
Pim..
Pim..
Pim..
Terlihat mobil Pajero hitam pun sudah terparkir di halaman rumah.
Terlihat seorang lelaki tampan turun dari mobil itu Pajero hitam nya dengan menggunakan celanan denim dan kemeja hitam.
"Ibrahim?"Sapa Hardian dengan raut wajah sumringah nya.
"Assalamu'alaikum om!"Ibra mengucap kan salam, lalu mencium tangan calon mertua nya.
"Wa'alaikumusalam, ayo masuk silah kan duduk."Hardian membawa Ibra masuk dan mempersilah kan calon menantu nya duduk di sofa ruang tamu.
"Iya om terimaksih."Ibra tersenyum dengan anggukan kepala.
"Mau minum apa ?"Tanya Hardian yang tak henti nya tersenyum.
"Air putih aja om."Sahut Ibra.
"Di tunggu sebentar yah!"
"Iya om."
Hardian mengangguk, lalu segera beranjak pergi ke arah dapur.
Ayah dari Ataya pun mencari ke beradaan putinya.
"Teh di depan udah ada Ibra, ambil kan Ibra minun sayang!"Titah nya sambil tersenyum.
"Oh iya ayah,teteh ambilin dulu!"Ataya segera berjalan ke arah dapur.
Sesampai nya di dapur, Ataya mulai mengabil gelas dan segera menuju Dispenser.
Ia mengisi gelas itu dengan air hingga penuh.
Tak lupa Ataya mengambil satu piring kecil,di letakan lah beberapa biskuit dan kue kering.Dengan cepat Ataya membawa nya dengan nampan menuju ruang tamu.
"Abang ini minum nya!"Ataya berujar sambil meletakan nampan nya di atas meja tamu.
Ibra yang sedang sibuk memainkan ponsel pun menatap ke arah suara.
Menatap gadis dengan pakaian serba hitam yang terlihat sangat terlihat cantik berdiri di hadapan nya.
Cantik! Gumam Ibra.
"Abang?!"Panggil Ataya kepada pria yang terus memperhatikan nya.
"Abang!!"Panggil Ataya kembali.
"Oh iya terimakasih Ataya!"Ucap nya sambil tersenyum gugup, karena malu telah tertangkap basah sedang memperhatikan nya.
Massyaallah cantik sekali wanita di hadapan ku ini,wajah nya yang tanpa make up dan bulu mata membuat nya semakin cantik.
Ini ke dua kali nya Ibra bertatap wajah dengan Ataya, dan tidak bisa di pungkiri Ibra terus mengagumi nya.
Berbeda ketika ia melihat nya pertama kali.Ataya yang memakai make up tipis dan bulu mata,sementara saat ini wajah nya cantik polos hanya satu yang terlihat berwarna ,yaitu bibir nya yang berwarna merah muda.
__ADS_1
Tidak ada bedak & dan ukiran alis di wajah nya.
Sungguh ini membuat Ibra tidak bisa berkata-kata.
Sama hal nya dengan Ibra.Ataya pun mengagumi penampilan Ibra saat ini, entahlah Ibra terlihat berbeda dengan celana jeans dan kemeja hitam nya.
Ya allah, abang ganteng banget kalo kaya gini, kemeja lengan pangang yang di lipat sampai sikut, memperlihat kan urat tangan yang terlihat...umm ya allah maaf kan mata ku ini.
Jantung Ataya pun berasa ingin copot.
Rasa gugup nya datang kembali,ia tak tau harus bagai mana saat ini,hingga Ibra pun berinisiatif memulai obrolan.
"Ayok kita berangkat udah jam sembilan!"Jelas Ibra sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Ahh iya,Ataya pamit sama ayah bunda dulu."Gadis itu lansung pergi ke dalam, untuk menemui kedua orang tua nya.
"Bunda, ayah! Teteh sama Abang mau berangkat dulu!"Jelas Ataya.
Tak lama kedua orang tua Ataya pun datang.
