CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 50


__ADS_3

Malam hari sekitar pukul tujuh, Ataya dan Ibra baru saja sampai di apartement yang mereka tinggali.


"Abang mandi dulu aja, Ataya mau beresin ini dulu sedikit." pandangan nya meneliti sekitar, terlihat ruangan minimalis yang di tempati nya sedikit berantakan.


"Besok aja, mbo kesini biar di kerjain mbo! kamu itu masih cape, jangan lupa kata Dokter Syifa? Kamu jangan kecapean." tagas Ibra.


"Yaudah, Ataya beresin ruang tv, biar cucian nya besok aja." ucap Ataya seraya tersenyum samar ke arah suaminya.


Ibra mengangguk pelan, lalu membalas senyuman Ataya.


"Ruang tv nya di sapu aja tapi, jangan ngerjain yang lain-lain lagi,... nanti perut nya sakit!" kata Ibra.


"Iya abang, sana mandi. Ataya janji cuma nyapu aja." Ataya mengangguk lagi, lalu mendorong tubuh suami nya agar segera pergi.


Ibra menurut, pria itu berbalik arah, lalu berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka.


Melihat Ibra yang sudah menghilang, Ataya segera membersih kan tempat itu, membawa gelas kotor ke arah dapur, lalu kembali dengan sapu di tangan nya.


Dengan tangan ajaib Ataya, kini dapur dan ruang tv sudah terlihat rapi dan bersih. Sambil menunggu Ibra selesai mandi, tangan Ataya meraih remote tv yang berada terletak tidak jauh dari sana, lalu menyala kan nya .


Sekitar dua puluh menit lama nya, kini Ibra sudah berjalan keluar kamar dengan rambut yang masih acak-acakan dan basah, namun aura tampan nya semakin terpancar .


"Udah rapi aja ruangan nya?" Mata Ibra melihat sekitar. " Kamu nggak ada sehari aja rumah ini udah kaya rumah kosong, berantak sama sepi." Jelas nya kembali.


Cup...


Ataya mencium pipi Ibra yang kini telah duduk di samping nya.


"Aku mau mandi dulu." Ataya tersenyum, kaki nya mulai melangkah menuju kamar, meninggal kan Ibra yang masih mematung karena mendapatkan kecupan tiba-tiba di pipi nya.


Kaki Ataya mulai melangkah memasuki kamar mandi, tangan nya memutar kran, lalu air shower itu mengalir dan mulai membasahi rambut nya hingga seluruh tubuh.


Suara gemercik air pun terdengar, di iringi suara Ataya yang juga tengah bersenandung pelan di dalam sana.


Setelah Ataya menyelesai kan mandi nya, prempuan itu keluar dengan lilitan handuk di kepala nya.


Ataya memamerkan perut yang saat ini semakin membulat, seperti sudah menjadi kebiasaan, ia keluar dari kamar mandi tanpa handuk yang membalut tubuh putih mulus milik nya.


Aroma bunga lavender yang berasa dari tubuh pun memenuhi ruang kamar nya, Ataya yang kini sudah memakai daster ibu hamil pun tengah duduk di depan cermin sambil mengering kan rambut nya menggunakan hairdryer, tak lupa Ataya juga memakai vitamin di rambut coklat yang kini sudah mulai panjang itu.


Setelah Ataya selesai, ia mulai beranjak kembali menuju ruang tv tempat suami nya berada.


Mata Ibra yang tengah pokus kepada ponsel nya tiba-tiba teralih kepada sosok prempuan cantik yang tengah berjalan ke arah nya.


Ataya terlihat sangat sexy dengan gaun tidur khusus ibu hamil berwarna maroon itu, paha mulus nya terpang-pang jelas, rambut coklat nya terurai rapi.


"Sayang kenap?" Ataya bertanya kepada Ibra yang memandang nya tampa berkedip.


"Cantik!" Satu kata yang keluar dari mulut Ibra.


"Ini susu buat aku?"Ataya melihat segelas susu dan kopi di atas meja.

__ADS_1


"Iya, minum lah. Ini papa bikinin buat adek!" Jelas nya sambil tersenyum.


"Wah makasih papa Ibra." Ataya membalas senyuman suami nya.


Setelah meminum susu coklat nya hingga tandas, Ataya pun menyandar kan kepala nya di dada Ibra, memeluk dan menghirup aroma suaminya yang sangat ia sukai sekarang.


"Rambut nya wangi, pake apa?" Ibra mencium rambut Ataya.


"Pake vitamin yang di pilihin abang waktu itu." Jawab Ataya, lalu mata nya terpejam, ketika Ibra terus mengusap kepala nya lembut.


"Abang!" Rengekan manja nya kepada Ibra.


"Hemm,...kenapa sayang?" Sahut Ibra.


"Pengen bakmie ayam." Ataya tiba-tiba membuka mata nya, lalu mendongkak untuk menatap wajah suaminya.


