Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 91


__ADS_3

Setelah sampai apartemen, Angga meraih ponselnya. Dia menghubungi Mario untuk memesankan tiket pesawat ke kota B. ya, Angga memutuskan untuk menjemput istrinya. Dia akan meminta maaf pada istrinya dan mengajaknya pulang ke kota J. namun sejak tadi panggilannya diabaikan oleh Mario. Bukan mengabaikan tepatnya, tapi Mario saat ini sedang sangat sibuk menangani masalah di perusahaan Angga.


“Sial!!! Berani kamu mengabaikan panggilanku.” Umpat Angga kesal.


Setelah beberapa saat ada panggilan masuk ke ponsel Angga. Bukan Mario yang meneleponnya, melainkann Mike. Angga heran, untuk apa Mike meneleponnya. Bukahkah tadi dia sudah mengirimkan pesan pada Mike kalau dirinya pulang terlebih dulu.


“Ya, ada apa?” Tanya Angga saat sudah menggeser tombol hijau pada ponselnya.


“Gawat Ngga, perusahaan cabang sedang dalam masalah.” Ucap Mike dengan nafas yang memburu.


“Perusahaan cabang yang mana?” Tanya Angga.


“Yang ada di kota X, yang sedang dalam proses pembangunan. Sekarang beberapa pekerja dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah mengalami kecelakaan kerja. Dan kemungkinan itu adalah sabotase dari rekan bisnis kita.” Terang Mike.


Angga mengerang kesal. Saat ini yang paling penting adalah perusahaannya. Karena mau bagaimanapun juga itu menyangkut nyawa banyak orang. Dia harus meninjau proyek pembangunan di perusahaan cabang itu secara langsung dan akan mencari pelaku yang telah menyabotase kecelakaan yang terjadi pada beberapa pekerjanya.


“Baiklah, hari ini juga kita akan ke kota X. cepat siapkan segalanya. Suruh Mario memesankan tiket pesawat untuk aku dan kamu. Biarkan Mario yang menghandle kantor pusat.” Ucap Angga.


“Baiklah.” Jawab Mike.


Setelah itu Angga bergegas keluar dari apartemennya menuju kantornya. Bahkan Angga tidak sempat mengganti pakaiannya. Dia hanya menyampirkan jasnya ke lengannya setelah itu melesat pergi ke kantornya.


Beberapa saat kemudian Angga sudah tiba di kantor. Mike yang sudah menunggunya segera masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Mario.


Saat ini pikiran Angga terfokus pada pekerjaannya. Untuk urusan istrinya, mungkin dia akan mengesampingkannya terlebih dulu. Bukan untuk melupakan, namun masih ada nyawa yang harus dia pikirkan. Lagipula istrinya saat ini sedang bersama dengan Alfa. Dan Angga sangat yakin kalau Alfa mampu membuat istrinya bahagia.


***


Selama satu minggu ini Alfa masih tinggal di rumah Viviane. Pria itu sudah seperti kakak kandung Viviane. Karena dia selalu menuruti kemauan Viviane. Terkadang juga mengajak Viviane untuk keluar jalan-jalan. Dia melakukan itu semua karena untuk menghibur Viviane yang terlihat sedih jika mengingat Angga.


Sampai saat ini Alfa juga belum bisa menemui Angga. Jujur saja Alfa sangat marah dengan perbuatan Angga yang memperlakukan istrinya seperti saat ini. Alfa berjanji jika nanti sudah pulang ke kota J, dia akan menghajar Angga.

__ADS_1


“Bagaimana Vi? Apa kamu sudah bisa memberiku jawaban?” Tanya Alfa pada Viviane yang tengah duduk santai di teras rumah.


Beberapa hari yang lalu Alfa mengajak Viviane tinggal di kota J. bukan untuk menemui suaminya, melainkan untuk mengurus perusahaan yang telah menjadi milik Viviane. Alfa tahu kalau Viviane sedang berbadan dua. Tidak mungkin juga dia membebani Viviane dengan urusan kantor. Alfa hanya ingin mengalihkan perhatian Viviane. Dengan sibuk bekerja, pasti Viviane akan melupakan sejenak beban di pundaknya.


“Iya, aku bersedia ikut Abang ke kota J, namun ada syaratnya.” Ucap Viviane.


“Apa?” Tanya Alfa.


“Aku ingin Ibu juga ikut. Aku nggak mau berpisah lagi dengan Ibu setelah sekian lama aku meninggalkannya ke Swiss.” Jawab Viviane.


