
Cup..
Cup..
Cup..
Ataya meng hujani Ibra dengan kecupan di pipi Ibra.
" Sayang bangun " Ataya terus berusaha membangu kan suaminya .
Sejak dari satu jam yang lalu Ataya mencoba membangun kan Ibra , namun tetap saja, suaminya itu masih betah berbaring di atas ranjang berbalut selimut tebal.
" Abangg " Suara Ataya sedikit meninggi.
" Heummmmm" Ibra pun hanya menjawab teriakan istrinya seperti itu , dengan mata yang terus terpejam.
" Bangun sayang , aku udah kangen Zio " Tangan Ataya terus menepuk-nepuk lengan Ibra.
Ibra pun membuka mata nya , mata sayu nya masih jelas terlihat
" Jam berapa sekarang sayang ?" Tanya Ibra , lalu bangkit dari tidur nya dan duduk di tepi ranjang.
" Udah jam sepuluh , kasian Zio " Rengek Ataya .
" Kamu udah mandi ?" Ibra baru menyadari sekarang Ataya sudah memakai pakaian nya, namun dengan rambut yang masih acak-acakan dan basah.
" Iya makanya nya ayo abang mandi " Ataya pun merasa sedikit kesal kepada Ibra , pasal nya saat ini ia tengah khawatir kepada Zio takut anak itu rewel.
Setelah beberapa saat Ataya menunggu suaminya bersiap-siap.
Akhir nya pasangan suami istri itu berjalan keluar dari kamar hotel yang mereka singgahi tadi malam.
Mereka berdua pun terus berjalan , dengan tangan Ibra yang selalu menggandeng tangan istrinya.
Entah mengapa , semakin hari Ibra semakin nemepel kepada istrinya itu.
Ting..
pintu lift yang Ibra dan Ataya tunggu, akhir nya terbuka , tak menunggu waktu lama , akhir nya Ibra dan Ataya pun memasuki lift.
Setelah beberapa detik berada di dalam lift , akhir nya mereka berdua keluar dan berjalan menuju meja resepsionis.
" Abang , Ataya tunggu di sofa sana yah " Ataya menujuk sofa yang semalam ia duduki.
Ibra pun hanya mengangguk , lalu melepaskan genggaman tangan nya.
Ataya pun berjalan menuju sofa , setelah beberapa detik ia duduk di sana , ada seorang laki-laki yang menghampiri dirinya.
" Sendiri aja teh ?" Tanya laki-laki itu , lalu duduk di kursi sebrang berhadapan dengan Ataya.
" Lagi nunggu suami a " Jawab nya sambil tersenyum ramah.
" Ehemm " Ibra tiba-tiba datang mengahampiri istrinya.
Ataya dan pria itu pun melihat ke arah Ibra.
" Abang udah selesai?" Ataya pun tersenyum lalu mulai bangkit dari duduk nya.
Tidak ada jawaban dari Ibra , ia hanya menatap Ataya dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.
" Maaf mas , say sama istri saya duluan " Pamit Ibra kepada seseorang yang tadi berusaha mendekati istri nya.
Laki-laki itu hanya terdiam mendengar pernyataan Ibra , Ataya dan Ibra pun berjalan kembali menuju mobil yang masih terparkir .
Setelah beberapa detik mereka berjalan , akhir nya Ataya dan Ibra sudah berada di dalam mobil.
Sejak Ataya duduk bersama seorang laki-laki tadi , Ibra pun hanya terdiam , dengan bibir yang sedikit cemberut.
" Abang " Panggil Ataya kepada suaminya.
Tidak ada jawaban dari Ibra , ia hanya terus menggerakan setir mobil nya.
" Abang " panggil nya kembali.
" Abang kan udah bilang jangan cantik-cantik " Jelas nya dengan wajah yang tetap cemberut.
Ataya yang mendengar perkataan Ibra pun mengerut kan dahi nya , ekspresi wajah nya terlihat sangat kebingungan.
" Hah , kan aku gak pake make up , jangan kan make up lisptik aja aku ga pake abang " Sahut Ataya.
__ADS_1
" Apa yang kalian bicara kan tadi ?" Cecar nya , dengan pandangan terus pokus ke jalanan.
" Tidak ada sayang " Jelas Ataya.
