Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova
Eps 80


__ADS_3

Angga dan Andrew masih duduk di ruang tunggu. Sesuai apa yang diucapkan Dokter Richard tadi, bahwa Viviane akan diperiksa oleh dokter spesialis kandungan untuk dilakukan USG setelah Viviane sudah sadar dari pingsannya.


“Selamat ya Ngga!” ucap Andrew sambil menepuk punggung Angga.


Angga hanya tersenyum dan mengangguk. Dia masih tidak percaya bahwa saat istrinya sedang mengandung. Dalam hati Angga dia sangat bahagia sekali. Akhirnya perjuanagnnya untuk mendapatkan Viviane ke dalam pelukannya kini berbuah manis dengan hadirnya makhluk kecil yang hidup dalam Rahim Viviane. Angga berjanji akan selalu melindungi istri dan calon anaknya dengan baik. Dia tidak ingin kehilangan anaknya lagi seperti dulu.


Beberapa saat kemudian seorang suster keluar dari ruangan dimana Viviane tadi diperiksa. Suster mengatakan kalau Viviane sudah siuman dari pingsannya. Angga segera masuk untuk melihat keadaan istrinya. Sementara Andrew memutuskan untuk kembali ke kliniknya.


“Sayang, apa yang kamu rasakan? Mana yang sakit?” Tanya Angga cemas.


“Kepalaku masih pusing Mas.” Jawab Viviane.


“Sayang terima kasih ya.” Ucap Angga dan membuat Viviane mengernyit heran.


“Kamu tahu, di dalam sini ada makhluk kecil hasil buah cinta kita. Terima kasih sayang.” Lanjut Angga.


Pandangan mata Viviane mengarah pada tangan suaminya yang sedang mengelus perutnya yang masih rata. Viviane masih tidak percaya kalau dirinya kini tengah hamil. Tapi satu yang pasti, dia sangat bahagia mendengar berita ini.


Setelah itu Viviane segera dibawa ke ruang pemeriksaan kandungan. Disana Viviane ditanya beberapa hal oleh dokter spesialis kandungan sebelum dilakukan pemeriksaan USG.


Kini Viviane sudah berada di atas brankar. Dokter wanita itu sudah menempelkan alat di atas perut Viviane yang sudah diberi gel.


“Anda memang benar sedang hamil Nyonya. Sekarang usia kandungannya masih 4 minggu.” Ucap Dokter menjelaskan.


Angga melihat layar monitor dengan seksama. Dia melihat hanya titik kecil yang ada dalam monitor itu yang diyakini bahwa itu adalah calon janin istrinya.


Selesai melakukan pemeriksaan USG, Viviane kembali duduk dengan didampingi oleh suaminya. Karena dokter itu akan menyampaikan sesuatu mengenai kandungan Viviane.

__ADS_1


“Berdasarkan riwayat kesehatan kandungan Nyonya kalau Nyonya dulu pernah keguguran, saya minta untuk kehamilan Nyonya yang sekarang, Nyonya harus banyak beristirahat. Jangan sekali-kali melakukan pekerjaan berat dan melelahkan. Karena saya lihat kandungan Nyonya masih lemah. Tapi Nyonya tidak perlu khawatir dan cemas. Saya akan memberikan obat penguat kandungan. Dan lagi, jangan melakukan hubungan suami istri dulu sampai usia kandungan Nyonya masuk pada trimester kedua.” Ucap dokter wanita itu panjang lebar.


Angga dan Viviane mengangguk patuh dengan apa yang diucapkan dokter. Setelah menerima resep, Angga dan Viviane segera menebus obat itu kemudian pulang.


“Apa kamu ingin makan sesuatu Sayang?” Tanya Angga yang saat ini sudah ada di dalam taksi.


“Nggak Mas. Aku hanya ingin segera tidur saja.” Jawab Viviane.


Sesampainya di rumah, Viviane segera masuk ke dalam kamarnya. Dia masih merasakan sedikit pusing dan ingin segera tidur. Tapi Angga melangkahkan kakinya menuju dapur. Dia akan mengambilkan makan untuk istrinya sebelum meminum obatnya.


Cklek


“Sayang, ayo makan dulu dan minum obat setelah ini baru tidur.” Ucap Angga.


“Tapi aku malas makan Mas. Aku ingin tidur.” Jawab Viviane.


