Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 67


__ADS_3

Mike masih terdiam dan berpikir. Apakah dia mampu menjalankan perusahaan milik sahabatnya. Meskipun dibantu dengan Mario tapi rasanya Mike tidak sanggup jika harus memimpin perusahaan besar milik Angga.tapi Mike berpikir ulang saat mendengar cerita Angga bahwa dia akan tinggal menetap di luar negeri bersama istrinya. Bukan untuk berlibur atau honeymoon melainkan untuk menyembuhkan Viviane dari traumanya.


Ya, Angga meminta Mike untuk menjalankan perusahaannya yang entah sampai kapan. Angga memutusakn untuk tinggal di luar negeri berdasarkan dari saran salah satu temannya yang beberapa hari yang lalu ia hubungi untuk menanyakan cara mengatasi trauma seseorang.


Salah satu teman Angga yang merupakan seorang psikiater menyarankan agar Angga membawa istrinya tinggal sementara waktu di Swiss. Tempat dimana temannya itu memiliki klinik kecil khusus menangani kesehatan mental. Dan menurut teman Angga, Swiss adalah salah satu negara yang bebas dari polusi. Jadi udaranya sangat bagus dan suasananya sangat tenang dan nyaman untuk terapi seseorang yang mengalami gangguan mental ataupun trauma.


Awalnya Angga menolak. Dia berpikir temannya menganggap Viviane gila. Tapi setelah temannya meyakinkan bahwa orang yang sedang mengalami gangguan mental, psikis ataupun trauma dan sejenisnya bukan berarti gila.


Dan akhirnya Angga keputusan Angga sudah bulat untuk membawa Viviane tinggal disana dan meminta Mike memimpin perusahaannya. Karena hanya Mike lah satu-satunya orang yang sangat bisa dipercaya oleh Angga.


“Kamu mau berangkat kapan?” Tanya Mike memecah keheningan.


“Mungkin bulan depan. Aku juga belum mengurus paspor untuk Viviane. Dan masih ada beberapa urusan di kantor yang harus aku selesaikan terlebih dulu.” Jawab Angga.


“baiklah. Semoga Viviane segera sembuh dari traumanya.” Ucap Mike kemudian.


Suasana dalam ruangan itu kembali hening. Mike tidak menyangka akan perjalanan cinta sahabatnya saat ini. Angga yang dulu sangat terkenal sebagai seorang cassanova yang sering berganti-ganti teman kencan, kini kehidupannya berubah 180 derajat hanya karena satu orang wanita. Mike tidak menyangka cintanya pada Viviane begitu besar. Mike sempat ikut berbahagia saat mendengar sahabatnya sudah menikahi Viviane. Tapi setelah ada kejadian seperti ini, rasanya kesabaran Angga benar-benar sedang diuji. Mike sangat salut dengan usaha Angga yang ingin menyembuhkan istrinya dari trauma itu.


Setelah itu Mike memutuskan untuk pulang. Angga juga meminta agar mulai besok Mike datang ke kantornya untuk memberitahukan pekerjaan apa saja yang harus dia handle selama dirinya nanti tinggal di Swiss. Mike mengangguk kemudian pamit pulang.


“Apa Viviane tidur Bi?” Tanya Angga pada Bi Asih.


“Tidak Tuan. Non Vivi sedang duduk di balkon kamar.” jawab Bi Asih.


Kemudian Angga masuk ke dalam kamar. dia melihat Viviane sedang duduk di kursi yang ada di balkon. Tampak Viviane sedang melamun.


“Ehm, Vi! Apa aku mengganggu?” ucap Angga yang sudah berada di balkon.

__ADS_1


Viviane tidak menjawab dengan suara melainkan dengan gelengan kepala. Kemudian Angga ikut duduk di kursi yang berada di samping Viviane. Viviane masih sibuk dengan lamunannya. Sedangkan Angga melihat wajah Viviane dari samping.


“Apa kamu ingin jalan-jalan?” Tanya Angga.


“Apa boleh?” Tanya Viviane.


Angga bingung dengan pertanyaan Viviane. Jadi apakah selama ini Viviane menganggap dirinya mengurung istrinya di dalam apartemen dan tidak memperbolehkannya keluar sama sekali. Angga merutuki kebodohannya karena selama ini menganggap istrinya takut dengan dunia luar.


“Maaf. Bukan aku tidak memperbolehkan kamu Vi. Jadi kamu mau jalan-jalan kemana?” Tanya Angga tanpa memberikan alasan yang tepat.


