Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 54


__ADS_3

Dua minggu semenjak kepergian ayahnya, Viviane lebih sering murung dan mengurung dirinya di dalam kamar. Sampai saat ini dia masih belum bisa merelakan kepergian ayahnya.


Viviane masih dihantui rasa bersalah kalau ayahnya meninggal karena kesalahan yang telah dibuatnya. Kalau saja hubungannya dengan Edwin baik-baik saja, kalau saja dirinya tidak bercerai dengan Edwin, mungkin semua itu tidak akan terjadi. Pasti ayahnya saat ini masih bisa berkumpul dengannya. Viviane semakin sedih meratapi kepergian ayahnya.


Cklek


Ibu Viviane masuk ke dalam kamarnya dengan membawa segelas susu untuk Viviane. Ibunya semakin sedih melihat kondisi anaknya yang selalu mengurung diri dalam kamar.


“Vi, diminum dulu susunya.” Ucap sang Ibu.


Viviane masih terdiam sambil duduk menyandarkan kepalanya. Pandangannya kosong. Garis hitam pada matanya terlihat sangat jelas. Tiap malam Viviane tidak bisa tidur. Dia selalu dibayaangi rasa bersalah dengan kematian ayahnya.


“Vi, sekarang kamu hanya tinggal berdua dengan Ibu. Cuma kamu harapan terbesar bagi Ibu saat ini. Jangan seperti ini terus Vi. Kepergian Auah sudah takdir dari Tuhan. Bukan kesalahan kamu. Lebih baik kita doakan saja agar Ayah tenang dan bahagia disana.” Ucap Ibu Viviane, dan Viviane masih terdiam.


“Apa kamu juga ingin Ibu meninggalkan kamu? Ibu yang sebagai istri ayah kamu juga sangat ditinggalkan orang yang sudah lama menemani Ibu. Tapi Ibu harus ikhlas, Ibu harus kuat. Sekarang harapan terbesar Ibu hanya kamu. Jika kamu seperti ini terus, lebih baik Ibu juga pergi menyusul Ayah.”


Seketika itu Viviane tersadar. Dia berdiri dan berhambur memeluk ibunya dengan erat. Viviane membenarkan ucapan Ibunya tadi. Dia berjanji setelah ini akan menjadi wanita kuat untuk Ibunya.


“Maafkan Vivi Bu. Vivi janji tidak akan seperti ini lagi. Vivi akan mengikhlaskan kepergian ayah. Maafkan Vivi.” Ucap Viviane.


“Iya, Ibu maafkan. Mulai sekarang kita harus bangkit ya. Kita berdua harus kuat menghadapi ini semua. Ibu yakin Tuhan tidak akan membiarkan kita terpuruk seperti ini selamanya. Pasti akan ada pelangi setelah hujan badai.”


Setelah itu Viviane keluar dari kamarnya mengikuti langkah ibunya. Mulai sekarang Viviane bertekat akan membahagiakan orang tua tunggalnya yaitu Ibunya. Dia berjanji setelah ini akan mencari pekerjaan yang layak untuk memperbaiki perekonomian keluarganya.


***


Sementara itu, saat ini Laura sedang berada di salah satu toko perhiasan yang sangat tekenal di kota J. Laura ditemani Angga untuk membeli cincin pertunangan yang akan diselenggarakan lusa. Laura sangat bahagia sekali akhirnya dia bisa memiliki Angga setelah berhasil menyingkirkan Viviane dari kehidupan Angga.


“Bagus yang mana nih Mas?” Tanya Laura sambil menunjukkan tiga buah cincin pada Angga.


“Semuanya bagus. Mana saja yang kamu pilih pasti sangat cocok di jari kamu.” Ucap Angga berpura-pura manis di depan Laura.


“masak sih? Terima kasih Mas. Aku pilih yang ini saja deh mbak.” Ucap Laura kemudian sambil menunujukkan pilihan cincinya pada pegawai toko.

__ADS_1


Selesai dari toko perhiasan, Laura mengajak Angga untuk makan siang di salah satu resto yang ada di dalam mall. Laura berjalan sambil menggandeng tangan Angga dengan mesra.


Dia ingin menunjukkan pada semua orang bahwa dirinya aadalah pasangan yang sangat berbahagia di dunia ini. Tapi tidak dengan Angga. Angga sangat risih sekali dengan tingkah Laura seperti ini. Namun dia harus bertahan dengan sikap pura-puranya ini sampai hari pertunangannya dengan Laura tiba. Angga belum tahu pasti rencana apa yang sudah disusun oleh Mike. Tapi Angga sudah sangat percaya dengan Mike.