Viviane terkesiap dengan ucapan sang suami. Akhirnya dia meraih piring yang dibawa oleh suaminya. Dia harus memaksakan dirinya untuk makan demi sang calon buah hatinya.


Selesai makan dan minum obat Viviane kembali mengistirahatkan tubuhnya. Sedangkan Angga membawa piring bekas makan istrinya keluar sekaligus membiarkan istrinya untuk istirahat terlebih dulu.


Angga kini sedang duduk di ruang tengah sambil memegang gadgetnya. Dia memberitahukan kabar bahagianya pada Alfa kalau Viviane sedang mengandung. Alfa ikut bahagia mendengarnya. Dia membalas pesan Angga bahwa dia tidak sabar menanti kelahiran calon keponakannya.


Kemudian Angga juga mengabarkan pada sahabatnya yaitu Mike. Mike pun juga ikut berbahagia. Dia memberikan selamat pada Angga. Akhirnya sahabatnya itu hidup bahagia dengan wanita yang sangat dicintainya dan kini sudah ada calon buah hatinya.


Setelah berbalas pesan dengan Mike mengenai kabar kehamilan Viviane, Mike tiba-tiba menyampaikan suatu kabar pada Angga bahwa beberapa hari kemarin ada seseorang yang diyakini Mike seorang pengacara Papa Angga datang ke kantor. Angga heran kenapa pengacara Papanya datang ke kantor.


Mike menjelaskan bahwa kedatangan pengacara Papanya adalah ingin bertemu dengan Angga. Namun Mike mengatakan bahwa saat ini Angga sedang tinggal di luar negeri. Mike juga menanyakan maksud kedatangan pengacara itu. Dan si pengacara menjawab kalau kesehatan Tuan Wijaya di dalam penjara saat ini memburuk. Pria paruh baya itu ingin sekali bertemu dengan anak semata wayangnya untuk meminta maaf atas semua perbuatannya.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Mike meminta pengacara itu untuk pulang dan dia berjanji akan menyampaikannya pada Angga.


Kini Angga sudah mengetahui berita itu. Dia masih terdiam. Selama ini Angga sama sekali tidak pernah mengingat Papanya yang berada di dalam penjara. Bahkan Angga sudah tidak menganggapnya sebagai Papa lagi. Tapi ada sebagian hati kecilnya yang merasa iba saat mendengar kalau kesehatan Papanya semakin memburuk selama berada di dalam penjara.


Angga masih terdiam tapi entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini. namun tiba-tiba dia mendengar suara seseorang sedang muntah. Dia segera berlari masuk ke dalam kamarnya. Disana Angga tidak melihat istrinya yang sedang tidur. Setelah itu mendengar suara gemericik air dalam kamar mandi. dan benar saja ada istrinya yang sedang mengeluarkan semua isi perutnya.


“Sayang, kamu baik-baik saja? Ayo kita ke rumah sakit lagi.” Tanya Angga khawatir karena melihat wajah Viviane sangat pucat.


“Nggak usah Mas. Aku ingin tidur lagi, tapi perutku ini masih mual.” Jawab Viviane.


Angga segera menggendong istrinya dan direbahkan di atas tempat tidur. Angga meminta istrinya rebahan dulu. Dia akan membuatkan minuman hangat yang mungkin bisa meredakan mualnya.


Angga bingung tidak menemukan sesuatu untuk membuat minuman hangat. Karena disini beda dengan di Indonesia yang pasti ada jahe serbuk yang selalu disediakan oleh art nya di rumah. Akhirnya Angga hanya menemukan teh. Jadi dia membuat teh dengan diberi gula yang cukup banyak setelah itu membawanya ke kamar.


“Sayang, minum ini dulu biar tidak mual lagi.” Ucap Angga sambil menyodorkan segelas teh hangat pada istrinya.


Viviane merasakan perutnya tidak mual lagi setelah meminum teh manis buatan suaminya. Kemudian dia berkeringat dan kembali mengistirahatkan tubuhnya.


“Mas, aku ingin pulang ke Indonesia. Aku kangen sama Ibu” Ucap Viviane lirih.


“Sabar ya Sayang, tunggu kandungan kamu benar-benar sehat. Setelah itu aku janji kita akan pulang ke Indonesia.” Jawab Angga.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2