
...π ATAYA POV π...
Pagi romantis ini sirna begitu saja, ke jujuran ku membuat bang Ibra merasa kesal, hingga dia sedikit manaikan suara nya padaku.
Ah sudahlah, untuk apa aku sedih atas kemarahan suami ku kepadaku!
Jelas-jelas kemarahan nya tidak akan terjadi jika aku jujur dari awal.
Aku sangat tahu, kekecewaan suamiku itu, bahkan terlihat jelas dari pancaran matanya saat dia menatap ku.
Setelah kejadian tadi pagi, aku memutuskan untuk berdiam di sofa tv.
Aku tidak marah, hanya ada sedikit rasa kecewa saja.
Kecewa pada diriku dan semuanya, bagai mana bisa awal pernikahan ini sudah banyak sekali kebohongan.
Aku benar-benar menangisi diriku sendiri, bagai mana kalo bunda, ayah, dan papah Ruli tahu? aku takut mereka kecewa dengan apa yang kami lakukan ini, dua hari menikah sudah tidak ada ke jujuran di antara kami.
Ketika aku sedang bertengkar dengan diri ku sendiri, tiba-tiba saja suara lirih seseorang memanggil ku.
Aku buka mata ku, dan pandangan kami pun bertemu.
Terlihat banyak sekali penyesalan di mata nya.
Aku tak menjawab semua perkataan nya, ku pikir senyum ku lebih baik dari pada aku memancing pertengkaran lagi.
Aku berjalan menuju kamar, aku harus mandi agar pikiran ku segara kembali, dengan sedikit langkah cepat aku menuju kamar mandi.
__ADS_1
Ku tutup pintu kamar mandi dan tak lupa mengunci nya.
Lagi-lagi air mata ini jatuh di bawah gururan air shower yang dingin, kenapa aku sangat cengeng sekali.
Dari tadi aku terus memikir kan bagai mana kalo bang Ibra kembali lepada manta kekasih nya, bagai mana nasib pernikahan ku ketika masa lalu nya kembali datang!
Orang yang sudah dua tahun menemaninya kini kembali lagi, apa suamiku bahagia? entahlah hanya dia yang tahu.
Mereka pernah saling mencintai bukan! apakah cinta itu akan tumbuh kembali?
Aku benci pada pikiran ku, banyak hal yang harus di pikir kan, tapi kenapa isi nya hanya takut kecewa saja.
Boleh kah aku sedikit egois? aku hanya ingin milik ku tetap bersama ku!
Sudah cukup lama aku berdiam diri di dalam sini, tidak ada rasa dingin sedikit pun.
Hingga seseorang di balik pintu itu mulai mengetuk nya pelan dan terus memanggil diriku.
Kini ku nyala kan kembali shower dan melakukan mandi yang sebenarnya.
Memakai sabun, menggosok gigi dan menggunakan shampoo di rambut panjang ku yang mulai terlihat sedikit rontok.
Tak lupa ku ambil air wudhu, ini adalah cara diriku membuang rasa kesal ku hilang, dulu juga bunda selalu menyuruhku seperti ini ketika sudah bertengkar dengan Zaydan.
Setelah selesai, ku elap kering tubuh ku dan memakai celana panjang dan hoodie milik suamiku, ya aku sengaja meminjam nya tanpa sepengetahuan dia.
Akupun membuka pintu , terlihat jelas pria tampan yang sedari tadi memanggil diriku berdiri tepat di ambang pintu.
__ADS_1
Bibir nya tersenyum, namun mata nya terlihat sembab, bengkak dan hidung yang sedikit kemerahan.
Dia langsung memeluku, kata maaf terus ia ucap kan dengan suara lirih.
"Abang sayang nangis?" Tanyaku sambil memengang lembut pipi suami ku ini.
Abang Ibra menggelengkan kepala nya, tapi aku tau ia sedang berbohong mata sembab nya sudah menjadi jawaban yang sangan jelas.
Aku menuntun nya menuju sofa yang berada di ruang tv, aku tau ia sedang larut dalam penyesalan nya.
Aku meminta suami ku duduk terlebih dulu .
Aku pun berjalan menuju dapur , ku ambil kan segelas air putih .
"Sayang minum dulu!"Aku pun memberikan segelas air yang telah ku bawakan.
Suami ku meminum nya, ia meletakan kembali gelas yang sudah tandas di atas meja.
Tiba-tiba saja dia memeluku.Aku tau ini hanyalah salam paham.
Baru kali ini se-umur hidup ku, melihat seorang laki-laki dewasa menangis .
Aku pun memberi elusan lembut di punggung nya, supaya bisa sedikit lebih menenang kan nya.
...-Aku hanya berusaha lebih dewasa dan bijak, atas kecewa yang sedang ku rasakan-...
...^Ataya^...
__ADS_1
...TBCπ»π»π»...
...Jangan lupa! like, vote dan komen....