CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 34


__ADS_3

💐


💐


Karena jarak antara rumah sakit dan rumah orang tua Ibra hanya bisa di tempuh beberapa menit saja, akhirnya Ibra memutuskan untuk membawa Ataya ke sana.


Sekitar dua puluh menit melaju di jalanan ibu kota Jakarta, akhirnya Pajero hitam milik nya sampai di garasi rumah orang tua Ibra.


Mobil sudah beberada detik berhenti, namun Ataya masih tertidur sangat nyenyak, sesaat Ibra diam, namun akhirnya ia turun dan segera memutari mobil ke arah pintu di sebelah Ataya.Namun ketika Ibra akan mengangkat nya, wanita itu tersentak hinggan bangun dari tidur nya.


"Abang!"Sergah Ataya, raut wajah nya terkejut ketika merasa ada seseorang yang menyentuh bagian tubuh nya.


"Ayo turun,... tidur nya lanjut di kamar aja yah!"Ujar Ibra.


"Loh,... kita ke rumah papah?"Cicit Ataya yang baru saja sadar.


"Di apartemen mungkin kamu cuma makan mie, roti, sama telor. Sementara anak kita butuh makanan yang sangat bergizi."Ibra tersenyum, lalu meraih tangan Ataya agar segera turun dari mobil nya.


Pelahan Ataya turun, walaupun kepala nya masih sedikit terasa sedikit pusing, wanita itu tetap menolak untuk di gendong Ibra.


Kedua nya terus berjalan perlahan menuju pintu, namun sebelum Ibra membuka nya, pintu sudah terbuka lebih dulu, dan terlihat wanita tua yang tersenyum menyambut ke dua nya.


"Neng Aya kenapa den?"Seketika senyum nya hilang ketika melihat ke adaan Ataya.


"Ataya baru pulang dari rumah sakit mbo,tolong bikinin bubur yah, terus anter ke kamar!"Pinta Ibra seraya tersenyum.


"Nggak usah bang, aku makan yang di masak mbok aja, nggak bubur juga nggak apa-apa."Jelas nya sambil terlihat canggung.


"Mbo cuma masak udang padas manis, sama rendang neng.Neng mau?"Tanya nya.


"Yasudah sama udang aja deh mbok nggak apa-apa!"Ucap Ibra sambil tersenyum.


Kedua nya pun langsung masuk ke dalam rumah terlebih dulu.


"Papah kemana mbo?"Tanya Ibra.


"Bapak tadi pergi ke bogor, kata nya pulang malem!"Jelas mbo.


"Yasudah Ibra ke atas dulu anter Ataya, nanti nasi nya tolong antar ke kamar aja yah"Tutur Ibra yang di balas anggukan oleh mbo Nim.


—Klek..


Ibra terus menuntun Ataya masuk ke dalam kamar, membawa istrinya untuk berbaring di atas tempat tidur, lalu menyelimuti tubuh Ataya yang sudah terlihat lemas dengan wajah yang masih terlihat pucat, karena rasa pusing dan mual nya.


"Mau ganti baju?"Tanya Ibra pelan, dengan tangan yang terus mengusap kepala istrinya pelan.


Ataya tidak bersuara, ia hanya menjawab nya dengan gelengan kepala, dengan mata yang terus terpejam.


Tok..Tok..Tok..


"Den, ini makanan buat neng Aya!"Suara mbo memanggil di balik pintu kamar, lalu masuk.


"Makasih ya mbok."Ucap Ataya ketika wanita paruh baya itu datang menghampiri nya, lalu meletakan nasi nya di atas nakas.


"Sama-sama neng, jangan lupa susu jahe nya di habis kan juga!"Ujar nya, lalu di jawab anggukan oleh Ataya yang sedang terbaring lemas.


"Mbok perhatian banget, padahal kamu cuma minta makan, tapi di bikinin susu jahe juga."Gumam Ataya pada Ibra yang duduk di samping nya.


Ibra tersenyum.


"Ayo di makan, nanti baru minum vitamin nya, biar ade sehat di perut kamu."Kata Ibra.


"Iya papah."Jawab nya lalu tersenyum.


Suapan-demi suapan nasi pun masuk kedalam mulut Ataya, kini hanya tersisa kepala udang yang tersisih di pinggir.Sebelum meminum susu jahe nya Ataya terlebih dulu meminum vitamin yang Dokter Syifa berikan kepada nya tadi, berharap menghilang kan rasa mual dan pusing nya.

__ADS_1


"Apa masih pusing dan mual?"Ibra memangdangi wajah istrinya.


"Sedikit, nanti kalo mual Ataya minum susu jahe nya."Ataya tersenyum.


"Gimana,... Abang masih bau nggak?" Tanya Ibra.


"Tahu kan alesan Ataya pusing kenapa?" Ataya sedikit tersenyum kepada Ibra, ada rasa tidak enak hati kala terus menerus menyebut suaminya bau.


Ibra yang mengerti apa yang di maksud Ataya pun hanya tersenyum.


