
Sebulan berlalu. Semenjak bertemu dengan Edwin saat itu, Angga sudah memutuskan untuk tinggal di rumah utama untuk sementara waktu. Karena itu demi kebaikan orang yang dia cintai dan sayangi. Siapa lagi kalau bukan Viviane.
Sebenarnya Angga tersiksa tinggal di rumah utama. Selain tidak bisa bertemu dengan Viviane. Angga juga selalu teringat dengan mendiang mamanya. Tapi untuk papanya, Angga sama sekali sudah tidak menganggap orang yang telah menghancurkan hidupnya itu sebagai seorang ayah. Bahkan Angga sudah tidak pernah mengetahui bagaimana kabar papanya di penjara.
Sementara itu, kini Viviane sedang berada di rumah mertuanya. Sudah dua hari ini suaminya pergi ke kota K. entahlah ada masalah apa yang membuat Edwin sering berkunjung ke kantor cabang dimana dirinya dulu pertama kali bertemu dengan Edwin.
Tiap Viviane menanyakan, Edwin selalu bilang baik-baik saja. Hanya saja perusahaan disana saat ini sedang membutuhkan pantauannya. Bahkan Papanya juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena bagi Nico itu sudah menjadi tanggung jawab Edwin. Jika Edwin kesulitan menanganinya, maka sang Papa akan ikut turun tangan untuk membantunya.
Hari ini di rumah mertua Viviane sedang diadakan arisan ibu-ibu sosialita. Sejak pagi Viviane sudah sibuk membantu Sonya mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu-tamunya. Sonya juga meminta Viviane agar nanti ikut dalam acara arisan tersebut. Karena dia ingin mengenalkan menantunya pada teman-temannya.
Tok tok tok
“Ya Ma?” Tanya Viviane pada Sonya yang baru saja mengetuk pintu kamarnya.
“cantik sekali menantu Mama ini. Ayo sudah siap?” ucap Sonya.
“Mama juga cantik. Iya Ma, Vivi sudah siap.” Ucap Viviane kemudian.
Setelah itu Sonya mengajak Viviane menuju ruang tamu untuk menyambut tamu yang mulai berdatangan. Malam ini penampilan Viviane sangat sempurna. Dia sangat cantik dan elegan. Teman-teman sosialita Sonya juga memuji kecantikan Viviane.
Para tamu yang datang sebagian ada yang mengajak anak perempuan mereka. Jadi Sonya juga mengenalkan Viviane pada anak teman-temannya. Mereka saat ini sedang menikmati hidangan sambil menunggu beberapa tamu yang belum datang.
“Selamat malam semua!” Sapa Rachel yang tak lain Mama Laura yang baru saja datang.
“Ayo sini kumpul! Tumben kamu datang terlambat?” Tanya Sonya.
“Iya nih gara-gara Laura tuh yang kelamaan dandannya.” Jawab Rachel sedikit cemberut.
Viviane yang mendengar nama Laura disebut sontak pandangannya menuju ke arah pintu. Dan benar saja Laura ikut hadir juga. Viviane bingung bagaimana harus bersikap jika bertemu Laura. Sepengetahuan Sonya dan Rachel, hubungannya dengan Laura sangat baik-baik saja. Mereka tidak tahu jika Viviane selama ini berusaha mati-matian menghindari Laura.
“Wah keponakan tante yang satu ini cantik sekali malam ini!” puji Sonya.
“Berarti selain malam ini Laura nggak cantik dong tante?” Tanya Laura cemberut.
Sontak semua orang yang disana tergelak mendengarkan perkataan Laura. Viviane melihat Laura sambil tersenyum tipis. Tapi tidak dengan Laura, dia melihat Viviane dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian acaranya dimulai. Semua ibu-ibu sosialita tampak mengeluarkan uang dolar mereka masing-masing untuk segera dikumpulkan. Viviane hanya diam saja. Sesekali dia ikut ngobrol dengan salah satu anak teman mertuanya. Sedangkan Laura menatap sinis ke arahnya.
“kamu istrinya Mas Edwin ya?” Tanya Memey salah satu anak teman Sonya.
“Iya.” Jawab Viviane.
“beruntung sekali ya Mas Edwin punya istri cantik dan pintar seperti kamu.” Puji Memey.
“Ah kamu jangan bilang gitu Mey.” Ucap Viviane malu-malu.
“Justru yang beruntung itu dia bukan Mas Edwin. Sudah dapat suami tampan, kaya, baik hati lagi.” Celetuk Laura tiba-tiba.
Viviane sangat terkejut mendengar ucapan Laura. Bahkan Memey pun tampak bingung apa yang dimaksud oleh Laura.
Bahkan Laura tidak segan-segan menjelek-jelekkan Viviane di depan Memey dan anak teman mertuanya yang lainnya. Laura juga mengatkan bahwa Viviane sudah beruntung mendapatkan Edwin namun masih saja mengharapkan mantan kekasihnya kembali padanya yang kini statusnya telah menjadi kekasih Laura. Sungguh Viviane terkejut dengan fitnah yang dikatakan oleh Laura.
