CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 72


__ADS_3

Tok..


Tok..


Tok..


" Assalamualaikum ?"


Ataya yang kini sedang duduk di sofa depan tv pun menoleh ke arah pintu.


Suara bunda ! . Mata nya terus menatap ke arah pintu.


" Assalamualaikum ? teh ! " Suara samar-samar di balik pintu pun membuyar kan lamunan wanita yang kini tengah asik bersama drama korea ke sukaan nya.


" Wa'alaikumsalam " Ataya pun sedikit melompat dari sofa lalu berlari menuju pintu.


Greukkk..


Tangan nya membuka gagang pintu dengan sangat kencang.


" Ya allah bunda " Ataya sedikit berteriak.


Ataya pun meng hambur ke pelukan Aisyah yang kini tengah berdiri di depan pintu bersama Zaydan .


" Kalian ko kesini ga bilang-bilang ?" Tanya nya setelah mencium telapak tangan sang bunda tercinta.


" Dadakan ! kemarin abang suruh anterin Zaydan kesini " Jelas Aisyah.


Zaydan pun mencium telapak tangan Ataya.


" Ayo masuk ... de mau minum apa ?" Tawar Ataya.


" Zaydan mau minum air putih aja teh "


" Dingin?"


" Iya hehe..Zio mana ? " Tanya Zaydan .


" Zio ada lagi tidur .. biasa abis mandi pasti tidur lagi ".." Bunda duduk dulu" Ataya pun berjalan menuju dapur meninggal kan Aisyah dan Zaydan di ruang keluarga.


Setela beberapa menit berada di dapur , kini Ataya pun kembali menemui ibu dan adik nya dengan membawa dua gelas air putih.


" Teteh sampe lupa , ayah ga ikut bun ?" Tanya nya sambil meletakan gelas berisi air di atas meja.


" Ikut , sekarang lagi di rumah papa mertua kamu " .


Ataya pun mengangguk pelan mendengar jawaban dari Aisyah.


" Kalian di jemput abang ? ".


" Iya " Jawab anak dan ibu bersamaan .


" Ohh.. kok abang tumben yah ga bilang bunda mau kesini ? terus abang ko ga ikut pulang kesini yah " Cecar nya kepada Aisyah.


" Bunda kira teteh udah tau ! .. kata nya kerjaan abang masih banyak jadi pas udah dari rumah papa Ruli bunda di anter kesini berangkat kerja lagi . Kata Ibra mah gitu "


*******


" Kamu jemput Ataya aja bang , ini semua biar kita yang siapin " Titah Amira kepada putra sulung nya itu


" Biarin Ataya kesel dulu aja mah " Ibra pun tersenyum .


" Anak ayah mah susah ngambek nya bang " Sahut Hardian yang kini juga tengah bersama nya.


" Iya mau bikin mama nya Zio bener-bener marah tuh hal paling sulit" Jawab Ibra kembali.

__ADS_1


" Papah mana pernah salah soal pilihan " Sambar Ruli tiba-tiba.


Amira pun hanya tersenyum mendengar ke tiga laki-laki yang kini tengah membicarakan menantu kesayangan nya.


" Bang Zaydan beneran mau di kasih kerjaan ?" Tanya Hardian.


" Beneran atu yah , ada beberapa cabang yang kalo Ibra pegang semua kewalahan , Jadi biar satu di urus sama Zaydan ".


" Tapi Zaydan masih butuh bimbingan bang .. Zaydan baru aja lulus " .


" Tenang aja anak gue lebih ahli dalam perbisnisan bro " Ruli berbangga diri kepada sahabat nya Hardian.


" Iya , bapak nya aja kalah " Ledek Hardian.


Hahahahahahaha....


Gelak tawa pun terdengan menggema di ruang tamu yang terlihat minimalis namun terlihat mewah dan elegan.


" Bu ini masakan nya sudah siap " Panggil mbo Nim.


" Ah .. iya mbo sebentar lagi Ataya dan rombongan datang " Sahut Amira. " Udah rapi semua kan mbo ?".


" Sudah bu , di bantu pak Dadang sama bi Mimi " Jawab nya tersenyum.


" Yaudah bang jemput dulu istri kamu ... Udah sore loh kasian Zio " Jelas Amira sambil melihat jam yang memelilit lekat di pergelangan tangan nya.


" Kalo ada apa-apa kami di belakang bu ..pak " Pamit mbo.


Lalu di jawan anggukan oleh Amira , Ruli dan Hardian.


" Ibra jemput dulu kalo gitu " Ibra pun mulai berjalan keluar rumah lalu mulai menaiki mobil nya.


Setelah satu jam mengendarai mobil nya , kini Ibra sudah sampai di depan pintu apartemen milik nya.


Ketiak Ibra membuka pintu hal pertama yang ia lihat ada Ataya yang kini dedang berdiri memangku Zio dengan drees selutut milik nya.


