
Dengan berat hati, Nagin dan Bay harus pergi dari kontrakan. Mereka akan menempati rumah barunya. Semua para tetangga teramat sedih harus berpisah dengan Bay dan Nagin.
Mobil mewah itu pun memasuki halaman rumah yang besar dan luas. Bay sangat bahagia, akhirnya ia bisa tinggal dirumah hasil jerih payahnya.
Setelah beberes rumah, mereka pergi mencari makan malam. Kali ini mereka mencari makan disekitaran kaki lima dekat dengan taman yang biasa mereka kunjungi.
Ketika sedang makan, Nagin melihat Johan. Sudah lama juga mereka tidak bertemu. Johan memberikan senyumnya kepada Nagin, tapi tidak kepada Bay.
Bay melihat mereka berdua saling menatap. Bay hanya bisa diam.
" Ehem..ehem..ehem..ehem.." Bay sengaja batuk...
" Kenapa mas Bay? Tanya Nagin
" Kita pulang sekarang...!" Ajak Bay
" Tapi makanannya belum habis?"
" Ayo buruan, kamu mau pulang ga?"
" Mas Bay kenapa?"
Bay menarik kasar tangan Nagin. Johan melihat kejadian itu. Ingin rasanya ia melerainya. Tapi ia masih bisa menahan emosinya.
" Mas Bay tangan saya sakit, lepasin mas Bay....!"
Bay pun melepaskan tangan Nagin. Bay sangat marah sekali....
" Cepat masuk mobil...!" Pinta Bay
Nagin pun masuk kedalam mobil. Baru saja Nagin mau menutup pintu mobil itu, mobil itu sudah di tancap gas oleh Bay.
Nagin pun ketakutan. Ia mencoba menenangkan Bay. Tapi Bay masih saja tancap gas, ia pun meliuk - liukan mobil itu.
Nagin pun diam. Ia tidak bisa berkata - kata. Ketika lampu merah menyala, ia pun menerobosnya. Ia tak perduli dengan keselamatan Nagin.
Tibalah mereka dirumah. Bay langsung masuk kedalam rumah . Tinggallah Nagin seorang diri didalam mobil itu.
Nagin menangis. Ia bertanya - tanya mengapa Tuannya itu sangat marah. Apa salahnya pikirnya.
Bay sudah mengunci kamarnya. Malam ini ia tidak mau bicara dengan Nagin. Nagin pun tidak mau menanyakan kepada Tuannya itu, ia tau kalau Tuannya itu lagi emosi.
Keesokan paginya, Nagin telah menyediakan sarapan di meja makan. Bay keluar dari dalam kamar. Nagin menyapanya tapi Bay tidak membalas sapaan Nagin.
" Mas Bay, sarapan nya sudah selesai?"
__ADS_1
Bay hanya diam. Lalu pergi. Nagin mencoba chat Tuannya itu, tapi hanya di read saja. Nagin tetap sabar.
Johan pun menelpon Nagin. Ia menanyakan apa yang terjadi. Tapi Nagin hanya diam. Ia pun tak mau bicara.
Siang itu, Bay hendak makan siang. Ketika mau keluar, Pak Bambang datang menghampirinya. Pak Bambang mengajak Bay makan siang bersama.
Ketika mau pergi, ternyata Nagin sudah berada diparkiran hendak mengantar makan siang Tuannya itu. Nagin memanggil Tuannya itu. Tapi Bay tidak memperdulikannya. Nagin sedih dan kecewa.
Siang itu, Pak Bambang dan Bay makan disalah satu restaurant terdekat dengan kantor. Ternyata disana sudah menunggu putri Pak Bambang. Namanya Raisa.
" Hallo sayang, sudah lama menunggu ya?" Tanya Pak Bambang pada putrinya
" Belum kok pa...". Jawab Raisa sambil melihat Bay
" Oh ya Raisa, perkenalkan ini Bay Hardinata, beliau kerja di perusahaan kita lho..sebagai Project Manager. Bay ini anaknya pintar dan baik, Sa..."
" Hallo, saya Bay....!" Sambil menyalam Raisa
" Saya Raisa...!" Sambil memberikan senyumannya kepada Bay
Mereka pun memesan makanan. Mereka makan sambil bercerita. Mereka saling tertawa.
Setelah pertemuannya dengan Raisa, Bay dan Raisa semakin rajin saling berkirim pesan.
