
Alfarian Wiratmaja adalah seorang pengusaha muda berusia 29 tahun. Pria jakung berkulit sawo matang dan berwajah tampan. Pria yang sering disapa dengan Alfa itu merupakan putra kedua dari pasangan Wiratmaja dang Maurencia.
Wiratmaja adalah direktur dari sebuah perusahaan di bidang kosmetik. Alfa sebenarnya pria blasteran Indonesia Australia. Sang papa asli Indonesia sedangkan mamanya dari Australia. Namun wajah Alfa sama sekali tidak ada yang mirip dengan mamanya. Mungkin hanya hidungnya saja yang mancung. Sedangkan Vania, kakak Alfa wajahnya lebih dominan mirip dengan mamanya yaitu bule.
Sejak dua tahun yang lalu Wiratmaja sudah menyerahkan kepemimpinan perusahaan pada putra keduanya. Karena kakak perempuannya Vania Wiratmaja memilih mengikuti suaminya ke luar negeri dan juga seorang designer. Jadi Alfa adalah salah satu harapan papanya yang bisa dipercaya untuk menggantikan posisinya.
Alfa terkenal sebagai seorang pria yang sangat ramah terhadap siapa pun tak terkecuali pada para wanita. Hingga gelar playboy pun akhirnya tersemat pada dirinya.
Wiratmaja mengetahui bahwa putranya adalah tipe pria yang sering main perempuan. Namun, saat menyerahkan jabatan sebagai pemimpin perusahaan, dia memberi ultimatum pada Alfa agar berhenti dari dunia malamnya dan fokus pada perusahaan. Kalau sampai Alfa gagal memimpin perusahaan, maka Alfa akan dikirim ke Australia di negara mamanya berasal. Alfa yang kala itu mendengar ancaman papanya sekatika bergidig ngeri karena dirinya sangat tidak suka jika harus tinggal di Australia.
Jadi, mau tidak mau Alfa harus fokus dengan perusahaan dan berhenti bermain dengan wanita di tempat hiburan malam. Satu tahun menjalankan perusahaan, dia sudah menunjukkan pada Papanya bahwa dirinya sudah mampu mengendalikan perusahaan. Papa dan Mamanya sangat bangga akan hal itu.
Alfa dan Laura pertama kali bertemu saat di mall. Kala itu Laura sedang memburu tas branded yang sudah menjadi incarannya. Namun dia kalah cepat dengan orang lain hingga dia harus pulang dengan rasa kekecewaan mendalam. Dari jauh Alfa sudah melihat Laura. Dia tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Laura karena Laura berjalan dengan pandangan kosong.
“nona, hati-hati kalau berjalan jangan melamun!” Alfa tiba-tiba memperingatkan Laura
“apa urusan anda?”
“saya hanya mengingatkan anda agar berhati-hati”
Namun beberapa detik kemudian Laura tiba-tiba menangis. Alfa saat itu sangat terkeejut. Karena tidak ingin dilihat banyak orang dan dikira dirinya menyakiti Laura, maka Alfa menarik tangan Laura untuk duduk di sebuah foodcourt yang ada di mall itu.
Setelah Alfa memberikan minuman pada Laura, Laura sudah sedikit lebih tenang dan tidak menangis lagi. Alfa memberanikan diri untuk menanyakan pada Laura kenapa dirinya tiba-tiba menangis. Tapi sebelum itu Alfa memperkenalkan dirinya.
“ehmm… maaf nona, perkenalkan dulu saya Alfa” ucapnya sambil mengulurkan tangan
“saya Laura” jawab Laura datar
“maaf, kenapa tadi anda tiba-tiba menangis?”
__ADS_1
“tas branded incaranku diambil orang”
“apa??” Alfa melongo tidak percaya
Akhirnya Alfa memberikan solusi yaitu memesankan tas yang diinginkan oleh Laura melalui suppliernya langsung. karena Alfa mempunyai kenalan disana. Laura sangat senang mendengarnya. Dari situlah mereka berdua awalnya bertukar no ponsel dan akhirnya menjadi dekat.
Alfa saat itu hanya menganggap Laura teman saja karena dia sudah berjanji pada Papanya untuk berhenti bermain wanita. Namun saat Laura dengan kesungguhannya menyatakan cintanya pada Alfa terlebih dahulu membuat Alfa sedikit goyah. Baru kali ini dia merasa dicintai oleh seorang wanita. Biasanya dia yang terlebih dulu mencintai wanita.