" BOHONG" Ibra menyangkal.
" Abang mulai deh " Cicit Ataya.
" Kamu yang mulai bukan aku " Jawab Ibra kembali.
" Abang " Tegas Ataya.
" Pagi-pagi udah di bikin gerah aja " Ibra terlihat semakin kesal.
" Abang udah , masih pagi " Ataya berusaha menenang kan Ibra.
" Nyesel abang ga bawa Zio , jadi orang-orang mikir kamu tuh masih belum nikah " Jelas Ibra.
" Siapa tau tadi dia mau nanya in seseuatu , seperti alamat misal nya" Jelas Ataya kembali. " Ga boleh su'udzon lo bang ".
" Dari tatapan nya ke kamu aja udah beda ".Cecar Ibra kembali.
Ataya pun tersenyum , kala melihat ekspresi wajah Ibra yang tengah cemburu membuat laki-laki itu semakin tampan.
" Iya iya ,nanti kita ajak Zio " Ataya berusaha tidak terpancing emosi Ibra.
Kahir nya Ibra pun terdiam , walaupun masih menujukan ekspresi wajah yang cemberut, namun itu lebih baik ketimbang Ibra terpangcing emosi dan lepas kendali.
Ataya pun terus memperhatikan , Ibra yang kini tengah pokus mengemudi .
" Sayang " Panggil Ataya.
" Hemmm " Ibra hanya menjawab Ataya singkat.
" Masih kesel sama aku " Tanya istrinya.
" Hemmm " Jawab nya singkat kembali.
" Yaudah deh kalo masih kesel sama aku mah ga apa-apa " Ataya pun memanglingkan wajah nya ke arah luar jendela.
" Sayang " Akhir nya Ibra melunak , tangan kiri nya meraih tangan kanan Ataya.
" Sayang sini liat abang " Ibra menarik tangan istrinya.
" Ga mau ah males , tadi aku liatin malah buang muka " Ataya merajuk.
" Sayang maafin abang , abang tau cemburu abang berlebihan " Jelas Ibra kepada Ataya yang masih memangling kan pandangan nya .
Ataya pun melihat kembali ke arah Ibra , sesekali Ibra menatap Ataya namun harus tetap pokus mengemudi.
Ibra pun tersenyum kala Ataya kini tengah melihat nya dengan tatapan datar namun sangat terlihat jelas dia sedang menahan senyum nya.
" Cantik banget sih mama nya Zio " Jelas Ibra , dengan dua jari menyapit pipi Ataya.
Ataya pun tersenyum ke arah suaminya itu .
" Papa Zio kenapa cemburuan banget sih hemm " Ataya pun menempel kan telapak tangan Ibra di pipi nya,seperti kucing yang sedang mengajak bermain.
" Karena papa ga mau , mama Zio di lirik orang lain , papa ga suka " Jelas nya , sambil melempar kan candaan .
Hari sudah semakin siang , namun mobil yang Ataya dan Ibra tumpangi masih berada di jalanan karena terjebak padat nya lalu lintas.
Mobil pun terus berjalan perlahan , Ataya yang terlihat tertidur kembali di samping Ibra , terlihat rauh wajah lelah nya kerena pertempuran nya semalam.
Setelah beberapa menit terjebak kemacetan , kini mobil Ibra pun sudah bisa berjalan dengan kecepatan cukup kencang , hingga mulai memasuki pekarang rumah milik orang tuan nya.
" Sayang bangun " Ibra mengusap pipi Ataya.
Ataya pun langsung membuka mata nya , ia melihat kedua orang tua nya yang sudah berada di halaman sambil memangku Zio.
" Hore mama sama papa pulang " Sorak Aisyah dan Hardian , Aisyah pun sedikit meloncat-loncat , dan di iringi tawa lepas Alzio.
" Anak papah " Ibra pun merentang kan tangan , lalu memangku Zio.
" Mamamamamama" Celoteh Zio kepada Ibra.
" Ini papah sayang " Ibra menepuk -nepuk dada nya.
" Kalo ini mama " Ataya pun menepuk-nepuk bahunya.
__ADS_1
" Mamamamama" Celoteh nya kembali , Zio pun merentang kan tangan mungil nya pertanda ingin beralih pangkuan .