"Oh ada Ibrahim ternyata,maaf tadi tante sibuk di dapur bantuin bibi."Tutur nya ramah.
"Iya gpp tante,Ibra pamit dulu om,tante minjem Ataya nya sebentar"Ujar Ibra.
"Ya sudah hati-hati yah, jangan pulang malem-malem,jam tujuh udah harus di rumah!"Ucap Hardian kepada Ataya dan Ibra.
"Iya ayah, kita berangkat dulu yah!"Pamit Ataya."Assalamualaikim.."Ucap kedua nya.
"Wa'alaikumusalam."Jawab Hardian dan Aisyah bersamaan.
Ibra berjalan terlebih dulu,ia segera menuju mobil.
Ketika Ibra sudah duduk di depan setir,barulah di susul Ataya yang juga baru masuk ke dalam mobil.
Mobil yang Ibra kemudikan pun mulai keluar dari hamalan rumah Ataya, melaju dengan kecepatan sedang.
Sementara itu di dalam mobil,ke dua insan itu saling diam.
Keadaan hening, mereka diam dengan pikiran masing-masing.
"Abang!"
"Ataya!"
Panggil nya bersamaan.
Ataya dan Ibra saling melirik, lalu tersenyum
"Kamu udah sarapan?" tanya Ibra.
"Belum!"Ataya menjawab Ibra sambil menggeleng kan kepala.
"Mau sarapan dulu?" Tanya nya sambil melirik Ataya.
"Mmm gimana abang aja!"
"Yaudah nanti kita mampir sarapan dulu, sebelum nyari kebutuhan seserahan nanti!"Jelas nya.
"Iya bang."Ataya mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ataya, abang mau tanya boleh?!"Ujar nya tampa mengalih kan pandangan.
"Boleh ko mau tanya apa?"Sahut Ataya.
"Kamu punya pacar nggak"Tanya Ibra sambil melirik Ataya.
"Hahh! e-enggk bang nggak punya!"Jawab Ataya gugup .
"Serius kamu Ataya?" Tanya nya lagi.
"Iya abang, Ataya nggak pernah punya pacar!"Ataya tersenyum.
Yah...buka kartu deh! keliatan kan jones mulu.
"Abang sendiri gimana?"Ataya mematap ke arah pria yang duduk di samping nya.
"Baru putus satu tahun yang lalu!"Jawab Ibra sambil pokus mengemudi.
"Hah.. gimana dong?!"Ataya refleks meninggikan suara nya.
"Gimana apa nya Ataya?"Tanya Ibra bingung.
"Kok putus, terus perjodohan kita?"Ataya bingung.
"Kita tetep akan menikah kok,tenang aja."Ibra tersenyum kepada Ataya.
Ataya pun terdiam dengan jawaban Ibra.
Seketika mobil pun berhenti,tepat di dekat gerobak bubur ayam.
"Sarapan bubur ga papa kan Ya?"Tanya Ibra.
"Ga papa bang!"Gadis itu kembali tersenyum.
"Mau makan di mobil apa turun?"Tanya Ibra kembali.
"Turun aja bang!"Jawab Ataya.
Ketika Ataya akan membuka pintu mobil.
"Eh nggak jadi! aku berubah pikiran.Kamu tunggu aja di mobil, abang bungkus kita makan di mobil!"Ataya tersentak.
"Loh! kenapa aku turun aja ga apa-apa abang."Ataya tersenyum.
"Nggak usah! abang aja yang turun Ataya di sini,banyak bapak-bapak"Ucap nya.
Ibra pun membuka pintu dan menutup nya kembali.
Brugghhh..(suara pintu tertutup)
Ataya pun tersenyum melihat tingkah calon suami nya itu.
Belum apa-apa udah posesif! gumam Ataya sambil menggeleng kan kepala.
Adudududu babang Ibra, udah mulai nih ye!!
TBCπππ
LIKE, VOTE, KOMEN NYA.
__ADS_1