Melihat sifat Laura yang merupakan wanita yang baik meskipun sedikit manja, dan kedekatannya hingga menjadi sangat akrab akhirnya Alfa menerima cinta Laura. Menurut Alfa, Laura juga sangat suka dengan barang branded atau bisa dikatakan wanita matrealistis. Tapi bagi Alfa tidak masalah. Selama ini juga Laura sering membeli barang itu dengan uangnya sendiri. Dan saat sudah resmi menjadi kekasihnya, Alfa juga tidak akan keberatan untuk membelikan barang branded yang Laura inginkan selama dia masih mampu.
Hubungan Alfa dan Laura sudah berjalan hampir satu tahun. Namun orang tua Laura kurang setuju dengan Alfa karena mengetahui Alfa yang dulunya suka sekali bermain wanita.
Alfa tidak peduli, baginya yang penting dirinya dan Laura saling mencintai. Alfa juga sering ke kantor Laura yang tak lain kantor Papanya Laura juga. Alfa tidak peduli jika papanya Laura akan marah padanya. Nyatanya selama ini saat dirinya datang ke kantor Laura juga tidak pernah ditegur oleh Tuan Wilson jadi dia santai saja.
Namun beberapa hari yang lalu, sikap Laura sangat aneh tidak seperti biasanya. Alfa merasa kalau Laura mulai mengacuhkannyaa. Akhirnya dia menyelidiki langsung apa yang sebenarnya terjadi dengan kekasihnya. Alfa sangat marah saat mengetahui kekasih yang dia cintai sudah berani mencoba menghianatinya dengan pria lain. Dia tidak tahu pasti apa hubungan kekasihnya dengan seseorang sangat sangat terkenal di dunia bisnis akhir-akhir ini yaitu Angga.
Alfa menemukan cara bagaimana agar Laura tidak mengacuhkannya yaitu dengan memanfaatkan kelemahannya. Kelemahan Laura sangat tidak bisa menolak untuk diajak berhubungan badan dan dengan diiming-iming barang-barang branded.
“aku mau kamu cari tahu hubungan Laura dengan pria itu”
ucap Alfa pada seseorang melalui panggilan telepon.
***
Laura melirik jam pada pergelangan tangannya. Sebentar lagi waktunya makan siang. Dia segera keluar dari ruangannyaa. Karena memang pekerjaannya sudah selesai. Dia ingin membeli makanan di sebuah resto. Dia membeli makan untuk makan siangnya bersama Angga.
Ya, Laura sudah berencana akan mengajak Angga makan siang. Dia mempunyai ide, yaitu dengan membawa makanan ke kantor Angga pasti Angga tidak akan menolaknya karena tidak tega.
Kini Laura sudah berada di kantor Angga. Dia sudah menenteng paper bag yang berisi makanan yang sudah dia beli tadi. Laura segera masuk ke ruangan Angga. Karyawan di perusahaan Angga sudah mengetahui siapa Laura jadi mereka hanya bersikap sopan saat bertemu Laura. Dan juga tidak melarang Laura untuk masuk ke ruangan Angga.
__ADS_1
Tok tok tok..
Ceklek
Laura masuk ke ruangan Angga saat Angga sedang sibuk dengan layar laptop di hadapannya.
“selamat siang Tuan Angga” sapa Laura ramah
“selamat siang nona Laura” Angga yang sedang fokus dengan pekerjaannya sangat terkejut dengan kedatangan Laura secara tiba-tiba.
“maaf. Apa kita ada janji meeting hari ini nona Laura?”
“tidak. Saya hanya ingin mengajak anda makan siang saja”
“maaf saya tidak bisa. Setelah ini saya ada meeting dengan klien sekaligus makan siang bersama” tolak Angga secara halus.
“padahal saya sudah membawakan makanan untuk anda” ucap Laura lesu sambil menunjukkan paper bag yang dia bawa.
Angga akhirnya tidak tega. Dengan terpaksa akhirnya dia menyetujui ajakan makan siang Laura.
“ehm.. baiklah kita makan siang bersama”
“benarkah?” Tanya Laura dengan mata berbinar.
.
.
.
__ADS_1
*TBC