Cinta Nagin

Cinta Nagin
Bab 19 " Nagin Sakit & Bay Cemburu "


__ADS_3

Bay dan Nagin masih saja saling diam. Hari Sabtu pagi, Bay tidak kekantor. Bay tidak mau keluar dari kamarnya. Nagin sedang sibuk didapur . Hari ini Nagin banyak pekerjaan.


Nagin telah membeli wortel sangat banyak sekali. Ia pun mengupas dan memotong wortel itu. Ia akan membuat jus buat Tuannya itu.


Ketika ia memotong potongan wortel terakhir, jari telunjuknya tersayat pisau. Ia pun buru - buru mengambil obat di kotak P3K. Ia pun membalutnya dengan plester. Ia melanjutkan lagi pekerjaannya.


Nagin terduduk di meja dapur. Tiba - tiba saja kepalanya sedikit pusing. Ia mengambil air putih dan meminumnya.


Sakit kepalanya semakin menjadi. Nagin pergi kekamar ingin merebahkan diri. Tak berapa lama, Bay keluar dari kamarnya. Sepertinya perutnya sudah mulai lapar.


Ia pergi ke dapur. Ia tak melihat ada Nagin disana. Bay bertanya - tanya kemana Nagin pergi. Ia pun mencoba melihat ke taman belakang. Tak ada juga pikirnya. Ia pergi ke halaman depan, disana pun tak ada juga.


Bay mulai cemas. Ia mencoba kekamar Nagin. Ia mengetuk pintu kamarnya. Tak ada jawaban. Ia mencobanya lagi. Karena penasaran, ia membuka pintu itu.


Ternyata Nagin sudah tertidur pulas. Ia membangunkannya. Nagin tak dengar. Ia mencoba mendekatinya, ia memegang tangannya. Tangannya panas pikirnya, ia memegang keningnya dan tubuhnya, ya benar saja badan Nagin panas. Bay membangunkannya lagi.


" Gin, bangun.....! Badan kamu kok panas banget?" Tanya Bay


Tapi Nagin tak bangun. Bay mengambil minyak telon yang terletak diatas meja. Ia mengolesinya ke kening Nagin. Ia juga mengolesinya sedikit ke hidung Nagin. Tak berapa lama Nagin bangun.


" Syukurlah, kamu sudah bangun...!"


Wajah Nagin pucat. Ia sedikit lemas.


" Gin, kamu sakit ya? kita ke dokter ya?" Bay mulai cemas. Bay melihat jari telunjuk Nagin di balut dengan plester obat.


" Jari kamu kenapa?" sambil memegang jari Nagin


Tapi Nagin hanya diam. Bay mengambilkan obat dan air minum. Ia menyuruh Nagin untuk meminumnya. Ia pun menyuruh Nagin untuk istirahat.


Bay melihat di meja makan tidak ada makanan. Terpaksa Bay harus turun tangan. Ia mencoba mencari apa saja yang akan ia masak.


Ia sangat kebingungan . Ia mengambil sayuran dan beberapa potongan ayam. Ia mencucinya dan memasaknya. Ayam itu hanya ia goreng. Alhasil ayam yang ia goreng pun sedikit gosong. Sayur yang ia masak pun kematangan, akhirnya berubah warna.


Bay sangat kesal. Bagaimana cara memakannya ini. "apa beli saja" Gumamnya . Tapi ia tak tega meninggalkan Nagin yang sedang sakit sendirian.


Bay kembali masuk kekamar. Nagin masih tidur. Tiba tiba saja ponsel Nagin berbunyi. Ada pesan masuk. Ia melihat tenyata pesan dari Johan. Isi pesannya..


..." Hai, Nagin. Ntar malam kita makan diluar ya ? ada sesuatu buat kamu. Pasti kamu suka"...


Bay sedikit marah, ternyata Johan masih saja menghubungi Nagin. Ia pun membalas chat tersebut, isinya...


..." JANGAN HUBUNGI SAYA LAGI....."...


Bay pun memblokir nomor Johan.

__ADS_1


" Selesai...." Gumamnya...


Bay kembali kedapur. ia melihat makanan yang ia masak. Sama sekali ia tidak selera. Mana perut sudah lapar, pikirnya.


Tiba - tiba saja Nagin batuk. Bay mendengarnya, dan langsung berlari kekamar Nagin.


" Gin, kamu ga papa?" Tanya Bay


Nagin hanya menggelengkan kepalanya.


" Kita kerumah sakit sekarang ya? kamu pucat sekali... badan kamu juga panas. "


Akhirnya Bay membawa Nagin ke rumah sakit. Dokter Prety memeriksa Nagin.


