CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 57


__ADS_3

" WELCOME HOME " Teriakan sambutan untuk Ataya dan putra pertama nya Zio.


Ataya tersenyum penuh haru , mata nya sedikit berkaca-kaca , dengan tangan yang terus memeluk erat baby gembul lucu nya.


" Lah yang di kasih kejutan ko malah nangis " Ledek Zaydan kepada kaka yang telah lama tak ia temui.


" Tu anak kenapa si suka bikin suasana jadi rusak " Tangan sebelah kanan nya menyelap air mata yang sedikit terjatuh di pipi kanan nya.


" Shutttt , udah ayo masuk nanti kaki nya bengkak kalo berdiri lama-lama" Aisyah menyambut Ataya dengan tangan yang sudah merangkul nya.


Semua orang pun kini menuju ruang tengah , di sana sudah terlihat ada Ayah nya Hardian , papa mertua nya Ruli dan ibu mertua nya Amira.


" Eh Ratu sama pangeran nya sudah datang " Sambut Amira kepada Ataya dan Zio.


Mata Ataya kembali di suguh kan dengan hiasan balon yang berwarna biru , memenuhi ruangan .


" Ini siapa yang siapin " Ataya sedikit bingung.


" Papa nya Zio yang nyuruh kita buat kasih sedikit sambutan untuk orang-orang yang paling spesial dalam hidup nya , yaitu kalian " Jelas Amira tangan nya sudah terbuka siap untuk memangku cucu pertama nya itu.


" Berisik gini ko masih anteng aja yah " Aisyah berkata dengan jemari yang mengelus pipi gembul Zio.


" Jangan sampe bangun deh , kalo sampe ke bangun, jeritan nya wah banget si ini anak cowok " Jelas Ibra sambil duduk di sebelah Ataya.


" Coba sini kake mau gendong " Hardian merentang kan tangan nya.


" Nama nya siapa tadi ji , ji ,ji siapa " Hardian memasang ekspresi bingung di wajah nya.


" Nama nya Alzio Pradipta Akdad ayah, Zi yah bukab Ji " Timpa Ataya menjelas kan kepada ayah nya.


" Oke pradipta , nanti ikut ke kebun kake , kita panen sayuran oke " Ajak Hardian kepada bayi tampan yang sedang terlelap di pangkuan nya.


" Jangan di ajak ke kebun Har , nanti kulit nya sedikit hitam seperti Ibra sekarang , keseringan berada di lokasi pembanguna kafe baru , jadi gitu kulit nya sedikit gosong" Jelas Ruli.


" Ataya sama Zaydan juga dulu sering di bawa ke kebun kalo panen , kulit nya biasa-biasa aja Rul " Jawab Hardian , tatapan nya masih pokus kepada putra pertama Ataya dan Ibra.


Ruli hanya tersenyum kepada Hardian.


" Yah sini , Zaydan mau gendong " Pinta Zaydan menepuk lengan liri nya.


" Ih jangan yah , nanti ketuleran usil " Tahan Ataya kepada Hardian.


" Sebentar teh , kasian Zaydan juga kan om nya " Sahut Aisyah dengan sedikit candaan .


Hardian pun memberikan bayi yang mungil itu ke pangkuan Zaydan.


" Udah gini aja ga usah gerak-gerak" Timpa Hardian kepada Zaydan.


" Yah kasian banget si teteh bun " Tatapan Zaydan tertuju Aisyah yang kini tengah duduk di samping Ibra.


" Kasian kenapa ?" Aisyah mengerut kan dahi dengan raut wajah bingung.


" Alzio mirip abang semua , teteh mah kebagian begadang aja hehehe" Jelas Zaydan puas kala melihat raut wajah Ataya yang sudah kesal.


Semua nya tertawa kecuali Ataya , ternyata pendapat nya tidak salah tentang baby Zio , wajah tampan Zio memang persis seperti Ibra.


" Ibra junior " Ruli terkekeuh dengan pernyataan Zaydan.


" Kok bisa persis Ibra banget yah " Sahut Aisyah memperjelas omongan nya.

__ADS_1


" Ataya bikin satu lagi yang mirip Ataya " Jawab nya sediki mengejek Zaydan dan yang lain nya.


" Makanya kalo lagi hamil jangan suka bilang bau apa lagi sampe benci" Sahut Ibra ." Abang kan jadi ga enak sama kamu , Zio jadi mirip abang banget " Jelas Ibra kembali.


" Semuanya jadi kaya Zaydan deh" Jelas Ataya sebal ." Ini anak kirain kalo kaka nya udah nikah , terus berjauhan .Kalo ketemu tuh kangen-kangenan atau gimana gitu ini malah , ah udah ahhhh" Omelan Ataya justru malah membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa kemabi.


" Hahahahahahaha " Semua tertawa.


" Oe oe oe oe " Zio pun menangis histeris kala mendengar suara riuh yang membangun kan tidur nya.


Ataya pun bangkit dari duduk nya , lalu berjalan ke arah adik yang selalu tengil dan membuat nya kesal ,lalu membawa Zio kedalam dekapan hangat milik nya.


" Maneh sih da gandeng amat " Omel Ataya menggunakan bahasa sunda , dan di sambut kebingungan oleh mertua dan suaminya.


" Ngomong apa si sayang " Tanya Ibra.


" Teu , teu ngomong nanaon " Jawab Ataya sambil berlalu pergi ke arah kamar.


Ibra pun semakin bingung di buat Ataya , wajah nya jadi terlihat seperti orang linglung.


