CINTA SANG JUITA

CINTA SANG JUITA
Sarah's Big Day


__ADS_3

"Miss Julia, this is a package for you …. " Miss Maya staff front office kantor meletakkan bungkusan di atas meja kerja Julia. 


"Thank you Miss," dengan riang ia memeriksa paket tersebut yang ternyata paket goodie bag dari Sarah.


"You're welcome," sahut Miss Maya.


Paket tersebut berisi bahan kain khusus untuk bridesmaids di hari pernikahannya.


Kain itu berbahan sejenis satin velvet berwarna krem muda, dan ada sehelai kain brokat Perancis berwarna gold sebagai variasinya. Pasti akan jadi kombinasi yang sangat cantik. Di dalam goodie bag ada petunjuk dress code. Sarah menginginkan bridesmaids menjahit baju gamis syar'i lengkap dengan kerudung panjang. 


Tak terasa hari yang dinanti Sarah akan segera tiba. Julia ikut merasakan euforia persiapan menjelang hari pernikahan sahabatnya.


***


Gedung Balai Dang Merdu telah ramai dengan orang-orang. Suasana khas Melayu Riau sangat terasa. Para tamu undangan wanita menggunakan kebaya labuh dan baju kurung. Sedangkan tamu undangan pria menggunakan mengenakan pakaian teluk belanga dan baju kurung cekak musang lengkap dengan kain sampingnya. 


Julia berkumpul dengan bridesmaids lainnya di ruang khusus wanita. Bridesmaids Sarah adalah teman-teman dekatnya semasa SMA dan kuliah. Julia senang sekali bertemu dengan teman-teman SMA-nya dulu. Mereka jarang bisa berkumpul karena sudah punya kesibukan masing-masing. Pernikahan Sarah jadi ajang reuni melepas rindu.


Sarah telah selesai di makeup. Wajahnya kian mempesona dengan pulasan warna menyala dari kebaya songket bersulamkan benang emas dan suntiang khas Melayu. Pembawaannya anggun bagai tuan putri kerajaan. Julia takjub dengan wajah Sarah yang amat manglingi. Sungguh beruntung Kak Hasan mendapatkan Sarah yang tak hanya cantik parasnya namun cantik juga budinya.


Awalnya Sarah ingin mengenakan gamis syar'i yang sederhana untuk secara akad nikah. Tapi Mamanya berkeras harus menggunakan unsur adat untuk menghormati tradisi leluhur. Orang tua Sarah memang masih kuat memegang adat istiadat.


Agar drama menjelang hari pernikahan tidak bertambah ruwet, Sarah akhirnya sepakat untuk menggunakan adat Melayu saat akad nikah namun tetap menjaga batasan syariat saat resepsi pernikahan. Ia meminta pelaminan untuk pengantin wanita dan pria dipisah dan diberi hijab. Praktis, sang pengantin tidak duduk bersanding berdua. Melainkan mereka duduk di pelaminan ditemani orang tuanya masing-masing.


Sarah juga meminta acara resepsi tidak menggunakan tarian, band ataupun live music sebagai hiburan. Melainkan Sarah meminta anak-anak dari MDA di lingkungan rumahnya untuk bersya'ir dengan tabuhan rebana untuk sesi acara hiburan. Agar suasana resepsi tetap meriah, Sarah meminta diputar nasyid tanpa musik selama acara berlangsung.


Sambil menunggu calon pengantin lelaki tiba, Sarah masih sempat bercanda dengan teman-temannya sebelum wajahnya berubah sendu. 

__ADS_1


"Aku nggak nyangka, planning untuk buka butik batal karena keduluan dilamar. Satu sisi aku senang, tapi disisi lain aku merasa ada yang hilang. Aku pasti akan rindu banget sama kalian. Rindu melakukan hal-hal konyol bersama," Sarah memandangi wajah teman-temannya satu persatu.


"Kita manusia hanya bisa berencana, namun rencana Allah pasti yang terbaik. Insya Allah kalau semua sudah settle, kamu masih bisa buka butik, tenang aja .… " Sahut Utami bijak.


"Kami juga bakal rindu kamu, tapi kami bahagia karena diantara kita kamu duluan yang nikah. Jangan lupa sama kami ya .… " Ujar Julia mewakili teman-teman.


"Nggak mungkin aku lupain kalian, kita tetap bakal bisa ngobrol panjang lebar di grup chat. Sini peluk aku dulu!" Sarah mengembangkan kedua tangannya lebar-lebar.


Mereka menyambut Sarah dengan pelukan erat dan hangat. Tak lupa seorang fotografer wanita mengabadikan momen ini dengan jepretannya. Acara peluk-pelukan bersambung dengan foto-foto narsis ria berjamaah. 


