Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 76


__ADS_3

Sore itu Angga mengajak Viviane jalan-jalan di sekitar danau. Keduanya sangat asyik menikmati pemandangan danau Lugano di sore hari. Sore itu Viviane juga sedang melakukan panggilan video dengan ibunya. Meskipun sering berkomunikasi dengan sang ibu, namun akhir-akhir ini Viviane disibukkan dengan kegiatan bakti social, jadi baru hari ini bisa menelepon ibunya.


Viviane kangen sekali dengan ibunya. Begitupun juga dengan Ibunya. Namun menurut saran dari Andrew, bahwa Viviane diharapkan untuk tinggal disini terlebih dulu. Takut jika terjadi sesuatu lagi yang berhubungan dengan traumanya. Ibunya pun memaklumi asalkan anaknya benar-benar sembuh.


Setelah mengakhiri panggilan videonya dengan sang ibu, Viviane memberikan ponselnya kembali pada Angga. Karena memang selama ini Viviane tidak mau memegang ponsel dulu. Dia ingin fokus dengan kegiatannya.


“Sayang, ada lagi orang yang sedang merindukan kamu.” Ucap Angga dengan hati-hati.


“Memangnya siapa Mas?” Tanya Viviane heran.


“Abang kamu.”


“Abang? Siapa Mas?” Viviane semakin bingung.


“Alfa” ucap Angga singkat.


Deg


Seketika perasaan Viviane semakin tak menentu saat mendengar nama itu. Memang dia sudah melupakan kejadiaan kelam itu namun jika untuk bertemu atau menatap wajah pria itu sepertinya Viviane belum siap.


“Semua orang pasti mempunya kesalahan. Dan setiap orang pasti diberi kesempatan untuk memberikan maaf dengan tulus dan ikhlas. Bukankah kita dulu sudah pernah membahasnya. Alfa melakukan itu semua karena ada alaannya. Percayalah, dia cukup menderita batinnya selama ini terutama sejak mengetahui bahwa kamu adalah sepupunya.” Ucap Angga meyakinkan.


“Ya sudah, apa aku boleh melakukan video call dengannya?” Tanya Viviane sedikit ragu dan Angga mengangguk antusias.


“Dia pasti akan sangat senang bisa melihat kamu.” Ucap Angga.


Kemudian Angga mengambil ponselnya dari dalam sakunya. Dia menscrol daftar kontak dan akhirnya menemukan nama Alfa. Angga segera melakukan panggilan video dengan Alfa. Beberapa saat kemudian panggilan itu sudah tersambung. Namun Viviane masih gugup saat melihat layar ponsel suaminya. Kemudain Angga mengangguk meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


“Ha loo” sapa Viviane.


“Vi viane?” ucap Alfa terbata.


“hai Bang, apa kabar?” Tanya Viviane berusaha menahan air matanya yang akan segera tumpah.

__ADS_1


Bukan air mata karena mengingat masa lalunya melainkan air mata haru karena dia memiliki seoarang kakak sepupu yang tidak pernah ia ketahui selama ini.


“Ba ik. Vi, maaf. Maafkan aku.” ucap Alfa yang kini sudah tidak mampu menahan air matanya.


Viviane yang melihat Alfa menumpahkan air matanya terbesit dalam hatinya merasa simpati dengan pria itu. Dia menarik nafasnya panjang agar tidak ikut menangis juga. dia mencoba membuka hatinya dan dengan ikhlas memaafkan Alfa.


“Aku sudah memaafkanmu Bang. Kita saudara sekarang.” ucap Viviane.


“Benarkah?? Terima kasih Vi. Terima kasih banyak. Aku janji akan menjadi Abang terbaik kamu. Aku akan melindungi kamu.” Ucap Alfa sambil sesekali mengusap sudut air matanya.


Setelah beberapa menit pembicaraan antara Viviane dan Alfa, akhirnya Viviane pamit dulu karena dia masih ada kepentingan. Dan Alfa mengangguk sambil menyunggingkan senyum terindahnya.


“Makasih Mas!” ucap Viviane sambil memeluk Angga.


Kalau bukan karena suaminya, mungkin Viviane tidak akan merasakan lega di hatinya setelah memaafkan kesalahan seseorang yang pernah dilakukan padanya.


Angga memeluk erat istrinya. Dia juga merasakan lega dengan melihat istrinya bisa memaafkan Alfa. Kemudian Angga melerai pelukan itu dan segera mengajaknya pulang.


