Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 89


__ADS_3

Semenjak kepulangannya ke kota J, perasaan Angga semakin tidak karuan. Dia sangat merindukan istrinya namun egonya masih belum terima tentang masa lalu istrinya dengan Andrew.


Mike yang mengetahui kepulangan sahabatnya tapi belum juga ke kantor, dia segera mendatangi Angga ke apartemennya. Mike juga bingung dengan apa yang sedang terjadi dengan Angga. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Mario, beberapa hari yang lalu Mario menjemput Angga di bandara. Dan Angga hanya seorang diri tanpa istrinya. Hal itu semakin membuat Mike penasaran atas apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya itu.


Cklek


Angga membuka pintu apartemennya setelah ada seseorang menekan bel. Angga melihat ternyata Mike yang datang. Kemudian dia mempersilakan Mike masuk.


“Sorry aku belum sempat ke kantor.” ucap Angga setelah mempersilakan Mike duduk.


Mike hanya mengangguk. Dia melihat raut muka Angga yang tidak biasa. Dia ingin menanyakan langsung pada Angga namun dia masih sungkan.


“Bagaimana kabar kamu? Aku nggak tahu kalau kamu sudah pulang kalau saja Mario tidak bilang.” Ucap Mike.


“Aku baik. Iya memang mendadak jadi tidak sempat memberitahu kamu.” Jawab Angga.


“Apa kamu pulang kesini hanya sementara dan akan kembali lagi ke Swiss?” pancing Andrew.


“Nggak. Aku akan disini terus dan tidak akan kembali lagi ke Swiss.” Jawab Angga sambil menampakkan wajah gusarnya.


“Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi? Kemana istri kamu sekarang?” Tanya Mike yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya.


Bukannya menjawab, Angga hanya terdiam dengan wajah yang begitu keruh dan pandangannya lurus ke depan. Entah dia ingin mulai dari mana menceritakan masalahnya dengan Mike. Dia sungguh bingung. Terlebih bingung bagaimana cara menyikapi takdir yang telah terjadi pada rumah tangganya.


“Apapun yang akan kamu ceritakan, aku akan selalu mendengarkan. Kamu sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Kamu bisa membagi keluh kesahmu padaku Ngga!” ucap Mike.


“Terima kasih Mike.” Jawab Angga.


Angga menyugar rambutnya ke belakang. Kemudian mencengjeram kepalanya sendiri seolah beban yang sedang ia pikul begitu berat. Setelah itu Angga menari nafas dalam dan menghembuskannya.


“Andrew meinggal. Dia kecelakaan.” Ucap Angga singkat.


“Apa? Kapan? Kenapa kamu tidak memberitahuku?” Tanya Mike yang begitu terkejut mendengar sahabatnya meninggal. Apalagi Angga tidak memberitahukan kabar duka itu. Apa yang sebenarnya terjadi.


Angga tidak menjawab. Dia masih bingung. Dia sebenarnya enggan membahas maslah Andrew. Lagian dia sudah meninggal. Buat apa lagi membicarakan orang yang sudah meninggal.

__ADS_1


“Apa kematian Andrew ada kaitannya dengan kamu?” Tanya Mike lagi karena semakin penasaran.


Angga menggeleng. Kemudian dia menceritakan semuanya. Karena dia juga sudah bising mendengarkan banyak pertanyaan dari Mike. Angga menceritakan kematian Andrew yang murni kecelakaan tunggal. Namun ada kabar mencengangkan yang sangat tidak dia sangka setelah kematian Andrew. Yaitu istrinya pernah ada hubungan dengan Andrew di masa lalu. Apalagi hubungan itu adalah hubungan yang membuat Angga terbakar amarah sekaligus cemburu. Bahkan Andrew mengakui masih mencintai istrinya, yang sempat ia tulis dalam surat wasiatnya sebelum meninggal. Andrew juga mewariskan semua harta kekayaannya pada anaknya nanti.


Mike sangat terkejut. Memang dia sudah tahu tentang masa lalu Viviane yang pernah menjalani ONS semasa kuliah di Singapore dulu. Namun Mike tidak menyangka kalau salah satu partenernya adalah sahabatnya sendiri, Andrew.


“Lalu kemana istri kamu sekarang?” Tanya Mike kemudian.


“Di rumah ibunya.” Jawab Angga datar.


“Di kota B? dan kamu biarkan dia disana sendiri?” Tanya Mike dan Angga mengangguk.


“Apa istri kamu juga mencintai Andrew?” Tanya Mike lagi.


