
Hari yang ditunggu - tunggu pun tiba. Yaitu, hari pernikahan antara Kevin dan Nagin. Semua telah berkumpul di gedung itu. Seperti biasa gedung itu sudah tampak indah, banyak pernak pernik pernikahan disana.
Nagin menggunakan gaun selayar pengantin berwarna putih. Hari itu Nagin sangatlah cantik sekali.
Kevin menatap Nagin. " Ya inilah saatnya saya akan menyerahkan Nagin kepada Bay", gumam Kevin .
Tapi Kevin belum melihat kehadiran Bay disana. Ia pun langsung menelpon Bay. Acara tidak akan dimulai kalau Bay belum hadir. Kevin sibuk menelpon Bay.
" Bay, kamu dimana? kenapa tidak datang? ga asyik dong, kalau kamu ga ada disini? saya mau, pernikahan saya dilihat teman - teman saya? "
" Maaf, Vin. Saya sepertinya??"
" Buruan datang sekarang juga, saya ga mau tahu alasan kamu...!"
Kevin mematikan ponselnya. Semua orang sudah bertanya - tanya mengapa sangat lama sekali acaranya dimulai. Kevin menenangkan mereka. Kevin minta waktu beberapa menit lagi.
Begitu juga Nagin, ia sudah sangat khawatir. Mengapa juga belum dimulai. Siapa yang ditunggu - tunggu mas Kevin pikirnya .
Tak berapa lama datanglah Bay. Kevin telah melihat kehadiran Bay. Kevin pun senang. Pendeta itu pun menyuruh Kevin dan Nagin untuk maju kedepan altar. Mereka pun maju.
Bay yang hanya cuek saja, sibuk dengan ponselnya. Biar gimana pun ia masih sedih dengan pernikahan mereka. Ia tak mau menyaksikan hari bahagia mereka, tapi Kevin terus memaksanya. Mau tak mau, ia pun datang.
Semua sudah diam dan hening. Ya acara mau dimulai. Tiba - tiba saja, Kevin mengambil microphone. Semua orang pun bertanya - tanya lagi, " apa yang akan dilakukan Kevin."
Nagin melarangnya. " Mau ngapain mas?" tanya Nagin dengan cemasnya. Kevin hanya memberikan senyumannya. Dengan hati yang berat terpaksa Kevin harus mengatakan ini didepan semua orang.
Bay juga heran mengapa acara belum dimulai. Padahal ia telah tiba di gedung itu. " Terlalu banyak waktu yang dibuang", gumam Bay. Ia pun tidak perduli dengan apa yang akan dilakukan Kevin.
" Pak pendeta, ijinkan terlebih dahulu saya berbicara. Ada yang ingin saya katakan untuk kita semua. Disini saya Kevin Sandoro, calon suami Nagin. Hari ini adalah hari pernikahan kami."
__ADS_1
Kevin turun dari altar. Dan ia berjalan menuju dimana Bay berdiri. Bay yang masih saja sibuk memainkan ponselnya, tiba - tiba dikejutkan oleh Kevin, Kevin sudah ada disampingnya. " Apa yang akan dilakukan Kevin?" gumam Bay lagi.
" Hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau didengar, tapi harus dirasakan dengan hati. Kita dibentuk oleh apa yang kita cintai."
Semua orang sudah bertanya - tanya apa yang dilakukan oleh Kevin. Bay berhenti memainkan ponselnya, ia pun sangat heran dengan sikap Kevin.
" Bay Hardinata. Saya Kevin sahabat kamu, ingin menyerahkan Nagin sepenuhnya sebagai istri kamu. Saya merelakan Nagin menjadi milik mu. Karena saya tahu, cinta itu tidak bisa dibohongi atau dipaksakan. Saya melakukan ini dengan ikhlas.Sekarang saya minta pada mu Bay, majulah kedepan. Maafkan saya Bay, mungkin inilah jalan untuk Kalian bisa bersatu. " Ucap Kevin.
Semua menjadi ricuh, orang - orang bertanya. Begitu juga Bay dan Nagin mereka sangat heran.
" Bay, saya mohon. Majulah kedepan. Saya ingin melihat kalian bahagia. Nagin maafkan saya ya? saya sudah mengecewakan kamu, tapi inilah yang terbaik buat kalian. Bay...maju dong? "
" Tidak Vin. Saya tidak akan melakukan hal konyol seperti ini." Ucap Bay. Bay mau keluar meninggalkan gedung itu, tapi Kevin menghadangnya.