Aisyah dan Hardian hanya tersenyum melihat Ibra yang tengah kebingungan .


" Ih ini basah apa " Zaydan menunjuk paha nya yang sudah sedikit basah di celana jeans nya.


" Coba di cium bau nya de " Titah Hardian .


Zaydan pun menempel kan jemari tangan nya di bagian celan yang basah , hidung nya terlihat kembang -kempis.


" Bunda ko bau asem " Pekik Zaydan , raut wajah nya sudah masam.


Aisyah pun hanya tersenyum ke arah putra bungsu nya itu.


" Ade Zio mau kenalan kaya nya sama om Zaydan " Jawab Aisyah dengan senyuman santai.


" Kamu ini Zaydan bisa aja , nanti nginep di rumah om oke , ada Gilang di sana " Ajak Ruli kepada Zaydan.


" Kenapa sekarang ga ikut om ?" Tanya Zaydan.


" Main game terus , tiap hari gitu ,setiap pulang sekolah ga pernah keluar kamar lagi kalo gak laper-laper amat " Jelas Ruli.


" Sama Zaydan juga kalo di rumah kaya gitu " Cicit Hardian kepada Ruli.


" Iya kenpa si anak-anak jaman sekarang lebih suka main game dari pada main sama temen-temen nya " Tanya Amira , ia bingung dengan Gilang yang sudah jarang berkumpul di ruang keluarga.


" Iya kadang juga kesel ya , di suruh makan aja susah nya kaya di suruh apa aja " Timpa Aisyah kembali.


****


Sementara itu Ataya yang sudah berada di dalam kamar yang kini telah di penuhi perlengkapan bayi , dari mulai baby box dan lemari bermotif animals cartoon.


" Sayang lengan baju kanan kamu basah " Jelas Ibra yang sudah berada di dalam kamar.


" Hah " Ataya melihat ke arah Ibra , lalu mulai mencium lengab baju nya.


" BAU ASEM PAH "Pekik Ataya kepada Ibra.


" Wah mau ganti kaya nya mam , udah penuh kaya nya , sampe bocor gitu " Sahut Ibra.


" Oe oe oe " Zio terus berteriak.

__ADS_1


" Oke mama lihat dulu sayang " Ataya berbicara kepada Zio.


Ketika Ataya membuka pampers yang Zio kenakan.


" Oh aku pup , pantesan ga mau mimi " Ataya berbicara pada Zio dan menirukan suara anak kecil .


" Mama udah bisa gantiin pampers sama baju ade kan?" Tanya Ibra kepada wanita cantik yang sedikit kebingungan itu.


" Bisa sih , cuman aku takut " Jelas Ataya.


" Kita coba perlahan ya , abang bantu oke " Ibra sudah mendekat ke arah baby Zio yang kini telah berbaring di ranjang tidur king size milik kedua orang tua nya.


" Oke ,Ataya ambil baju ganti nya dulu " Ataya pun bergegas ke arah lemari milik Zio.


Ketika Ataya membuka , mata nya menatap pekat isi lemari itu , kini sudah di penuhi pakaian berwarna biru dan model baju laki-laki .


Kemana pakaian cantik serba kuning milik Zio .Gumam nya dalam hati.


" Ini baju dari siapa " Ataya bertanya kepada Ibra.


" Dari bunda ,sama ayah " Jawab Ibra." Kata bunda , bunda kaget pas denger baby nya ternyata buka cewe tapi cowo jadi bunda beliin sedikit perlengkapan baby boy" Timpa Ibra kembali.


Langkah nya kembali menuju dimana Zio kini tengah berada.


Dengan perlahan Ataya pun mukai membersih kan baby Zio lalu memakai kan baju nya kembali.


" Udah ganteng " Jari Ataya memain kan pipi gembul Zio , bayi itu kini tengan mengerjap kan mata nya.


" Sayang Zio udah mau buka mata " Ibra senang melihat Zio yang kini tengah membuka mata sambil memain kan lidah nya keluar dan ke dalam.


" Mau mimi ga sayang " Ataya bertanya kepada baby Zio.


" Papa yang mau mam " Sahut Ibra.


" Papah jangan dulu , di tahan sebentar aja " Jelas Ataya , mata nya masih menatap Zio.


" kira-kira berapa hari sayang ?" Tanya Ibra serius.


" Sekitar seratus hari lah " Jawab Ataya santai.


" APA , seratus hari " Ibra sedikit berteriak .


" Abang berisik " Ataya menepuk lengan Ibra." Zio lagi mau bobo lagi " Jelas ataya pelan , dengan tangan yang masih memangku Zio dan sedikit menggoyang kan nya.


" Seratus hari lama banget sayang " Ibra menatap Ataya sendu.


Ataya tak menjawab pertanyaan Ibra lagi , kini Ataya hanya pokus menidur kan putra nya kembali.


Bayi ini benar-benar terlihat nyaman ketika pakaian nya sudah berganti . Tidak butuh perjuang yang extra kini Zio sudah tertidur di dalam baby box.


" Selamat bobo anak mama , sebentar lagi bangun kita minum cucu oke " Ataya berbisik dengan ibu jari yang sudah terangkat.


...****************...


TBC.


Jangan lupa Like & Vote .


Author nya kasih hadiah dong biar makin semangat.

__ADS_1


Maaf akhir-akhir ini upload sehari satu , tidak seperti biasa nyabyang terkadang dua , atau sampai tiga.


Karena keseringan begadang , hampir setiap jari tidur jam tiga , darah Author jadi rendah , suka pusing tiba-tiba πŸ˜„


__ADS_2