“Mas Angga mau makan apa?” Tanya Laura.


“Apa saja pasti aku makan.” Jawab Angga.


Akhirnya Laura memilihkan menu makanan Angga sama dengan menu yang dia pilih. Setelah itu memberikan daftar pesanannya pada pelayan resto. Sekarang mereka berdua sedang menunggu pesanannya selesai.


“Mas, aku sudah nggak sabar menunggu hari pertunangan kita.” Ucap Laura.


“Sama. Aku juga sudah nggak sabar.” Jawab Angga.


Tapi ketidak sabaran Angga dan Laura berbeda. Jika Laura tidak sabar menunggu hari pertunangannya karena ingin segera memiliki Angga seutuhnya. Tapi tidak dengan Angga. Dia tidak sabar menanti hari pertunangannya dengan Laura karena ingin segera melihat kehancuran Laura.


“Silakan!” ucap pelayan resto yang baru saja menghidangkan makanan.


Setelah itu Angga dan Laura segera menyantap makanan yang sudah mereka pesan. Angga terlihat sangat menikmati makanan yang sudah dipesan Laura. Tapi Laura tidak, dia menutup hidungnya rapat saat mencium aroma dari makanan itu. Perut Laura mual. Dia ingin muntah saat ini juga. Laura sangat heran, padahal makanan ini adalah makanan kesukaannya. Tapi kenapa dia jadi mual saat akan menikmati makanan ini.


“kamu kenapa Ra?” Tanya Angga penasaran.


“ehm, bau makanan ini nggak enak Mas. Aku sangat mual. Aku ke toilet sebentar.” Pamit Laura dan segera berlari ke toilet.


Angga tersenyum sinis melihat tingkah Laura. Laura pikir dirinya bodoh karena tidak mengetahui apa yang sedang dialami Laura saat ini. Dari gestur tubuh Laura yang ingin muntah saat mencium bau makanan saja Angga sangat yakin bahwa Laura ssaat ini sedang hamil.


“dasar rubah licik. Aku nggak ikut makan cempedak malah mau kamu kasih getahnya.” Gumam Angga.


Kemudian Angga melanjutkan makannya tanpa menunggu Laura. Angga membiarkan Laura memuntahkan isi perutnya di dalam toilet. Angga tidak peduli sama sekali dengan Laura.


Sementara itu Alfa sangat marah sekali saat melihat kemesraan Angga dan Laura. Tanpa sepengetahuan Angga, Alfa sejak tadi megikutinya. Mulai dari toko perhiasan sampai makan siang di salah satu resto di mall ini.


***

__ADS_1


Akhirnya hari pertunangan Angga dan Laura datang juga. acara pesta pertunangan mereka diadakan di salah satu hotel berbintang yang cukup terkenal di kota J. Laura malam ini tampil sangat cantik. Dia ingin terlihat sempurna dalam acara pesta pertunangaannya dengan Angga.


“selamat ya Sayang atas pertunangan kalian berdua.” Ucap Sonya pada Laura dan Angga.


“Terima kasih Tante.”


Dalam acara itu Edwin juga hadir. Sebenarnya dia enggan sekali datang kalau tidak dipaksa oleh Mama dan Papanya.


“Selamat untuk kalian berdua!” ucap Edwin datar sambil menjabat tangan Laura dan Angga bergantian.


Kini acara sudah dimulai. Salah satu orang yang ditunjuk sebagai MC sudah membuka acara tersebut dan sudah disambut tepuk tangan meriah dari tamu undaangan.


“Baiklah, sebelum acara inti yaitu memasangkan cincin pertunangan, kita akan melihat video perjalanan kisah cinta Tuan Angga dan Nona Laura.” Ucap si MC.


Laura sangat terkejut sekaligus bahagia. Dia tidak menyangka kalau Angga adalah pria yang sangat romantis. Selama ini sikap dinginnya ternyata menyimpan perasaan mendalam pada dirinya. Bahkan Angga sampai membuatkan video perjalanan cinta mereka.


“Mas, terima kasih ya.” Bisik Laura di telinga Angga dan Angga hanya mengangguk.


Setelah itu semua lampu dalam ballroom dimatikan karenaa video akan segera diputar.


1…2…3…


Kaki Laura gemetar hebat saat melihat isi video yang terpampang dalam layar lebar itu.


.


.


.


*TBC


Jgn lupa selalu tinggalkan jejak kalian semua. like, vote, gift, dan komennya😘😘

__ADS_1


__ADS_2