Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 68


__ADS_3

Angga segera membawa pulang Viviane. Dia sungguh tidak menyangkan akan bertemu dengan Edwin. Dan yang membuatnya geram Edwin mengahampiri Viviane dan mengatakan rindu. Angga sungguh sedang terbakar cemburu. Meskipun Viviane tidak menanggapi Edwin tadi.


Kini Angga dan Viviane sudah berada di dalam mobil tapi belum melajukan mobilnya. Dan mereka berdua sama-sama diam. Angga masih memikirkan pertemuan antara Viviane dan Edwin tadi. Angga takut jika Viviane masih mempunyai perasaan pada Edwin.


“Ngga!” panggil Viviane membuyarkan lamunan Angga.


“eh iya Vi ada apa?” Tanya Angga.


“Kenapa kita nggak segera pulang?” Tanya Viviane.


Angga tersadar.akhirnya dia melajukan mobilnya menuju apartemen. Entahlah mood Angga tiba-tiba buruk. Selama perjalanan pulang, Angga masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Dan mengacuhkan Viviane.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di apartemen. Angga membawakan barang belanjaan Viviane. Kemudian mereka makan malam karena tadi belum sempat makan saat di mall. Setelah itu dia memutuskan untuk masuk ke ruang kerjanya. Namun langkahnya terhenti saat dia akan membuka kenop pintu.


“Ngga! Kenapa kamu sejak tadi diam saja?” Tanya Viviane.


“Maafkan aku. aku hanya sedang memikirkan pekerjaan. Kamu istirahatlah dulu karena besok pagi sekali kita akan pergi ke pantai.” Ucap Angga. Kemudia dia masuk ke ruang kerjanya.


“Aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun pada Mas Edwin.” Ucap Viviane cepat saat Angga akan menutup pintu.


Angga tertegun mendengarkan perkataan Viviane. Viviane seolah tahu apa yang sedang dipikirkannya. Dan kalau Viviane bilang sudah tidak memiliki perasaan pada Edwin. Apakah itu berarti hanya ada dirinya yang ada di hati Viviane. Memang sejak Angga menikahi Viviane, wanita itu belum membalas cintanya. Tapi Angga tidak peduli walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan, yang pasti Viviane sudah berada di dalam genggamannya. Dan mendengar pernyataan Viviane yang sudah tidak memiliki perasaan pada Edwin, Angga serasa mendapat angin segar. Tapi dia belum berani menanyakannya langsung pada Viviane apakah wanita itu sudah membalas cintanya.


Cup


Angga mengecup kening Viviane sambil tersenyum.


“Istirahatlah dulu!” ucap Angga dan diangguki oleh Viviane.


Kemudian Angga masuk ke dalam ruang kerjanya dengan seulas senyum tergambar dari sudut bibirnya. mood Angga sudah kembali membaik. Kemudian dia mengambil ponselnya. Dia akan mengabarkan pada Mike kalau besok dia tidak pergi ke kantor karena akan mengajak Viviane jalan-jalan. Jadi Angga membatalkan pertemuannya dengan Mike yang sudah ia rencanakan sebelumnya.

__ADS_1


Selesai menghubungi Mike, Angga keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke kamarnya. Disana Angga sudah melihat Viviane tidur dengan pulas. Angga duduk bersimpuh memandangi wajah cantik wanita yang kini menjadi istrinya. Angga ingin sekali membelai wajah istrinya dan menciuminya. Namun niat itu diurungkannya takut akan mengganggu tidurnya.


Setelah itu Angga berganti pakaian dan segera menyusul Viviane tidur. Tapi Angga tidak tidur di atas tempat tidur yang sama dengan Viviane. Sofa yang dia ambil kemarin masih ada di dalam kamar. Angga memilih tidur di sofa agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membuat Viviane kembali trauma tantang kejadian sebelumnya.


Keesokan paginya mereka berdua sudah bersiap untuk pergi ke pantai. Tidak banyak barang yang dibawa oleh Angga dan Viviane. Mereka hanya membawa satu stel baju ganti dan beberapa makanan ringan. Setelah semuanya siap, mereka segera pergi meninggalkan apartemen.


***


Sementara itu seorang pria tampan berkulit sawo matang sedang frustasi. Setelah beberapa minggu melakukan perjalanan bisnis di luar kota, kini dia sudah kembali pulang.


Dia adalah Alfa. Karena kesibukannya di perusahaan, dia sampai melewatkan perkembangan terkini tentang adik sepupunya yang tak lain adalah Viviane. Kabar terakhir yang dia tahu, bahwa Viviane sudah menikah dengan Angga membuat Alfa sedikit kesusahan jika ingin bertemu dengan Viviane. Karena Alfa sangat tahu kalau Angga sangat membencinya.


