
Di penghujung hari yang melelahkan Julia menutup rutinitas dengan menunaikan shalat Isya. Tak lupa ia panjatkan do'a-do'a pengampunan atas dosa. Sekilas Julia melirik ke arah Lucy yang masih melancarkan aksi diamnya. Lucy asyik bercengkrama dengan gawainya, mengabaikan keberadaan Julia.
Setelah meletakkan mukena dan sajadah pada tempatnya Julia memilih menyendiri ke ruang tamu. Ia ingin segera membaca pesan yang dikirimkan Tante Tati lewat WhatsApp. Sambil menarik nafas panjang dan membaca bismillah, Julia mengunduh file PDF yang dikirimkan oleh Tante Tati dan mulai membaca file CV tersebut dari gawainya.
***
Assalamu’alaikum warahmatullah.
Bismillah. Secara umum curriculum vitae ini adalah gambaran diri saya. Saya akan mencoba seterbuka mungkin agar saudari mengenal sekilas tentang saya, sehingga tidak ada yang perlu disesali di kemudian hari.
BIODATA
Nama : Septian Syaifullah
Nama Ayah : Rahmat Segoro
Nama Ibu : Rahayu
Status : Lajang, belum pernah menikah
TTL : Magelang, 24 September 1993
Alamat : Jl. Jambu, Km.10 Desa Timbulharjo Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Pendidikan Terakhir :
Universitas Gadjah Mada jurusan Teknik Informatika.
Gambaran Fisik :
Warna Kulit : Sawo matang
Tipe Rambut : Ikal bergelombang
Warna Rambut : Hitam
Warna Mata : Hitam
Cacat Fisik : Tidak Ada
Tinggi Badan : 175 cm
Berat Badan : 68 Kg
Riwayat Penyakit : Tidak ada penyakit berat/penyakit dalam insya Allah
Sekilas tentang keluarga :
Saya anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayah saya lahir tahun 1965, beliau seorang petani. Ibu saya seumuran dengan ayah. Beliau Ibu rumah tangga biasa. Saya punya dua orang kakak perempuan dan dua orang kakak laki-laki, mereka semua telah berkeluarga.
__ADS_1
Akidah dan manhaj :
Saya yakin setiap orang berharap mendapatkan pasangan yang seakidah agar lebih mudah menyatukan visi dan misi dalam berumah tangga. Saya berpedoman pada faham ahlussunah wal jamaah. Dan saya berusaha mengikuti jejak para Salafus Shalih, mereka adalah sahabat Nabi radhiallahu’anhum serta orang-orang yang menjalani jalan mereka dalam beragama.
Termasuk di dalamnya para tabi’in, atba’ at tabi’in, juga madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Begitu juga selain mereka yang berjalan di atas al haq dan berpegang teguh pada Al Kitabul Aziz dan Sunnah At Muthahharah. Baik dalam bab tauhid, bab asma wa shifat, maupun semua perkara agama lainnya.
Pekerjaan :
Saya adalah pekerja lepas (freelance).
Fokus saya adalah mengerjakan pembuatan program dan aplikasi berbasis web dan android. Saya mengelola jasa penyediaan VPS, domain dan hosting. Saya juga berdagang secara online, aktivitas saya lebih banyak di rumah. Walaupun saya tidak punya pekerjaan tetap, tapi saya akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Saya yakin jika kita berusaha dan bertawakal Allah akan memenuhi segala kebutuhan kita.
Kondisi finansial :
Terkait kondisi finansial, saya memiliki satu buah motor pribadi untuk sarana transportasi. Rumah, saya masih tinggal dengan orang tua. Berhubung saya anak bungsu, saya diharapkan untuk tinggal bersama menemani kedua orangtua. Karena semua kakak saya sudah tinggal di rumah masing-masing.
Namun jangan khawatir, rumah orang tua saya cukup luas dan bagian lantai dua tidak dihuni. Apabila terjadi pernikahan, lantai dua bisa ditempati. InsyaAllah privasi dan urusan dapur akan terpisah dengan orangtua saya, meski tinggal dalam satu rumah.
Mengenai pendapatan bulanan, bisa dibilang penghasilan saya tidak menentu tergantung dengan banyaknya proyek yang bisa saya kerjakan. Tapi InsyaAllah saya bisa mencukupi semua kebutuhan rumah tangga.
Sifat Positif:
Saya bukan orang yang baik tapi berusaha untuk menjadi baik. Saya pemalu dan tidak banyak bicara. Saya lebih suka jadi pendengar. Saya gigih dan tekun dalam bekerja. Saya tidak merokok.
Sifat Negatif:
Saya pemalu jadi mungkin akan terkesan sombong. Saya tipe orang yang saklek mungkin akan terlihat kaku dan tidak bisa diajak kompromi.
Saya suka ngoding (mengerjakan code pemrograman), saya suka belajar astronomi.
Kriteria Istri yang saya inginkan :
Secara umum saya mencari yang shalihah, paling utama selalu menjaga shalat lima waktu. Semanhaj dan sepemahaman dalam hal akidah, mau dibimbing dan diajak belajar agama bersama.
Saya menghendaki istri menjadi ibu rumah tangga yang produktif. Maksudnya mengoptimalkan potensi yang ia miliki untuk dikembangkan dari rumah. Karena jika punya anak, saya ingin anak saya diasuh dan dididik langsung oleh ibunya.