“Cukup Ra! Apa maksud kamu bilang seperti itu. Aku sangat mencintai Mas Edwin. Hanya dia satu-satunya lelaki yang aku cintai. Tidak ada yang lain.” Ucap Viviane penuh penekanan.
“Ada apa ini?” Tanya Sonya yang baru datang. Dan diikuti oleh ibu-ibu lainnya karena mendengar keributan.
“Sayang apa sih maksudnya? Mama nggak ngerti.” Tanya Rachel dan berusaha menenagkan Laura.
“Apa yang Laura bilang memang benar Ma. Apa Tante tahu kalau Mas Angga itu adalah mantan kekasih menantu Tante ini? Apa Tante juga pernah dengar pengusaha yang bernama Wijaya?” Tanya Laura.
“Cukup Ra!!!” teriak Viviane sambil berderai air mata.
Sonya memeluk menantunya dan menenangkannya. Dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenap bisa seperti ini. Setahunya Viviane dan Laura selama ini hubungannya baik-baik saja. Tapi kenapa Laura tiba-tiba menjelek-jelekkan Viviane.
“Kenapa? Kamu takut ketahuan belang kamu? Perlu Tante tahu, kalau Viviane ini adalah sugar babynya seorang pengusaha yang bernama Wijaya. Dan yang membuat lebih tak percaya lagi. Viviane juga menjalin hubungan dengan anak tunggal Wijaya yang tak lain adalah Mas Angga. Bahkan Viviane sampai pernah hamil anak Mas Angga namun keguguran. Dan setelah mendapatkan Mas Edwin, ****** ini masih serakah ingin memiliki Mas Angga” ucap Laura panjang lebar.
Plak
Viviane menampar Laura karena tak kuasa menahan amarahnya. Dia tidak menyangka bahwa Laura tega membuka aibnya dan memfitnahnya. Semua ibu yang hadir dalam arisan kini sedang berbisik-bisik membicarakan Viviane. Dan Rachel dengan cepat menarik tangan Laura untuk meninggalkan acara tersebut.
“Mohon maaf ya Ibu-ibu. Acaranya saaya akhiri sampai disini. Ibu-ibu bisa meninggalkan tempat ini.” Ucap Sonya kemudian.
__ADS_1
Dan semua tamu akhirnya dengan terpaksa segera pulang. Sebenarnya mereka masih penasaran dengan kabar berita tersebut. Namun mau bagaimana lagi, Sonya menyuruhnya pulang.
Sebenarnya Sonya sangat malu mendengar berita itu semua. Dia juga belum yakin sepenuhnya tentang kebenaran berita itu. Yang ia tahu dari cerita Edwin dulu memang Viviane pernah mempunyai masa lalu yang sangat buruk. Sonya pun juga menerimanya. Namun dia tidak tahu jika Viviane menjalin hubungan dengan anak dari sugar daddynya. Bahkan Viviane sampai hamil dan keguguran.
“Katakan pada Mama yang sebenarnya!” ucap Sonya dingin.
Viviane terkejut mendengar mertuanya berbicara. dia dapat melihat aura berbeda dari wajah mertuanya. Sepertinya Mamanya sudah terhasut dengan ucapan Laura tadi.
“Maafkan Vivi Ma, semua itu hanya masa lalu Viviane. Hanya Mas Edwin yang ada di hati Viviane sampai kapan pun.” Ucap Viviane dengan suara bergetar.
“apa benar yang dikatakan oleh Laura kalau kalau kamu pernah hamil dan keguguran?” Tanya Sonya lagi.
Viviane tampak bingung. Kenapa Mamanya menanyakan ini. Bukankah suaminya dulu sudah pernah menceritakan masa lalunya pada kedua orang tuanya. Dan mereka bisa menerima itu. Lantas kenapa kini mama mertuanya menanyakannya lagi.
“I iya Ma.” Jawab Viviane sambil menundukkan kepalanya.
“Pantas saja sampai saat ini kamu belum juga hamil. Ternyata kamu pernah hamil dan keguguran. Apa kamu tahu bahwa kandungan kamu memang bermasalah? Dan Mama sangat yakin bahwa kamu memang sulit untuk memberikan keturunan buat Edwin” ucap Sonya penuh amarah.
Viviane sungguh terkejut mendengar itu semua. Lagi-lagi mertuanya membahas masalah anak. Dan kenapa harus dikaitkan dengan masa lalunya.
“Ma, kandungan Viviane baik-baik saj-“
“Cukup!! Aku nggak sudi mempunyai menantu yang tidak sehat. Cukup dengan masa lalu kamu yang sangat buruk itu aku sudah bisa menerima kamu sebagai istri Edwin. Sekarang ditambah lagi kalau kandungan kamu bermasalah bahkan sangat sulit untuk hamil.”
“Ma, pernikahanku dengan Mas Edwin juga belum lama. Masih ada kesempatan lagi untuk kami mencoba.”
“Aku nggak mau mendengarkan itu lagi. Sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah ini. Aku akan meminta Edwin segera menceraikan kamu.”
Duarrr
.
.
.
__ADS_1
*TBC