Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 79


__ADS_3

Acara peluk-pelukan itu sudah selesai. Suasana pun kini sudah mencair saat mereka berempat sudah duduk di meja makan. Mereka duduk tenang menikmati menu sarapan mereka. Selesai sarapan, Andrew pamit terlebih dulu untuk pergi ke klinik. Sementara Angga hari ini tidak pergi ke klinik dulu karena akan menemani istrinya bersama Alfa.


Kini Alfa, Angga, dan Viviane sudah duduk santai di teras depan rumah Andrew. Viviane tadi sudah membawakan minuman dan juga cemilan untuk menemaninya ngobrol.


“Bagaimana kabar kamu Al?” Tanya Angga.


“Aku baik-baik saja. Hanya disibukkan dengan urusan kantor.” jawab Alfa.


Viviane yang masih bingung mau bicara apa, dia hanya diam menyimak obrolan yang dilakukan oleh Alfa dan suaminya.


“Dapat salam dari Mama Vi. Mama sebenarnya ingin ikut tapi aku larang demi kesehatannya.” Ucap Alfa pada Viviane.


“I iya. Salam balik.” Jawab Viviane.


“Kapan kalian akan pulang ke Indonesia? Aku sangat kerepotan mengurus pekerjaan kantor. harusnya ini juga jadi tanggung jawab Viviane.” Ucap Alfa.


“Kenapa aku Bang?” Tanya Viviane bingung.


Akhirnya Alfa menjelaskan bahwa Viviane juga memiliki saham 40% di perusahaan peninggalan mendiang Papanya. Alfa menceritakan kalau Papanya benar-benar berwasiat seperti itu. Jadi Alfa meminta Viviane ikut mengurus perusahaan jika nanti sudah pulang ke Indonesia. Alfa juga melirik Angga sekilas seolah meminta persetujuan dan juga meminta Angga agar juga membantu istrinya.


“Nanti aku akan Tanya dulu pada Andrew apakah istriku sudah diperbolehkan pulang. Dan benar-benar sembuh dari traumanya. Aku juga disini membantu pekerjaan Andrew. Tidak enak rasanya jika aku lepas tanggung jawab begiu saja, mengingat pengorbanan Andrew atas penyembuhan istrinya yang begitu besar.” Ucap angga panjang lebar.


Alfa juga akhirnya mengerti dan memahami situasi saat ini. dia akan sabar menunggu kepulangan Viviane ke Indonesia. Yang terpenting saat ini dia merasa sangat lega sudah bisa bertemu dengan adik sepupunya.


Obrolan santai mereka bertiga masih terus berlanjut. Sesekali mereka saling melempar candaan. Dan membuat Viviane merasa begitu bahagia. Terlebih dia sekarang mempunyai seorang Kakak sepupu yang begitu menyayanginya.


“Kamu bilang saja Vi sama aku jika suami kamu ini menyakiti kamu.” Ucap Alfa bercanda.


“Perlu kamu tahu dan kamu ingat kalau aku tidak akan pernah menyakiti orang yang sangat aku cintai.” Ucap Angga dengan nada tegas.


Alfa dan Viviane tergelak mendengarkan perkataan Angga. Padahal dirinya hanya bercanda tapi Angga menanggapinya dengan serius.


Malam harinya Viviane menyiapkan makan malamnya untuk dia makan bersama tiga orang pria yang ada dalam rumah itu. Andrew tampaknya sudah akrab dengan Alfa. Terlihat mereka sedang ngobrol di sela-sela kegiatan makan malam mereka.

__ADS_1


***


Alfa sebenarnya masih sangat rindu dengan Viviane. Tapi sayang sekali pekerjaan kantornya tidak bisa ia tinggalkan lama-lama. Alfa hanya bisa menghabiskan waktunya di Swiss bersama Viviane selama 3 hari saja. Dan hari ini adalah hari terakhirnya bersama Viviane. Alfa meminta waktu pada Angga agar bisa berdua dengan Viviane sebelum dirinya bertolak ke Indonesia. Angga mengijinkan. Karena mungkin ada yang ingin Alfa sampaikan pada Viviane.


Saai ini Alfa dan Viviane sudah berada di tepi danau Lugano yang jaraknya tidak jauh dari rumah Andrew. Alfa sedang duduk di samping Viviane sambil menikmati udara sekitar danau.


