CINTA SANG JUITA

CINTA SANG JUITA
CV Balasan


__ADS_3

Selalu ada kedamaian yang terpatri dalam jiwa setelah mengadukan segala permasalahan hidup pada sang Pencipta.


Hati Julia mantap untuk melanjutkan ta'aruf.


Septian Syaifullah, lelaki yang menampilkan diri dengan apa adanya. Tanpa ada janji muluk, realistis. Di keheningan sepertiga malam menjelang subuh Julia menyalakan laptop dan mulai mengetik biodata diri untuk CV balasan.


***


Assalamu’alaikum warahmatullah.


Bismillah. Berikut adalah CV saya yang saya tulis dengan sadar dan sejujurnya. Sebagai bentuk perkenalan diri saya sebelum memutuskan ke tahap berikutnya.


DATA DIRI



Nama : Juliana Rahmayanti


Nama Ayah : Zulkifli Aiman (rahimahumullah)


Nama Ibu : Diana Rosmah


Status : Single, belum pernah menikah


TTL: Purwokerto, 15 Juli 1996


Alamat : Komp. Air Payau No. 18B Pekanbaru


Pendidikan Terakhir :


Universitas Lancang Kuning jurusan Ilmu Pendidikan dan Keguruan.


Gambaran Fisik :


Warna Kulit : Kuning Langsat


Tipe Rambut : Hitam lurus


Warna Rambut :Hitam


Warna Mata : Hitam


Cacat Fisik : Tidak Ada


Tinggi Badan : 158 cm


Berat Badan : 45 Kg


Riwayat Penyakit : Tidak ada


Sekilas Tentang Keluarga :


Saya anak bungsu dari 2 bersaudara. Ayah saya sudah meninggal dunia sejak usia saya 3 tahun, beliau dimakamkan di Purwokerto. Ibu saya kelahiran tahun 1970. Beliau Ibu rumah tangga dan menjalankan usaha sarapan pagi kecil-kecilan. Saya punya satu orang kakak perempuan, beliau seorang apoteker.

__ADS_1


Akidah dan manhaj :


Saya belum lama dalam mendalami ilmu agama. Namun pedoman saya dalam ber-mIslam sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Dan saya berusaha mengikuti jejak keimanan dan tata cara ibadah para salafus shalih, generasi terbaik Islam.


Pekerjaan :


Saat ini saya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah kursus bahasa asing. Saya juga menjadi guru les privat sebagai sampingan.


Kondisi finansial :


Saya berasal dari keluarga sederhana, tidak lebih dan tidak kekurangan. Alhamdulillah Allah selalu mencukupi kebutuhan keluarga saya. Namun, karena Ibu saya seorang janda saya merasa terpanggil untuk membantu finansial keluarga. Karena itu, saya tidak memiliki banyak tabungan. Saya memiliki satu sepeda motor atas nama pribadi. Keluarga saya saat ini masih belum memiliki rumah pribadi, kami masih mengontrak.


Sifat Positif:


Saya orang yang gigih bekerja dan berusaha. Saya penyabar dan banyak bersyukur terhadap apa yang saya miliki.


Sifat Negatif:


Saya pelupa dan moody. Maklum perempuan, perasaannya sering terombang-ambing karena faktor hormonal. Jadi saat saya bahagia, saya akan bahagia sekali. Tapi saat sedih, saya bisa nangis berjam-jam. Dan kalau saya marah, saya lebih memilih mendiamkan orang tersebut.


Hobi yang saya suka:


Saya suka baking (membuat kue), memasak dan olahraga badminton.


Kriteria suami yang saya inginkan :


Pastinya saya mencari pria yang shalih, teguh pada Al-Qur'an dan sunnah. Mampu menjadi pemimpin dalam rumah tangga, sosok yang mengayomi saya dan menjadi sosok pengganti ayah yang tidak pernah saya rasakan. Saya berharap suami saya mampu menyayangi Ibu saya seperti Ibunya sendiri.


Saya menilai seorang pria tidak dari fisik materinya. Tapi saya menilai dari seberapa keras usaha dalam menjalankan tanggung jawabnya. Insyaallah materi bisa dicari, namun ketakwaan pada Allah tidak akan terganti. Secara fisik, saya tidak punya kriteria khusus. Yang terpenting buat saya adalah personality-nya.


Tentu saja membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah untuk mendapatkan keberkahan dan keridhaan Allah Subhanallahu wata'ala, baik di dunia maupun akhirat.


Misi Pernikahan :


Menjadi keluarga yang berakidah lurus dan berIslam secara kaffah. Saling mencintai dan menyayangi dalam ketaatan. Menghasilkan keturunan yang shalih dan shalihah yang dapat memberikan kontribusi pada umat.


Semoga apa yang saya sampaikan dalam CV ini dapat memberikan gambaran tentang diri saya. Inilah saya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Terimakasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


***


Julia mengubah format dokumen ke bentuk PDF dan menyimpannya ke dalam e-mail. Tidak lupa ia menyimpan file CV ini terlebih dahulu sebelum mematikan laptop. Sambil menunggu subuh ia membaca buku berjudul Kado Pernikahan untuk membunuh waktu.


