
Riuh tepuk tangan tamu undangan dengan senyum mengembang di wajah mereka seketika berubah menjadi terkejut saat melihat video yang saat ini sedang diputar di layar proyektor. Video berdurasi sekitar delapan menit itu berisi beberapa potongan video tentang kejahatan Laura selama ini.
Kaki Laura gemetar hebat. Seperti sudah tidak mampu menopang berat tubuhnya. Dia meraih tangan Angga berniat untuk mencari kekuatan tapi Angga menepisnya dengan kasar. Mulut Laura seakan tertutup rapat tidak mampu berbicara walau sekadar untuk menghentikan video yang tengah diputar itu.
Dalam beberapa potongan video itu menampilkan tindakan Laura mulai dari pertemuannya dengan Alfa yang berujung permainan panasnya di atas ranjang. Setelah itu ada juga Laura yang sedang menghubungi seseorang untuk menjalankan rencananya yaitu menjebak Viviane dan Angga tidur bersama dalam apartemen hingga memperlihatkan Angga dan Viviane seperti benar-benar berselingkuh. Bahkan Laura sendiri yang melucuti baju Viviane dan memberikan tanda kemerahan pada leher Viviane.
Video selanjutnya menampilkan Laura sedang berada di ruangan dokter spesialis kandungan. Disana dapat terdengar jelas suara dokter yang menyatakan bahwa Laura positif hamil. Dan video terakhir berisi pertemuan Laura dengan Alfa. Dalam video itu Laura menolak mentah-mentah bahwa anak dalam kandungannya adalah bukan anak Alfa melainkan anak Angga.
Plak
Tamparan keras mendarat di pipi mulus Laura setelah video itu selesai. Laura sangat terkejut saat melihat siapa orang yang menamparnya.
“Papa??”
“Keluar dari sini. kamu sudah mempermalukan Papa di hadapan semua orang!” umpat Wilson pada Laura.
Wilson tidak menyangka akan tindakan Laura selama ini. Wilson mengira Laura hanya sangat mencintai Angga, jadi sebagai orang tua apa salahnya jika menuruti kemauan putri kesayangannya. Wilson sama sekali tidak tahu jika ujung permasalahannya seperti ini. Bahkan Laura lah yang menyebabkan perceraian keponakannya yaitu Edwin dan Viviane.
Semua tamu undangan perlahan pergi meninggalkan pesta setelah salah satu orang kepercayaan Wilson meminta untuk segera meninggalkan acara. Kini dalam ballroom itu tinggal keluarga Laura dan Edwin. Dan juga termasuk Angga bersama Mike.
“maafkan Laura Pa!!” ucap Laura sambil bersujud di kaki papanya.
“sekarang Om Wilson sudah tahu sendiri perbuatan putri Om selama ini. Jadi saya pamit undur diri. Dan pertunangan ini tidak akan pernah terjadi.” Ucap Angga kemudian pergi.
“Tega kamu Ra menghancurkan rumah tanggaku. Sekarang semuanya sudah terlambat, tidak bisa lagi aku perbaiki hubunganku dengan Viviane karena aku sudah resmi bercerai. Aku sangat membencimu Ra!” ucap Edwin kemudian.
***
__ADS_1
Angga dan Viviane kini bisa menghirup udara dengan bebas setelah tindak kejahatan Laura terbongkar. Dia sangat berterima kasih pada sahabatnya yang telah banyak membantunya yaitu Mike, angga tidak menyangka dengan hasil kerja Mike yang sangat memuaskan.
“Bagaimana kamu bisa mendapatkan semua video itu Mike?” Tanya Angga yang saat ini sedang berada di sebuah café.
Akhirnya Mike menceritakan semuanya pada Angga. Saat Angga bertemu dengan Mike dulu yang menceritakan tentang ancaman Laura dan Alfa, saat itu Mike menyarankan agar Angga menemui Edwin agar menjaga Viviane. Dan tanpa sepengetahuan Angga, Mike mempunyai ide yaitu membeli micro cam atau kamera yang berukuran sangat kecil.