Alfa menganggukkan kepalanya. Kini tugasnya harus meyakinkan tantenya agar mau ikut tinggal di kota J. Alfa optimis kalau tantenya mau tinggal di rumahnya bersama mamanya.


Dan benar saja, Ibu Viviane mau ikut tinggal di kota J bersama Viviane. Namun Ibunya tidak bisa ikut berangkat bersama. Karena masih harus mengurus rukonya dengan orang yang akan dia percaya untuk menjaganya. Viviane pun tampak senang melihat ibunya mau ikut tinggal di kota J.


Hari ini juga Alfa berangkat ke kota J bersama Viviane. Semenjak kepulangannya dari Swiss, Viviane sudah jarang sekali merasakan kandungannya bermasalah. Morning sickness yang dia alami kini perlahan menghilang dengan semakin bertambahnya usia kandungannya. Jadi dia benar-benar enjoy saat melakukan perjalanan udara.


Kini pesawat yang ditumpangi oleh Alfa dan Viviane sudah tiba di bandara kota J. Alfa segera mengajak Viviane pulang ke rumahnya. Sebelumnya, dia sudah memberitahu Mamanya kalau Viviane akan tinggal bersamanya. Mauren sangat senang mendengarnya.


“Vivi baik tante.” Jawab Viviane.


Mereka berdua berhambur saling berpelukan. Alfa yang melihat mamanya begitu menyayangi Viviane pun ikut bahagia. Karena sudah lama sekali mamanya tidak bertemu dengan Viviane. Jadi saat bertemu sekarang, mereka berdua terlihat saling melepaskan rindu.


“Ayo masuk dulu. Pasti kamu capek kan? Duh senangnya tante, sebentar lagi akan mempunyai cucu.” Ucap Mauren berbinar.


***


Beberapa hari kemudian, Ibu Viviane sudah tiba di kota J. hal itu semakin membuat Viviane bahagia karena masih ada banyak orang yang menyayanginya. terlebih tinggal bersamanya. Namun, kebahagiaan Viviane belum sepenuhnya sempurna saat tidak ada kehadiran sang suami.


Viviane kembali merasa sedih saat sudah seminggu lebih tidak ada tanda-tanda suaminya akan menemuinya. Apakah semarah itu Angga padanya hingga tidak mau bertemu dengannya. Viviane sudah menguatkan hatinya suatu saat nanti akan terjadi hal buruk dengan rumah tangganya.


Hari ini Alfa mengajak Viviane ke kantornya. Karena perusahaan ini juga menjadi bagian Viviane, jadi Viviane berhak untuk ikut terjun langsung menangani perusahaan. Meskipun Alfa tahu dan tidak akan membebani pekerjaan berat pada Viviane.

__ADS_1


Alfa menunjukkan sebuah ruangan yang khusus ditujukan untuk Viviane. Ruangan wakil CEO yang berada tepat di sebelah ruangan Alfa.


“Bang apa ini nggak terlalu berlebihan buat aku?” Tanya Viviane.


“Nggak. Memang sudah sepantasnya kamu yang menempatinya.” Jawab Alfa.


“Tapi aku tidak begitu paham dengan pekerjaanku nanti. Aku harus melakukan apa?” Tanya Viviane.


“Tenang saja. Kamu jangan khawatir. Aku percaya kamu adalah wanita yang pintar, jadi tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi, pasti kamu cepat bisa.” Jawab Alfa.


Viviane menghela nafas. Dia hanya bisa menuruti Alfa, karena mau menolak pun pasti tidak akan didengarkan oleh Alfa. Kemudian dia masuk ke dalam ruangannya setelah Alfa meninggalkannya ke ruangan CEO.


Alfa sudah kembali ke ruangannya. Dia mulai bergelut dengan beberapa berkas yang harus ia cek dan beberapa harus dia tanda tangani. Dan saat sedang sibuk, tiba-tiba asistennya masuk ke dalam ruangannya setelah mengetuk pintu terlebih dulu.


“Maaf Tuan ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda.”


“suruh dia masuk.” Jawab Alfa.


Setelah asisten Alfa keluar dan memeprsilakan tamunya masuk, Alfa sudah terlebih dulu berdiri untuk menyambut kedatangan tamunya.


Bugh


Bugh


Belum sempat tamu itu mengucapkan sesuatu, dengan cepat Alfa memberi bogem mentah pada wajah pria itu.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2