Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 57


__ADS_3

Mike perlahan membuka matanya. Dia merasakan sakit pada tengkukknya. Setelah itu dia sadar dan mengingat apa yang terjadi tadi. saat matanya sudah terbuka sempurna, dia melihat sekelilingnya yang begitu gelap dan sepi. Untung saja tangan dan kaki Mike tidak diikat. Dia hanya digeletakkan dalam ruangan gelap dan tertutup.


“Sepertinya tempat ini sama seperti tempat yang tadi, hanya saja beda ruangan.” Batin Mike.


Mike merogoh sakunya. Dia bersyukur ponselnya masih ada karena ponsel yang dipakai untuk menerangi jalan tadi adalah ponsel Angga. Mike mengumpat kesal ternyata ponselnya kehabisan daya.


Samar-samar Mike mendengar suara orang yang sepertinya sedang berjaga di luar pintu ruangan dimana saat ini dirinya berada. Mike mendengarkan percakapan dua orang itu dan mendapat petunjuk dimana Angga dan Viviane berada.


Brakk


Mike berhasil menendang pintu using itu hingga mengagetkan dua orang preman yang sedang berjaga. Mike saat ini sedang membawa balok kayu besar yang ia dapatkan dalam ruangan tadi.


Bugh


Bugh


Hanya dua kali pukulan tepat pada tengkuk dua orang preman itu seketika Mike bernafas lega. Karena preman itu pingsan.


Kemudian dia segera berjalan dalam kegelapan mencari keberadaan Angga. Tiba-tiba Mike mendengar suara teriakan Angga yang sedang mengumpati seseorang. Mike berhasil menemukan keberadaan Angga. Namun pintu ruangan itu tertutup rapat. Mike mengumpulkan tenaganya untuk menendang kuat pintu itu.


Brak


“Tempat ini sudah dikepung polisi!!” teriak Mike menggertak orang yang ada di dalam.


Dan benar saja Alfa sangat terkejut. Dia berhenti melakukan pelecehan pada Viviane dan secepat kilat meninggalkan tempat itu.


“Angga!!” Panggil Mike.


“Mike cepat buka ikatanku!” perintah Angga saat sudah melihat Mike datang.


Mike sangat terkejut melihat sahabatnya terikat di kursi kayu. Dan Mike lebih terkejut lagi saat arah pandangnya menuju pada seorang wanita dengan penampilan berantakan, pakaiannya terkoyak, dan dalam keadaan terikat di kursi sama seperti Angga. Mike hanya melihat sekilas karena dia tahu bahwa itu adalah Viviane. Dengan cepat Mike membantu Angga untuk melepaskan ikatan talinya.


“Terima kasih Mike!” ucap Angga.

__ADS_1


Angga segera berlari untuk melepas ikatan Viviane. Hati Angga rasanya tercabik-cabik melihat kondisi orang yang sangat dicintainya mengenaskan seperti ini. Viviane pingsan, tubuhnya lemah sekali seperti sudah tidak ada tenaganya lagi. Angga meneteskan air matanya saat mengingat orang yang dia cintai dilechkan tepat di depan matanya.


“Pakai ini Ngga!” ucap Mike memberikan jaket milik Mike untuk menutupi tubuh setengah telanjang Viviane.


Angga menerima jaket pemberian Mike untuk menutupi tubuh Viviane. Setelah itu Angga menggendong Viviane dan membawanya pergi dari tempat itu.


“Kita ke rumah sakit terdekat Mike!” perintah Angga dan Mike hanya mengangguk.


Angga kini duduk di jok belakang sambil memangku tubuh Viviane. Angga miris sekali melihat tubuh Viviane. Apalagi bibirnya terlihat bengkak akibat ulah Alfa tadi. Amarah Angga memuncak saat mengingat perbuatan bejat Alfa lagi.


Angga janji akan memberikan balasan yang setimpal untuk Alfa nanti. Namun saat ini yang terpenting adalah Viviane.


Beberapa menit perjalanan, akhirnya mobil yang dikendarai Mike sudah berhenti tepat di parkiran sebuah rumah sakit.


Angga segera membawa Viviane keluar mobil dan masuk ke UGD. Beberapa perawat yang sedang jaga malam tampak terkejut saat kedatangan pasien dalam keadaan seperti Viviane. Namun perintah Angga dengan nada tegasnya dapat membungkam mulut perawat yang sepertinya akan mengajukan banyak pertanyaan.


