
Alfa kini sedang berada di rumah tepatnya sedang duduk di ruang kerja mendiang Papanya yang saat ini menjadi ruang kerjanya. Alfa menatap potret dua orang laki-laki tampan saling merangkul. Foto itu adalah foto masa kecil Papa dan Pamannya.
Semenjak Papanya meninggal dan mengetahui bahwa Papanya masih memounyai saudara. Alfa memutuskan untuk memajang foto Papa dan Pamannya semasa kecil. Karena saat ini keduanya sudah sama-sama meninggal.
Alfa memandang sendu foto itu. Alfa merasa menjadi manusia yang tidak berguna setelah berhasil menyakiti hati adik sepupunya sendiri.
Alfa mengingat pertemuannya beberapa hari yang lalu dengan Viviane. Dia tidak menyangka dengan reaksi Viviane tehadapnya. Alfa jadi berkecil hati, apakah masih ada pintu maaf untuknya atas kesalahan yang ia perbuat pada Viviane. Mamanya juga saat itu sangat terkejut melihat reaksi Viviane saat melihat Alfa. Mauren sangat sedih tapi dia juga tidak bisa terlalu menyalahkan Alfa. Mauren meminta Alfa untuk terus berusaha meminta maaf pada Viviane.
Siang ini Alfa memutuskan untuk datang ke kantor Angga. Selain untuk meminta maaf pada Angga yang tak lain suami Viviane, Alfa juga akan menawarkan pada Angga untuk membantu menyembuhkan Viviane dari traumanya. Meskipun dulu Alfa sudah menawarkan dan Angga menolaknya.
***
Di perusahaan Angga.
“Permisi, bisa bertemu dengan atasan Anda?” Tanya Alfa pada resepsionis.
“Mohon tunggu sebentar, dengan Tuan Siapa?” Tanya Resepsionis.
“Alfa.” Jawab Alfa.
Kemudian resepsionis itu menelepon sekretaris atasannya untuk memberitahukan bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan atasannya.
“Silakan Tuan menuju lantai paling atas, lantai 8.” Ucap respsionis.
Setelah mengucapkan terima kasih, Alfa segera menuju lantai paling atas untuk bertemu dengan Alfa.
Cklek
“silakan masuk Tuan” ucap sekretaris Mike mempersilakan.
“Ada yang bisa saya bantu Tuan Alfa?” Tanya Mike yang kini sedang duduk di kursinya.
__ADS_1
“Kenapa Anda bisa ada disini? Saya ingin bertemu dengan atasan Anda.” Ucap Alfa.
“Atasan perusahaan ini adalah saya. Anda bisa membaca name tag ini bukan?” ucap Mike.
Mike sebenarnya sudah tahu siapa Alfa. Karena Mike lah yang menangani kasus Laura dulu dan ada wajah Alfa dalam video percintaan Laura. Mike juga tahu dari Angga kalau Alfa adalah pria yang melecehkan Viviane yang tak lain adalah adik sepupunya sendiri.
Sedangkan Alfa tampak bingung. Kenapa CEO perusahaan ini bukan Angga. Kemana Angga. Apakah dia sengaja menjual perusahaannya pada pria yang saat ini sedang duduk di hadapannya?
“Maaf jika saya lancang. Setahu saya CEO dari perusahaan ini adalah Tuan Angga.” Ucap Alfa.
“Memang benar. Tapi itu dulu. Dan sekarang CEO dari perusahaan ini adalah saya.” Jawab Mike.
“kalau boleh tahu kenapa Tuan Mike menggantikan posisi Tuan Angga?” Tanya Alfa lagi.
“Karena Tuan Angga sudah tidak tinggal disini lagi. Jadi saya yang diserahkan menjabat sebagai CEO dari perusahaanya.” Jawab Mike.
“tidak tinggal lagi disini? Maksud Anda?” Tanya Alfa lagi.
Alfa tampak lesu saat mendengar kabar bahwa Viviane sudah pergi meninggalkan negara ini. perasaan beberapa hari yang lalu dirinya masih bisa bertemu dengan Viviane. Dan sekarang Viviane sudah pergi begitu saja. Akhirnya Alfa pamit undur undur diri.
