
#Flashback on
Lima tahun lalu
Hari ini Edwin benar-benar disibukkan dengan tugas peneltiannya. Target Edwin tahun harus lulus kuliahnya dan dapat meraih gelar masternya di Cambridge University, London.
Edwin memang sengaja menyibukkan dirinya dengan tugas-tugas kuliahnya karena ingin melupakan Gracia yang sekarang resmi menjadi mantan kekasihnya. Edwin benar-benar kecewa dengan Gricia. Wanita yang akrab dipanggil Grace, yang telah menjadi tambatan hati Edwin sejak duduk di bangku SMA, telah menghianatinya.
Grace yang juga kuliah di London karena mengikuti sang kekasih hanya tak ingin Edwin berpindah ke lain hati. Saat masih menempuh pendidikan strata satu dulu Edwin dan Grace sudah berjanji akan menikah jika mereka sudah lulus dengan gelar masternya masing-masing. Oleh karena itu Grace juga mengikuti jejak sang kekasih untuk kuliah di London.
Seminggu yang lalu Edwin mendatangi apartemen Grace untuk mengajaknya pergi ke suatu tempat sekaligus menghabiskan weekend bersama. Selama menjadi kekasih Grace, Edwin sangat menjaga kehormatan gadis itu. Karena bagi Edwin, kesucian seorang wanita sangat ia junjung tinggi.
Setelah Edwin memasukkan passcode di pintu apartemen Grace, Edwin segera masuk. Namun Edwin sangat terkejut saat mendapati pakaian dalam Grace berserakan di lantai. Tidak hanya itu, disana juga ada pakaian dalam laki-laki. Dengan langkah berat Edwin membuka pintu kamar Grace.
Dan alangkah terkejutnya Edwin melihat Grace sedang berada di atas tubuh pria berambut pirang dengan keringat kenikmatan membasahi tubuh mereka.
“Grace!!!!” sentak Edwin.
Grace yang saat itu sedang berpacu tiba-tiba sangat terkejut dengan suara lantan kekasihnya. Dia tidak menyangka perselingkuhannya dengan Mark akhirnya diketahui oleh Edwin. Grace segera turun dari tubuh Mark dan membelitkan selimut ke tubuhnya. Dia segera mengejar Edwin.
“Ed, maafkan aku. aku sangat mencintaimu. Aku hanya butuh belaian dari Mark. Jangan tinggalkan aku Ed, ku mohon!!” ucap Grace.
“Aku nggak peduli dengan alasan kamu. Mulai saat ini kita tidak ada hubungan lagi!!” ucap Edwin dan segera pergi meninggalkan apartemen Grace.
Semenjak kejadian itu, Edwin memutuskan untuk fokus pada penelitiannya. Agar bisa cepat lulus dan pulang ke Indonesia. Edwin sudah tidak mempedulikan Grace yang masih saja mengejarnya. Baginya, tidak ada kata maaf untuk perselingkuhan.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Edwin diajak temannya untuk pergi ke salah satu baar yang ada di kota itu. Bagi Edwin sudah biasa pergi ke bar, hanya saja dia tidak pernah minum banyk yang menyebabkan dia mabuk. Dia hanya menghormati ajakan temannya, dan jika minum dia aakaan memikih minuman yang kadar alkoholnya rendah.
Sesampainya di bar Edwin sudah melihat beberapa temannya yang sudah menunggunya. Dan teman-temannya juga sudah memesankan minuman yang biasa Edwin pesan. Kini mereka sedang menghabiskan weekend.
Keesokan harinya Edwin terbangun dari tidurnya dengan posisi tubuhnya sedang memeluk seorang wanita. Perlahan Edwin membuka matanya dan sangat terkejut saat mendapati tubuhnya sedang telanjang di bawah selimut dengan seorang wanita yang sangat Edwin kenal.
__ADS_1
“Grace!!! Apa yang kamu lakukan?”
“Apa yang aku lakukan? Kamu lupa semalam kamu mabuk berat dan saat aku menolong kamu dan mengajak kamu pulang, kamu justru memintaku melakukan hubungan-“ ucap Grace sinis.
“Nggak mungkin! Pasti kamu jebak aku!” tuduh Edwin.
“Tega kamu Ed nuduh aku seperti itu. Padahal aku sudah berniat baik menolong kamu, justru kamu nuduh aku seperti ini.” Ucap Grace dan segera mengambil pakaiannya untuk segera pergi dari apartemen Edwin.
Selepas kepergian Grace, Edwin mengacak rambutnya frustasi. Dia masih tidak percaya kalau semalam dia minum hingga mabuk. Dia juga tidak ingat bagaimana permainannya dengan Grace. Kemudian Edwin segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Satu bulan berlalu. Saat Edwin sedang sibuk dengan tugas kuliahnya tiba-tiba ada seseorang yang memencet bel apartemennya. Edwin segera membukakan pintu, dan belum sempat melihat siapa yang datang Edwin langsung dapat tamparan keras dari seseorang.
