CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 30


__ADS_3

Sore harinya, setelah Ibra dan Ataya mengunjungi warung coffe milik Ibra. Mereka pun memutuskan untung mengunjungi rumah orang tua Ibra untuk menemui Ruli dan juga Gilang.


Pajero hitam Ibra terus melaju dengan kecepatan sedang, menyusuri padat nya jalanan Ibu Kota Jakarta, sampai pada akhirnya kini mobil yang di tumpangi kedua nya sudah berada di depan gerbang rumah yang menjulang tinggi berwarna putih.


Ibra segera menekan klakson, memberi perintah agar gerbang rumah tersebut segera di buka, tidak menunggu lama gerbang rumah orang tua Ibra terlihat di dorong oleh seorang pria paruh baya.


Setelah gerbang terbuka lebar, Ibra kembali melajukan mobil nya masuk ke dalam garasi yang cukup luas.


—Brugg..


Kedua nya keluar dari mobil bersamaan.


Ataya terus memengang erat tangan Ibra,raut wajah nya terlihat sedikit gugup, seperti meminta sang suami agar terus bersama dirinya.


Pintu rumah sudah terbuka, terlihat Ruli dengan raut wajah bahagia yang membuka pintu besar tersebut, menyambut kedatang anak dan menantu nya.


"Aduh! papah kedatangan menantu kesangan papah."Sambut Ruli dengan senyum yang terus terukir di bibir nya.


"Assalamualaikum, pah?"Ataya berjalan meng-hapiri dan mencium punggung tangan ayah mertua nya.


"Ayo masuk!"Titah Ruli, lalu membuka pintu rumah nya lebar-lebar.


"Gilang ada pah?" Tanya Ibra yang langsung mencari keberadaan adik nya.


"Ada, dia sedang kamar nya!"Jawab Ruli."Bi mimi, tolong panggilin Gilang di atas yah?"Pinta pria paruh baya itu.


Mereka pun kini duduk di sofa ruang keluarga, seorang wanita berjalan menghampiri mereka dengan air dan kue kering di nampan nya,lalu meletakan nya di atas meja.


"Sayang, ini mbo Nim, beliau kerja sejak abang masih kecil."Jelas Ibra yang juga di jawab anggukan oleh wanita sudah berumur itu.


"Oh iya sayang!"Jawab Ataya, lalu mencium punggung tangan bi Nim.


"Neng Ataya udah gede makin cantik ya pak?!"Ucap nya sambil menoleh ke arah Ruli dan tersenyum.


Setelah menyuruh bi Mimi memanggikan Gilang, akhirnya adik laki-laki dari Ibra itu datang menuruni setiap anak tangga, lalu tersenyum ke arah Ataya.


"Ka Ataya?"Panggil nya dengan raut wajah bahagia.


"Hallo anak ganteng!"Sahut Ataya sambil tersenyum.

__ADS_1


Langkah kaki Gilang terus berjalan perlahan ke arah sofa, lalu duduk bersama ayah dan kedua kaka nya.


Mereka saling bercerita banyakhal, suara tawa pun memenuhi ruangan ketika Ruli dan Ibra saling melontarkan candaan, hingga akhirnya Ibra mengajak Ataya untuk melihat kamar yang pernah di tempati nya sebelum ia menikah.


"Pah, Ibra naik dulu yah!"Ujar Ibra dan langsung di jawab anggukan oleh Ruli.


Ibra langsung meraih tangan Ataya, kaki mereka menaiki satu-persatu anak tangga perlahan, hingga tibalah mereka di depan pintu kamar Ibra.


—Ceklek...


Ibra meraih handle pintu, menekan nya perlahan, lalu mendorong sampai pintu nya terbuka lebar.


Seketika mata Ataya meneliti setiap sudut ruangan yang terlihat luas, dengan warna abu-abu yang mendominasi.


"Wow, kamar perjaka nih!"Ledek Ataya yang sudah menatap suami di samping nya.