***
Sementara itu di Swiss. Hari ini adalah hari pertama Viviane menjalani terapinya. Andrew mengajak Viviane beserta Angga menuju klinik tempat dia bekerja. Tepatnya klinik milik Andrew.
Perjalanan dari rumah Andrew ke klinik dilalui selama kurang lebi 30 menit. Viviane dan Angga disuguhi dengan pemandangan danau Lugano. Terlebih Viviane. Dia sangat nyaman sekali dengan udara sejuk kota ini. padahal baru kemarin dia tiba disini, seakan dia sudah betah sekali untuk tinggal lama disini.
Akhirnya mobil yang dikendarai Andrew sampai di depan klinik. Klinik dengan bangungan khas eropa dengan ukuran tidak terlalu besar itu memiliki tidak lebih dari sepuluh orang pegawai kesehatan. Tapi Andrew berani jamin akan kualitas dan pelayanan kliniknya yang tidak main-main.
“ayo masuk!” ajak Andrew pada Angga dan Viviane.
Hari ini Andrew akan memeriksa keadaan Viviane terlebih dulu melalui cek kesehatan seperti tes darah, cek tekanan darah, dan lain sebagainya. Setelah itu Andrew ingin melihat sejauh mana tingkatan trauma yang sedang dialami oleh Viviane.
__ADS_1
Berdasarkan cerita yang didengar dari Angga, bahwa Viviane mengalami trauma akibat pelecehan seksual yang dia alami. Jadi Andrew ingin mengajak berbicara dengan Viviane dan sedikit membahas masalah yang dialaminya. Saat Andrew melihat reaksi dari Viviane, barulah Andrew bisa menyimpulkan dan segera melakukan observasi atas kelanjutan dari masalah yang dialami oleh Viviane.
Kini Andrew tampak duduk santai di hadapn Viviane dan Angga. Andrew sengaja meminta Angga untuk menemani Viviane agar merasa tenang. Karena sejak semalam kedatangannya, Andrew bisa melihat kegugupan Viviane saat melihat dirinya.
Andrew mulai berbicara pada Viviane. Viviane yang awalnya tampak gugup, kini sedikit berubah rileks karena diselingi dengan candaan Andrew. Pembicaraan Andrew untuk menggali informasi tentang masalah yang tengah dihadapi Viviane semakin dalam dan menuntut Viviane untuk menceritakan masa lalunya.
Saat Viviane menceritakan masa lalunya, tiba-tiba kepingan peristiwa pelecehan yang dia alami mulai dari dirinya saat dilecehkan oleh Wijaya, kemudian yang dilakukan oleh Alfa, Viviane mengingat itu semua.
Viviane berteriak histeris sambil memegang kepalanya. Angga dengan sigap memeluk tubuh Viviane yang saat ini bergetar hebat. Angga sangat kasihan melihat kondisi Viviane seperti ini lagi. Kemudian Angga melirik Andrew seolah meminta penjelasan.
Kemudian Andrew mengambil sebutir obat penenag dengan dosis paling rendah dan diberikan pada Angga agar segera diminum oleh Viviane.
Setelah berhasil meminum obat itu, biasanya yang dilihat Angga, Viviane akan segera tertidur. Tapi ini tidak. Viviane tidak tertidur, dia merasa sedikit lebih tenang. Bahkan degupan jantungnya sudah kembali normal.
“Hari ini cukup. Besok kalian datang kesini lagi. Dan sekarang ajak istri kamu jalan-jalan.” Ucap Andrew kemudian sambil menyerahkan kunci mobilnya.
Angga hanya menurut saja. Kemudian dia membawa istrinya keluar dari klinik milik Andrew dan segera mengajak Viviane jalan-jalan.
Sementara Andrew melanjutkan pekerjaannya yaitu melakukan observasi lebih lanjut atas kasus yang tengah dihadapi oleh Viviane.
“kamu mau kemana sayang?” Tanya Angga dengan mesra.
“Terserah. Lagian aku juga belum pernah kesini. Kemana saja sepertinya tempat disini semuanya bagus.” Ucap Viviane sambil tersenyum.
Angga juga tersenyum senang melihat perubahan dari diri istrinya setelah beberapa saat lalu sempat menangis histeris. Angga sangat yakin akan kemampuan Andrew yang dapat menyembuhkan istrinya.
.
.
.
__ADS_1
*TBC