Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 65


__ADS_3

Kini Angga sudah merebahkan tubuhnya disamping Viviane. Sesuai dengan permintaan Viviane, tangan Angga kini sudah dipakai Viviane sebagai bantal. Dan Viviane tidur dengan memeluk tubuh Angga. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Angga dapat emndengar dengkuran halus istrinya.


“Aku sangat mencintaimu Vi.” Ucap Angga dan mengecup kening Viviane, setelah itu dia segera menyusul Viviane ke alam mimpi.


Keesokan paginya, Viviane sudah bangun terlebih dulu. Dia merasakan badannya lebih rileks setelah bangun tidur. Viviane berpikir mungkinkah itu dikarenakan dia tidur dengan memeluk suaminya.


Tak ingin berlama-lama di atas tempat tidur, Viviane segera mencuci mukanya ke kamar mandi. setelah itu dia akan memasak untuk Viviane.


Selesai mencuci muka, Viviane menyiapkan baju kerja Angga, siapa tahu nanti saat dirinya di dapur ternyata suaminya sudah bangun dan mandi.


Kini Viviane sudah ada di dapur. Dia melihat tidak banyak bahan makanan yang tersedia disana. Jadi Viviane memutuskan untuk membuat nasi goreng saja.


Sementara Angga perlahan menggerakkan badannya sambil mata masih tertutup. Dia meraba di sampingnya tidak menemukan keberadaan sang istri. Kemudian Angga membuka matanya dengan sempurna. Menyadari sekarang sudah jam 06.30, Angga segera bangun. Karena sebentar lagi dia akan pergi ke kantor.


Angga tersenyum tipis saat melihat di atas meja sudah tersedia baju kerjanya. Angga sangat bahagia mendapati pemandangan seperti itu. Memiliki istri yang sangat perhatian. Setelah itu dia bergegas ke kamar mandi agar bisa secepatnya bertemu dengan istrinya yang saat ini pasti sedang memasak.


Tidak lama kemudian Angga sudah berpenampilan rapi. Dia segera keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Viviane. Lagi-lagi indra penciuman Angga dipenuhi bau masakan yang sangat sedap.


“Masak apa kamu Vi? Baunya sedap sekali.” Ucap Angga tiba-tiba dan membuat Viviane sangat terkejut.


“Maaf, aku tidak bermaksud mengagetkan kamu.” Ucap Angga lagi.


“Aku Cuma membuat nasi goreng telur saja. Karena memang tidak banyak bahan makanan.” Ucap Viviane.


“Nggak apa-apa. Aku sudah sangat lapar sejak tadi. nanti aku minta Bi Asih membelikan bahan makanan yang banyak saat datang kesini.”


Akhirnya Angga sudah duduk di meja makan. Viviane mengambil piring dan menyiapkan nasi goreng buat Angga. Kemudian dia juga mengambil nasi goreng untuk dirinya sendiri.


“Enak sekali Vi. Besok aku minta kamu bawakan aku nasi goreng ya kalau pergi ke kantor.” ucap Angga di sela-sela kegiatan makannya.


“Makan siang pakai nasi goreng?” Tanya Viviane memastikan.


“Iya nggak apa-apa. Apa pun yang kamu masak rasanya sangat enak. Jadi kalau kamu masak nasi goreng, nggak apa-apa aku bawa buat makan siang.”


Wajah Viviane bersemu merah saat mendengar pujian dari Angga. Jujur dia sangat senang sekali mendapatkan pujian seperti itu.


“Iya, besok aku akan masak menu yang lain saja kalau kamu minta dibawakan bekal.”

__ADS_1


Selesai makan, Angga segera berdiri dan segera pergi ke kantor. Mario sudah menunggunya di basement karena dia tidak dijinkan oleh Angga untuk masuk ke apartemen setelah dia sudah berstatus suami Viviane.


“Aku berangkat dulu ya. Nanti jam 9 Bi Asih akan datang. Karena beliau masih berbelanja di pasar.” Ucap Angga.


“Iya, nggak apa-apa. Kaamu hati-hati.” Balas Viviane.


Cup


Viviane terdiam dan terpaku saat tiba-tiba Angga mengcup keningnya. Dia merasa tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Sedangkan Angga heran melihat reaksi Viviane yang diam saja setelah dia mengcup keningnya.


“Apa masih kurang?” Tanya Angga menggoda.


“Hah??” Viviane bingung dengan maksud ucapan Angga.


“Apa mau dicium lagi?” Tanya Angga lagi.


“Ehm buruan kamu pergi ke kantor, nanti telat loh. Aku mau mandi.” ucap Viviane gugup sambil tertunduk malu.


Angga tersenyum tipis saat berhasil menggoda Viviane. Setelah itu Angga segera pergi ke kantor. dan Viviane pergi mandi.


Setelah selesai mandi, Viviane mendengar bel apartemennya berbunyi. Dia melihat jam dinding menunjukkan pukul 9. Viviane sangat yakin kalau yang datang adalah Bi Asih. Dia segera membukakan pintu tanpa melihat dari lubang kcil yang ada di pintu itu. Dan ternyata benar, seorang wanita paruh baya seusia Ibunya yang datang dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi bahan makanan dan sayuran segar.


