Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 71


__ADS_3

Kini Angga dan Viviane sedang duduk berhadapan dengan Viviane untuk menikmati makan siangnya. Angga memilih memesan makanan melalui aplikasi online karena masakan yang dimasak Viviane tadi sudah tumpah dan tidak bisa dimakan lagi.


Keduanya mengunyah makanan sambil saling memandang. Baik Angga maupun Viviane sama-sama tersenyum. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan baginya setelah mendengar langsung balasan cintanya dari Viviane, istrinya.


Angga merasa seperti terbang tinggi ke angkasa, hatinya sangat berbunga-bunga. Kini dia sudah tidak memikirkan lagi apakah Viviane sudah bisa menerima kehadirannya dalam hidup Viiviane. Karena Angga sudah tahu jawabannya. Sekarang fokus Angga hanya untuk kesembuhan Viviane.


“Mumpung masih siang, apa kamu mau pergi ke suatu tempat?” Tanya Angga setelah menyelesaikan makan siangnya.


“Nggak. Aku ingin di rumah saja.” Jawab Viviane.


Angga mengangguk pasrah. Dia juga tidak mau memaksa Viviane untuk pergi jalan atau kemana. Dia takut membuat Viviane capek dan juga takut jika bertemu dengan seseorang yang membuatnya kembali ingat tentang traumanya.


Angga bergegas ke ruang tamu sekaligus sebagai ruang santai. Sedangkan Viviane masih membereskan sisa makanannya dan memncuci peralatan makan. Setelah itu Viviane menyusul Angga ke ruang tamu.


***


Kini waktu keberangkatan Angga dan Viviane untuk pergi ke Swiss tinggal seminggu lagi. Semua keperluan mereka berdua sudah siap semuanya. Termasuk paspor Viviane.


Beberapa minggu terakhir ini hubungan Angga dan Viviane juga semakin menghangat. Mereka berdua sudah tampak mesra. Bahkan Angga sudah tidur satu ranjang dengan Viviane. Tak segan-segan, bahkan mereka selalu berpelukan jika tidur. Hanya saja untuk berhubungan intim, Angga masih menahannya untuk meminta pada Viviane. Angga tidak mau memaksa, dia akan sabar menunggu jika Viviane sudah benar-benar siap.


Hari ini Angga akan mempertemukan Viviane dengan Mama Alfa yang tak lain adalah tantenya. Beberapa hari yang lalu Angga menghubungi Alfa dan memperbolehkan Mamanya menemui Viviane. Alfa yang mendengarnya sangat senang. Tapi Angga mengancam Alfa agar jangan sekali-kali menampakkan wajahnya di hadapan Viviane nanti. Dengan berat hati Alfa menyetujuinya.


Sedangkan untuk Viviane, Angga sudah meyakinkan padanya agar tidak curiga jika ada seseorang yang ingin bertemu dengannya. Angga juga meminta bantuan pada Ibu mertuanya agar meyakinkan Viviane juga bahwa yang ingin bertemu dengannya adalah tantenya dari pihak mendiang ayahnya yang sudah lama tidak pernah bertemu. Akhirnya Viviane percaya dan mau bertemu dengan Mama Alfa.


Kini Angga dan Viviane sudah berada di salah satu private room di sebuah restaurant. Mereka berdua sedang menunggu kedatangan Mauren. Angga tampak memegang lembut tangan Viviane yang sedikit merasa tegang.


“Permisi!” ucap seorang wanita bule paruh baya yang baru saja tiba.


“Iya, maaf anda siapa?” Tanya Angga.


“Saya Mauren, apa benar kalian ini Angga dan Viviane?” Tanya Mauren.


Angga tidak menyangka kalau wanita bule yang saat ini berdiri di hadapannya adalah Mama Alfa. Padahal yang Angga tahu wajah Alfa tidak ada kebule-buleannya, tapi Mamanya murni orang bule. Akhirnya Angga mempersilakan Mauren untuk duduk.


“Maaf kalian menunggu lama.” Ucap Mauren.

__ADS_1


“Oh tidak Nyonya, kami juga baru datang.” Ucap Angga.


“panggil Tante, jangan Nyonya. Karena saya adalah tante kalian.” Ucap Mauren kemudian. Dan Angga hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Angga beralasan untuk keluar meninggalkan Viviane dan Mauren. Angga akan memberikan waktu buat mereka berdua. Angga juga sudah tenang saat melihat raut wajah Viviane sudah tidak tegang seperti tadi.