Hari ini memang Angga dan Viviane ada waktu luang untuk menikmati kebersamaan mereka. Karena pekerjaan Angga di klinik milik Andrew juga sudah selesai sejak tadi siang. Begitupun juga dengan Viviane.


“sorry ndrew aku pakai mobil kamu seharian.” Ucap Angga.


“santai saja. Lagian aku juga tidak ada kepentingan diluar. Aku ingin santai saja di rumah.” Ucap Andrew.


Angga sangat tahu kalau Andrew adalah sahabat terbaiknya. Tapi untuk masalah pribadinya, Angga tidak pernah menanyakannya karena menurut Angga setiap orang pasti punya privasi yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Terutama Andrew, jika menyangkut tentang pasangan, dia adalah pria yang sangat tertutup. Jadi Angga tidak tahu apakah Andrew sudah memiliki kekasih atau belum.


“Aku keluar dulu ya, nanti kalian makan malam berdua saja tidak perlu menunggu aku pulang.” Ucap Andrew pada Angga.


“Oh iya, hati-hati.” Jawab Angga.


Angga kini duduk santai di ruang tengah. Sedangkan Viviane, setelah pulang dari jalan-jalan sore tadi dia memutuskan untuk masuk kamar dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia masuk ke dapur untuk memasak.


Bau sedap masakan tiba-tiba tercium oleh hidung Angga. Dia segera meletakkan ponselnya dan menghampiri istrinya ke dapur.

__ADS_1


“Masak apa sih baunya sedap sekali?” Tanya Angga yang kini sudah berdiri di belakan istrinya sambil mengendus aroma tubuh Viviane di ceruk lehernya.


“Mas ih, geli. Aku mau selesaiin masakan ini dulu.” Ucap Viviane merasa terganggu dengan ulah suaminya.


Bukannya Angga berhenti mengganggu istrinya. Tangannya malah terulur untuk mematikan kompor yang saat ini tengah digunakan Viviane memasak.


“Mas, kenapa malah dimat-, mmmmmpppppp…”


Saat Viviane membalikkan tubuhnya akan protes dengan tindakan suaminya, seketika mulutnya lansung dibungkam dengan bibir Angga. Sejak mencium aroma tubuh istrinya setelah mandi tadi, seakan membuat sesuatu di balik celananya bergejolak.


Mereka berdua terus memagut mesra di dapur. Masakan yang hampir matang pun jadi terbengkalai. Angga mengangkat tubuh Viviane hingga terduduk di bar stool. Setelah itu mereka berdua melanjutkannya lagi. Tangan Angga sudah mulai nakal dengan membuka kaos yang dipakai oleh istrinya. Matanya berbinar saat melihat sesuatu yang indah dan menantang itu. Pandangan Angga semakin berkabut. Dia sudah tidak tahan untuk segera melahapnya. Namun tiba-tiba Viviane memegang kepala Angga untuk tidak melakukannya.


“Kenapa?” Tanya Angga sedikit kecewa.


“Jangan disini Mas.” Jawab Viviane.


Setelah itu dengan cepat Angga menggendong Viviane seperti anak koala. Dan masuk ke dalam kamar. mereka segera melanjutkan pertempuran panas itu. Dan setelah beberapa kali pelepasan tiba-tiba terdengar suara dari perut Viviane.


“Kamu lapar?” Tanya Angga sedikit menggoda dan Viviane mengangguk malu.


Setelah itu mereka berdua keluar dari kamar dan Viviane akan melanjutkan masaknya yang hampir matang tadi. namun langkah mereka berdua terhenti saat melihat Andrew sedang makan di meja makan.


“Ndrew? Bukannya kamu tadi bilang akan pulang telat?” Tanya Angga ragu.


“Memang. Ini kan sudah jam 10 malam. Aku tadi melihat ada masakan yang sepertinya belum selesai dimasak jadi aku melanjutkannya dan ini aku makan sekarang. kalian belum makan kan? Ayo makan bareng.” Ucap Andrew panjang lebar seolah tahu apa yang baru saja dilakukan oleh Angga dan Viviane.


Angga dan Viviane saling melirik. Mereka berdua sungguh sangat canggung saat ini. Viviane juga merasa tidak enak pada Andrew yang harus menyelesaikan masakannya hanya karena dirinya sedang bertempur dengan suaminya.


Dengan sedikit rasa malu, akhirnya Angga dan Viviane segera bergabung di meja makan dan makan bersama Andrew.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2