Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 37


__ADS_3

Tidur Viviane merasa terganggu karena dia merasakan ada lengan kekar sedang melingkar di perutnya. Dia juga merasakan hembusan nafas dari seseorang yang kini tengah tidur nyenyak di belakangnya. Viviane membuka matanya perlahan. Ternyata itu suaminya. Kemudian dia berusaha melepaskan rengkuhan tangan suaminya tapi Edwin semakin kuat merengkuhnya.


“Sayang, maafkan aku.” ucap Edwin masih memejamkan matanya.


Viviane hanya terdiam saat mendengar ucapan suaminya. Dia berpikir suaminya telah mengigau. Jadi dia tidak mempedulikannya. Lagian Viviane juga sudah mencoba berdamai dengan hatinya untuk melupakan kejadian kemarin dimana orang masa lalu suaminya tiba-tiba muncul. Dan Viviane juga sudah tidak peduli dengan ucapan terakhir dari mantan kekasih suaminya itu.


“Sayang, apa kamu masih marah?” Tanya Edwin.


“Kamu ngigau Mas?”


“Nggak, Sayang. Apa kamu masih marah padaku?”


Akhirnya Viviane membalikkan tubuhnya dan kini posisinya sberhadapan dengan suaminya. Viviane dapat melihat wajah sendu suaminya. Meskipun dia baru saja membuka matanya. Seketika ada rasa bersalah pada diri Viviane karena sempat mengacuhkan suaminya semalam.


“Nggak, Mas. Aku nggak marah. Maafin aku semalam sudah mengacuhkanmu.”


Sedetik kemudian Edwin segera memeluk tubuh istrinya dengan erat. Dia merasa sangat lega karena istrinya sudah tidak marah lagi setelah kejadian kemarin.


“Terima kasih sayang. Aku sangat mencintaimu. Tidak ada wanita lain di hatiku selain kamu. Gracia adalah mantan kekasihku. Dan sudah lama aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya.”


“Iya Mas. Aku percaya.”


Edwin semakin mendekap erat tubuh mungil istrinya. Sedangkan Viviane merasa sangat tersiksa dengan pelukan suaminya yang begitu erat. Dia berusaha melepaskan diri sambil bergerak-gerak. Edwin merasa sesuatu dalam dirinya ada yang menggeliat saat tanpa sengaja istrinya bergerak dan menyentuh sesuatu itu.


“hemmmm…. Sayang, kamu membangunkan sesuatu!” ucap Edwin tertahan sambil memejamkan matanya.


Viviane yang merasa sesuatu dari balik celana tidur suaminya ada yang bergerak, dia terdiam seketika. Dia tidak sadar apa yang dia lakukan ternyata dapat membangunkan senjata suaminya.


“ma…maaf Mas. Aku nggak sengaja.” Ucap Viviane pelan.


“Tidak ada kata maaf. Kamu harus bertanggung jawab!”


Dengan cepat Edwin menyambar bibir istrinya. Dan pagi itu sepasang pengantin yang sedang berbulan madu melakukan kegiatan panas mereka di atas ranjang king size dari kamar hotel mewah yang menjadi tempat mereka singgah selama bulan madu di kota Madrid.


Setelah pergulatan panas itu, mereka berdua segera mandi bersama. Dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, karena Edwin kasihan melihat istrinya yang seperti kelelahan. Dia segera menggendong istrinya keluar dari kamar mandi. setelah berganti pakaian, Edwin memesan makanan untuk sarapan pagi mereka.

__ADS_1


Setelah sarapan, tenaga Viviane sudah kembali normal seperti semula. Dia merengek pada suaminya agar membawanya jalan-jalan berkeliling kota Madrid lagi. Karena masih ada destinasi wisata yang masih ingin dikunjungi oleh Viviane. Sebenarnya Edwin tidak mau menuruti kemauan istrinya, namun istrinya terus saja merengek meminta untuk keluar jalan-jalan, akhirnya Edwin mau tidak mau harus menurutinya.


Hari ini Viviane ingin berkunjung ke Puerta del Sol. Yang merupakan salah satu tempat wisata favorit di Madrid Spanyol. Puerta del Sol merupakan titik nol kilometer dari kota Madrid. Puerta del Sol dalam Bahasa Spanyol berarti Gerbang Matahari.


Di tempat ini juga sering terdapat pertunjukkan oleh seniman yang dapat berdiri tanpa menggunakan kaki. Selain itu, di salah satu tempat wisata terbaik di Madrid ini juga terdapat patung Bear dan The Madrono.


“Mas, ini indah sekali!” ucap Viviane takjub dengan keindahan Puerta del Sol.


“Kamu suka Sayang?” Tanya Edwin.


“Suka sekali Mas. Terima kasih ya Mas, kamu sudah membawa aku ke tempat ini.” Ucap Viviane sambil memeluk suaminya dengan erat.


