Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 62


__ADS_3

Angga tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Alfa. Tapi Angga memilih tidak peduli. Dia segera meninggalkan Alfa dengan wajah yang sangat babak belur. Sekerang yang terpenting adalah Viviane. Karena sampai saat ini Viviane masih berteriak histeris.


“Vi!” panggil Angga.


Angga kembali merasa hatinya tersayat saat melihat kondisi Viviane kembali seperti saat baru sadar dari pingsannya setelah mendapatkan pelecehan dari Alfa. Viviane yang saat ini berada dalam pelukan Ibunya masih terisak dengan tubuh yang bergetar.


“Vi!” panggil Angga lagi.


“Pergi!! Jangan dekati aku! pergi sekarang!” teriak Viviane yang menganggap Angga adalah Alfa.


Alfa yang masih berada di ruang tamu, dapat mendengar jeritan histeris Viviane. Dia sangat menyesali perbuatannya. Bahkan Alfa tidak menyangka akan efek yang timbul pada Viviane stelah pelecehan yang dia lakukan.


Angga mendekati Viviane. Dia tidak peduli dengan penolakan Viviane. Angga meminta Ibu Viviane agar melepas pelukannya. Dan saat Viviane kembali berteriak, dengan cepat Angga memeluk tubuh Viviane dengan erat.


“Tenang Vi, ini aku Angga. Aku janji akan melindungi kamu dari bajingan itu. Percayalah. Aku sangat menyayangi dan mencintai kamu. Aku akan melakukan yang terbaik buat kamu Vi.” Ucap Angga.


Perlahan Viviane sudah bisa meredakan tangisnya. Meskipun masih terdengar isakannya. Kemudian Ibunya membawa segelas air putih dan beberapa butir obat. Ibu Viviane tadi sempat menghubungi dokter Eva perihal keadaan Viviane.


Setelah itu dokter Eva menyarankan agar Viviane diberi obat penenang yang pernah diberikan dulu. Dan beberapa saat kemudian Viviane tertidur dalam pelukan Angga. Perlahan Angga merebahkan tubuh Viviane di atas tempat tidurnya.


Angga masih setia menunggu Viviane meskipun wanita itu sudah tidur. Angga tidak akan meninggalkan Viviane. Dia takut jika saat Viviane nanti bangun, dia akan kembali berteriak histeris.


Sementara itu Ibu Viviane keluar dari kamar dan menuju ruang tamu untuk menemui seseorang yang sempat membuat Viviane histeris tadi. Ibu Viviane memang tidak melihat langsung siapa pria yang tiba-tiba datang tadi. sedangkan Alfa, sejak tadi masih berada di ruang tamu. Walaupun Angga tadi sudah mengusirnya, namun dia tetap bergeming. Dia ingin menemui Ibu Viviane yang tak lain adalah tantenya.


“Kamu siapa?” Tanya Ibu Viviane pada Alfa.

__ADS_1


Dengan wajah penuh lebam, Alfa menghampiri Ibu Viviane dan berlitut di hadapannya.


“Maafkan saya tante. Saya adalah Alfa, pria yang menyebabkan Viviane seperti itu.” Ucap Alfa.


Ibu Viviane mencengkeram kuat bajunya sebagai pelampiasan amarhanya. Tidak menyangka pria yang kini berlutut di hadapannya adalah pria yang telah melecehkan anaknya. namun Ibu Viviane adalah tipe wanita yang sangat penyabar. Jadi, mau bagaimana pun juga dia tidak bisa melampiaskan amarhanya dengan mengumpat ataupun memukul Alfa.


“Maafkan Alfa tante. Alfa menyesal telah melakukan itu semua. Hanya karena balas dendam, Alfa sampai melakukan itu pada Viviane. Wanita yang baru Alfa tahu adalah adik sepupu Alfa.” Ucap Alfa.


Deg


Ibu Viviane terkejut mendengar kalimat Alfa yang terakhir. Apa maksudnya Viviane adalah adik sepupunya.


“Duduklah! Jelaskan apa maksud kamu Viviane adik sepupu


kamu?” Tanya Ibu Viviane.


