Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 42


__ADS_3

Hari ini usai jam pulang kantor, Angga segera pergi menemui Mike. Sesuai yang diperintahkan oleh Angga, Mike sudah mendapatkan informasi tentan seseorang yang bernama Alfa.


Angga sudah memarkirkan mobilnya di sebuah restaurant ternama di kota J. karena Mike tadi mengirimkan pesan dan meminta untuk bertemu di restaurant saja sekalian bisa makan malam disana juga.


Angga masuk ke dalam restaurant dan mencari keberadaan Mike. Dan tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Angga mengetahui dimana letak meja Mike. Angga segera kesana.


“Sorry jalanan tadi macet banget.” Ucap Angga kemudian duduk di hadapan Mike.


“Nggak masalah. Nih kamu minum dulu. Aku tadi sudah pesan makanan.” Ucap Mike.


Angga segera meminum jus apel yang tadi sudah dipesankan oleh Mike. Sambil menunggu pesanan makanannya datang,


mereka berdua membahas tentang Alfa.


“Bagaimana hasilnya?” Tanya Angga.


“Pria yang bernama Alfa atau lebih tepatnya Alfarian Wiratmaja. Dia adalah anak kedua dari pemilik perusahaan kosmetik. Dan saat ini pria itu lah yang menjabat sebagai direktur utamanya karena menggantikan Papanya. Alfa pernah menjalin hubungan dengan Laura namun hubungan mereka ditentang oleh orang tua Laura karena Alfa terkenal sebagai seorang player. Namun mereka diam-diam tetap menjalani hungan itu di belakang orang tua Laura. Hingga akhirnya Laura memutuskan hubungannya dengan Alfa semenjak Tuan Wilson menjodohkan Laura dengan kamu.” Ucap Mike panjang lebar.


Angga mendesah pelan mendengarkan penuturan Mike. Angga berpikir bahwa kelihatannya memang Alfa benar-benar mencintai Laura. Hanya saja Laura yang mempermainkan hati pria itu. Dan kini berimbas pada dirinya.


“Lalu apa lagi yang kamu ketahui?” Tanya Angga lagi.


“Permisi Tuan, silakan!” ucap pelayan restaurant yang baru saja membawakan nampan yang berisi makanan.


“Terima kasih.” Ucap Mike.


Setelah itu Mike dan Angga menikmati makan malam mereka sambil Mike melanjutkan ceritanya tentang Alfa. Mike mengatakan pada Angga bahwa Alfa sangat marah sekali saat Laura memutuskan sepihak hubungannya. Dan yang lebih membuat Alfa marah adalah dia mengetahui Laura memutuskan hubungannya karena ada pria lain yaitu Angga.


Semenjak saat itulah, Alfa mencari cara bagaimana agar Laura bisa kembali lagi padanya. Alfa mengetahui bahwa Laura tergila-gila dengan Angga namun Angga sama sekali tidak tertarik dengan Laura. Jadi Alfa lebih memilih untuk mengancam Angga agar bisa mengembalikan Laura padanya dengan cara mendekati wanita yang sangat dicintai Angga yang tak lain adalah Viviane.


“Sial!!” umpat Angga sambil membanting sendok yang ia pegang. Dan sontak mengalihkan perhatian semua pengunjung restaurant.


“tenanglah Ngga!” ucap Mike.


“bagaimana aku bisa tenang kalau pria bajingan itu sampai berani menggunakan Viviane sebagai alat.” Kesal Angga.

__ADS_1


Kemudian Mike hanya bisa memberi saran agar menjauhi Laura saja. Karena sepertinya ancaman Alfa tempo hari tidak main-main. Karena seperti yang diketahui Mike, bahwa Alfa sampai mengikuti Viviane dan suaminya pergi bulan madu ke Madrid. Dan Angga percaya karena saat itu Alfa menunjukkan fotonya yang sedang bersama Viviane.


Angga benar-benar sangat marah dengan Alfa. Tapi memang jalan satu-satunya agar tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan Viviane yaitu menuruti saran dari Mike dengan menjauhi Laura.


***


Hari ini Viviane berencana akan memeriksakan kesehatan kandungannya ke salah satu rumah sakit di kota J. dia sudah meminta suaminya agar menemaninya saat jam makan siang nanti. Karena memang jadwal dokternya siang.


Kini waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Viviane mengajak suaminya untuk makan siang terlebih dahulu setelah itu baru berangkat ke rumah sakit. Mereka berdua makan di salah satu resto yang tidak jauh dari kantor.


Di tengah-tengah kegiatan makan siang mereka, tiba-tiba ponsel Edwin bordering. Dengan cepat Edwin menerima panggilan itu. Viviane masih saja melanjutkan makannya sambil sesekali mengamati wajah suaminya yang Nampak serius berbicara dengan kening berkerut.


“Mas, ada apa?” Tanya Viviane khawatir.


“Sayang, ada sedikit masalah di kantor cabang yang ada di kota K. hari ini juga aku harus terbang kesana.” Ucap Edwin sambil memegang kedua tangan istrinya.


“Ya sudah nggak apa-apa Mas pergi saja.” Ucap Viviane.


“Tapi aku mau antar kamu ke dokter dulu.”


“Nggak usah Mas. Aku bisa sendiri. Mas nggak perlu khawatir. Nanti aku ceritakan bagaimana hasilnya setelah dokter memeriksaku.”