Ataya pun menyabut Zio dengan banyak kecupan di pipi nya.
" Zio rewel ga sayang " Tanya Ataya menundukan pandangan nya .
" Engga ya , orang seneng main sama kake dan nena " Jawab Aisyah.
" Ohhhh , pantesan aja mama kirim pesan ke nena ga ada balesan " Sindir Ataya kepada sang bunda.
" Bunda ga pegang handphone teh " Jawab nya sambil tersenyum.
" Sudah-sudah , kita main lagi di dalam yah , di luar panas " Ajak Hardian kepada anak dan menantunya.
****
" Jadi rencana kalian , mau di Bandung berapa hari ?" Tanya Hardian kepada Ataya dan Ibra.
" Tiga hari aja yah , abang kan banyak kerjaan " Jawab Ataya , sambil menepuk-nepuk pantat Zio yang terlihat sedang mengantuk.
" Sebentar banget ? nena kan masih kangen sama Alzio " Sahut Aisyah.
" Iya nanti kalo ada waktu senggang , Ibra pasti ajak liburan kesini lagi bun " Jelas Ibra kepada ibu mertua nya.
" Zaydan kan sebentar lagi lulus bang , boleh ga kalo Zaydan kerja di cafe nya punya bang Ibra ?"
" Boleh-boleh , siapin aja lamaran nya ." Jelas Ibra.
" Iya deh , nanti Zaydan kerja di bang Ibra aja " Zaydan pun terlihat antusias.
" Ayah , bunda teteh ke kamar dulu yah " Ataya pun beranjak dari duduk nya , membawa Zio yang sudah terlelap.
" Ibra juga ke kamar dulu ya bunda , ayah " Aisyah dan Hardian pun mengangguk , Ibra pun bergegas menyusul Ataya yang lebih dulu memasuki kamar.
" Alhamdulikah ya bun , seneng banget ayah liat Ataya sama Ibra sekarang udah saling menyayangi " Ucap Hardian pada Aisyah.
Aisyah pun hanya tersenyum ke arah suaminya.
" Zaydan kamu beneran mau ke Jakarta ?" Tanya Aisyah.
" Iya bunda " Jawab Zaydan.
" Kamu ga mau kuliah ?" Tanya Aisyah kembali.
" Mau , kan bisa sambil kerja bunda " Jelas Zaydan sambil tersenyum.
" Bunda seneng anak bungsu bunda udah dewasa " Aisyah pun mengusap pundak Zaydan.
" Ayah mau nanya sama kamu , kamu itu normal ga ?" Hardian melempar kan candaan.
" Ya normal atuh yah , ayah mah nanya nya aneh-aneh saja " Jelas Zaydan.
" Ko ga pernah bawa pacar nya kesini ?" Tanya Hadian kembali.
" Kata bunda ga boleh macarin anak orang yah , dosa " Jelas nya kembali.
" Udah ah , Zaydan ke kamar dulu " Ia pun beranjak dari duduk nya , berjalan menuju pintu kamar yang terletak di sebelah kamar Ataya.
" Sedih deh bunda , anak-anak mulai punya kesibukan nya masing-masing" Keluh Aisyah , mata nya sudah terlihat berkaca-kaca.
" Tidak apa-apa bun , biarin aja kalo Zaydan mau belajar mencari uang , biar sekalian belajar bisnis sama abang nya " Hardian pun mencoba menenangkan Aisyaj dengan mengusap lengan nya.
Sama hal nya dengan Aisyah , Hardian pun merasakan kesedihan yang sama .
Rasa nya baru saja ia di tinggal Ataya untuk ikut bersama suaminya , sekarang Zaydan pun sudah mengingin kan pekerjaan.
Rasa nya baru kemarin anak-anak kecil itu selalu merengek meminta uang untuk jajan permen.
Kini putri sulung nya sudah mempunyai satu putra yang begitu lucu dan tampan.
Begitu pun Zaydan , ia sudah mulai menuju masa-masa dimana ia akan sering bekerja atau kuliah dari pada berada di sisi orang tua nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC.
JANGAN LUPA LIKE ,COMMENT & VOTE.
Hadiah nya juga pasti Author terima dengan lapang dada🤭
__ADS_1
💛U🍅 gengs.