Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 43


__ADS_3

Setelah menerima vitamin dari pemberian Mama mertuanya, Viviane segera masuk ke kamarnya. Dia lebih memilih vitamin yang didapatnya tadi dari rumah sakit. Setelah meminumnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Viviane melihat siapa orang yang meneleponnya malam-malam begini. Ternyata itu adalah Edwin sang suami tercinta.


“Halo Mas?” sapa Viviane saat baru saja menerima panggilan via video itu.


“Sayang, aku kangen banget sama kamu.”


“Belum juga sehari Mas pergi, masak sudah kangen?”


“Beneran Sayang.”


Viviane dan Edwin tampak asyik bercanda melepas rindu. Meskipun belum ada sehari mereka berjauhan, Edwin benar-benar merasakan rindu terhadap istrinya. Begitu juga dengan Viviane. Edwin menanyakan segala aktivitas apa saja yang dilakukan oleh istrinya tadi. Dia juga menanyakan tentang bagaimana hasil pemeriksaan dokter kandungan tadi siang.


Viviane mengatkan pada suaminya bahwa semuanya baik-baik saja. Tapi Viviane tidak menceritakan tentang vitamin yang diberikan oleh Mamanya. Karena jika mengingat itu, membuat hati Viviane kembali bersedih. Jadi cukup dirinya sendiri saja yang tahu. Setelah beberapa menit akhirnya mereka meutuskan sambungan teleponnya karena waktu sudah malam.


***


Sementara itu di sebuah apartemen mewah, malam ini terdengar suara erangan kenikmatan dari sepasang pria dan wanita yang sedang melepas rindu. Bagi si pria mungkin melepas rindu, tapi tidak bagi si wanita. Bukan melepas rindu melainkan untuk mewujudkan misi. Ya, mereka adalah pasangan Laura dan Alfa.


Siang tadi terpaksa Laura menerima panggilan Alfa yang tak pernah ia jawab untuk kesekian kalinya. Karena demi mewujudkan misi balas dendamnya, Laura harus sedikit menurunkan egonya. Alfa yang mendapati bahwa Laura menerima panggilannya, pria itu senang bukan main. Akhirnya perjuangannya tidak sia-sia.


Pada awal percakapan, Alfa sudah menyatakan perasaan rindunya pada sang mantan kekasih. Dari situlah Laura memanfaatkannya. Laura mau bertemu dengan Alfa asal dia mau memenuhi syarat yang telah diajukannya. Dan Alfa pun menyetujuinya. Sekarang, disinilah mereka berada. Di dalam kamar apartemen mewah milik Alfa.


“Ra, aku sangat merindukan belaian kamu.” Ucap Alfa sambil mengecupi seluruh wajah Laura.


Laura hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Alfa. Jujur saja, Laura juga sangat merindukan permainan panasnya dengan Alfa. Namun dia lebih memilih Angga. Karena menurut Laura, Angga juga tak kalah pintar dalam memuaskannya dibandingkan dengan Alfa. Hanya saja butuh usaha keras untuk mendapatkan itu semua.


“Ra, kembalilah padaku! Apapun yang kamu minta akan aku berikan.” Sekali lagi ucap Alfa.


Lagi-lagi Laura hanya tersenyum menanggapi permintaan Alfa. Dia tidak mengiyakan juga tidak menolak. Yang menjadi tujuan utama Laura saat ini adalah membuat Viviane menderita dan dengan memanfaatkan Alfa.


Kemudian Laura mengecup bibir Alfa. Mungkin hanya itu yang bisa dilakukan oleh Laura agar Alfa menganggap bahwa kode itu berarti dia mau kembali pada Alfa. Setelah itu Alfa berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Saat Laura melihat Alfa sudah masuk ke kamar mandi, Laura segera mengambil satu butir pil yang sudah dia persiapkan. Pil itu adalah pil pencegah kehamilan. Laura sudah mempersiapkannya tadi sebelum datang ke apartemen Alfa. Laura berjaga-jaga saja jika Alfa tidak memakai pengaman, jadi dia harus menelan pil pencegah kehamilan itu. Dan benar saja, Alfa sama sekali tidak memakai pengaman. Sepertinya pria itu berniat membuatnya hamil agar tidak bisa lari ke pelukan pria lain.


Sementara itu di dalam kamar mandi, Alfa tersenyum puas. Sebentar lagi misinya akan terwujud. Laura akan menjadi miliknya seutuhnya.


***


Beberapa hari berlalu.


Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan Wilson, Papa Laura. Pesta itu akan diadakan di salah satu hotel bintang lima di kota J. Wilson mengundang semua rekan kerjanya. Termasuk Angga. Karena Wilson adalah salah satu investor terbesar di perusahaan Angga. Jadi mau tidak mau Angga harus datang memenuhi undangan Wilson.