Kemudian mereka berdua berjalan-jalan sambil mengambil beberapa foto selfie. Viviane tidak ingin melupakan moment ini, jadi dia mengambil banyak foto sebagai kenang-kenangan saat dia berbulan madu dengan suaminya.


“Sayang, kita duduk disana ya!” ajak Edwin.


“Iya, Mas!”


“kamu tunggu disini dulu, aku akan membeli minuman. Kamu pasti haus kan?” ucap Edwin saat mereka sudah berada di sebuah kursi yang memang tersedia untuk para wisatawan yang sedang beristirahat.


“Maaf, Anda siapa?”


“Aku Rian, yang kemarin nggak sengaja menabrak kamu saat di restaurant.”


“Oh Iya, maaf aku lupa.”


“Apa aku boleh duduk disini?”


“Ehm, Sayang ini minuman kamu.” Edwin tiba-tiba datang dengan membawa botol minuman.


“Ah iya Mas terima kasih. Oh iya Mas kenalin ini Rian. Dia juga wisatawan dari Indonesia juga, kemarin tanpa sengaja kita bertemu saat di restaurant.” Ucap Viviane mengenalkan suaminya dengan Rian.


Edwin menyambut uluran tangan Rian dengan wajah datar. Edwin merasa tidak asing dengan wajah Rian. Tapi dia lupa apakah dia pernah bertemu sebelumnya dengan Rian. Setelah itu, Rian memutuskan untuk pergi meninggalkan Viviane dan suaminya.


Rian berjalan menjauh dari pasangan yang sedang berbulan madu itu dengan menyunggingkan senyuman penuh arti. Rian yang ternyata adalah Alfa. Mantan kekasih Laura. Dia rela mengikuti Viviane berbulan madu sampai ke Madrid karena ingin mewujudkan misi balas dendamnya.

__ADS_1


Alfarian yang akrab disapa Alfa, telah menyelidiki bahwa Viviane yang saat ini sudah berstatus istri dari sepupu Laura adalah orang yang sangat berarti dalam hidup rivalnya yaitu Angga. Alfa sangat dendam dengan Angga karena gara-gara ulahnya, Laura sampai tega meninggalkannya. Meskipun Alfa tahu bahwa Angga sama sekali tidak tertarik dengan Laura, tapi Laura masih saja mengejar pria itu. Hingga Alfa benar-benar murka dengan Angga. Jadi dia memilih misi untuk balas dendam dengan mendekati Viviane setelah itu akan menyakiti wanita itu. Pasti Angga juga akan sakit saat melihat orang yang sangat dia cintai menderita, dan itu bagi Alfa adalah balasan yang setimpal karena telah merebut Laura dari sisinya.


Setelah puas berjalan-jalan, tanpa terasa waktu sudah sore. Kemudian Edwin mengajak istrinya untuk segera kembali ke hotel. Karena Edwin tiba-tiba saja merasa badannya tidak enak. Sesampainya di hotel. Viviane segera membersihkan tubuhnya karena merasa sangat gerah. Setelah mandi, dia menyiapkan air hangat untuk suaminya.


“Mas, kamu mandi ya. Sudah aku siapkan air hangat.” Ucap Viviane pada suaminya yang kini sedang duduk sambil menutup wajah dengan tangannya.


Perlahan Viviane meraih tangan suaminya yang menutupi wajahnya. Setelah itu Viviane sangat terkejut melihat wajah suaminya yang sangat pucat.


“Mas, kamu kenapa? Wajah kamu pucat sekali!” vviane sangat cemas sekali.


“Nggak apa-apa sayang. Aku hanya kelelahan saja.”


Setelah itu Viviane meminta suaminya untuk tidur di atas ranjang. Viviane menyentuh kening suaminya yang Nampak hangat. Dia segera memesaan makanan kemudian meminta suaminya meminum obat Pereda demam. Namun sayang, Viviane lupa membawa obat-obatan.


“Mas, obat-obatanku ketinggalan. Aku keluar dulu ya belikan obat buat kamu.”


“Jangan Sayang. Nggak usah. Buat istirahat saja, nanti pasti akan sembuh sendiri.”


Mau tidak mau Viviane menuruti kemauan suaminya. Kemudian dia menuju kamar mandi untuk membasahi kain yang akan dia gunakan untuk mengompres suaminya.


Edwin melihat istrinya yang pergi ke kamar mandi. dengan cepat dia membuka tasnya dan mengambil obat yang dia sengaja dia simpan di dalam tasnya.


“tinggal satu!” gumam Edwin pelan dan segra menelan obat itu.


.


.


.


*TBC


Obat apa tuh?? jangan² obat kuat??🤔🤔😂


Masih setia kan sama kisah Babang Angga? konfliknya perlahan mulai muncul loh..

__ADS_1


Happy reading guys😘😘💕💕


__ADS_2