
Seperti hari-hari biasa nya, Ataya yang selalu bangun lebih pagi dari pada suami nya Ibra.
Setelah melaksanakan solat subuh, prempuan itu segera bergegas keluar kamar.
Kaki jenjang nya terus melangkah menuju ke arah dapur, entah kenapa pagi-pagi sekali ia sudah merasa sangat lapar.
Bahkan bayi yang berada di dalam perut nya pun, terasa terus berputar-putar dan sedikit menendang, memberi ibu nya sinyal agar segera memberinya asupan makanan.
"Kamu laper ya sayang?" Tatapan Ataya sedikit menuduk, dengan tangan yang juga mulai megusap perut bulat yang sudah sangat besar milik nya itu.
"Kita makan apa? papa belum beli makanan buat kita lagi ternyata! Semua nya udah habis!"Ataya terus berbicara sediri, bahkan tangan nya membuka satu-persatu lemari isi makanan ringan.
Ketika Ataya kembali menuju ruang tengah, bell pintu apartement milik nya berbunyi.
"Siapa pagi-pagi banget ke sini?" Gumam Ataya, dengan kaki yang terus melangkah ke arah pintu.
Klek!
Ataya membuka pintu.
"Assalamu'alaikum, neng?"mbo Nim tersenyum kepada nya.
"Wa'alaikumusalam. Mbok ayok masuk!"Ataya langsung membuka pintu apartemen nya lebar-lebar.
"Mbo, datang nya pagi-pagi banget?"tanya Ataya kepada wanita paruh baya itu.
"Iya neng, soal nya kalo siang macet sama panas."jawab nya seraya tersenyum.
"Mbo duduk dulu!"Ataya mengarahkan nya ke sofa besar di depan tv.
"Ataya ambilin air hangat dulu, yah?"ujar nya, sambil berjalan menuju dapur.
Ketika mbok Nim sedang duduk, tiba-tiba Ibra keluar dari pintu kamar dengan rambut kelimis dan sedikit acak-acakan.
Pria itu baru saja selesai mandi.
"Loh! mbok udah datang?"Ibra bertanya.
"Iya, barusan! baru aja sampe den."jelas nya.
Tatapan Ibra pun teralih pada sosok prempuan cantik dengan perut bulat besar, yang kini sedang berjalan membawa segelas air putih.
"Mbok, di minum dulu! tapi maaf stok makanan lagi habis, mbok udah makan belum?"Ataya menatap mbok Nim.
"Makasih neng, mbok udah sarapan tadi di rumah."ucap nya.
"Abang! kita udah harus belanja, stok udah pada habis."Ataya bersalin menatap suami nya.
"Iya, nanti kita belanja bulanan!" jelas Ibra, yang langsung membuat raut wajah Ataya berbinar.
...•••••...
Siang hari nya di salah satu pusat perbelanjaan di kota Jakarta. Ibra dan Ataya terlihat tengah sibuk memasukan barang-barang yang mereka butuhkan ke daram trolli.
"Abang nanti abis ini kita belanjan baju ade yah?"ajak Ataya kepada Ibra suami nya.
"Iya sayang, kita beli yang banyak."Ibra menjawab sambil tersenyum kepada Ataya.
"Asik!"Ataya tersenyum.
Setelah selesai membeli barang-barang yang mereka perlukan, Ibra langsung menitip kan barang belanjaan nya.
__ADS_1
Lalu beranjak pergi, menuruti ke inginan Ataya yang ingin membeli baju untuk anak mereka berdua yang sebentar lagi akan lahir.
"Abang, Ataya mau baju dede warna nya serba yellow, yah?"pinta nya kepada Ibra.
Pria itu menjengit.
"Kenapa yellow? bukan nya prempuan harus nya warna pink yah?"pria itu menatap lekat wajah istrinya.
"Warna kuning lebih cantik sayang!"ujar Ataya sambil tersenyum manis kepada Ibra.
Ataya terlihat sibuk memilih pakaian untuk bayi kecil nya nanti.
Manik nya bahkan terus fokus meneliti sekitar, melihat semua barang yang desain nya sangat imut dan lucu.
"Sayang, abang mau beliin ini buat adek!" Ibra membawa selimut bayi berwarna kuning polkadot.
"Wah, ini lucu."mata Ataua membulat, dengan bibir yang terus tersenyum manis.
Mood nya sangat baik hari ini.
"Apa lagi yang harus kita beli?" tanya Ibra.
"Ini Ataya udah beli jumper, sleepswite sama baju dan celana nya." Ataya menunjuk keranjang yang berada di samping nya saat ini.
Ketika kedua nya sedang asik melihat-lihat keperluan untuk anak mereka nanti, tiba-tiba saya ada seseorang yang memanggil Ibra dari arah belakang.
"Ibra?!" Panggil seorang wanita yang langsung bergelayut manja di lengan suami Ataya.
Ataya dan Ibra saling menatap, dengan raut wajah yang terlihat bingung dan tentu nya sangat terkejut.
"Apaan sih, lepas!" Ibra menghempas kan lengan nya dengan kasar, sampai membuat Nadia sedikit terjerembab ke belakang.
"Sayang!"Nadia menjengit. "ko kamu jadi berubah sekarang?"wanita itu merengek manja.