Mike berencana akan menempelkan micro cam itu pada benda penting yang selalu dibawa oleh Laura. Dan suatu hari kemudian, Mike tidak sengaja bertemu dengan Laura di salah satu pusat perbelanjaan. Mike pura-pura menabrak Laura dan dengan cepat menempelkan micro cam itu ke selempang tas yang dipakai Laura.
Awalnya Mike tidak yakin kalau micro cam itu akan berjalan sesuai dengan rencananya. Karena setahu dia bahwa kebanyakan wanita akan sering berganti-ganti tas saat pergi atau ada acara tertentu. Namun, saat Mike meminta Angga menyetujui bertunangan dengan Laura, Mike mencoba menyambungkan koneksi micro cam yang pernah ditempelkan pada tas Laura dengan ponsel Mike. Dan sungguh diluar dugaan, ternyata micro cam itu dapat merekam semua bukti kejahatan Laura. Hingga Mike tidak perlu susah-susah menyiapkan plan B.
“Hebat kamu Mike. Kamu pantas jadi detektif” puji Angga setelah mendengar penjelasan Mike.
“semua ini tidak gratis brother!” seloroh Mike diiringi gelak tawa.
Drt drt drt
“Ngapain kamu senyum-senyum sendiri?” Tanya Mike heran.
Panggilan dari Viviane berakhir karena Anggaa tak kunjung menjawabnya.
“Viviane menghubungi aku Mike.” Jawab Angga. Dan beberapa saat kemudian ponsel Angga bergetar lagi, nomor Viviane lagi yang menghubunginya. Tak ingin melewatkan kesempatan emas itu Angga segera menerima panggilan dari sang pujaan hati.
“Iya, halo Vi?” sapa Angga dengan senyum mengembang.
“…..”
“Ap…apaaa???”
__ADS_1
Senyum yang tadi mengembang di wajah Angga kini berangsur surut saat mendengar suara di balik ponselnya. Ternyata itu bukan suara Viviane, melainkan suara Ibu Viviane. Angga angat terkejut saat mendengar Ibu Viviane menangis dan meminta tolong padanya. Ibu Viviane mengatakan bahwa Viviane dibawa pergi oleh beberapa orang pria berbaju hitam dan memakai penutup wajah.
Tubuh Angga melemas. Ternyata kebahagiaan belum berpihak padanya. Sekarang dis harus secepatnya menyelamatkan Viviane. Angga melupakan satu hal. Dia teringat dalam video Laura tadi saat Laura menolak Alfa dan mengatakan pada Alfa kalau Laura akan bertunangan dengannya. Angga yakin semua ini pasti kerjaan Alfa.
“Kenapa Ngga muka kamu seperti itu?” Tanya Mike.
“Mike, Viviane diculik. Aku yakin ini pasti ulah Alfa. Bantu aku menyelamatkan Viviane Mike.” Ucap Angga dengan suara bergetar.
Mike sangat terkejut mendengarnya. Dia juga melupakan satu hal itu. Bagaimana pun juga Angga adalah sahabatnya, jadi dia akan berusaha semaksimal mungkin membantu Angga menemukan Viviane.
“kamu tenangkan diri kamu Ngga. Ayo kita cari Viviane sama-sama.”
“Aku takut Mike. Aku takut Alfa menyakiti Viviane. Aku nggak mau itu terjadi.”
Malam itu juga Angga dan Mike memutuskan untuk terbang ke kota B. dia akan mencari Viviane. Dan dia akan memberi pelajaran yang setimpal buat Alfa karena sudah berani menyakiti wanitanya.
Angga dan Mike kini sudah berada di bandara. Dengan langkah tergesa-gesa mereka masuk ke dalam pesawat. Namun tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponsel Angga. Dan Angga segera membukanya.
Angga membelalakkan matanya saat nomor tidak dikenal mengirim sebuah foto yang memperlihatkan Viviane sedang duduk di kursi kayu dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Sedangkan mata dan mulutnya ditutup dengan kain hitam.
“Brengsek!! Aku nggak akan mengampuni kamu, kalau sampai Viviane terluka!!” umpat Angga.
.
.
.
__ADS_1
*TBC