Alfa bilang kalau Papanya sudah dapat menemukan keberadaan adik kandungnya beberapa bulan yang lalu. Tapi semuanya sudah terlambat. Karena saat Wiratmaja akan mendatangi Mahesa, justru Mahesa sudah dalam keadaan tiada. Jadi saat itu Wiratmaja hanya bisa menyaksikan pemakaman adik kandungnya dari jarak yang cukup jauh.


Sepeninggal adik kandungnya keadaan Wiratmaja tidak begitu baik. Karena dia nerasa sangat bersalah telah menelantarkan adik kandung beserta keluarganya. Hingga Wiratmaja mempunyai firasat bahwa dia juga akan segera menyusul adiknya, dia memberikan wasiat pada Alfa untuk mencari keberadaan istri dan anak Mahesa.


“Maafkan Alfa tante. Mungkin tidak mudah buat tante untuk memaafkan perbuatan bejat saya pada adik sepupu saya sendiri.”


Ibu Viviane masih terdiam. Dia masih tidak percaya bahwa suaminya masih memiliki keluarga meskipun kakak iparnya itu sudah meninggal. Namun anaknya masih berbaik hati untuk mencari keberadaannya. Namun di satu sisi Ibu Viviane masih bingung. Akan dia memaafkan Alfa, keponakannya sendiri yang telah membuat hancur hidup anaknya.


“Walaupun tante memaafkan kamu, tapi semua itu belum cukup untuk mengobati rasa trauma yang terjadi pada Viviane. Viviane baru saja pulih, setelah beberapa bulan menjalani terapi psikisnya.”

__ADS_1


Alfa sungguh sangat terkejut. Dia tidak tahu kalau akibat ulahnya pada Viviane, wanita itu mengalami trauma mendalam dan harus melakukan terapi. Mungkin sampai kapanpun Alfa tidak akan pernah mendapatkan maaf dari Viviane. Apalagi ada Angga, pria yang sangat mencintai Viviane. Tapi Alfa tetap harus berusaha untuk mendapatkan maaf dari Viviane.


“Sekali lagi maafkan Alfa tante. Tante boleh menghukum Alfa atas perbuatan Alfa pada Viviane.” Ucap Alfa.


“kalau bagi tante, mungkin tante sudah memaafkan kamu. Karena kamu adalah anak dari kakak kandung ayahnya Viviane. Sekaligus keponakan tante. Tapi untuk Viviane, tante tidak bisa memaksanya untuk memaafkan perbuatan kamu. Tante takut kesehatannya akan semakin memburuk. Dan saran tante, untuk saat ini jangan menampakkan wajah kamu di depan Viviane.” Ucap Ibu Viviane.


Alfa masih berpikir keras. Apakah engan cara menjauhi Viviane, dia akan mendapatkan maaf darinya suatu saat nanti. Jika iya, ia akan menuruti permintaan dari tantenya itu.


“Alfa akan mengikuti saran yang tante berikan. Tapi Alfa mohon ijinkan Alfa untuk selalu menjenguk Viviane, meskipun tidak harus bertemu.” Pinta Alfa dan Ibu Viviane hanya mengangguk pelan.


Setelah itu Alfa pamit undur diri. Lebih baik dia segera pergi sebelum bertemu langsung dengan Angga. Bukannya takut, hanya saja Alfa tidak ingin memperparah keadaannya dengan semakin menambah lebam di wajahnya.


Selepas kepergian Alfa, Ibu Viviane masuk ke dalam kamar Viviane. Disana terlihat Viviane masih pulas tidurnya setelah meminum obat penenang. Sementara Angga juga setia menemani Viviane dengan duduk di samping ranjang Viviane.


“Nak Angga! Apa nggak sebaiknya kamu pulang saja? Biar Ibu yang menjaga Viviane. Percaya pada Ibu.”


“Nggak Bu. Angga akan selalu menemani Viviane. Angga tidak mau bajingan itu datang lagi mendekati Viviane.”


Ibu Viviane menghela nafsnya. Kemudian menceritakan semuanya tentang Alfa. Angga sampai tidak percaya bahwa pria bajingan yang telah melecehkan Viviane adalah kakak sepupunya sendiri.


“Bu, restui hubungan Angga dengan Viviane. Setelah keadaan Viviane nanti membaik, ijinkan Angga menikahi Viviane Bu. Angga janji akan selalu menjaga dan melindungi Viviane.” Ucap Angga dengan tegas.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2