Plakkk
“Aku hamil Ed! Kamu harus bertanggung jawab!!” ucap Grace tiba-tiba.
Edwin memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh Grace. Namun Edwin tersenyum sinis menatap Grace.
“Apa maksud kamu Ed? Ini anak kamu.” Ucap Grace.
“Grace! Aku nggak akan bertanggung jawab karena itu bukan anakku. Bisa saja itu anak hasil perselingkuhan kamu.” Tudu Edwin.
Grace tetap pada pendiriannya yaitu meminta pertanggung jawabab pada Edwin. Grace mengakui kesalahannya karena telah berselingkuh, namun Grace tidak kehabisan akal. Dia mengatakan pada Edwin kalau berhubungan dengan Mark selalu memakai pengaman, jadi kejadian malam itu kemungkinan besar yang membuat Grace hamil. Grace tersenyum miring melihat perubahan wajah Edwin yang sudah termakan tipuannya.
“Sekarang kamu pergi dari sini. aku belum sepenuhnya percaya dengan ucapan kamu. Aku akan melakukan tes DNA pada janin yang telah kamu kandung” usir Edwin.
“Kalau kamu melakukan tes DNA pada janin ini sama saja kamu melukainya Ed. Tega kamu!!” ucap Gracec sambil menangis dan segera pergi meninggalkan apartemen Edwin.
Edwin benar-benar pusing dengan maslah yang tengah ia hadaapi saat ini. Apakah benar anak yang dikandung Grace adalah anaknya. setelah itu Edwin menghubungi salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter. Edwin ingin menanyakan sesuatu.
Beberapa hari kemudian Edwin bertemu dengan Anton, salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter dan bekerja di rumah sakit di London.
__ADS_1
“Bagaimana Ton hasilnya?” Tanya Edwin.
Beberapa hari yang lalu Edwin menceritakan maslahnya pada Anton. Apa mungkin saat dalam keadaan mabuk berat dia bisa melakukan hubungan suami istri, bahkan bisa menyebabkan hamil. Edwin ingin tahu apakah saat mengkonsumsi alcohol, keadaan spermanya sehat.
Anton menghela nafasnya panjang. Dia harus jujur dengan hasil tes urin yang dilakukan oleh Edwin beberapa hari yang lalu.
“Ada kabar baik dan tidak baik Ed.” Ucap Anton.
“Katakan semuanya!” perintah Edwin.
Akhirnya Edwin mendengarkan penjelasan Anton. Karena kecanggihan teknologi di rumah sakit tersebut, dari hasil tes urin yang Edwin lakukan terbukti saat itu Edwin tidak sedang mabuk. Hanya ada kandungan obat tidur dalam urin Edwin. Jadi malam itu Edwin hanya tertidur pulas dan tidak melakukan hubungan suami istri. Kemudian anton melanjutkan lagi, meskipun dalam keadaan mabuk bisa saja hubungan suami istri yang terjadi dapat mengakibatkan kehamilan. Namun tidak untuk Edwin. Edwin semakin bingung dengan penjelasan Anton.
“Maaf Ed, dari hasil tes urin kamu membuktikan kalau kamu mengalami infertilitas atau biasa disebut kemandulan.” Ucap Anton.
“Apa? Bagaimana itu bisa terjadi Ton? Selama ini aku selalu menjaga kesehatanku dan dalam keluargaku tidak memiliki riwayat infertilitas.” Ucap Edwin seakan tidak terima.
Kemudian Anton menjelaskan pada Edwin kalau infertilitas yang dialami oleh Edwin disebabkan karena ada kelainan di kandungan enzim pada ****** Edwin. Jadi, ****** Edwin tidak bisa membuahi sel telur. Edwin sungguh terpukul mendengar kenyataan itu.
Setelah dari rumah sakit tempat Anton bekerja, Edwin segera pergi ke apartemen Grace ingin memberitahukan bahwa dia terbukti bukan ayah kandung dari janin yang telah dikandung Grace,
Grace sangat terkejut kerena kebohongannya diketahui oleh Edwin. Namun saat Grace masih berusaha meyakinkan bahwa Edwin lah ayah kandung dari janin itu. Dengan terpaksa Edwin menunjukkan hasil pemeriksaannya yang menyebutkan bahwa dia mengalami infertilitas, jadi tidak terbukti menghamili Grace.
Lagi-lagi Grace terkejut saat membaca hasil tes urin Edwin. Dia tidak menyangka kalau Edwin menderita infertilitas. Dan Edwin juga sedikit malu karena telah memberitahukan aibnya pada Grace.
#Flashback off
.
.
.
__ADS_1
*TBC