“Aku ingin pergi ke pantai.” Jawab Viviane tanpa melihat wajah Angga.


“Baiklah besok pagi kita akan pergi ke pantai. Tapi dengan syarat.” Ucap Angga memancing reaksi Viviane.


“Kalau nggak ikhlas ngajak lebih baik tidak usah.” Jawab Viviane cemberut dan Angga tersenyum tipis.


Viviane menoleh ke arah Angga. Dia pikir Angga meminta syarat yang aneh-aneh tapi ternyata hanya meminta senyuman saja. Dengan sedikit menarik sudut bibirnya akhirnya Viviane tersenyum pada Angga. Hati Angga menghangat bisa melihat senyuman orang yang sangat dia cintai. Setelah itu Angga meraih kepala Viviane ke dalam pelukannya. Dan Viviane pun menurut.


“Apa kamu mau keluar? Kita akan belanja pakaian dulu. Karena pakaian kamu tidak banyak.” Ajak Angga dan Viviane mengagguk setuju.


Setelah itu Angga mengajak Viviane masuk ke dalam kamar untuk berganti baju karena Angga akan megajak Viviane untuk pergi ke pusat perbelenjaan.


Kini Angga sudah berada dalam mobil dengan Viviane. Sebelum menjalankan mobilnya, Angga memegang lembut tangan Viviane agar bisa sedikit rileks. Jujur saja Angga sedikit khawatir jika nanti di mall Viviane bertemu dengan Alfa yang akan membuat Viviane kembali histeris. Tapi Angga berjanji akan selalu melindungi Viviane.


Setelah itu Angga menjalankan mobilnya menuju mall. Viviane tampak terdiam sambil melihat ke luar jendela. Dia melihat keramaian kota J. kota yang pernah ia singgahi dulu. Tiba-tiba saja tubuh Viviane menegang, Angga dapat melihatnya kemudian meraih tangan Viviane dengan lembut. Angga menepikan mobilnya di jalan yang sepi. Dia memberikan botol air mineral pada Viviane.


“Minumlah dulu!” perintah Angga.

__ADS_1


“Apa kamu yakin kita akan tetap pergi ke mall?” Tanya Angga.


“iya” jawab Viviane.


Setelah itu Angga melanjutkan perjalanannya menuju mall. Dan beberapa menit kemudian mobil Angga sudah berhenti di salah satu pusat perbelanjaan di kota J. Angga menggandeng tangan Viviane sambil berjalan masuk ke mall.


Angga mengajak Viviane ke outlet yang menjual pakaian wanita. Dia membiarkan Viviane memilih baju yang sesuai dengan seleranya. Viviane tampak antusias saat memilih beberapa baju yang ia suka. Setelah selesai, Angga segera membayar baju-baju yang dibeli Viviane. Setelah itu mengajak Viviane menuju foodcourt untuk makan.


Namun saat keluar dari outlet baju wanita, tiba-tiba ponsel Angga berdering. Angga meminta ijin pada Viviane untuk mengangkat ponselnya dulu dan Viviane mengangguk. Karena suasana mall sangat ramai, Angga berusaha mencari tempat yang sedikit sepi untuk lebih jelas mendengar suara orang yang sedang meneleponnya.


Viviane masih berada di tempat yang sama sambil melihat sekeliling mall yang tampak ramai pengunjung.


“Viviane!!” panggil lirih seseorang dari belakang Viviane.


Viviane yang samar-samar mendengar suara itu perlahan menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya. Viviane tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suaminya di mall ini. Tapi dia hanya bisa terdiam tanpa menjawab panggilan Edwin.


“Vi, bagaimana kabarmu? Aku rindu kamu.” Ucap Edwin berjalan mendekati Viviane.


“jangan ganggu istriku!! Ayo Sayang kita pulang sekarang.” ucap Angga tiba-tiba.


Edwin sangat terkejut saat melihat sekaligus mendengar ucapan Angga yanga mengatakan bahwa Viviane adalah istrinya. Edwin tidak percaya bahwa secepat itu mantan istrinya menikah lagi setelah perceraiannya beberapa bulan yang lalu. Padahal Edwin sangat bahagia saat melihat Vivciane berada di mall yang sama. Namun Edwin harus menerima kenyataan pahit bahwa mantan istrinya sudah dimiliki oleh seseorang.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2