Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 49


__ADS_3

Saat ini Edwin sudah berada di dalam kamarnya. Dia meliaht kamarnya yang terlihat sepi karena disana tidak ada istrinya. Edwin benar-benar kecewa dengan sikap mamanya. Edwin berjanji tidak akan menceraikan Viviane. Edwin juga sangat yakin kalau istrinya mau menerima dirinya apa adanya dengan keadaan seperti sekarang ini.


Edwin menyesal karena tidak jujur pada istrinya sejak awal. Kalau saja Viviane mengetahui keadaannya yang sesungguhnya, dia pasti tidak akan merasa tertekan dengan desakan mamanya yang selalu meminta cucu.


Edwin pun juga selama ini tidak jujur pada Viviane kalau selama ini dia pergi keluar kota bukan karena ada urusan pekerjaan. Melainkan untuk berobat. keadaan Edwin yang semakin sering digunakan untuk bekerja keras, khususnya bercinta ternyata dapat menurunkan staminanya. Sejak awal menikah, Anto sudah memperingatkan pada Edwin agar tidak terlalu memforsir tenaganya supaya tidak melemah. Namun Edwin tidak mempedulikannya. Alhasil Anton memberikannya obat penambah stamina untuk Edwin.


Mengingat lagi saat bulan madu dulu, tenaga Edwin benar-benar terkuras. Selain untuk bercinta, tapi juga karena melakukan perjalanan jauh. Hingga saat itu tubuh Edwin seketika melemah dan menyebabkannya sakit. Lebih parahnya lagi obat yang diberikan Anton saat itu tinggal satu butir. Jadi terpaksa dia harus segera pulang.


“Lebih baik kamu jujur saja pada istri kamu Ed! Aku yakin Viviane adalah wanita yang baik. Dia pasti akan menerima keadaan kamu.” Ucap Anton sebelum Edwin pulang ke kota J.


Edwin yang saat itu sedang tugas di rumah sakit keluarganya yang ada di luar kota, sudah dua kali ini didatangi Edwin hanya untuk meminta obat penambah stamina. Anton sudah mengingatkan agar Edwin tidak terus mengkonsumsi obat itu.


“Aku takut Viviane akan kecewa dengan keadaanku. Aku takut dia pergi meninggalkan aku Ton.” ucap Edwin.


“Kamu belum mencobanya Ed. Cobalah dulu bicara baik-baik dengan istri kamu. Aku akan mencari informasi tentang pengobatan kamu. Aku yakin pasti ada jalan untuk masalah kamu ini.”


Edwin terdiam dalam kamarnya mengingat ucapan Anton. Mungkin memang lebih baik dia mengikuti saran dari Anton untuk bicara dengan istrinya. Kemudian Edwin segera bangkit dari duduknya dan segera menyusul istrinya. Edwin yakin bahwa istrinya saat ini sedang berada di apartemen.


Edwin keluar dari kamarnya dan dengan langkah cepat dia keluar dari rumah. Namun lagi-lagi mamanya menahannya.


“Ada apa lagi Ma? Tolong jangan halangin Edwin. Edwin akan menemui Viviane.” Ucap Edwin pada Mamanya.


“Mama yakin setelah kamu melihat foto ini, pasti kamu akan menceraikan istri kamu.” Ucap Sonya dan memperlihatkan foto Viviane yang sedang keluar dari mobil diantar oleh Rian. Edwin tahu tempat itu adalah di basement apartemennya.


“Edwin tidak peduli. Edwin akan menanyakan langsung pada Viviane.” Ucap Edwin dan segera pergi meninggalkan mamanya.


Sonya sangat geram sekali dengan anaknya yang sudah cinta buta dengan Viviane. Sonya diam-diam mengikuti Edwin pergi ke apartemennya. Rachel ingin melihat sendiri penjelasan Viviane yang semalam sedang bersama seorang pria.


Beberpa menit perjalanan, akhirnya kini Edwin sudah sampai apartemennya. Dengan langkah cepat, Edwin masuk ke unit apartemennya. Sebelum dia masuk, dia melihat Laura yang juga berada disana.


“Ada apa kamu disini Ra?” Tanya Edwin dingin.

__ADS_1


“Aku hanya ingin bertemu Mas Angga. Karena menurut informasi yang dikatakan oleh pembantunya, Mas Angga akhir-akhir ini tinggal lagi di apartemennya. Tapi aku tadi sudah kesana dia tidak ada.” Ucap Laura.


Deg


Edwin sedikit terusik dengan ucapan Laura bahwa Angga akhir-aakhir ini tinggal lagi di apartemennya. Bukankah dia sudah melarang Angga agar tidak lagi tinggal disini. Kemudian Edwin tidak mempedulikan Laura lagi. Dia segera masuk ke unit apartemennya. Dia ingin segera menemui istrinya.


“Sayang!” panggil Edwin namun tidak ada jawaban.