Setelah mendapatkan penanganan dari pihak rumah sakit, Viviane segera dipindahkan ke kamar VVIP sesuai permintaan Angga. Akhirnya Angga merasa sedikit lega setelah Viviane berhasil mendapatkan perawatan dati rumah sakit meskipun dia masih belum sadarkan diri.


Kini Angga dan Mike sedang duduk di sofa yang ada di ruang inap Viviane. Kedua pria itu tampak sekali sedang kelelahan.


“Sudahlah kamu nggak usah mempersoalkan itu. Yang penting kita sudah aman dan Viviane juga selamat.” Jawab Mike.


“Aku minta tolong Mike, setelah ini cari keberadaan Alfa. Dan jangan sampai melaporkannya ke polisi. Karena aku sendiri yang akan membalaskan dendamku padanya.” Ucap Angga dan Mike mengangguk.


Karena rasa lelah dan ngantuk menyerang mereka, akhirnya kedua pria itu tertidur juga. mike tidur di sofa sedangkan Angga tertidur di kursi yang ada di samping brankar Viviane.


Keesokan paginya kedua pria tersebut terbangun dari tidurnya saat mendengar suara seorang suster yang masuk dan ingin melihat keadaan Viviane. Kemudian Angga bangun dan menjauh dari brankar Viviane agar suster itu dapat memeriksa keadaan Viviane.


“Bagaimana keadaannya Sus?” Tanya Angga.


“tubuh pasien masih sangat lemah. Nanti akan dilakukan observasi oleh Dokter setelah pasien sadar.” Jawab Suster.


Angga tidak tahu harus berbuat apa selain pasrah dengan tindakan yang akan dokter lakukan. Selepas kepergian suster, Angga menghampiri Viviane.

__ADS_1


Cup


Angga mencium kening Viviane berharap Viviane akan bangun. Namun hasilnya nihil. Angga sangat kasihan melihat keadaan Viviane yang sangat lemah seperti ini.


“Mike, kamu pergilah ke rumah Viviane. Aku yakin ibunya sejak semalam mengkhawatirkan keadaan Viviane. Setelah itu ajak kemari tapi jangan memberitahukan yang sebenarnya.” Perinta Angga pada Mike.


Setelah Angga memberikan alamat tempat tinggal ibu Viviane, Mike segera pergi meninggalkan rumah sakit.


***


Sementara itu Alfa kini sedang berada di bandara. Untuk sementara ini dia akan bersembunyi dari kejaran Angga. Alfa yang tahu kalau semalam teman Angga hanya menggertaknya dengan memanggil polisi, Alfa yakin kalau Angga tidak akan pernah melaporkan dirinya pada polisi kaarena Angga sendiri yang akan membalaskan dendamnya.


Alfa memilih kabur ke luar negeri agar Angga kesusahan mencari tahu keberadaannnya. Alfa dapat tersenyum lega telah berhasil membuat hidup Angga kacau dengan melecehkan orang yang sangat dia cintai.


***


Sementara itu Laura kini sedang berada di apartemen salah satu temannya. Setelah kejadian semalam, Papanya sudah mengusirnya. Awalnya Laura mengira kalau papanya hanya menggertaknya saja. Namun saat dirinya pulang ke rumah, satpam yang menjaga rumahnya tidak diperbolehkan membukakan pintu gerbang untuknya.


Laura menghubungi Mamanya namun Mamanya juga enggan menerima panggilan itu. Akhirnya Laura terpaksa datang apartemen salah satu temannya.


“Setelah ini kamu mau kemana Ra?” Tanya Stella.


“Entahlah aku sendiri juga tidak tahu.” Jawab Laura.


“Apa nggak sebaiknya kamu minta tolong Alfa saja. Bukannya dia sangat mencintai kamu. Dan anak dalam kandungan kamu juga anak dia kan?” Saran Stella.


Laura tampak berpikir atas saran yang diberikan Stella. Apakaah Alfa masih mau memaafkan perbuatannya setelah dia menolaknya mentah-mentah. Tapi apa salahnya untuk mencoba. Laura mencari kontak nama Alfa dan menghubunginya. Tapi sayang panggilan Alfa sedang berada di luar jangkauan.


Laura menjambak rambutnya frustasi.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2