“Apa kamu bahagia?” Tanya Alfa setelah beberapa saat mereka berdua terdiam.


“Maksudnya?” Tanya Viviane.


“Apa kamu bahagia bersama Angga?” Tanya Alfa memperjelas.


Viviane menganggukkan kepalanya antusias. Dia menceritakan kalau dia sangat bahagia dengan Angga. Terlebih pengorbanan dan perjuangan Angga selama ini yang begitu besar. Viviane tidak ingin lagi kehilangan Angga. Lelaki yang saat ini sudah menjadi suaminya.


Alfa yang mendengarkan juga ikut senang. Dia sangat percaya pada Angga kalau pria itu bisa membahagiakan adik sepupunya. Dalam hati Alfa masih terbesit rasa bersalah pada Angga saat dirinya dulu pernah mengancam Angga. Meskipun Angga sudah memaafkan semua kesalahannya, tapi Alfa masih teringat akan kesalahannya dulu.


Hari ini juga akhirnya Alfa memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Setelah adegan peluk-pelukan selesai, Alfa segera pergi meninggalkan rumah Andrew dengan menaiki taksi yang sudah menunggunya sejak tadi.


***


“Aku berangkat dulu ya. Apa nanti aku antar istri kamu kesini setelah selesai acara?” Tanya Andrew pada Angga.


“Iya, hati-hati. Nggak usah, langsung antar pulang saja. Aku juga nggak lama lagi selesai.” Jawab Angga dan Andrew hanya mengangguk.


Andrew sudah tiba di tempat lokasi dimana diadakan kegiatan bakti social yaitu di salah satu panti asuhan yang tidak jauh dari klinik. Saat Andrew tiba kegiatan juga hampir selesai. dia melihat Viviane yang begitu antusias melakukan kegiatan itu.


Seulas senyum terbit dari sudut bibirnya saat melihat wajah cantik Viviane. Namun sayang senyumnya menghilang bersamaan dengan pandangan matanya yang tertuju pada kerumunan dimana Viviane tengah pingsan.


Andrew berlari menuju kerumunan itu. Dia melihat Viviane sudah terkulai lemas dengan mata terpejam dan wajah yang pucat pasi. Andrew segera menggedong Viviane dan membawanya masuk ke dalam mobil. Dia akan membawa Viviane ke rumah sakit terdekat.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Andrew sudah tiba di rumah sakit. Dia meminta salah satu dokter yang juga temannya untuk segera memeriksa Viviane.


“Dokter Andrew?” sapa dokter Richard.

__ADS_1


“Tolong segera periksa wanita itu.” Ucap Andrew dengan wajah sangat cemas.


“Apakah dia istri anda? Cantik sekali, tapi sepertinya bukan warga negara sini.” ucap Dokter Richard menggoda.


“Bukan, dia bukan-“


“Ah Dokter Andrew tidak usah malu begitu.” Sela Dokter Richard.


“Cepat periksa dia!” ucap Andrew tegas.


Setelah itu Dokter Richard segera memriksa keadaan Viviane. Sementara Andrew segera menghubungi Angga untuk mengabarkan bahwa istrinya saat ini sedang pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Angga yang mendengarnya sangat terkejut sekaligus khawatir.


Cklek


Pintu ruangan dimana Viviane diperiksa kini terbuka dan Dokter Richard keluar.


“Bagaimana keadaan istri saya dok?” Tanya Angga yang kini sudah ada di rumah sakit.


Dokter Richard terdiam saat ada seseorang yang menanyai keadaan pasien yang baru saja dia periksa. Kemudian dia melirik pada Andrew yang sedang terlihat kesal seolah mengatakan bahwa memang Viviane bukan istrinya melainkan istri seseorang yang tengah berdiri di hadapannya.


“Oh, maaf. Saya akan meminta salah satu teman saya yang ahli di bidangnya untuk memeriksa keadaan istri anda lebih lanjut.” Ucap Dokter Richard.


“Yang ahli? Apa maksud dokter? Apa istri saya menderita penyakit yang serius?” Tanya Angga dengan wajah yang sangat cemas.


“Bukan. Bukan seperti itu. Maksud saya teman saya yang ahli di bidang spesialis kandungan. Karena sepertinya istri anda sedang hamil.” Ucap Dokter Richard.


“Apa? Hamil?” Tanya Angga dengan wajah yang sangat sulit digambarkan.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2