"Boleh, kita pesan online ya sayang!" Ibra tersenyum ketika Ataya mengangguk.


Mulai meraih ponsel milik nya, lalu mulai membuka aplikasi dan memesan keinginan istrinya.


"Pengen extra pansit rebus nya, boleh?" Ataya menirukan suara anak kecil.


Sekilas Ibra melirik, lalu menganggukan kepala dan kembali fokus kepada layar ponsel milik nya.


"Manja banget malam ini!" kata nya gemas,dengan satu tangan mengusa kepala Ataya setelah menyelesaikan pesanan nya terlebih dulu.


"Aku sama adek kangen papah." Tangan nya memeluk pinggang Ibra erat, sangat erat.


Setelah beberapa menit menunggu, tiba-tiba suara bell apartemen nya berbunyi.


Ibra melepas dekapan nya kepada Ataya lalu mulai beranjak menuju pintu, dan kembali dengan kantong berisi bakmie pesanan nya.


"Wah Ataya udah kangen banget sama bakmie ini!" Cicit nya semangat.


"Makan nya harus habis, biar ade kebagian juga yah!" Jelas Ibra, tangan nya mengelus pelan perus Ataya.


"Oke papa." Ataya mengangkat ibu jari nya pertanda siap melaksanakan perintah sang suami.


...————...


Beberapa jam setelah menghabis kan bakmie, Ibra dan Ataya pun memasuki kamar.


Tangan Ibra meraih saklar lampu, lalu mematikan nya dan mengganti dengan lampu tidur.


Ibra berjalan menyusul Ataya yang sudah terlebih dulu berbaring di atas ranjang berukuran besar milik mereka .


Ibra naik ke atas tempat tidur, berbaring di samping istrinya.


Tangan Ibra mulai mengulur dan meraih pinggang dan memeluk perut Ataya cukup erat.


Ibra terus mengeserkan tubuh nya mengikis jarang di antara mereka berdua, hingga bibir nya menyentuh telinga milik Ataya lalu berbisik.

__ADS_1


"Sayang?" Bisik Ibra di telinga Ataya.


Ataya tak menjawab, naman tubuh nya sedik bergerak merespon bisikan Ibra.


" I want you." Bisik nya kembali.


Ataya langsung membalikan tubuh nya mengahadap Ibra, hingga netra kedua nya saling bertemu di tengah cahaya lampu tidur yang sedikit remang.


Tangan Ataya menyentuh pipi Ibra, jemari nya mengusap lembut, bibir Ataya tersenyum hingga membuat dada Ibra seperti sedang di penuhi kupu-kupu yang tengah berterbangan.


Dengan gerakan cepat Ibra menyambar bibir ranum yang indah milik Ataya.


Menyesap rakus bibir istrinya, belum ada balasan dari permainan nya hingga ia sedikit mengigit bibir milik istri nya itu, barulah Ataya membalas setiap kecupan yang Ibra berikan.


Satu tangan Ibra mulai mengelus lembut paha Ataya yang sudah tertutup selimut tebal, lalu sesikit menaikan gaun yang istrinya kenakan saat ini.


Hingga terlihat jelas paha putih mulus yang terlihat sangat menggoda.


"Ngh,...." suara erangan Ataya mulai terdengar, kala tangan Ibra terus menyelinap masuk dan mulai meremas gunung kembar milik Ataya.


"Nggak usah di tahan, disini cuma kita berdua sayang, nggak ada yang denger." Ibra berbisik kembali di telinga Ataya.


Tangan Ibra mulai melepas kan kain yang nempel di tubuh Ataya, hingga menyisakan kain berenda berwarna hitam milik istrinya itu.


Mata Ibra menatap Ataya penuh kagum, mata indah yang sudah terpejam dengan bibir bawah yang sedikit tergigit.


Satu persatu Ibra menanggal pakaian milik Ataya dan dirinya, hingga saat ini mereka sudah tak memakai apapun, hanya selimut yang menghalangi tubuh mereka berdua.


Ibra menyiapkan diri, lalu mulai memasukan nya perlahan.


"Shhhh,...abang!" Ataya berdesis kala benda tumpul itu mulai menerobos masuk di bawah sana.


Cup..


Ibra mengecup bibir Ataya .


"Pelan-pelan!" pinta Ataya kepada suamu nya.


"It' oke, dia akan baik-baik saja. Kita nikamti ini bersama sayang." Ibra tersenyum, manik nya menatap Ataya yang kini juga tengah menatap diri nya dengan pandangan sendu dan sudah tertutup kabut gairah.


.


.


Author sakit perut, mohon pamit dulu yah guys. Kalian bisa banyangin sendiri-sebdiri. Papay!


Jangan lupa dukungan nya.


Like, komen, sama vote kalo ada.


Mau ngasih kopi sama tips lain nya juga boleh, author makin seneng.

__ADS_1


__ADS_2