"Oke nanti abang mandi minyak telon yah!"Tangan nya mengusap pipi Ataya, lalu tertawa.


"Gilang kemana bang, ko tadi nggak kelihatan?"Ataya penasaran.


"Kalo belum pulang sekolah pasti ada di kamar main games!"Jelas Ibra.


"Sayang tolong ambilin tas aku, kaya nya aku harus ngasih tahu bunda kabar bahagia ini."Pinta Ataya dengan semangat.


Ibra mengangguk, lalu mengambil tas Ataya yang di simpan di atas sofa.


Ataya terlihat sangat bersemangat, sehingga melupakan rasa pusing di kepala nya.


💌Assalamualaikum, bunda...


Sambil menunggu balasan dari ibu tercinta nya, Ataya pun meminum sedikit demi sedikit susu jahe yang masih sangat hangat.


Ting...


💌wa'alaikumsalam , ada apa teteh sayang.


💌Teteh punya hadiah buat bunda , ayah sama Zaydan.


💌Wahhh , hadiah apa tuh??



Tiba-tiba.


Panggilan telepon pun masuk.


📞: Ini beneran bunda mau jadi nenek.


Iya beneran bunda , doa in ya biar sehat.


📞:Iya cucu nenek sehat-sehat ya di dalam perut.


amin , ayah sama Zaydan kemana ??


📞Ayah lagi sibuk di kebun , Zaydan belum pulang.


Yaudah , nanti kabarin sama anak tegil itu kalo dia mau jadi om.


📞Iya teh jaga diri baik-baik yah , salam juga buat Ibra.


Iya bunda , assalamualaikum.


📞waalaikumusalam.


"Apa kata bunda sayang?" Tanya Ibra.


"Kata nya titip salam buat kamu."Jawab Ataya.


"Wa'alikumusalam."Sahut Ibra tersenyum.


Tiba-tiba Ataya menutup mulut, dan langsung berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Sayang jangan lari, nanti kamu jatuh!" Teriak Ibra yang langsung menyusul istrinya.


Uwekk...Uwekk..


Mata Ataya memerah dan mengeluar kan air mata. Ibra yang berada di belakang Ataya terus mengusap punggung Ataya pelan, agar membuat Ataya sedikit lebih nyaman.


"Yah!!"Rengek Ataya manja."Nasi sama udang buat dede keluar lagi!" Bibir nya cemberut.


Ibra tergelak.


"Ih ko malah ketawa!"Tanya nya dengan wajah kesal, lalu memukul tangan Ibra cukup kencang.


"Enggak sayang, bukan ngetawain kamu!"Ibra beralasan.


^


^


Malam hari pun tiba, kini jam sudah menunjukan pukul tujuh maha, suara Ruli masuk ke dalam rumah pun terdengar, ketika pria itu menanya kan keberadaan anak dan menantu nya.


"Bi ada Ibra, datang jam berapa?"Tanya Ruli.


"Kalo datang nya yang tau mbo, bi Mimi kurang tau pak."Ucap nya.


"Coba tolong panggilin Ibra."Pinta Ruli.


"Iya pak."Bi Mimi mengangguk, lalu segera beranjak pergi menuju lantai dua di mana Ibra berada.


Setelah Ruli menunggu beberapa menit, kini Ataya dan Ibra menghampiri Ruli yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Ibra jam berapa kamu kesini?"Tanya Ruli.


"Sekitar jam dua jam setengah tiga-an pah!"Jawab Ibra .


Ketika Ataya duduk mendekat Ruli pun bertanya.


"Loh,... Ataya kenapa? ko pucet banget?"Tanya Ruli yang juga langsung terlihat khawatir.


"Tadi Ataya sama Ibra emang udah dari rumah sakit, makanya mampir."Ibra berujar.


"Ataya sakit apa Ibra? sampe masuk rumah sakit!"Tanya Ruli terkejut.


Lalu Ibra pun mengeluar kan sebuah kertas.



"Ini apa?"Ruli memandang kedua nya dengan tatapan bingung.


"Ini foto pertama calon cucu papah."Jelas Ataya.


Senyum bahagia pun terpancar di bibir papah mertua nya, dengan manik yang berbinar dan berkaca-kaca, kemudian memeluk Ibra.


"Selamat anak papah sebentar lagi mau punya anak!"Ucap Ruli sambil mengusap punggung putra sulung nya.


"Iya pah, kaya nya Ibra tinggal di sini dulu sampai Ataya nggak muntah-muntah lagi."Kata Ibra


"Tinggalah selama yang kalian mau, ini rumah kalian jugal"Sambut Ruli kepada anak menantu nya.


"Papah juga mau ngasih kabar bahagia, bulan depan papah mau nikahin tante Amira."Jelas nya, lalu hanya di balas senyuman oleh Ataya dan Ibra.


Mereka berkumpul sambil menceritakan banyak hal, Gilang yang sudah pulang sekolah pun sangat bahagia ketika Ibra memberi tahu nya yang akan segera mempunyai keponakan.


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa! like, vote, dan komen......

__ADS_1


__ADS_2