"Oh! kamu begini karena ada istri kamu! iya kan sayang?"Nadia tersenyum licik kepada Ataya.
Namun Ataya seolah tak gentar, prempuan itu terus menatap Nadia dengan raut wajah datar tampa ekspresi.
"Sayang, kok kamu diem aja liat suami nya di grayangin mahluk halus kaya gini!"cicit Ibra.
Ataya menatap Ibra, lalu tersenyum ketika mendengar pernyataan suaminya itu.
"Sayang, kamu lupa ya kalo aku nggak bisa lihat makhluk halus?"ucap Ataya.
Mendengar perkataan Ataya, Nadia langsung melepaskan cengkraman tangan nya di lengan mantan kekasih nya itu.
"Heh! lo pikir lo siapa? seenak nya aja bilang orang lain makhluk halus hah!"Nadia berdecak pinggang, dengan langkah yang mulai mendekati Ataya.
Ataya mengangkat satu alis nya, terus menatap tajam ke arah Nadia, lalu senyum.
"Saya istri sah nya mbak! istri sah. Anda tahu posisi saya berada di mana? di posisi tertinggi tentu nya!"Ataya tersenyum tipis.
"Nadia, sedikit saja kamu menyentuh istriku!"suara Ibra seketika tertahan ketika Nadia sedikit berteriak.
"Apa? kamu bakal lakuin apa kalo aku nyentuh wanita perebut pacar orang ini?"Nadia sedikit histeris.
Melihat pertengkaran dua mantan kekasih itu membuat Ataya sedikit mulas dan mual, hingga ia lebih memilih meninggal kan Ibra dan Nadia lalu menuju kasir.
"Ini saja bu?" Tanya petugas kasir.
"Iya mba, itu aja!"jawab Ataya ramah.
__ADS_1
"Jaman sekarang, pelakor terang-terangan ya bu!"ucap nya terseyum pada Ataya.
Ataya hanya tersenyum mendengar perkataan petugas kasir tersebut.
Setelah menyelesaikan pembayaran, Ataya pun langsung bergegas pergi.
Ataya bukan marah apalagi takut, ia hanya tidak ingin kembali terpancing lalu mengotori tangan nya kembali dengan menampar sosok yang sekarang tengah gigih mendapat kan cinta Ibra kembali.
Ibra yang melihat istrinya berjalan terlebih dahulu dan meninggal kan nya. Dia tersadar pun sedikit mendorong Nadia, agar sedikit menjauh dari nya.
"Nad lepas!"tangan nya berusaha melepas kan cengkraman Nadia.
"Nggak mau, Ibra!"rengek nya.
"Lepas!"sentak Ibra, yang mulai lepas kendali.
"Lu tuh kenapa sih! seneng amat liat rumah tangga orang hancur!"bentak Ibra.
Nadia kini menjadi perhatian banyak mata, ia melihat ibu-ibu tengah saling berbisik dengan mata yang sedikit mendelik kepada nya.
Setelah ia benar-benar terepas dari Nadia, Ibra pun langsung berlari menyusul Ataya.
"Sayang!" Ibra memanggil istri nya yang sedang jalan perlahan.
Ataya berbalik, langkah nya terhenti ketika mata nya melihat Ibra yang tengah berlari menyusul nya dengan wajah yang terlihat panik, wanita itu terlihat senyum ke arah Ibra.
"Udah ngobrol nya?"tanya Ataya dengan mengulum senyum.
"Kamu marah?" tanya Ibra sedikit pelan.
Ataya menggeleng kan kepala lalu tersenyum.
"Apakah aku harus marah seperti kemarin-kemarin?" tanta Ataya.
"Enggak sayang, tapi abang makin takut kalo kamu nggak marah-marah!"ujar Ibra .
Dahi Ataya menjengit, ia bingung dengan pernyataan suami nya barusan.
"Ataya tau yang mepet itu bukan suami Ataya, tapi mahkluk halus itu!"jawab Ataya santai.
"Tapi sayang kamu,.."
"Shuutttt!"Ataya menaruh jari telunjuk nya di bibir milik Ibra. "Jangan berisik, kita pulang cepet kasian mbok!" jelas nya kembali.
Ibra pun mengangguk ketika mendengar penjelasan Ataya, lalu kaki nya kembali melangkah, tujuan nya sekarang adalah pulang ke rumah nya dengan selamat.
Sementara itu, Nadia yang merasa malu karna langkah nya selalu di perhatikan oleh banyak mata, membuat kepala nya selalu menunduk.
Kasian ya, orang tua nya ngedidik nya susah, udah gede hobi nya gangguin rumah tangga orang! Itu lah yang ia dengar dari salah satu pengunjung mall ini.
AKU HARUS MENDAPAT KAN IBRA KEMBALI , AKU GA MAU ANAK AKU LAHIR TANPA SEORANG AYAH , AKU GA PEDULI KALO AKU HARUS MERUSAK KEBAHAGIAAN ATAYA .
Wanita itu bermonolog, dengan amarah yang sudah memburu.
...•••••...
Jangan lupa dukungan nya! Berupa like, komen, vote, dan hadiah lain nya.
Ig. @_anggika15
~Sayang kalian banyak-banyak~
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga ke novel baru othor yah!