Secara fisik, saya menginginkan istri yang enak dilihat. Hehehe. Tapi yang paling saya cari adalah kecantikan akhlak dan adab.
Visi Pernikahan :
Membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah guna meraih keberkahan dan keridhaan Allah SWT baik di dunia maupun akhirat.
Misi Pernikahan :
Menjadi keluarga yang mampu menegakkan ibadah wajib dan sunnah. Mendidik anak-anak menjadi generasi Islami yang baik, agar kelak dapat bersatu kembali di Syurga Allah.
Begitulah isi gambaran tentang diri yang saya tulis dengan sebenar-benarnya. Tidak ada yang saya lebih dan kurangkan. Semoga apa yang ada dalam diri saya dapat saudari pertimbangankan. Mohon saudari juga mengirimkan CV yang serupa dalam waktu dekat agar kita dapat melanjutkan proses T
ta'aruf ini. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
__ADS_1
***
Julia meletakkan gawai di pangkuan, hatinya bergetar dan terasa hangat hanya dengan melihat foto dan CV pemuda itu.
"Septian Syaifullah, aku bisa merasakan kejujuran dari setiap kalimat yang kamu tuliskan."
Tidak ada kesan dalam diri ingin menonjolkan diri. Julia mencatat dalam hati Septian adalah pria yang santun.
Melihat pandangan Septian yang bersungguh-sungguh menjalankan agama membuat nyali Julia ciut.
"Apakah aku layak untuknya? Aku baru saja mulai memahami agama, aku takut tidak dapat mengimbangi. Semoga Septian tidak mempermasalahkan itu karena yang ia cari adalah wanita yang bisa dibimbing. Aku sangat mau di bimbing olehnya."
Pikiran Julia penuh kebimbangan. Jika ia menerima proses ini maka Ia harus siap melepaskan rutinitasnya sebagai wanita karir. Rutinitas yang amat ia cintai beberapa tahun belakangan ini.
"Mampukah aku bertahan hanya jadi ibu rumah tangga biasa?"
Ego-nya bergejolak. Julia butuh teman untuk bercerita, ia harus meminta pendapat Ibu untuk meyakinkan diri.
Ibu sedang berbaring santai saat Julia menemuinya di kamar. Julia duduk di sebelah Ibu dan meraih kakinya untuk dipijat.
"Ibu belum tidur?" Tanya Julia perhatian.
"Belum nak, sedang istirahat saja menunggu kantuk. Ada apa nak?" Sahut Ibu.
"Ibu sudah bicara dengan Kak Lucy?"
"Belum nak, kakakmu mogok bicara sama Ibu. Besok akan Ibu ajak bicara dia, kadang aku tidak tahan dengan sifat batu kakakmu itu," Ibu mengeluh.
"Ya sudah kalau begitu. Ohya Bu, Julia ingin minta pendapat. Kalau seandainya Julia nanti menikah dan menjadi Ibu rumah tangga saja, apa Ibu keberatan?" tanya Julia takut-takut.
"Kalau kamu sudah menikah, kamu adalah milik suamimu. Ibu tidak punya hak mengatur kamu mau jadi apa." Jawab Ibu santai.
"Ibu tidak merasa rugi sudah keluar banyak biaya untuk kuliahku, tapi pada akhirnya aku tidak bekerja menghasilkan uang?" kejar Julia lagi.
"Tidak, Ibu tidak merasa rugi. Memberi pendidikan yang terbaik adalah tanggung jawab orang tua. Kamu jangan memandang dunia wanita dengan pikiran sempit Jul. Bekerja tidak harus diluar rumah nak," tutur Ibu lembut.
"Jadi Ibu ridho kalau Julia nanti hanya jadi Ibu rumah tangga saja?"
Julia ingin meyakinkan diri terhadap keputusan yang telah ia buat.
"Ibu ridho, semua Ibu serahkan padamu. Kamu cerdas dan dewasa, Ibu yakin kamu tahu apa yang terbaik untuk dirimu. InsyaAllah dengan bekal ilmu yang Ibu berikan, kamu tidak akan kekurangan dalam hidup. Kamu hanya perlu bersyukur dan fokus pada kebahagiaan diri sendiri, jangan terlalu banyak melihat ke atas."
"Terima kasih ya Bu, jika Julia punya masalah memang sudah paling benar minta pendapat Ibu. Ibu selalu menghadapi sesuatu dengan bijak. Keikhlasan Ibu dalam menjalani hidup akan Julia jadikan contoh," Julia bangga terlahir dari rahim wanita hebat ini.
"Hidup ini hanya perlu bersyukur, menerima dan Ikhlas nak. Dengan begitu seberat apapun ujian akan bisa lewati dengan hati lapang. Sudah ah ngobrolnya! Ibu jadi ngantuk karena keenakan dipijat." Mata Ibu sudah meredup.
"Hehehehe, enak ya Bu. Besok sebelum tidur Julia pijatin terus ya." Julia berbisik di telinga Ibu.
"Hmmmm iya iya .… "Ibu tenggelam dalam kantuk.
Julia menyelimuti Ibu dan kembali ke kamarnya. Lucy masih asyik dengan gawainya. Julia mengambil posisi bersiap tidur. Tak sabar rasanya untuk bangun di sepertiga malam. Urusan teramat penting ini rasanya harus ia adukan pada Sang Pencipta.
__ADS_1
"Ya Allah mudahkanlah segalanya .... "