"Sekarang udah enggak, perjaka nya di ambil kamu."Gumam Ibra pelan, dengan tatapan yang terlihat nakal.


"Masasih, emang kamu masih perjaka?"Ataya tersenyum, lalu sedikit mencubit perut Ibra.


Perlahan Ataya berjalan ke arah ranjang, duduk, kemudian berbaring.


"Jangan tidur dulu sayang! sebentar lagi maghrib!"Kata Ibra kepada istrinya yang terlihat begitu lelah.


Ibra mengangguk, lalu ikut berbaring bersama Ataya dengan tangan yang mulai menyelinap di pinggang kemudian memeluk nya.


"Sthhhh, aw!"Ataya merintih kesakitan.


"Loh! sayang kamu kenapa?"Ibra terlihat panik, lalu berusaha membalikan tubuh Ataya.


"Perut aku sakit bang!"Suara Ataya terdengar begitu lirih.


"Mag kamu kambuh sayang?"Raut wajah Ibra semakin terlihat panik.


Ataya menggelengkan kepala, mata nya terpejam, terlihat ia sedang menahan sakit yang begitu teramat sangat.


"Terus, kamu sakit apa sayang?" Ibra mengusap kepala Ataya.


"Nanti pulang, ke Apotik sebentar ya bang!"Tangan Ataya terus meremas perut bagian bawah nya.

__ADS_1


"Abang kebawah dulu sebentar ya."Ibra langsung beranjak pergi, meninggalkan Ataya ke arah luar kamar.


Dengan langkah cepat, Ibra menuruni setiap anak tangga, dan sedikit berlari ketika Ibra sudah sampai di lantai bawah menuju dapur.Tangan Ibra mulai membuka salah satu laci, membawa gelas lalu menutup laci itu kembali.


"Mau bikin apa den?"Tanya bi mimi


"Bi tolong bikinin teh manis yah!"Titah Ibra.


"Buat aden?"Tanya nya.


"Enggak, ini buat Ataya, perut bagian bawah nya sakit."Ujar Ibra.


"Oh, mungkin mau dateng bulan."Jelas nya tersenyum, lalu segera membuatkan teh manis pesanan anak majikan nya.


Beberapa menit berlalu, kini Ibra sudah berada di dalam kamar kembali bersama Ataya dan teh manis untuk istrinya.


"Sayang, ayo minum dulu."Titah Ibra, lalu berjalan menghampiri Ataya.


Ataya langsung bangun, kemudian meminum teh manis yang Ibra bawa untuk nya.


"Udah Istirahat lagi aja, wajah kamu pucat sayang!"Ucap Ibra, yang sudah terlihat semakin khawatir dengan ke adaan istrinya.


Ataya pun kembali berbaring, dengan selimut yang Ibrab pakaikan di atas tubuh nya.


"Kina nginep di sini aja yah, sekarang abang ke Apotik dulu, obat apa yang mau di beli?"Tanya Ibra.


"Ataya nggak bawa baju, kita pulang aja bang." Jawab Ataya lemas.


"Nggak, Ataya kan bisa pake baju abang aja."Ibra langsung berjalan ke arah lemari, lalu mengeluarkan hoodie dan celana joger milik nya.


"Sayang ini baju nya, abang ke apotik dulu!"Ibra meletakan baju untuk ataya, kemudian beranjak pergi.


"He'em, hati-hati ya bang!" Tangan nya terbuka, tanda ingin memeluk tubuh suaminya.


"Jadi obat apa yang harus abang beli?"Ucap Ibra ketika berada dalam pelukan istrinya.


"Hanya pereda nyeri sama pembalut ukuran 35cm saja."Ataya senyum dengan tangan yang mengelus lembut pipi Ibra.


"Oke, abang pergi dulu yah! kalo ada apa-apa bisa panggil mbo, bibi atau telpon aku."Ibra pun mencium kening Ataya dan pergi.

__ADS_1


...🌻🌻🌻...


...Jangan lupa! kopi, bunga, like, vote dan komen nya ya ke zeyengan author.....


__ADS_2