Edwin sangat yakin pasti istrinya sedang berada di dalam kamar. Kemudian Edwin membuka pintu kamarnya yang saat itu dalam keadaan gelap. Edwin menekan sklar lampu yang ada di kamar. Dia sangat terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya.


“Brengsek kalian!!!” umpat Edwin.


Edwin melihat isstrinya sedang tertidur pulas dalam pelukan seorang pria yang sangat ia kenal yaitu Angga. Edwin benar-benar sangat marah. Teriakannya tak juga membangunkan kedua insan yang tengah terlelap itu. Dengan cepat Edwin membuka selimut tebal yang membelit tubuh Viviane dan Angga. Alangkah terkejutnya Edwin saat melihat istrinya tanpa busana, sedangkan Angga hanya memakai boxer. Edwin merasa dejavu. Dia kembali mengingat perselingkuhan yang pernah dilakukan oleh Grace dulu.


Viviane dan Angga seketika mengerjapkan matanya. Mereka berdua juga tak kalah terkejut dengan keadaan yang mereka alami. Viviane yang merasa tubuhnya telanjang, dia menarik selimut itu kembali untuk menutupi tubuhnya.


“Mas, aku bisa jelaskan. Ini semua tidak seperti yang Mas Edwin lihat.” Ucap Viviane.


Edwin melangkah mendekati Angga yang masih kebingungan mencari pakaiannya.


“Bajingan kamu!!! Keluar dari sini sekarang juga!!” usir Edwin setelah memberi bogem mentah pada Angga.


“Ed, ini semua tidak benar. Aku dan Viviane hanya dijebak” ucap Angga berusaha membela diri.


Kemudian Edwin berjalan mendekati Viviane. Dia menyingkap selimut bagian atas yang menutupi tubuh Viviane. Disana terlihat beberapa tanda merah pada leher Viviane yang membuat Edwin semakin murka.


“Apa seperti ini dijebak hah?? Cepat keluar dari sini. dan untuk kamu VIVIANE, mulai saat ini juga kamu bukan lagi istriku. Kalian berdua cepat angkat kaki dari sini!” ucap Edwin.


Duar


Dunia Viviane benar-benar hancur. Dia tidak menyangka suaminya akan menceraikannya. Dia juga tidak ingat sama sekali apa yang telah terjadi semalam setelah Rian mengantarnya pulang.

__ADS_1


Dengan berderai air mata, Viviane segera mengambil pakaiannya. Dia mengambil tas dan ponselnya kemudian segera keluar dari apartemen.


“Mama bilang apa, sekali ****** akan tetap menjadi ******!” ucap Sonya yang ternyata sudah ada di ruang tamu.


Viviane hanya terdiam dan segera pergi meninggalkan Edwin dan Mamanya yang sedang duduk di ruang tamu. Karena mau bicara apapun pasti Edwin sudah tidak mempercayainya.


Sedangkan Angga tadi sudah pergi menuju unit apartemennya. Di depan pintu sudah ada Laura disana namun Angga mengacuhkannya. Angga segera masuk dan mengganti pakaiannya. Angga ingin mengejar Viviane.


Laura sangat marah karena Angga tidak mempedulikannya. Tapi dia masih punya segudang rencana licik. Bagi Laura saat ini sudah cukup puas atas usahanya ini. Semalam setelah melihat Viviane pulang ke apartemennya, Laura sudah menyuruh seseorang untuk mengikuti Viviane dan membekap Laura dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya.


Setelah itu Laura juga menyuruh seseorang untu meneror Angga agar Angga pergi ke apartemennya. Dan benar saja, Angga datang ke apartemen, namun belum sampai unit apartemennya, ada seseorang yang memukul tengkuk Angga hingga pingsan. Dan disitulah Laura mulai menjalankan rencananya. Laura memberikan tanda kemerahan pada leher Viviane agar terlihat seperti mereka baru saja melakukan hubungan suami istri. Laura juga sangat yakin pasti Edwin akan datang ke apartemen setelah Sonya mengusir Viviane.


Angga kini mengejar Viviane yang sedang berjalan seirang diri. Tampak mata Viviane yang sangat sembab karena sejak tadi menagis.


“Vi, tunggu!” panggil Angga dan Viviane menoleh.


“Vi, aku sangat yakin pasti ada yang menjebak kita. Kamu percaya kan sama aku? aku tidak mungkin melaku-“ ucapan Angga terpotong.


“Aku benci sama kamu Ngga!!! Mulai saat ini pergi jauh-jauh dari hidupku!” ucap Viviane.


“Tapi aku nggak bisa Vi. Aku akan mencari orang yang telah menjebak kita.”


“Kalau kamu tidak bisa menjauh dariku, aku yang akan pergi menjauh dari hidupmu selamanya.” Ucap Viviane dan segera melangkahkan kakinya ke tengah jalan.


“Viviane!!!! Stop!!!”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Jangan lupa like, vote, komen, dan giftnya ya😘😘👌👌


__ADS_2