johan melihat wajah Nagin tampak sedih.


" Gin, ga usah terlalu percaya sama omongan Bay. Kamu jangan terlalu polos. Bay itu orang kaya, dia pintar. Mana mungkin dia menyukai kamu. kamu harus bijak, Gin."


" Tapi, mas Bay itu orang baik kok mas."


" Ia baik. Tapi jangan mau tergoda akan rayuannya. Kalau kamu dianggapnya pacarnya pasti kamu akan dibawanya kepesta Raisa. Kamu lihat kan? dia menemani Raisa di acara ulang tahunnya tadi? Kamu apa dianggap dia? pacar?.."


" Ia ya mas? Saya bodoh sekali hehehehe..! Mas Jo, saya ga berharap lebih kok sama mas Bay. Saya juga tau diri saya siapa.."

__ADS_1


" Baguslah gin. Biasa aja sikap kamu ke Bay..."


Nagin hanya menganggukan kepalanya. Johan pun menghidupkan mesin mobilnya kembali dan mengantar Nagin pulang. Diperjalan Nagin hanya diam membisu.


__ADS_2