" Yey papa pulang " Ataya menirukan suara anak kecil lalu selidik berjingkrak agar Zio tersenyum.


" Sayang udah mandi ?" Tanya Ibra.


" Iya hari ini panas banget..Untung ada bunda sama om yang jagain Zio ya nak " Zio pun tersenyum ke arah sang ibu yang sedari tadi mengajak nya bermain.


"Sana mama ganti baju , Zio biar sama papa dulu " Ibra pun mulai mengambil alih Zio dari pangkuan Ataya.


" Ganti ??"


" Iya sekalian bunda sama Zaydan ajak " Jelas Ibra lalu berjalan terlebih dahulu dan duduk di sofa depab tv.


" Ada acara apa , mama masak ya di rumah papah ?" Taya terus bertanya agar bisa mendapat jawaban yang membingung kan baginya.


" Iya sayang .... ayolah mereka udah nungguin " .


Ataya pun langsung berjalan menuju kamar lalau mulai menutup pintu nya.


" Udah siap bang ?" Tanya Aisyah pelan sambil menghampiri nya.


" Udah bun tinggal kita kesana aja " Bisik Ibra.


Setelah setengah jam lama nya menunggu Ataya yang berdan-dan.Ibra pun kini sudah melihat Ataya dengan setelah kemeja da jeans yang selalu membuat Ibra melihat istrinya penuh takjub.


" Yok " Ataya pun mengajak suami ,adik dan Aisyah.


" Zio biar Zaydan yang gendong " Remaja tampan itu pun langsung memagku keponakan nya.


*****

__ADS_1


" Lohh ..!! ini mau kemana ? ini bukan jalan ke rumah papah deh " Tanya Ataya terlihat sangat bingung.


" Muter-muter dulu sedikit biar Zio tidur " Jawab Ibra.


Ataya pun menoleh ke arah kursi belakang . Terlihat Zio yang kini sedang tertidur di pangkuan Aisyah.


" Zio udah tidur bang ??"


Tak ada jawaban dari Ibra , pria itu hanya terdiam sampai mobil nya berbelok lalu mulai memasuki perumah dengan desain kekinian .


" Bang ini rumah siapa ? " Ataya menatap suaminya penuh tanya.


" Turun dulu aja " Titah Ibra yang sudah melepas kan seatbelt .


Ataya pun keluar dari mobil Ibra , langkah nya terus -menerus mengikuti Ibra dan Aisyah yang berada di depan nya.


Rumah siapa yah ?? mobil nya keren banget Renger Rover.Gumam nya dalam hari ketika melihat mobil mewah berwarna putih yang terparkir di samping mobil suami nya.


" S U R P R I S E 🎉" Sambut Amira


" Lohh.. mama..papa..ayah " Raut wajah Ataya terlihat seperti seorang yang baru saja hilang ingatan , ia terlihat lebih bingung dari sebelum nya.


" Selamat datang di rumah baru anak ayah " Sambut Hardian.


" Ya allah " Ataya memegang dada nya , dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kaca.


" Jangan nangis dong " Ibra pun tersenyum lalu memeluk Ataya di hadapan orang tua nya.


Ataya pun tidak menjawab , tangan nya terus saja mengusap air mata yang berjatuhan di atas pipi namun dengan senyuman penuh makna di bibir nya.


" Abang " Suara Ataya lirih seraya menahan tangis


" Iya ini semua milik kamu dan anak kita " Jelas Ibra.


" Mobil ?"


" Itu milik Zio ... karena Zio nya masih kecil jadi mama nya aja yang pake " .


Ataya pun kembali tersedu-sedu , tangan nya memeluk erat pinggang Ibr dengan kepala yang bersandar di dada suaminya.


Setiap hal yang tidak terduga yang Ibra berikan kepada nya selalu membuat Ataya meniti kan air mata.


Baru saja beberapa waktu lalu Ibra memberi nya sebuah hadiah tiket umroh sekarang ia memberikan kejutan yang kembali membuat Ataya menangis bahagia.


" Terimakasih " kepala nya mendongkak kala Ataya ingin melihat wajah Ibra.


-Cupp.


Ibra pun mencium kening Ataya.


" Tidak.... Terimakasih telah memberiku hadiah kecil dan hidup , dia selalu membuat ku selalu tidak betah di kantor dan selalu ingin cepat pulang " Sahut Ibra lalu memuk Ataya kembali.


Para orang tua yang melihat kejadian romantis itu pun sedikit berceloteh.


" Aduh kita mah duluan aja yu ke meja makan... Zaydan ayo kita ke meja makan sekarang , mata kamu sudah ternodai hal romantis " Canda Aisyah lalu di sambut gelak tawa oleh semua orang.


...T A M A T...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa vote , like dan komen gengs ..


Salam cinta dari author❤❤❤


maaf ya jarang up 🥺 author lagi kurang enak badan 🤧

__ADS_1


__ADS_2