Selepas shalat subuh Julia mengirimkan file CV-ku ke Tante Tati lewat WhatsApp.


"Assalamualaikum Tante … Setelah membaca CV Kak Septian, Ibu saya merestui untuk melanjutkan proses perkenalan. Ini CV saya untuk Kak Septian. Semoga ada kabar baik dari kak Septian setelah membaca CV saya," begitu bunyi pesan Julia.


Tak menunggu lama, ia mendapat balasan dari Tante Tati.


"Walaikumsalaam, terimakasih Jul. Sudah Tante forward file kamu ke Septian. Tante juga menunggu kabar baiknya."


"Kira-kira berapa lama Julia menunggu jawabannya ya Tante?"

__ADS_1


Tanpa sadar tangannya sudah mengetik dan mengirimkan pesan yang bernada ketidaksabaran. Jarinya bergerak lebih cepat dari otaknya. Julia menoyor kepalanya sendiri karena malu. Rasanya ia ingin meraung mengutuk kealpaannya.


"Astaga kok aku kesannya ngotot banget sih!"


Tak lama berselang muncul pesan balasan dari Tante Tati.


"Secepatnya ya Jul, Insya Allah."


"Maaf ya Tante kalau merepotkan. Terima kasih." balasnya singkat.


"Sama-sama, tidak merepotkan kok."


Julia meletakkan ponselnya di kasur. Ia hembuskan kuat-kuat nafas yang bergumul di dada.


"Ah, betapa aku sangat tidak sabaran."


Sejujurnya Julia takut Kak Septian tidak mau melanjutkan proses ini setelah membaca CV-nya, setelah tahu latar belakang keluarga Julia yang amat sangat biasa saja.


"Sudahlah, aku berusaha menjadi diriku yang apa adanya. Jodoh sudah Allah yang atur, jika memang kak Septian mundur dari proses ini berarti Allah masih memberiku kesempatan untuk memperbanyak bakti pada Ibu dan keluarga. Tidak ada ruginya."


Hanya saja hati Julia akan patah lagi, kecewa lebih dalam dan pastinya butuh waktu untuk sembuh lebih lama.


"Ah, terserahlah. Semua ku pasrahkan padamu Ya Allah. Engkaulah yang menggenggam garis hidupku. Aku percaya apapun yang Engkau lukis dalam perjalanan hidupku akan selalu indah."


***


Sesi mengajar siang telah usai. Saatnya istirahat makan siang dan sholat, Julia kembali ke ruang guru dan mengambil ponselnya yang ada di dalam loker. Guru memang tidak diizinkan membawa ponsel saat sedang mengajar. Ada enam panggilan tak terjawab dari Tante Tati. Julia membuka WhatsApp dan ada pesan beruntun dari Tante Tati.


"Jul, Septian sudah membaca CV kamu. Alhamdulillah dia sepakat untuk melanjutkan proses. Dia tadi minta nomor ponsel kamu untuk bicara mengenai nazhor. Bagaimana, boleh Tante berikan?"


"Jul, sedang mengajar ya? Tante telpon kok tidak diangkat?"


"Jul, kalau sudah ada waktu tolong kabari Tante ya …. "


Ponsel nyaris saja tergelincir dari tangan Julia yang basah karena keringat dingin.


"Alhamdulillah alhamdulillah," hanya itu yang bisa terucap lirih dari lisannya.


Sungguh pengalaman ini membuat perasaan Julia tak menentu dari gugup, bahagia dan tak percaya. Julia segera membalas pesan Tante Tati.


"Maaf Tante, tadi sedang mengajar jadi tidak bisa angkat telepon. Alhamdulilah … Silahkan Tante berikan saja nomor saya. Tidak apa-apa."


Julia meneguk air dari tumblr-nya untuk menghalau resah. Tak lama muncul pesan baru lagi dari Tante Tati.


"Oke, sudah Tante kirim nomor kamu. Mungkin sebentar lagi Septian akan menghubungi. Siap-siap ya, hihihi .… "


"What?!"


Perut Julia seketika mulas. Jantungnya bertalu-talu menunggu panggilan telepon dari Kak Septian. Julia mengatur nafas, agar suaranya nanti tidak terdengar gugup.


Ponselnya bergetar. Ada sebuah pesan masuk ke WhatsApp.


"Bismillah. Assalamualaikum, saya Septian. Saya keponakan Tante Tati yang berta'aruf dengan saudari. Untuk melanjutkan niat baik saya, bolehkah saya bicara dengan Ibu saudari?"

__ADS_1


Begitu bunyi pesan tersebut, tegas tepat pada tujuan.


Hati Julia lega lapang tak terkira. Ia tak perlu bicara langsung disaat hatinya sedang tidak tertata. Dengan senyum tersungging di bibir Julia membalas pesan dari Kak Septian dengan suka cita.


__ADS_2