" Tanya hati mu. Ikhlas kah kamu melihat Nagin menikah dengan saya? saya tahu Bay, cinta itu tidak bisa dipaksakan. Saya menikah dengan Nagin, tapi dipikiran Nagin itu masih ada kamu. Apakah itu baik? Saya ga mau pernikahan saya nantinya hancur Bay. Majulah, saya ikhlas Bay. Saya tahu kamu itu orangnya gimana? Hari ini kalian lah yang menerima pemberkatan itu." Ucap Kevin.
" Mas Kevin??" Bentak Nagin.
Kevin mengajak Bay untuk maju kedepan. Tapi Bay tidak mau. Bay pun langsung mau pergi. Tapi Kevin berhasil menarik Bay.
" Vin, hentikan semua ini. Saya kan da bilang sama kamu, saya dan Nagin itu ga ada apa - apa. Maaf Vin saya mau pulang."
" Ga Bay. Saya mohon...pergilah ke altar. Berdirilah disamping Nagin. Kamu lah yang pantas bersama Nagin. Pergilah Bay. Sebelum orang - orang pada berpulangan. Saya mohon....!"
Kevin mengajak Bay kedepan. Nagin menangis. "Kenapa ini harus terjadi", gumamnya. Nagin hanya tertunduk. Ia sangat malu. Harus seperti ini kejadiannya.
Bay pun berdiri disamping Nagin. Nagin masih saja tertunduk.
" Pak pendeta, silahkan acaranya dimulai." Ucap Kevin.
__ADS_1
" Saya tidak akan memulai acaranya, jika mereka belum saling berdamai. Tidak akan sakral sebuah pernikahan jika dihati mereka masih saja dalam kemarahan nak...." Ucap pendeta itu.
Bay menatap Kevin . Kevin hanya memberikan senyumannya.
" Gin, jangan bersedih lagi ya ? Acara akan dimulai. Tenanglah. Tersenyumlah, Gin. " Pinta Kevin.
Nagin pun menghentikan tangisannya. Perlahan - lahan ia pun menatap Bay.
" Maafkan saya Nagin. Ini semua bukan kemauan saya, tapi Kevin." Ucap Bay
"Gimana nak? apakah sudah bisa kita mulai ?" Tanya pak pendeta itu.
Dengan suara yang halus Nagin menjawab " Ya pak pendeta."
Acara pun dimulai. Pak pendeta itu akhirnya memberkati Bay dan Nagin. Mereka pun telah sah menjadi suami istri. Pak pendeta menyuruh mereka agar saling memakai kan cincin ke jari tangannya. Bay pun sadar mengapa Kevin mengajak ia untuk membeli cincin pernikahan dan mencobanya. Ternyata inilah jawaban dari semuanya.
Nagin memakaikan cincin itu ke jari manis Bay. Ketika giliran Bay, mata Bay pun mulai berkaca - kaca. Nagin menatapnya dan memberikan kode agar ia segera memasangkan cincin itu ke jarinya. Bay pun memakaikan cincin itu.
Kevin sangat senang melihat mereka bersatu kembali. Kevin pun langsung memeluk Bay.
" Maafkan saya ya Bay. Saya melakukan ini karena kamu adalah sahabat terbaik saya. Saya tidak mau melihat sahabat saya larut dalam kesedihan. Dan buat kamu Nagin, cintai dan sayangilah Bay. Kalian itu pasangan yang tidak bisa dipisahkan . Semoga kalian bahagia selalu. " Ucap Kevin.
" Makasih, Vin. Saya ga nyangka perjuangan kamu harus seperti ini. Semoga kamu juga , cepat dapat jodoh ya?" Ucap Bay
Semua para tamu itu menyalami kedua mempelai. Tapi Bay belum ada sama sekali berbicara kepada Nagin. Ia hanya diam saja. Begitu juga Nagin. Didepan para tamu mereka memberikan senyumannya. Sesekali mereka saling menatap. Tapi tak ada sedikit pun saling berbicara.
" Nak...? panggil pak pendeta itu. Mereka berdua pun menoleh kearah pendeta itu.
" Selamat ya..semoga kalian berbahagia selalu. Terkadang kita tidak tahu rencana Tuhan itu bagaimana. Tapi yang jelas, rencana Tuhan itu sangat baik dan indah. Jalani saja peran mu dalam hidup mu, karena skenario Tuhan tidak akan pernah keliru. Belajarlah untuk saling memaafkan dan mencintai. Karena kekuatan cinta dapat mengalahkan semuanya. Jadilah keluarga yang takut akan Tuhan. Selamat buat kalian ya?." Ucap pak pendeta itu.
__ADS_1
Mereka pun tersenyum..!