Bukan tanpa alasan Sarah tampak mellow, selepas acara resepsi Sarah akan berbulan madu ke Turki yang dilanjutkan dengan menunaikan ibadah Umroh ke Mekkah-Madinah. Setelah itu ia akan diboyong ke Provinsi lain tempat Kak Hasan ditugaskan. Begitulah nasib menjadi istri PNS, harus siap sedia mendampingi suami kemanapun ia pergi.


"Check … check … satu dua tiga," MC mengecek suara dari mic.


"Dimohon untuk kedua keluarga mempelai agar memasuki gedung, karena iring-iringan mempelai Pria telah sampai dan bersiap untuk prosesi akad nikah," lanjut MC tersebut.


Sarah mendadak terlihat tegang. Ia meminta MUA memeriksa riasan wajahnya sekali lagi. Ia merapikan busana adatnya, memastikan diri tampak pantas. Ia lalu mengambil tempat duduk di pelaminan wanita, di kanan kiri ada mamanya dan Ibu Kak Hasan yang menemani.


Di layar tampak iring-iringan kedatangan mempelai Pria yang dimeriahkan dengan tabuhan kompang. Kak Hasan dan ayahnya tampak gagah dengan pakaian teluk belanga dan tanjaknya. Para groomsmen berjalan beriringan membawa nampan-nampan yang berisi seserahan untuk mempelai wanita. 


"Sebelum kita mulai prosesi akad nikah, mari kita mendengarkan khutbah nikah terlebih dahulu dari Pak Penghulu yang disambung dengan tilawah Al-Qur'an yang dibacakan oleh mempelai pria," MC mulai memandu acara.


Usai Penghulu membacakan khutbah nikah, terdengar lah suara yang halus namun dalam membacakan ta'awudz. Kak Hasan membacakan surat Ar-Rahmah yang menerangkan tentang kemurahan Allah Subhanahu wata'ala kepada hambaNya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti. Kak Hasan membacakan ayat-ayat tersebut dengan tartil, menyentuh hati siapapun yang mendengarnya. Suasana begitu hening dan sakral.


Lalu dimulailah prosesi pemindahan tanggung jawab antara Kak Hasan dan Papa Sarah. Pak Penghulu memimpin prosesi akad nikah, disertai dua orang saksi. Dengan posisi saling bersalaman Papa Sarah memulai lafal Ijab-nya.


“Ananda Hasan Saputro bin Ali Khairan saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya Sarah Fadhliati binti Ruslan dengan maskawinnya berupa logam mulia seberat 25 gram, tunai!”

__ADS_1


“Saya terima nikah dan kawinnya Sarah Fadhliati binti Ruslan dengan maskawinnya berupa logam mulia seberat 25 gram, tunai!” Kak Hasan melafalkan Kabul dengan tegas dalam satu tarikan nafas.


"Barrakallahu … sah!" para saksi tampak puas dan lega.


"Alhamdulillah, sah!"


"Barrakallahu lakamwa barraka 'alaina wa jama'a baina kuuma fii Khair."


Para hadirin bersahutan mengucapkan doa keberkahan kepada pengantin baru.


Sarah mengucapkan hamdalah lalu berpelukan dengan Ibu Kak Hasan dan mamanya. Tampak Mama Sarah berulang kali menghapus air yang menggenang di sudut mata. Sarah pun tenggelam dalam pelukan Mamanya. Hadirin larut dalam suasana haru dan sakral.


Julia turut mengusap matanya yang berembun dengan tissue, terharu karena sahabatnya telah bertemu dengan teman hidup sepanjang hayat yang insya Allah pilihan yang terbaik dari Allah.


Dan, belum pernah Julia menyaksikan acara akad nikah sesakral ini sebelumnya. Di mana mempelai pria dan wanita benar-benar akan di pertemukan setelah akad dilangsungkan.


Kak Hasan memasuki area pelamin wanita. Untuk pertama kalinya Sarah dan Kak Hasan berjabat tangan secara halal. Sarah terlihat malu-malu dan salah tingkah saat menggapai tangan Kak Hasan untuk dicium. Para hadirin wanita tak sanggup menahan diri untuk bersorak, gemas dengan kecanggungan dua sejoli.


Kak Hasan meletakkan tangannya ke ubun-ubun Sarah dan melafalkan do'a,


"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”


Yang bermakna, ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).


Fotografer tak henti-hentinya menangkap momen ini. Para hadirin pun tak mau ketinggalan. Kilatan blitz kamera profesional dan amatiran saling menyambar, berkelap-kelip di pandangan. Julia tak mau ketinggalan untuk turut mengabadikan momen ini dengan kamera ponselnya.


Pada akhirnya Julia mendo'akan Sarah setulus hati.

__ADS_1


"Selamat menempuh hidup baru sahabatku Semoga saling mencintai hingga ke syurga. Semoga kita bisa berkumpul lagi di waktu yang lebih baik. Semoga aku pun bisa merasakan manisnya cinta yang halal sepertimu, InsyaAllah .... "


 


__ADS_2