Setelah pengakuannya pada Sang Mama atas perbuatannya pada Viviane, hari ini Mauren meminta Alfa untuk menemaninya pergi ke kota B. Mauren akan menemui adik iparnya yang sama sekali tidak pernah ia temui. Dia sangat senang mendengar kabar kalau masih mempunyai saudara dari keluarga suaminya. Namun Mauren juga sangat menyayangkan akan perbuatan Alfa pada Viviane yang tak lain sekarang telah menjadi keponakannya.


Alfa hanya bisa menuruti kamauan Mamanya. Dia tidak tahu bagaimana nantia reaksi Angga atau Viviane jika bertemu dengannya. Namun yang pasti, Alfa akan menghindar jika bertemu dengan Viviane. Karena sesuai permintaan tantenya, Alfa disuruh untuk menjauhi Viviane sementara waktu.


Mauren menelisik bangunan rumah minimalis di hadapannya sekarang. memang rumah itu bukan termasuk kategori rumah yang tidak layak huni. Rumah dengan bangunan minimalis dan cukup bagus tapi ukurannya tidak cukup besar jika dibandingkan dengan rumahnya. Mauren merasa sedikit bersalah karena baru sekarang mengetahui keberadaan adik iparnya. Menurut cerita Alfa, selama ini keluarga adik iparnya itu hidup dengan sangat sederhana tapi berkecukupan. Dan itupun dari hasil jerih payah Viviane. Mauren benar-benar menyayangkan akan tindakan Alfa yang sudah merusak hidup sepupunya sendiri.


Dengan perlahan mereka berdua melangkah mendekati rumah itu dan memencet bel ruamh. Dan tanpa menunggu lama, akhirnya pintu terbuka.


“Siang Tante!” sapa Alfa pada Ibu Viviane.


Ibu Viviane sempat terkejut dengan kedatangan Alfa. Untung saja saat ini Viviane sudah tidak tinggal di kota B. jadi Ibu Viviane merasa lega bahwa Viviane tidak bertemu dengan Alfa.


“Siang. Mari masuk!”


Ibu Viviane sudah duduk di ruang tamu dengan Alfa dan wanita paruh baya seusianya. Namun Ibu Viviane masih terdiam. Dia tidak tahu siapa wanita bule yang datang bersama Alfa.


“Tante, perkenalkan ini Mama Alfa namanya Mama Maurencia, kakak ipar tante.” Ucap Alfa.

__ADS_1


Setelah itu Mauren menghampiri Rafika, ibu Viviane. Mauren memeluk Rafika dengan erat sambil menangis. Mauren meminta maaf secara langsung atas perbuatan yang telah dilakukan Alfa pada Viviane. Setelah Rafika memaafkan, kini mereka bertiga kembali duduk di sofa.


“Tante, apa benar Viviane sudah menikah?” Tanya Alfa.


“Iya. Viviane sudah menikah dengan Angga.” Jawab Rafika.


“Lantas kemana mereka? Aku ingin bertemu langsung dengan keponakanku.” Ucap Mauren.


Akhirnya Rafika menceritakan bahwa setelah menikah, Angga mengajak Viviane tinggal di kota J. Angga tidak mau meninggalkan Viviane sendiri apalagi menjalani hubungan jarak jauh. Mengingat Viviane yang masih trauma dengan kejadian saat itu. Akhirnya Rafika mengijinkan dan mempercayakan Angga untuk menjaga dan melindungi Viviane.


“Jadi mereka saat ini tinggal di kota J?” Tanya Mauren dan diangguki oleh Rafika.


Alfa menyunggingkan senyumnya setelah mengetahui bahwa Viviane tinggal di kota yang sama dengannya. Setikanya, Alfa masih bisa melihat Viviane meskipun secara sembunyi-sembunyi.


“Jadi mereka saat ini juga tinggal di kota J, sama dengan kita?” Tanya Mauren pada Alfa.


“Iya Ma. Nanti Alfa cari cara bagaimana agar Mama bisa bertemu dengan keponakan Mama.” Ucap Alfa.


“Tapi Nak Alfa masih ingat dengan pesan tante kan? Jangan menemui Viviane dulu, dan jika Kak Mauren nanti sudah bertemu dengan Viviane, jangan menceritakan siapa kalian sebenarnya. Itu semua demi kebaikan Viviane dan juga kesehatannya.” Ucap Rafika panjang lebar.


Alfa dan Mamanya hanya mengangguk lemah.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2