“Pagi juga Bi, jangan panggil Nyonya. Panggil Vivi saja.” Ucap Viviane.


“Saya nggak enak dengan Tuan Surya jika memanggil istrinya hanya nama saja. Bagaimana kalau saya panggil Non Vivi saja?” Tanya Bi Asih dan Viviane mengangguk setuju.


Setelah itu Bi Asih minta ijin untuk ke dapur meletakkan bahan makanan dan sayuran yang telah dia beli tadi. sementara Viviane duduk di ruang tamu sambil menonton tv. Selesai dari dapur, Bi Asih menghampiri Viviane.


“Apa Non Vivi minta dibuatkan sesuatu?” Tanya Bi Asih.


“Tidak Bi.”


Setelah itu Bi Asih kembali ke dapur untuk bersih-bersih. Meskipun apartemen majikannya cukup bersih, tapi Bi Asih tetap membersihkannya.


Seharian ini Viviane tampak ceria karena dia bisa berinteraksi dengan orang lain selain suaminya. Bi Asih adalah orang yang enak diajak bicara menurut Viviane. Bi Asih juga banyak bercerita tentang Angga. Sebelumnya Angga sudah memberi instruksi pada Bi Asih agar tidak membicarakan tentang Papanya ataupun mendiang Mamanya. Dan tanpa menanyakan alasannya, Bi Asih mematuhi perintah tuannya.


Dan tanpa terasa waktu sudah sore. Bi Asih berpamitan pada Viviane karena sebentar lagi tuannya akan pulang. Dan Viviane mengucapkan banyak terima kasih pada Bi Asih karena telah menemaninya seharian ini.

__ADS_1


Setelah Bi Asih pulang, Viviane masuk ke kamarnya untuk mandi. tadi Bi Asih sudah menyiapkan air hangat untuk dirinya berendam. Dan kini Viviane sedang berendam di dalam bathup yang sudah diberi dengan aroma terapi.


Setelah beberapa saat kemudian Viviane sudah menyelesaikan kegiatan berendamnya. Setelah membilas dengan air shower, Viviane melilitkan handuk ke tubuhnya karena di dalam kamar mandi tidak ada bathrope.


Cklek


Viviane keluar dari kamar mandi dan bertepatan dengan Angga yang baru saja masuk ke dalam kamar.


“Vi?” panggil Angga karena saat masuk ke unit apartemennya tadi tidak melihat istrinya disana. Dan Angga langsung masuk ke kamar.


“Arghhhhhh” teriak Viviane terkejut.


Karena kaki Viviane yang masih basah saat keluar dari kamar mandi, ditambah lagi dengan keterkejutannya dengan seseorang yang memanggil namanyaa, membuat Viviane kehilangan keseimbangaan dan dia hampir saja terjatuh kalau saja Angga tidak menangkap tubuhnya dengan cepat.


Posisi mereka berdua saat ini sangat intim dengan Viviane dalam posisi setengah berdiri, dan Angga memeluk tubuh Viviane.


Aroma wangi daari tubuh Viviane menguar begitu saja dan memenuhi indra penciuman Angga. Dan tanpa sadar pandangan Angga fokus pada tubuh Viviane. Angga kesusahan menelan salivanya saat melihat handuk yang dipakai Viviane sudah turun dan menampakkan bagian atas dua buah indah milik Viviane.


Angga bingung berada dalam posisi seperti ini. Dia adalah pria normal yang memiliki hasrat tinggi jika melihat pemandangan seperti ini.


Viviane yang sadar dengan apa yang dilihat Angga saat ini. Dengan cepat dia berusaha berdiri dan membenahi handuknya. Tapi tangannya dicekal oleh Angga. Perasaan Viviane saat ini sedang berkecamuk. Apakah Angga akan meminta haknya sekarang. tiba-tiba saja wajah Viviane memerah dan tubuhnya bergetar ketakutan.


Angga sangat terkejut melihat reaksi Viviane yang seperti sekarang ini. Dengan cepat dia melepaskan cekalan tangannya dan membiarkan Viviane membenahi handuknya. Setelah itu tanpa mengucapkan apapun, Viviane berjalan cepat menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya.


Angga kini sedang duduk di meja makan setelah keluar dari kamar. Dia sangat terkejut dengan reaksi Viviane seperti tadi. apakah istrinya masih dibayangi ketakutan dengan kejadian pelecehan itu. Pikiran Angga berkecamuk.


“Vi, ayo kita makan dulu!” ajak Angga saat melihat Viviane baru saja masuk ruang makan.


Dengan cepat Viviane berbalik dan meninggalkan Angga. Dan Angga mengejarnya.


“Vi tunggu!!” panggil Angga sambil meraih tangan Viviane.


“Tolong lepaskan. Aku mau ke kamar.” ucap Viviane menepis tangan Angga dan segera masuk kamar.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2