Malam hari pun tiba. Bay masih saja diam. Nagin sudah mencoba untuk mengajak Bay bicara.
" Mas Bay, tadi saya masak puding, apakah mas mau? mas Bay?? buka dong pintunya..!"
Tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Nagin kembali ke dapur dan menyimpan puding itu.
Nagin masuk kedalam kamar. Bay pun keluar. Ia melihat kamar Nagin. Bay terduduk di meja makan. Ia duduk melamun sesekali ia berjalan melihat kamar Nagin. Nagin mengetahui kalau Tuannya itu ada di ruang meja makan.
Nagin pun berpura - pura menangis. Bay mendengar tangisan Nagin. Bay pun langsung menghampiri kamar Nagin. Ternyata Bay pun khawatir akan keadaan Nagin
" Gin, Nagin...kamu kenapa?"
Ingin rasanya Nagin balas dendam atas sikap Tuannya itu, tapi Nagin tidak tega. Ia pun keluar dari kamarnya.
Bay melihat wajah Nagin. Sepertinya tidak terjadi apa- apa.
" Mas Bay masih marah ya ? ya uda kalau masih marah ga papa kok. Oh ya, saya hari ini ada janji dengan seseorang. Saya pergi dulu ya mas..."
Nagin perlahan keluar rumah. ia membuka pintu rumah itu. Belum juga Tuan nya itu memanggilnya.
__ADS_1
Ntah mengapa, Nagin memberanikan diri pergi. Ia melihat ada penjual nasi goreng. Sepertinya Nagin sangat selera dengan nasi goreng itu. Ia pun menghampiri penjual tersebut dan memesan nasi goreng itu.
Hati Bay pun memanas. Ia keluar rumah dan mengikuti Nagin. Ia trus mencari Nagin. Ia begitu cemas.
Ternyata Bay tidak mau kalau Nagin itu pergi. Dari kejauhan Nagin sudah melihat Tuannya itu. Dengan santai nya, Nagin makan nasi goreng yang ia pesan.
Bay pun melihat Nagin sedang makan. Ia bernafas lega, ternyata Nagin tidak pergi dengan seseorang.
" Naginnnn....buruan pulang ini sudah malam. Ga baik perempuan malam - malam begini diluar ...."
Nagin hanya diam. Ia tak memperdulikan Tuannya itu. Ia tetap saja makan.
" Nagin, kamu budek ya? kamu diajak pulang ga mau. Apa si mau kamu ?"
Penjual nasi goreng itu pun senyum - senyum melihat mereka ribut.
" Pak, jangan dimarahi istrinya pak, kan mbak cantik itu sedang makan, nanti bapak ga dapat jatah lho heheheheh..." Ledek penjual nasi goreng itu
" Abang diam aja deh...ga usah ikut campur...!" Jawab Bay dengan kesalnya
Nagin hanya tersenyum melihat Tuannya itu. Tenyata Tuan Bay takut terjadi apa - apa dengan Nagin.
" Cepetan, Gin. Ayok pulang, kalau ga kamu saya tinggal...!"
Ketika Bay mau menyebrang jalan, dihadapan mereka berhenti mobil sedan berwarna putih. Teryata itu Pak Bambang dan Raisa.
" Bay..kamu dari mana ?" Tanya Pak Bambang
" Pak Bambang ??ehh ada mbak Raisa juga...."
" Ia mas Bay. Tadi kita lagi kerumah adiknya papa. Ehhhh ga sengaja nemu mas Bay disini..." Kata Raisa
" Sama siapa Bay? sendiri?" Tanya Pak Bambang
" Ehhmmmmm...???" Bay bingung mau jawab apa
Penjual nasi goreng itu langsung menjawab " sama istrinya pak, ntu istrinya lagi makan...."
Langsung saja Bay kaget mendengar omongan penjual nasi goreng itu.
" Ohh ternyata kamu sudah punya istri ya Bay? ga bilang - bilang kamu Bay hehehehehe..." Kata Pak Bambang
" Ehhmm anu Pak...ehhmm itu..itu..??
" Ya uda kita cabut ya Bay, sampai ketemu dikantor besok. Oke ya Bay..."
__ADS_1
Pak Bambang dan Raisa pun pergi meninggalkan Bay. Nagin hanya bisa diam melihat Tuannya itu, ia tidak perduli.