Angga mengatakan kalau saat itu istrinya sudah meminta maaf dan mengakui kalau sama sekali tidak pernah mencintai Andrew. Hubungannya dengan Andrew dulu hanya hubungan yang saling menguntungkan.


“Lantas kenapa kamu meninggalkan dia disana dengan ibunya saja Ngga? Apa kamu akan membiarkan istri kamu kembali dengan Andrew? Lebih tepatnya mayat Andrew yang sudah bersemayam dalam kuburnya? Kamu mikir nggak sih kalau istri kamu itu sedang mengandung? Dia sangat butuh sosok suami yang selalu berada di sampingnya. Kenapa kamu jadi bodoh seperti ini?” ucap Mike dengan amarah yang menggebu.


“Kenapa kamu jadi menyalahkan aku? kamu tidak tahu bagaimana perasaanku setelah mengetahui kenyataan pahit itu. Aku tidak terima Viviane pernah menjalin hubungan dengan Andrew.” Ucap Angga sengit.


“Aku sudah memaafkan Andrew. Aku tidak terima karena Viviane telah menyembunyikan semuanya dariku.” Bentak Angga.


“Gila kamu Ngga. Kamu benar-benar nggak waras. Kamu tahu istri kamu tidak menceritakan semua itu? Kamu tahu kalau dia memang sengaja menyembunyikan semua itu? Itu karena dia menjaga perasaan kamu. Menjaga hati kamu. Bodoh!!!” ucap Mike.


Angga terdiam mencerna kata-kata Mike. Benarkah istrinya menyembunyikan semua itu hanya karena mencaga hatinya.


“Jemput istri kamu sebelum semua terlambat. Ingat pengorbanan kamu selama ini. aku nggak akan menganggap kamu sebagai teman lagi jika sampai kamu melepaskan Viviane. Camkan itu.” Ucap Mike kemudian segera pergi meninggalkan Angga.


***


Sementara itu Viviane terlihat sangat sedih semenjak suaminya pergi tanpa pamit. Ibunya sudah mengetahui semuanya. Meskipun begitu Viviane mencoba untuk berusaha tegar. Dia sudah menguatkan hatinya jika suaminya nanti memutuskan hubungan ini. Viviane hanya fokus dengan calon anak yang ada dalam rahimnya saat ini.


“kamu yang kuat ya Sayang. Kita hadapi dunia ini berdua. Mama yakin kita pasti kuat. Ah… Mama sudah nggak sabar menantikan kelahiran kamu.” Ucap Viviane sambil mengusap perutnya.


Ting tong

__ADS_1


Terdengar bel rumah berbunyi. Kebetulan Viviane sedang berada di rumah sendiri karena ibunya sedang berada di tokonya. Viviane segera beranjak dan membukakan pintu untuk tamu yang sedang berkunjung ke rumahnya.


Cklek


“Selamat siang Nona cantik!! Sapa seorang pria.


“Bang Alfa!!!” teriak Viviane dan segera berhambur memeluk Alfa.


Hubungan Alfa dan Viviane samakin akrab layaknya adik dan kakak. Alfa yang sempat mendengar kabar kepulangan Viviane ke Indonesia beberapa hari yang lalu, dan baru sempat hari ini mendatangi Viviane. Karena kesibukan di kantornya lah yang membuat dia harus menunda rasa rindu untuk bertemu dengan Viviane.


“Yuk masuk dulu Bang!” ajak Viviane.


“Apa kabar kamu Vi? Sorry baru sempat datang.” Ucap Alfa.


“Aku baik-baik saja.” Jawab Viviane.


“Oh iya, ini aku bawakan beberapa makanan sehat untuk bumil. Bagaimana kandungan kamu? Apa calon keponakanku sehat dan tidak berulah.” Tanya Alfa.


“Ah jelas dong. Dia kan anak kuat sama seperti Mamanya.” Jawab Viviane sambil tersenyum. Namun ada sedikit gurat kesedihan dalam wajahnya.


“Kemana Angga? Ko’ dari tadi aku nggak lihat dia? Apa dia tidur? Ck… siang-siang begini tidur.” Ucap Alfa tanpa beban dan tidak melihat perubahan wajah Viviane.


Namun seketika Alfa terkejut saat melihat air mata Viviane meluncur begitu saja setelah dia menanyakan keberadaan Angga.


“Vi, kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Maaf, apa aku telah melakukan kesalahan?” Tanya Alfa cemas.


“Mas Angga pergi!” ucap Viviane dengan air mata yang semakin deras mengalir ke wajah cantiknya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2