“Mas, tenang saja. Masih ada yang lebih penting yang sedang membutuhkan Mas.”


Akhirnya dengan terpaksa Edwin membiarkan istrinya untuk pergi ke rumah sakit sendiri. Karena dia harus secepatnya terbang ke kota K. setelah makan siang, Edwin memesankan taksi untuk istrinya pergi ke rumah sakit. Edwin juga berpesan pada istrinya untuk beberapa hari ini saat dirinya pergi supaya tinggal di rumah orang tuanya saja. Entahlah Edwin tidak tega membiarkan istrinya seorang diri dalam apartemen. Apalagi unit apartemen mereka berdekatan dengan Angga.


Kini Viviane berjalan seorang diri menuju salah satu ruangan dokter spesialis kandungan. Disana terlihat beberapa pasien sedang mengantri untuk periksa. Viviane melihat sebagian besar pasien yang mengantri adalah para ibu-ibu dengan perut yang sudah membesar, sebagian ada juga yang masih kecil. Tanpa sadar Viviane mengelus perutnya. Dalam hati dia ingin secepatnya seperti para ibu-ibu itu.


Beberapa saat kemudian, nama Viviane dipanggil. Dia segera masuk menuju ruangan seorang diri. Dia tidak peduli dengan tatapan penuh Tanya dari para ibu yang memang ditemani oleh suami mereka.


“selamat siang Bu! Ada yang bisa kami bantu?” sapa dokter wanita yang sedang duduk di kursinya.


“selamat siang juga dok. Saya mau memeriksakan kandungan saya. Apakah sedang bermasalah atau tidak.” Jawab Viviane.


Dokter wanita itu sedikit mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Viviane. Akhirnya Viviane menceritakan maksudnya. Setelah dokter mengerti, Viviane segera diminta untuk tidur di atas brankar dan segera dilakukan pemeriksaan dengan Ultra Sonografi atau lebih dikenal dengan USG.

__ADS_1


Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan. Viviane segera turun dan kembali duduk di kursi untuk mendengarkan penjelasan dari dokter kandungan itu.


“Sejauh ini kandungan Ibu Viviane baik-baik saja. Tidak ada masalah yang serius dengan kandungan Ibu. Ibu tidak perlu khawatir. Kalau Tuhan sudah mempercayakan anak untuk Ibu dan suami Ibu, nanti pasti akan dikasih. Ini saya beri beberapa resep vitamin saja.” Ucap dokter.


“Terima kasih, Dok!”


Setelah itu Viviane pergi. Dia sudah lega akhirnya tidak ada masalah dengan kandungannya. Jadi dia hanya butuh bersabar menunggu calon buah hati agar hadir dalam rahimnya. Viviane segera memesan taksi untuk kembali lagi ke kantor. tanpa sepengetahuan Viviane, ternyata sejak tadi ada seseorang yang mengawasi dan mengikutinya.


Kini Viviane sudah kembali ke kantor. dia melanjutkan pekerjaannya seorang diri dalam ruangan. Karena suaminya sudah pergi.


Jam pulang kantor Viviane segera memesan taksi untuk pulang ke rumah mertuanya. Tadi mamanya sudah meneleponnya agar secepatnya pulang. Mama mertuanya sangat sayang dengan Viviane. Viviane pun bersyukur bisa mempunyai ibu mertua yang sangat menyayanginya.


“Sayang, bagaimana kabar kamu nak?” Tanya Mama Sonya saat menyambut kedatangan Viviane.


“Vivi baik, Ma. Mama bagaimana?” Tanya Viviane balik.


“Mama juga baik. Ayo kita masuk dulu, setelah itu kita makan malam sama-sama.” Ucap sonya pada Viviane.


Setelah itu Viviane masuk ke dalam kamarnya. Tepatnya kamar bersama suaminya jika mereka menginap di rumah mertuanya. Viviane segera mandi karena tidak enak jika kedua mertuanya menunggu di meja makan. Selesai melaksanakan ritual mandinya, Viviane segera turun menuju meja makan.


“Malam Ma, Pa!” sapa Viviane.


“Malam sayang. Ayo kita makan dulu.” Ajak Mama Sonya.


Mereka bertiga segera melaksanakan makan malam. Sesekali mereka berbincang-bincang di sela-sela kegiatan makan mereka. Setelah selesai, mereka memutuskan untuk menuju ruang keluarga. Tetapi Papa Nico memilih masuk ke ruang kerjanya.


Kini hanya Viviane dengan Mama Sonya saja yang ada di ruang keluarga.


“Sayang, kebetulan sekali kamu hari ini menginap disini. Ini beberapa vitamin sesuai yang telah mama janjikan dulu buat kamu. Sebenarnya anak teman mama ingin memeriksa kandungan kamu secara langsung biar tahu apakah kandungan kamu sehat atau tidak, tapi sepertinya tidak ada waktu buat kamu. Jadi dia hanya memberikan vitamin ini. Kamu minum yang rajin ya.” Ucap Mama Sonya panjang lebar.


Viviane hanya terdiam dan mengangguk. Entahlah kenapa dia merasa sedikit tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh Mama mertuanya itu yang mengatakan apakah kandungannya sehat atau tidak. Memang niatnya baik tapi Viviane tidak menampik jika ucapan mama mertuanya sedikit melukai hatinya.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2