" Bu, Nagin. Sepertinya ibu sangat kelelahan, tekanan darah ibu sangat rendah sekali. Saya akan memberikan obat dan vitamin ya?tolong obat dan vitaminnya dihabiskan ya? " Kata dokter Prety


Setelah pemeriksaan selesai, mereka pun pulang. Hari ini benar - benar hari yang sangat apes buat Bay.


Mereka bertemu dengan Johan. Johan sedang mengantarkan kakaknya yang akan periksa ke dokter bagian kandungan.


Johan pun melihat Bay dan Nagin. Johan melihat wajah Nagin begitu pucat. Johan pun menanyakan keadaan Nagin.


" Nagin ? kamu sakit apa? wajah kamu kok begitu pucat?" Tanya Johan dengan khawatirnya.


" Ya ampun kamu itu terlalu capek, Gin. Kamu banyak - banyak istirahat ya ? "


" Ga usah lebay...! biasa aja..." Kata Bay sambil melirik sinis Johan


Nagin hanya tersenyum . Dan Johan memegang tangan Nagin. Bay pun melepaskan tangan Johan.


" Ga usah pake pegang - pegang tangan Nagin..!" Bay pun melepaskan tangan Johan


" Kamu kenapa sih Bay? " Tanya Johan


" Buruan pulang.." Bay mencoba menarik tangan Nagin


" Tunggu, Gin. Kamu sakit kan? trus siapa yang balas chat saya tadi ya? kamu uda blokir nomor saya ya, Gin?" Tanya Johan


" Blokir? apa itu blokir mas? saya ga tau.." Jawab Nagin


" Oh berarti bukan kamu ya? Ya..ya..saya tau siapa yang uda blokir nomor saya dari ponsel kamu..."


Johan pun menghampiri Bay...


" Kamu kan biang keladinya? tega kamu ya Bay? Tanya Johan

__ADS_1


" Ia. Saya yang uda blokir nomor kamu dari ponsel Nagin. Kamu jangan dekat - dekat lagi dengan Nagin. Kamu ngerti? Tanya Bay


" Emang kenapa ? Nagin pacar kamu?" Bentak Johan


" Ia Nagin pacar saya. Emang kenapa? masalah buat kamu?"


" Ohh Nagin pacar kamu ya ? saya ga perduli dia pacar kamu atau ga.., selagi belum ada janur kuning , saya akan kejar Nagin. Ngerti kamu ?


" Apa? kamu uda berani sama saya ya?" Bay menarik kera baju Johan..


" Uda..uda..uda jangan ribut to mas ? malu diliatin orang. Kayak anak kecil aja si?" Nagin melerai mereka


Nagin pun pergi meninggalkan mereka berdua.


" Jangan macam - macam kamu Bay...! lihat aja siapa yang menang..!"


Bay hanya terdiam. Johan pun pergi meninggalkan Bay. Bay pun mengejar Nagin yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam mobil.


" Nagin, kamu tu ya buat kesel aja?"


" Kesel gimana ?"


" Kamu ga usah dekat - dekat dengan Johan. Johan itu suka PHP' in wanita. Saya kan temannya, jadi saya tahu, Gin."


" PHP itu apa mas Bay?"


" Ya elahh, Nagin. Ntar cari aja di google deh..ribet banget sih kamu?"


Bay pun menghidupkan mobilnya. Diperjalan Nagin tertidur. Bay menghentikan mobilnya. Ia melihat wajah Nagin yang pucat itu. Bay sedikit tersenyum . Ia ingat akan janjinya dulu jika sudah sukses ia akan menikahinya.


" Kamu cantik, Gin. Kamu juga anak yang baik. Semoga kamu bahagia ya?" Sambil mengelus kepala Nagin


Bay pernah berjanji akan menikahinya, tapi ada keraguan dalam dirinya. Apakah keluarga besarnya mau menerima Nagin. Apa kata orang - orang nanti, jika ia menikahi Nagin? Karena orang - orang mengetahui kalau Nagin itu hanyalah seorang asisten rumah tangganya.


..." Ahh biarlah waktu yang menjawabnya." Gumam Bay....


Nagin sudah kembali sehat. Ia pun pergi kedapur. Ia melihat makanan yang dimasak Tuannya itu. Nagin hanya bisa tersenyum karena masakan Tuannya itu sangat kacau.


Nagin menanyakan kepada Bay, kenapa ia sangat membenci Johan..


" Saya ga suka kalau kalian punya hubungan. Dan satu sisi, ketika saya sakit, Johan tidak mau membantu. Padahal dulu, Johan pernah bangkrut , saya lah yang membantunya, sampai perusahaannya kembali membaik. Saya benar - benar kecewa lihat Johan..." Sambil mengusap matanya


" Mas Bay, kita ga perlu balas dendam. Kan ada Tuhan? biar gimana pun, dia tetap teman mas Bay. Kalian pernah bersama..."


Nagin menatap wajah Tuannya itu sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2