Kini yang ada di dalam private room itu hanya Mauren dan Viviane. Viviane masih terdiam. Dia juga bingung apa yang ingin dia tanyakan.


“Maafkan tante ya Vi baru bisa menemui kamu saat ini.” ucap Mauren.


Viviane sebelumnya sudah diberitahu oleh Ibunya kalau tantenya ini sudah lama tinggal di luar negeri. Dan juga baru tahu kalau masih punya adik ipar sepeninggal suaminya. Ibu Viviane sengaja berbohong dengan mengatakan tempat tinggal Mauren agar Viviane tidak curiga.


“I iya Tante. Nggak apa-apa.” Jawab Viviane.


Mauren meminta ijin pada Viviane untuk memeluknya. Dan Viviane mengangguk setuju. Mauren memeluk tubuh Viviane dengan erat sampai air matanya menetes. Dia dapat melihat sisi rapuh keponakannya akibat ulah anaknya sendiri. Mauren memeluk Viviane untuk meminta maaf atas perbuatan Alfa.


Meskipun tidak dengan perkataan. Sebab mauren tidak mau jika Viviane tahu bahwa dirinya adalah Mama dari pria yang telah menyakitinya.


“Kenapa Tante menangis?” Tanya Viviane setelah melerai pelukannya.


“setelah ini pasti Tante akan sering mengunjungimu.” Tambah Mauren lagi.


“Tapi, setelah ini Vivi sudah tidak-“


Tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka pintu private room itu.


“Ma, ayo kita pulang!”


#Flashback on


Hari ini tanpa sepengetahuan Angga, Alfa sengaja menemani Mamanya untuk bertemu dengan Viviane. Tapi Alfa tidak ikut bertemu. Dia akan menunggu Mamanya dari kejauhan karena Alfa ingin melihat Viviane.


Saat menunggu Mamanya, Alfa juga memesan minuman. Namun tiba-tiba dia ingin buang air. Setelah itu Alfa pergi ke toilet. Dan saat Alfa kembali ke mejanya, dia melihat Angga sedang duduk di luar private room. Alfa kira Mamanya sudah selesai bertemu dengan Viviane karena Angga sudah keluar. Dan mungkin Viviane sedang pergi ke toilet. Jadi Alfa memutuskan untuk masuk ke private room menyusul Mamanya.


#flashback off

__ADS_1


Pandangan Viviane beralih pada suara seorang pria yang sangat ia kenal. Seketika itu tubuh Viviane bergetar ketakutan, air matanya mengalir deras, dan wajahnya memucat.


“Pergi!!!!” lirih Viviane karena suaranya sudah tidak mampu lagi ia gunakan untuk berteriak.


Mauren yang melihat reaksi Viviane seperti itu sangat terkejut. Dia segera memeluk Viviane dengan erat. Mauren tidak menyangka keadaan keponakannya jadi seperti ini akibat ulang sang anak.


Sedangkan Alfa juga sangat terkejut ternyata di ruangan itu masih ada Viviane bersama Mamanya. Alfa hanya terdiam saat melihat reaksi Viviane yang masih sama saat dia menemuinya dulu.


“Brengsek!! Sudah aku katakan jangan tampakkan wajah kamu di depan istriku!!” ucap Angga yang tiba-tiba menarik Alfa keluar.


“Tapi aku tidak-“


Bugh


Bugh


Angga sudah tidak tahan menahan emosinya. Dia memukul wajah Alfa bergantian.


“cepat tinggalkan tempat ini!” usir Angga.


Kemudian Angga segera masuk ke dalam private room. Disana dia melihat istrinya menangis dalam dekapan tantenya. Hati Angga kembali terluka saat melihat keadaan istrinya seperti itu.


“Tante silakan meninggalkan tempat ini. istriku aman denganku!” usir Angga pada Mauren.


Mauren hanya bisa menuruti permintaan Angga untuk segera pergi meninggalkan tempat itu. Kemudian Angga mengambil obat dalam sakunya. Obat penenang yang selalu ia bawa buat jaga-jaga tiap kali mengajak istrinya keluar. Dan kali ini obat itu berguna. Angga meraih segelas air putih dan memasukkan satu butir obat ke dalam mulut Viviane kemudian memberikannya minum.


Beberapa saat setelah menum obat, tubuh Viviane melemas. Dan akhirnya tertidur. Angga segera menggendongnya dan membawanya keluar untuk segera pulang.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2