Angga terlihat sangat bingung. Dia dapat menebak kalau nanti Laura juga akan berada di sampingnya terus. Dan itu justru membuat Angga semakin gelisah. Angga yakin bahwa orang suruhan Alfa pasti mengintainya. Apa yang harus dia lakukan nanti.


Ting tong


Angga yakin orang yang menekan bel apartemennya itu adalah Laura. Pasti dia datang kesini untuk mengajaknya pergi bersama ke hotel. Dan benar saja, Laura sudah menunjukkan senyum termanisnya saat Angga baru saja membukakan pintu.


“Malam, Mas Angga!” sapa Laura.


Laura tidak mempermasalahkan jika sikap Angga datar seperti itu. Bagi Laura bertemu Angga saat ini saja sudah sangat membuatnya bahagia. Karena akhir-akhir ini Laura sangat kesulitan jika ingin bertemu dengan Angga. Dan Laura sangat senang dengan adanya pesta ulang tahun perusahaan Papanya. Laura memanfaatkan kesempatan untuk bertemu dengan Angga lagi.


“sudah siap Mas?” Tanya Laura.


Dan Angga hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka segera pergi menuju hotel dimana acara berlangsung. Dalam perjalanan, mereka berdua terdiam. Tidak ada percakapan sama sekali. Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing. Jika Angga sangat was-was jika dekat dengan Laura, namun beda dengan Laura. Laura sudah memikirkan banyak ide licik tentang rencananya nanti.


Beberapa saat kemudian, Angga dan laura sudah sampai hotel. Mereka segera masuk ke dalam ballroom hotel diamana pesta berlangsung. Sejak keluar dari mobil, Laura sudah menggandeng tangan Angga dengan mesra. Angga sangat tidak nyaman dengan posisi seperti itu. Karena akan mengancam keselamatan seseorang yang sangat dia cintai.


Saat sudah masuk ballroom, terlihat sekali kemeriahan pesta itu. Disana juga banyak tamu undangan yang hadir. Dan tiba-tiba saja tanpa sengaja Angga melihat Viviane juga berada disana. Tapi Viviane terlihat sendirian tanpa suaminya. Hanya bersama seorang wanita paruh baya yang seingat Angga itu adalah mertua Viviane.


Laura tahu kalau saat ini Angga sedang memandangi Viviane. Laura sangat geram sekali. Kemudian dia mengajak Angga untuk segera bergabung dengan keluarganya.


“Ayo Mas, kita kesana!” ajak Laura sambil menggandeng tangan Angga.

__ADS_1


"Malam tante Sonya!” sapa Laura.


Sontak Viviane yang kini sedang bersama mertuanya menoleh pada seseorang yang baru saja menyapa mertuanya. Viviane sedikit terkejut dengan Laura yang datang dengan menggandeng tangan Angga.


“Eh Laura. Apa kabar sayang? Wah kalian makin mesra saja.” Ucap Sonya dan memuji kemesraan Laura dan Angga.


“Terima kasih Tante. Oh iya, Mas Edwin belum pulang ya Tan?” Tanya Laura.


“Belum. Sepertinya kalau nggak besok ya lusa. Benar begitu Vi?” jawab Sonya dan melirik ke arah Viviane.


Viviane hanya mengangguk. Setelah itu dia menundukkan kepalanya. Dia tidak ingin melihat Angga yang nantinya akan memperkeruh keadaan.


“ayo Mas kita temui Mama dan Papa dulu.” Ucap laura pada Angga.


Selepas kepergian Angga dan Laura, Viviane baru mengangkat kepalanya. Viviane merasa lega setidaknya Angga saat ini sepertinya sudah bisa menerima Laura seperti apa yang dia katakan pada Angga dulu.


Acara pun dimulai. Semua orang tampak antusias saat Wilson memberi sambutan dan ucapan terima kasih atas kehadiran para taamu undangannya. Selesai memberi sambutan, tiba-tiba saja Wilson memberikan sedikit pengumuman yang membuat semua tamu undangan penasaran.


“Dalam acara ulang tahun perusahaan saya ini, saya juga akan mengumumkan tentang kabar gembira. Yaitu saya akan memperkenalkan calon menantu saya. Dia adalah Tuan Dewangga Surya Wijaya. Secepatnya acara pertunangan anak saya dan Tuan Dewangga akan dilaksanakan.” Ucap Wilson dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari semua tamu.


Deg


Angga benar-benar marah mendengar kabar itu. Sepertinya memang ini adalah rencana Laura. Dia sengaja tidak memberitahukan ini semua. Raut wajah Angga berubah merah padam. Matanya kini beralih mencari keberadaan Viviane. Tapi Angga tidak menemukannya. Angga sangat takut sekali orang suruhan Alfa sudah bertindak lebih cepat pada Viviane.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2